
Semua sudah sunyi, hanya rasa kantuk yang menyelimuti ku diantara sibuknya malam. tapi hati sedikit tak menyangka bahwa aku bisa menginap di istana sang semut
kini kuku hanya bisa berharap . dari secercah harapan dendam . yang berharap orang tuanya bisa bersama kembali , semua itu sudah terbaca dari lubuk hatinya , diriku menyadari bahwa kuku itu adalah seorang anak yang baik pemilik hati yang lembut dan raga prajurit berani. sama seperti seekor semut .
gula ini sering bersedih , ketika melihat hatinya tersakiti oleh rintihan masa lalu yang menyakitkan baginya . namun , semua yang terjadi biarlah terjadi , kuharap semoga raja semut ( kuku ) bisa kembali bahagia lagi .
10 tahun hidup dalam istana ini , ditemani ruangan sunyi dan dinginnya malam hari yang menyakitkan . ditambah lagi ia tak mempunyai satu perisai dalam dirinya yang mampu melindungi nya dari bahaya .
jiwa ini sedikit bergetar , tak terasa getaran yang namun mampu menggoyahkan hati . sempat terpikir dalam hati bagaimana ia masih bisa tersenyum di balik masa lalu nya yang kelam . hal itu membuatku .
tak tahan rasa nya kantuk ini mulai menyerang ku . dan membuat mata ingin segera terlelap namun, terdengar suara ketukan dari pintu luar .
" Linda ... kamu belum tidur yah ? "
" Belum .. aku belum tidur " jawabku kembali padanya .
" Kalau begitu cepat tidur , soalnya aku nggak bisa tidur sebelum kamu tidur " jawab kuku.
" Jangan bercanda , kau saja yang duluan tidur sana ." jawabku padanya
" Sudah tidur sana , oh yah jangan lupa besok kau harus bangun pagi yah
" Memangnya kenapa ? " tanyaku kepadanya
" Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan ke kamu ?"
__ADS_1
" oh ok baiklah . "
tak lama kemudian mata ini terlelap dengan memegang janji yang ia katakan padaku sebelum tidur ,
pagi hari telah tiba , rasa kantuk mulai menghilang dari hadapanku , matahari mulai naik ke atas pertanda akan siang hari , sontak saja aku teringat dengan janji nya pada saat sebelum tidur , tak lama kemudian suara keras bagaikan suara tembak terdengar dari balik bilik ruangan yang sangat besar , aku kaget hingga rasanya jantungku ingin copot rasanya .
tak perlu basa basi , aku mengambil barang barang yang ada di dekatku sebagai alat perlindungan diri ketika aku merasa terancam .
, di dalam ruangan itu sangatlah gelap , dan berdebu mungkin manusia akan sesak nafasnya atau bahkan langsung jatuh sakit ketika bermain terlalu lama di dalam ruangan ini. sedikit panik dan waspada ku mulai menggenggam tangan ku kepada tongkat yang aku pegang. dengan tangan gemetar, dan kaki yang tak kuat untuk berdiri ku beranikan diri untuk melihat seisi ruangan , tiba tiba ada sesosok bayangan terlihat dari kejauhan .
sedang mencoba mencari sesuatu yang aja butuhkan , bayangan itu sangat lah besar dan tinggi badannya bahkan orang awam saja mungkin takut melihatnya , ku coba dekati dia dan ku coba mulai mengayunkan tongkat ku ke arah badan bayangan itu.
" rasakan ini .... hiaaatt... !! " teriakku sambil mengayunkan tongkatku ke badannya .
pukulan itu tepat mengenai leher bagian belakang dari sosok bayangan itu , karena oksigen nya kurang dan pandangan di ruangan sedikit kabur aku pun memutuskan untuk mencoba mencari tombol lampu yang ada di sekitar ruangan itu.
" ahhhhhhh...kuku... kuku kau tidak apa apa ? "
kuku jatuh pingsan setelah mendapatkan pukulan maut dariku ini hingga akhirnya ku coba bawa ia ke kamarnya dan kepalanya mengalami luka memar , mudah mudahan luka lamanya tak kembali kambuh
" Aduh... dasar bodoh ... kenapa nggak liat liat dulu sih kalau ada kuku " gumam ku dalam hati .
" Aduh , gimana nih mudah mudahan ia tidak apa apa deh .. ! "
tak lama kemudian kuku bangun dengan perasaan aneh bingung dan tak tau apa yang terjadi barusan ....
__ADS_1
"Aku dimana ini ? " gumam ia dengan perasaan bingung ...
" Kau sudah sadar kuku... syukurlah lah kau tidak apa apa " jawabku dengan perasaan lega ..."
" Kau sedang apa , disini dan kenapa aku ada di kamarku , bukanya aku tadi di gudang yah..
" oh..... gudang yah " menjawab dengan ekspresi kaget dan bingung ....
" Maaf ... kuku sebenarnya tadi aku tidak sengaja memukulmu dengan keras menggunakan tongkat... " jawabku dengan perasaan menyesal ..
" Kau memukulku ... kenapa ? " bertanya kepadaku dengan ekspresi heran ...
" Aku ... kira kau adalah maling.. yang mencoba mengambil barang barang yang ada di situ ,... jadi makanya aku pukul tongkat nya"
" ( menghela nafas ) ... ya sudah lah tidak apa apa .. tapi kamu tak apa kan ? "
" Seharusnya aku yang bertanya begitu ? " jawabku kepadanya ...
" ya , aku tidak apa apa ... tidak usah kau pikirkan , malahan sekarang kau pikirkan hatimu itu lagi , aku sudah memaafkan kamu kok " menjawab kuku dengan senyumannya yang hangat...
" Tapi tetap saja ... aku hampir menghilangkan nyawa seseorang ... !"
" Tidak , apa berarti kau itu kuat ... " tersenyum sambil mengusap kepala ku ...
Sungguh baik sekali hati sang pangeran semut ini, walaupun sebenarnya ia mempunyai sifat yang dingin terhadap cinta . tetapi sifatnya itu membuat orang lain merasa nyaman.. dan tentram ketika berada di sampingnya, rasanya aku berada dalam istana yang dikelilingi oleh pasukan yang siap menjadi pelindung bagi sang gula , dan pangeran ya sebagai pendamping dalam harum manis nya hidup ini, gula ini sudah terlalu manis , biarlah manis asalkan itu untuk sang semut...
__ADS_1
( bersambung)