
"Rambo!!!"
Teriakan Alex bergema mengisi setiap sudut ruangan, aura mencekam membuat semuanya bergidik ngeri.
"Ya ada apa Tuan?"
Rambo datang tergopoh-gopoh, menghadap Alex. dia sudah menduga jika Lisa sudah bertindak melebihi batas, namun Rambo juga tidak bisa berterus-terang mengingat Lisa sudah bekerjasama dengan Naga secara diam-diam, yang tentunya nyawa Rambo dan keluarganya bisa juga terancam.
"Siapkan pasukan, sekarang juga kita serang Naga dan komplotannya." ucap Alex yang sudah dikuasai api kemarahan dan dendam yang membara.
"Tuan, maafkan jika aku lancang. tapi alangkah baiknya kita tidak menyerang mereka saat ini." ucap Rambo hati-hati.
"Kenapa, apa kamu takut menghadapi mereka? lihatlah apa yang sudah Cika dan Naga perbuat padaku." Alex melempar ponselnya kearah Rambo, pria itu langsung menangkapnya, Rambo terlonjak kaget kaget meskipun dia sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi juga.
"Tuan, inilah tujuan utama Naga. membuat anda marah dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan anda."
"Lalu menurutmu, aku harus bagaimana Rambo?"
"Jangan terpancing permainan Naga, jangan tunjukkan kelemahanmu pada Naga. kita bisa melawan mereka dengan cara yang lain." bujuk Rambo menenangkan Alex.
Alex merebahkan tubuhnya di sandaran kursi, kepalanya seakan ingin pecah jika teringat penghianatan Cika padanya.
"Cika, kamu tega. seharusnya malam ini paling membahagiakan bagi kita, apa salahku Cika? padahal aku sudah mempercayakan semuanya padamu." gumam Alex.
***
Cika tersadar, memijid kepalanya yang masih pusing. dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
__ADS_1
"Ternyata aku berada dikamar ku sendiri?"
"Cika, kamu sudah bagun ya nak?" ibu muncul dari balik pintu.
"Ibu aku kenapa?"
"Semalam kamu pingsan, dan dibawa pulang oleh perempuan yang bernama siapa ya ibu juga lupa namanya." ucap ibu berusaha untuk mengingat.
"Apa dia bernama Lisa?"
"Bisa jadi nak."
"Astaga mati aku, berarti kejadian semalam benar-benar nyata. bagaimana caraku untuk menghadapi tuan Alex, Lisa pasti sudah memberitakan semuanya." hancur sudah harapan dan impian cinta Cika.
"Apapun yang terjadi, aku harus menemui Alex. dia harus tahu jika semua ini adalah fitnah."
"Cika, apa kamu akan bekerja juga. bagaimana dengan kondisimu, nak?"
"Aku sudah mendingan Bu, Cika pamit berangkat kerja dulu ya."
"Hati-hati nak!"
Cika sudah sampai diperusahaan, langkah kakinya semakin gemetaran. ditambah lagi tatapan para karyawan yang lainya. seolah-olah Cika sudah melakukan kesalahan besar pada bos mereka.
"Tuhan selamatkan aku, kenapa rasa takut dan gelisah semakin membuatku tidak ingin bertemu Alex untuk saat ini." Cika ingin berbalik namun terlambat Alex sudah melihat kedatangannya.
"Dasar penghianat, cepat masuk!" terdengar suara Alex penuh kemarahan.
__ADS_1
"I...iya tuan."
"Jelaskan padaku, apa maksud semua ini."
Mata Cika terbelalak kaget, adegan Naga memasangkan cincin berlian kejari manisnya terpampang jelas. begitu juga saat Naga mendaratkan ciumannya.
"Tidak! semua ini tidak seperti yang kamu lihat sayang, aku bisa jelaskan." ucap Cika panik bercampur gugup.
"Stop, jangan pernah panggil aku dengan kata-kata itu lagi dasar penghianat, aku pikir kamu berbeda ternyata sama saja, murahan!" maki Alex yang terbakar amarah dan cemburu buta.
"Aku dijebak, mereka membawaku kedalam kapal pesiar yang salah. percayalah tuan, aku tidak pernah berkhianat padamu."
"Kenapa aku harus percaya, disini sudah terlihat jelas kamu tersenyum bahagia ketika Naga melamar dan menyematkan cincin dijemarimu dihadapan banyak orang."
"Saat itu kondisiku dibawah ancaman dan tekanan dari Naga, aku mencintaimu tuan, tidak mungkin aku berpaling. aku yakin semua ini sudah arti jebakannya Lisa." tangis Cika pecah, meratapi kehancurannya.
"Jangan berbohong lagi Cika, aku sudah muak!"
Pintu ruangan Alex tiba-tiba dibuka dari luar, Lisa dan Rambo masuk bersamaan.
"Kak Alex, maaf jika aku ikut campur. pada saat kejadian aku memang sengaja mengikuti Cika. karena aku ingin membuktikan kebusukannya selama ini. agar kakak sadar jika selama ini sudah dimanfaatkan oleh perempuan sok polos ini." Lisa tersenyum merendahkan Cika.
"Kamu jahat Lisa, salah apa aku padamu?"
"Kamu masih bertanya apa kesalahanmu, Cika? kamu bodoh atau berpura-pura bodoh sih, akui saja jika selama ini kamu disuruh oleh kekasihmu Naga untuk melakukan hal ini semua pada kak Alex?"
"Stop hentikan, kepalaku bisa pecah dengan pertengkaran kalian. Cika mulai sekarang kamu saya pecat dan jangan pernah muncul dihadapanku untuk selama-lamanya.. hubungan kita putus." teriak Alex disaksikan Rambo dan Lisa.
__ADS_1
"KaIian semuanya jahat, disini aku tidak bersalah tapi kenapa kamu tidak pernah percaya padaku?" Cika kembali menagis, sedangkan Rambo menundukkan kepalanya dalam-dalam ikut larut dalam kesedihan Cika.