Sekretaris Kesayangan, CEO

Sekretaris Kesayangan, CEO
Harapanku pupus sudah


__ADS_3

"Tidakkkkk....!!! tidak mungkin dia Cikaku."


Reflek Alex membanting televisi berukuran besar, yang terdapat didalam kamar yang dulu dia tempati bersama Cika. saat matanya secara tidak sengaja menyaksikan kemeriahan pesta mewah pernikahan seorang pengusaha muda Ciko.


"Tidak mungkin wanita itu Cika? ini pasti hanya kebetulan mirip saja." otak Alexander masih kesulitan mencerna semua ini, dia mencoba menenangkan pikiran dan hati yang mulai memanas, namun tetap tidak bisa dia malah semakin resah dan gelisah. Alex bangkit untuk mengambil undangan pernikahan yang dikirimkan Ciko kemaren padanya.


"DEGH!!!"


"Benar-benar Cika!"


Alex memerintahkan Rambo untuk menyelidiki wanita yang menjadi istri Ciko secara langsung, pengusaha sukses yang juga tengah mengalahkan kesuksesan Alex sendiri. bahkan saat ini perusahaan Alex masih sangat bergantung pada perusahaan milik Ciko.


"Rambo, cepat cari tahu tentang perempuan itu! termasuk data-datanya secara detail." perintah Alex sambil mondar-mandir tidak sabaran lagi.


"Baik bos." jawab Rambo yang tidak pernah gagal setiap menjalankan tugas darinya.


Tidak berapa lama, ponsel Alex kembali berdering, beberapa file dan data-data tentang Cika masuk. tangan Alex bergetar sambil memperhatikan dan membaca semua informasi tersebut. yang mana hasilnya membuat Alex benar-benar terkejut dan syok.


"Brengsek....kamu Ciko, kamu telah merebut Cika dariku .... sial!!!" tubuh Alex bergetar antara marah, emosi dan menangis, hatinya sangat terluka dan rapuh. harapan untuk merajut mahligai rumah tangga bersama Cika pupus sudah.


"Sia-sia selama ini aku terus mencari-carimu Cika, ternyata kamu bersama Ciko, bahkan kalian sudah menikah.... kenapa ini terjadi padaku...., kamu lebih memilih dia daripada kembali padaku lagi hu...hu...."

__ADS_1


"Aaaagghhh... benar-benar sial!."


Alex pergi meninggalkan rumah dengan kemarahan, melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan yang jelas, hati Alex benar-benar hancur menerima kenyataan dimana kolega bisnisnya sendiri mengambil wanita yang sangat dicintai dan dicari-cari nya selama ini.


Seperti biasa, tempat tujuan Alex klub malam minum-minuman keras sebagai cara mengalihkan pikirannya yang saat ini ingin meledak. secara bersamaan Lisa juga mendatangi klub yang sama.


"Kak Alex, ternyata dia ada disini. menyedihkan sekali kondisimu kak, sangat kacau dan mabuk berat. Dia pasti sudah mengetahui berita pernikahan Cika." gumam Lisa yang juga tengah frustasi setelah melihat kehidupan Cika yang sekarang.


Lisa berjalan mendekat meja Alex, berbicara dengan sangat hati-hati agar Alex tidak mengusirnya ataupun marah-marah lagi.


"Kak, sudah ya minum-minunya. tidak baik untuk kesehatan kakak." bujuk Lisa, memperhatikan bentuk tubuh Alex yang terlihat jauh lebih kurus dan tidak terurus lagi.


"Lis... Lisa? kamu disini!"


"Cika, Cikaku sudah dimiliki orang lain.. aku harus apa Lisa katakan? apa aku harus menculiknya lalu memaksanya untuk menikah denganku?" ucap Alex dengan kesedihan yang mendalam.


"Sudah kak, saat ini kakak tidak bisa berfikir jernih. sebaiknya kita sekarang langsung pulang ya." bujuk Lisa berusaha memapah tubuh Alex menuju mobilnya.


"Minggir Lisa, biar aku yang membawa mobilnya."


"Jangan kak, biar aku saja."

__ADS_1


Lisa khawathir melihat kondisi Alex yang mabuk berat, tidak memungkinkan untuk menyetir namun pria yang tengah patah hati itu bersikeras. merebut kunci mobilnya dari tangan Lisa.


"Oke, tapi hati-hati ya kak."


"Kamu tenang saja, apa kamu lupa jika aku mantan pembalap."


Alex mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Lisa terus berteriak-teriak ketakutan dan minta Alex untuk segera berhenti, namun pria itu tidak mengindahkan sama sekali teriakannya.


Disaat yang bersamaan, setelah pesta mewah pernikahannya baru saja selesai. Ciko dan Cika diarak menuju mobil pengantin yang sudah menunggu mereka. senyum kebahagiaan tidak luput menghiasi bibir kedua pengantin baru ini saat menaiki mobil.


"Sayang, apa kamu sudah siap pergi ke surga bersamaku." goda Ciko.


"Surga apa? sayang jangan bercanda mulu. ayo jalan aku capek dan pengen langsung istrahat dirumah kita yang baru." bisik Cika manja.


"Oke tuan putri."


Ciko mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali tangannya mengelus lembut sebelah tangan sang istri.


"Aduh kepalaku tiba-tiba sakiiit!!"


"Sayang kamu kenapa?" tanya Cika ikutan panik.

__ADS_1


"Sepertinya, tumor dikepalaku kembali kambuh, padahal dokter sudah lama menyatakan jika aku sudah sembuh."


__ADS_2