Sekretaris Kesayangan, CEO

Sekretaris Kesayangan, CEO
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

"Sayang kamu sakit?"


"Maafkan aku Cika, jika tidak jujur sebelumnya, selama diluar negeri aku terus melakukan pengobatan. apa kamu menyesal menikah denganku setelah tahu kebenarannya?" ucap Ciko, sambil berusaha mengumpulkan kesadaran berjuang melawan rasa sakit yang teramat sangat.


"Tidak, aku mencintaimu apa adanya Ciko, aku yakin kamu pasti bisa sembuh. kita akan melewati semua ini bersama-sama, seperti janjimu padaku." bisik Cika yang mulai ketakutan jika kebahagiaan yang baru dirasakannya akan berakhir.


"Ya, tapi aku ingin kamu bahagia meskipun tanpa aku nantinya."


"Jangan berbicara seperti ini, Ciko. hanya kamu kebahagiaan, berjuanglah kamu pasti bisa sembuh."


Ciko tersenyum, tiba-tiba laju mobil yang dikendarainya hilang kendali. bahkan beberapa kali hampir bertabrakan dengan pengendara lainya.


"Sayang, biar aku saja yang bawa mobilnya." teriak Cika berusaha mengambil kendali, namun terlambat. mobil mereka menghantam sebuah mobil yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan. sehingga kecelakaan hebat tidak dapat terelakkan lagi.


Brrruuuaarrgg.....!!


Brrruuuaarrgg....!!


Kedua Mobil tersebut terhempas kepembatas jalan, dengan kondisi yang sama-sama rusak parah, bau bahan bakar tercium begitu menyengat.


Alex berusaha bangkit, mengumpulkan kesadarannya. tepat di sisi sebelahnya Lisa sudah terdiam bergelimang darah.


"Lisa... bangun, dek!"


Alex berusaha bangkit menguncang tubuh Lisa, memeriksa urat nadinya yang sudah tidak berdenyut lagi.


"Kamu tidak boleh pergi secepat ini Lisa!" teriak Alex.

__ADS_1


Orang-orang mulai mengerumuni mereka, berusaha memberikan bantuan. setelah susah payah Alex berhasil keluar dari dalam mobilnya.


"Tolong....tolong selamatkan adek saya! teriak Alex.


"Iya mas."


Mereka membantu mengeluarkan tubuh Lisa yang terjepit, tubuh gadis itu mengeluarkan banyak darah.


"Cepat angkat dan masukan ke dalam ambulance, lalu dibawa menuju rumah sakit terdekat."


"Lisa bertahan lah!" ucap Alex meskipun dia yakin jika perkataannya sia-sia, karena Lisa sudah kehilangan banyak darah dan sudah terdiam kaku.


Kerusakan parah juga terjadi pada mobil lawan, nampa pasangan pengantin baru, mobil itu tiga kali terbalik hingga hancur, petugas kepolisian dan warga kewalahan mengevakuasi untuk membantu mengeluarkan korban yang masih terjepit dengan kondisi mobil terbalik.


"Kita harus bertindak cepat, sebelum mobil ini meledak!"


"Bukankah itu mobil pengantin? dan itu Cika?"


Seakan menemukan kembali kekuatan, Alex memaksa menyeret langkah kakinya. dia harus bisa menyelematkan Cika secepat mungkin. tanpa peduli dengan kondisinya sendiri yang juga tengah terluka parah.


"Tuan, minggir lah ini sangat berbahaya. sebaiknya anda pergi kerumah sakit!" ucap salah seorang petugas.


"Tidak, aku harus menyelamatkan mereka." bentak Alex berusaha membuka pintu sekuat tenaganya.


"Buuommm!!"


Ledakan dahsyat terjadi, tepat satu menit tubuh Cika dan Ciko yang dipenuhi luka berhasil dikeluarkan dari dalam mobilnya.

__ADS_1


"Cika! Cika bagunlah!" teriak Alex panik.


"Cepat panggilkan ambulance!" Alex kembali berteriak melihat Cika yang sudah tidak sadarkan diri.


"Tuan Alexandre.., tolong selamatkan Istriku." ucap Ciko berusaha mengumpulkan kesadarannya, dengan memegangi sebelah tangan Alex.


"Tentu, aku akan berusaha menyelamatkan kalian berdua." balas Alex.


"Aku tidak punya banyak waktu, titip istriku Cika. tolong jaga dan bahagiakan dia, karena kita mencintai orang yang sama." ucap Ciko sebelum memejamkan matanya.


"Ciko, baguuunlah kamu pasti bisa bertahan!" Teriak Alex.


"Berjanjilah padaku!!!"


Suara Ciko semakin pelan dengan mata yang sudah tidak bisa dibukanya lagi.


"Ya aku berjanji, tapi kamu tidak boleh pergi secepat ini."


"Terimakasih, aku akan melihat kalian bahagia dari atas sana!"


Alexander menguncang tubuh Ciko, sebelum dia juga ikut pingsan disebelah pria tersebut.


Berita kecelakaan ke-dua pengusaha muda inipun menjadi berita hangat, kondisi Lisa dan Ciko tidak bisa diselamatkan. sedangkan Cika masih dalam kondisi koma.


Alex menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap batu nisan Ciko yang bersebelahan dengan Lisa. pria itu tidak menyangka jika kehidupannya akan berubah secepat ini, baru kemaren dia dan Ciko masih sibuk dengan bisinis mereka, pernikahan hingga perpisahan terjadi begitu cepat dan juga harus berakhir dalam suatu kecelakaan hebat.


"Ciko, Lisa. do'a terbaikku untuk kalian berdua. semoga tenang dialam sana." ucap Alex menaburkan bunga mawar merah dikuburan yang masih basah tersebut. pikirannya menerawang memikirkan alasan apa yang akan dia berikan pada Cika, jika gadis itu sudah sadar dari komanya.

__ADS_1


__ADS_2