Semut & Gulanya

Semut & Gulanya
Dia menyebutku Manis


__ADS_3

Dikatakan jatuh cinta memang iya , dikatakan sayang memang sayang . namun kenapa hati ini selalu kesal , tanpa sebab yang jelas hati ini sering menjerit tak tahan dengan si Rina sahabatku yang selalu menggoda kuku tepat di hadapanku sendiri.


bagaikan perangko yang selalu lengket di kertas , itulah kosa kata yang aku simpulan selama kami belajar bersama . si semut itu masih santai nya mendengar dan mengajari kami sebagai mana guru .


belajar kami cukup asik untuk dibicarakan, walaupun di tengah saingan cinta namun kami tetap lah sahabat yang saling berbagi cerita satu sama lain. canda tawa menghiasi perasaan kami dibalik buatnya kami belajar, tanpa sengaja melahirkan hubungan yang semakin erat di antara kami bertiga


tak terasa waktu sudah malam, kami belajar hingga lupa akan waktu . meskipun belajar kami lebih banyak candaan dari pada seriusnya tapi entah kenapa membuat kami bertiga senang .


" Hahaha , oh sudah malam aku pulang dulu yah ? " jawab Rina


" Oh.. iya hati hati di jalan ..sampai kan salahku kepada bibi ria dan paman Adi yah "


jawabku kepadanya


" Iya .. pasti akan ku sampaikan." pergi meninggalkan rumah kuku


" Kemana si ria ? " tanya kuku kepadaku


" Oh .. dia pulang duluan sepertinya ada urusan yang mendadak "


" Oh.. kamu sendiri belum pulang ?, hari ini sudah malam loh apakah orang tua mu nggak khawatir ? "


" Oh sebentar lagi selesai kok .. aku tinggal sedikit menyalin jawabannya saja kok ? "


" Kalau ada masalah jangan sungkan bilang kepadaku ya aku ada di dapur yah ? "


" ok.. baiklah " jawabku dengan tenangnya


perlu beberapa saat untuk menyalin semua pelajaran yang ada di sekolah kedalam buku catatan ku , hingga setidaknya menyita waktu cukup banyak . tak lama kemudian langit malam mulai dingin dan suara petir mulai terdengar dari balik jendela rumah kuku hujan pun mulai turun dengan derasnya dengan membawa angin yang sangat kencang hingga membuat pohon di luar sedikit nya tumbang.


hal itu membuatku sedikit khawatir untuk pulang ke rumah , waktu pun sudah menunjukan pukul 20.00 malam waktu yang tak wajar bagi seorang pelajar berada di rumah seorang temanya .


" Kau belum pulang juga ?" tanya kuku kepadaku


" Iya ... diluar hujannya sangat deras jadi aku belum bisa keluar "


" oh.. iya kau benar , kau mau aku buatkan sesuatu "


" Eh... nggak usah repot-repot " jawabku padanya


" kau harus menerimanya jika tidak semut ini akan marah .. " (tersenyum kepadaku )


" ok. baiklah "


Di saat seperti ini ia masih menunjukan perhatiannya kepadaku, sang semut ini sangatlah perhatian baik ke temanya maupun orang yang di sayangnya , hampir setiap hari wajahnya selalu tersenyum. menganggap ku sebagai orang yang istimewa , namun sayang ia orang yang dingin dalam hal cinta .


" Ini dia coklat panasnya ? "

__ADS_1


" Oh ya terima kasih "


" Oh iya , Rumah kamu dimana sih ? , aku belum pernah ke rumah mu . " tanya kuku kepadaku


" Oh.. rumah ku di daerah Pegangsaan timur "


" Ah yang benar ... itu kan komplek perumahan elit , nggak nyangka kamu rupanya anak orang kaya yah "


" Yah .. begitulah adanya " jawabku padanya


cukup heran mendengar pertanyaan dari kuku , namun yang lebih mengherankan lagi rumah kuku yang selalu sepi tak ada orang lain yang membuat kebisingan, atau hal bersangkut dengan kebisingan . aku pun bertanya kepadanya


" anu.. kuku , kamu selalu tinggal sendiri ya ? " tanyaku padanya .


" iya aku sering tinggal sendiri di rumah " jawabnya dengan muka menghadap ke bawah


" Kenapa kamu terdiam , kemana orang tua kamu ? "


" Tolong jangan membahasnya lagi , aku tidak ingin menjelaskan nya kembali " memohon kepada ku dengan mata menahan air mata .


" Kenapa , apakah ada yang menjadi masalahnya ?, kita ini sahabat kan . kau sudah banyak membantu ku jadi apa salahnya jika aku pun ingin membantu mu juga ! "


" Apakah kau ingat , kau pernah mengatakan bahwa kau adalah semut dan aku gulanya kan ?, kita akan berbagi kebahagiaan baik itu senang maupun duka kan ?, apa kau lupa " jawabku dengan lembut kepadanya .


Butuh beberapa waktu untuk ia menjawab pertanyaan yang aku berikan sebelum akhirnya ia bicara kepadaku


" ok baiklah , tapi untuk apa ? "


" kau akan tau maksudku sebenarnya "


akhirnya ku turuti perkataan kuku dengan menutup kedua bola mataku hingga cahaya lampu tak bisa memasukinya .


