Sekretaris Kesayangan, CEO

Sekretaris Kesayangan, CEO
Wanita yang sama


__ADS_3

Tiga tahun kemudian,


Tidak ada kesedihan setelah kepergian Lisa, justru Alex merasa bebas tanpa kehadiran gadis itu lagi. sekarang hanya Rambo yang selalu diandalkan Alex, baik urusan bisinis maupun untuk urusan pribadinya.


Pagi ini Alex memulai harinya dengan semangat baru, perusahaannya yang telah diujung tanduk akibat kerugian besar setelah dia terpuruk hancur, akan dia kelola dan selamatkan kembali.


"Rambo, bagaimana? apakah perusahaan Art The King' bersedia bekerjasama dengan perusahaan kita?"


"Mereka menyetujuinya tuan, siang ini CEO perusahaan mereka bersedia menemui kita untuk membicarakan tentang kerjasama bisnis kedepannya."


"Bagus, Rambo atur bagaimana baiknya. yang penting perusahaan kita kembali bangkit dan jaya seperti dulu lagi." terang Ciko.


Tepat jam sepuluh siang, pertemuan kedua Presdir tampan itu dimulai disebuah ruangan VVIP Restoran mewah.


"Hallo tuan Alexander, apa kabar anda."


"Baik, tuan Ciko Jevericho. silahkan duduk." ucap Alex yang datang lebih duluan.


Perbincangan ringan, menjadi obrolan pembuka sebelum memulai perbincangan bisnis yang tentunya lebih serius.


"Setelah saya pelajari, saya tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaan anda." ucap Ciko, mereka pun berjabat tangan dengan akrab. sebagai bentuk awal dari hubungan bisnis yang baik.


"Tuan Ciko, sepertinya anda tergesa-gesa sekali apa ada yang menantimu?" tanya Alex, begitu melihat Ciko yang bersiap untuk pergi, padahal Alex masih ingin ngobrol panjang lebar lagi dengan pengusaha muda dihadapannya.

__ADS_1


"Ya, kekasihku Cika sedang menunggu. rencana siang ini kami akan fitting baju pengantin!"


DEGH!!!


"Cika?"


Alex terlonjak kaget mendengar nama Cika disebut, bathinnya meronta seakan tidak rela jika ada pria lain menyebutkan namanya.


"Ada apa tuan Alex, apa Anda mengenali calon istriku?" tanya Ciko melihat perubahan wajah Alex saat mendengar nama Cika barusan.


"Tidak! mungkin hanya kebetulan namanya saja yang mirip dengan kekasihku." jawab Alex membayangkan keberdaan sang kekasih yang entah kemana.


"Waw!! berarti kita memiliki perempuan yang sama-sama bernama Cika."


"Ya! dan semoga saja Cikamu bukanlah Cikaku."


"Aku penasaran, seperti apa wajah Cikamu?"


"Next time, aku akan mengajaknya bertemu dengannya. Cika orangnya asyik dan mudah bergaul."


"Oke, aku tunggu!"


"Sampai jumpa lagi, tuan Alex."

__ADS_1


***


Tiba saat yang ditunggu-tunggu, malam ini Cika terlihat sangat cantik dengan balutan pakaian pengantin mahal dan berkelas, yang membuat semua mata menatap iri dan kagum akan kecantikan dan keberhasilannya mendapatkan suami seorang bangsawan seperti Ciko.


Pernikahan mewah ini, disiarkan langsung televisi swasta dan luar negeri. sehingga membuat ekspresi terkejut Lisa, gadis itu dibuat syok dan pingsan seketika tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. jika wanita yang paling dibenci dan selalu direndahkannya selama ini, bisa bersanding di pelaminan bersama seorang pengusaha sukses seperti Ciko.


"Tidak mungkin.... tidak mungkin, itu Cika mungkin kebetulan wajah mereka mirip." ucap Lisa meyakinkan dirinya.


Sorot kilatan cahaya camera disana-sini, membuat Cika mengeratkan genggaman tangannya. saat melewati red karpet.


"Sayang, jangan gugup. aku akan selalu ada di sampingmu." bisik Ciko ketika membibing Cika menuju pelaminan.


"Ciko, ini benar-benar mendebarkan. dan sangat luar biasa." balas Cika tersenyum bahagia.


"Ya, karena malam ini kita akan menjadi suami-istri yang sah dimata agama dan hukum."


Acara berjalan cukup meriah, senyum manis penuh kebahagiaan tidak luput dari bibir pasangan ini. meskipun lelah namun Cika tetap tersenyum ramah menerima ucapan selamat dari banyaknya tamu yang hadir dan memberi dia atas pernikahan mereka.


"Nak Ciko, mulai sekarang ibu menyerahkan anakku, Cika. tolong jaga dia dan cintai dia dengan segenap cinta yang kamu miliki." pesan ibu seraya membimbing Kyano.


"Pasti ibu, aku berjanji akan menyayangi dan mencintai anak istri ku dengan jiwa ragaku sendiri, ibu. sekali lagi terimakasih sudah merestui pernikahan kami." Ciko menarik Kyano kepangkuanya sebuah potret kekuarga kecil yang bahagia tercetak disana.


Sang ibunda merasa sangat bahagia dipernikahan anak perempuanya satu-satu, ibu mengusap air mata haru lalu menarik nafas lega. melihat Cika sudah menemukan pasangan hidup dan kebahagiaan nya sendiri. begitu juga dengan Kyano yang sudah menemukan sosok seorang ayah yang selama ini dia rindukan.

__ADS_1


"Sayang. terimakasih. akhirnya kamu bersedia dan membuka pintu hatimu untukku." ucap Ciko saat memasangkan cincin berlian di jari manis Cika.


"Ya Ciko, terimakasih juga karena selama ini kamu telah sabar menungguku."


__ADS_2