
"Cika!"
"Eh...ya, maaf aku melamun!" Cika tersadar dari lamunannya yang masih memikirkan Alex.
"Mikirin apa sih?" goda Ciko.
"Eh nggak ada kok, barusan kita ngomongin apa?" Cika mengalihkan topik.
"Cika, apa Pria itu begitu berarti bagimu?"
"Pria? Siapa maksudmu Ciko?"
"Ayahnya Kyano, kamu pasti lagi mikirin dia kan?"
"Tidak Ciko, karena aku sudah membuangnya jauh-jauh dari hidupku."
"Benarkah, atau hanya dibibir saja atau benar-benar telah hilang dihatimu?" tanya Ciko seakan mengintrogasi Cika.
"Please! aku tidak ingin mengungkit-ungkit tentang dia lagi."
"Aku mengerti, meskipun tidak mengetahui permasalahanmu dengannya. tapi aku bisa melihat luka terdalam di balik senyuman manis yang kamu tunjukkan dihadapan semua orang."
Cika menundukkan wajahnya malu, karena Ciko berhasil membaca isi hatinya, meskipun dia sudah berusaha menutupi dengan sikap ceria dan senyuman manis.
Ciko bersikap jauh lebih dewasa, dia ingin menyelami hati Cika dengan membuatnya kembali merasakan kebahagiaan dan kehangatan suatu hubungan yang terjalin dengan sehat, bukan sekedar untuk kesenangan saja hit and run, sehingga Cika merasa nyaman dan terlindungi.
__ADS_1
"Cika, aku harap suatu saat kamu bisa membuka pintu hatimu. jangan jadikan trauma masa lalu sebagai penghambat untukmu mendapatkan kebahagiaan sejati."
"Apa maksudmu Ciko?"
"Cika mungkin aku terlalu bodoh, setelah sekian lama aku masih mengharapkan dirimu." ucap Ciko jujur.
DEGH!!!
Dada Cika bergetar mendengar penuturan Ciko, dulu dia begitu mengharapkan hal ini, Ciko mengutarakan cintanya. tapi pria itu keburu pindah keluar negeri, sekarang Ciko telah kembali disaat dia masih trauma.
"Maaf Ciko, semuanya telah berubah. aku bukan Cika yang dulu lagi. dan aku juga belum siap untuk memulai suatu hubungan lagi." Cika menundukkan kepalanya menghindari tatapan dalam Ciko yang penuh kasih sayang, masih sama dengan Ciko yang dia kenal beberapa tahun silam.
"Sssttt...! jangan lanjutkan lagi Cika, please beri aku kesempatan untuk menyembuhkan lukamu. aku akan sabar menunggu sampai kamu benar-benar siap menerimaku kehadiranku dihatimu, menggantikan dia yang pernah membuatmu terluka." Tutur Ciko dengan tatapan sendu.
Seiring berjalannya waktu, bisinis dan usaha Cika sudah membuahkan hasil, kue-kuenya semakin dikenal banyak orang. bahkan dia sudah bisa membeli hunian mewah dan mobil sport keluaran terbaru.
Paling lama sekretaris barunya akan bertahan satu bulan, karena tidak tahan dengan sikap Alex yang mudah sekali marah dan membentak mereka tanpa alasan yang tidak jelas.
Malam ini, Alex kembali berfantasi liar dengan membayangkan kehadiran Cika, sebotol anggur merah selalu menemaninya. hal ini sengaja dimanfaatkan oleh Lisa. dia sengaja berpenampilan seksi dengan lingerie transparan sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, berjalan kearah Alex dengan senyuman yang begitu menggoda.
Alexander menegang kepalanya yang terasa ingin pecah, berbagai perasaan aneh mulai menyeruak. beberapa kali dia berusaha memastikan penglihatannya.
"Cika, Lis?"
"Aku Cika, sekertarismu, Tuan." bisik Lisa bergaya ala-ala sekertaris yang seksi sambil memegang map.
__ADS_1
"Benarkah kamu Cika ku?"
"Ya, malam ini aku milikmu."
Alex tersenyum dengan imajinasi luar biasanya tentang Cika, sentuhan Lisa semakin lama semakin terasa, membuat Alex larut dalam cumbuanya. namun ada yang janggal sehingga refleks Alex mendorong kasar tubuh yang tengah berbaring manja dipangkuanya.
"Siapa kamu, Cika tidak pernah agresif seperti ini." teriak Alex tangannya mencekik kuat leher Lisa sehingga gadis itu kesulitan untuk bernafas.
"Kak, i...ini aku, Lisa. huk...huk." terbatuk-batuk.
"Lisa? berani-beraninya kamu seperti ini padaku, bukankah aku sudah seperti kakak laki-laki bagimu!" bentak Alex emosi.
"Tidak kak! selama ini aku mencintaimu, tapi kamu tidak pernah mengerti tentang perasaanku." ucap Lisa seraya menagis pilu.
"Kamu mencintaiku? katakan apa kamu yang menjadi penyebab Cika pergi dari hidupku." cengkraman Alex semakin kasar.
"Tid... tidak kak, sa...sakiiit. tolong lepaskan aku."'
"Katakan! jika tidak aku akan menghabisimu malam ini."
"Semua itu murni perbuatan Naga, kak." Lisa berusaha membela diri dari amukan Alex.
"Aku tidak percaya padamu lagi Lisa, jika tidak ingat adikku Ellena. mungkin aku sudah menghabisimu saat ini. cepat pergi dari hidupku Lisa. sebelum peluru ini menembus kepalamu!!!" Alex mengeluarkan pistol dari balik pinggangnya, refleks Cika terlonjak kaget, tidak menyangka Alex semarah ini padanya.
"Iya. aku akan pergi."
__ADS_1
Malam ini Lisa mengemasi barang-barangnya, pergi dari kehidupan Alex bukanlah keinginannya. tapi dia juga tidak ingin mati sia-sia ditangan pria yang dicintainya.