" sekarang apa yang kau lihat ? " tanya kuku kepadaku .


" tidak ada hanya , kegelapan yang aku lihat "


entah kenapa maksudnya menyuruhku untuk menutup kedua bola mata ku ini, mungkin kah sebuah pernyataan cinta atau sebagainya aku tak tahu .


" seperti itulah perasaan ku ini baik sekarang maupun dulu ! " menjawab pertanyaan dengan suara yang terbata bata


" eh .. maksudmu..? "


" jangan membuka matamu sampai aku menjelaskan semuanya yah "


" Ok .. akan ku dengarkan ? "


" orang tuaku sudah meninggal ketika aku masih kecil saat umurku masih 95 hari , aku bahkan tak tau wajah orang tuaku seperti apa , yang hanya ku ketahui adalah wajah kedua paman dan bibiku saja . " jawabnya sambil sedikit terbata bata .

__ADS_1


" Bibi dan paman adalah orang pertama yang aku lihat dalam hidupku , diriku teringat dengan jelas wajahnya yang tersenyum ketika pertama kali melihatku, dan aku pun membalasnya dengan senyuman pada hari itu


" Mereka selalu tersenyum tak pernah sedikitpun marah dan sedih, dia gengsi untuk menunjukan kedua hal tersebut, aku dibesarkan oleh kedua malaikat penyelamatku, yang bahkan sebenarnya ia adalah bukan malaikat ku yang asli "


" malaikatku, yang asli tewas dalam kecelakaan pesawat 10 tahun lalu , jasadnya tak ditemukan kembali . yang tersisa hanyalah puing puing harapanku yang hancur tak bersisa , lantaran sebuah tragedi yang memilukan itu . "


" Pada saat itu , cinta pertamaku hilang kedua orang tuaku dibawa oleh sang penguasa alam semesta untuk selama lamanya " jawabnya sambil menangis .


" Terus kemana kedua Paman dan bibi mu ?" tanyaku kepadanya .


" Dia ... sudah tewas , lantaran kecelakaan . ditabrak lari oleh orang yang tak dikenali wajahnya ." menjawab dengan penuh kesedihan yang mendalam


Begitu malang nasib sang semut harapan , cinta , dan tempat bernaung telah hilang dari hidupnya yang tersisa hanyalah sebuah kenangan pahit, yang tak terlupakan dari sebuah kejadian yang tak diharapkan olehnya .


" Maaf ya .. aku jadi menunjukan wajah sedihku kepadamu, aku tak bermaksud membuatmu sedih, tapi kau yang minta .. hehehe.. " tersenyum dengan masih menahan air mata


Aku harap gula ini bisa berguna bagi sang semut , membuatnya menjadi tersenyum kembali tanpa berfikir tentang kenangan pahit yang terjadi padanya


tanpa sadar aku langsung memeluknya dengan erat , dan menangis sekuat tenaga yang aku bisa , karena bagiku ia adalah separuh dari hatiku, yang lebih berharga ketimbang harga diriku sendiri.


" Hey ... jangan menangis dasar cengeng ! " jawab kuku dengan perasaan lemah lembutnya .


" Biarkan .. aku cengeng , ketimbang aku acuh tak acuh dengan mu , jadi biarkan air mata ini mengalir dengan derasnya. " jawabku sambil memegang erat tubuhnya yang kuat .


" Terima kasih ya ... Linda kau sudah menjadi cahayaku yang selalu bersama ku hingga saat ini . ? " jawab kuku kepadaku


" Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu , jangan berkata seperti itu lagi . berkat kau aku bisa berjalan di dunia ini kembali , dengan nyawa masih ada di raga tanpa mu .. AKU .. SUDAH .. Gepeng oleh truk tau !!! " jawabku padanya sambil memeluk erat badannya .


" Hahahaha ... Iya Kau benar tanpaku mungkin kau akan bernasib berbeda yah ? " jawabnya dengan tenang sambil sesekali tertawa .


" Dasar .. payah " jawabku sambil tersenyum .


" Namun , ada satu hal yang membuatku tertarik padamu hingga menyebutmu gula ! " jawabnya sambil memegang bahuku .


" Apa alasanmu ? " tanyaku padanya .


" Alasanku ini membuatku ragu untuk menjawabnya namun kau adalah gulaku kan kau baik, agresif , dan sedikit ceroboh dalam hal tertentu , namun ada hal yang paling aku suka darimu ! " jawabnya kepadaku .


" Apa itu... ? " tanyaku padanya .


" karena, kau Manis seperti gula .. hehehe " jawab ku sambil mengelus kepalaku .


Begitu kaget hati ini mendengar perasaan yang dikatakan olehnya, hingga tak sanggup menahan kegembiraan ini dengan senyuman yang mampu membuatku sebahagia , dalam hati sedikit bertanya . Apakah itu adalah lamaran , atau hal lain . entahlah yang jelas gula ini tak tahan menahan kegembiraan ini hingga membuat wajahku kemanisan dibuatnya ..


Kuharap ia bisa tanggung jawab dengan perkataan nya kepadaku . Karena aku sudah terlanjur sayang dengannya. dan diriku bahagia dengan kata katanya dan hal itu membuat ku menjadi gula yang seutuhnya .


" bersambung "

__ADS_1


__ADS_2