
malam tiada akhir,bercerita dengan halusinasi jiwa yang bertanya tanya tentang . siapa teman mereka berdua. bukan bermaksud untuk menguntit atau lain sebagainya,hanya saja hati ini tak tenang selalu terbayang.lewat imaginasi abu abuku ini , tapi hati ini Sudah di jadikan budak oleh cinta, entah kenapa perasaan ku padanya makin bertambah seiring kami bertemu
penuh kepalsuan jika muka ku tak senang melihat apa yang terjadi hari ini, tubuh ini jingkrak jingkrak di atas lembar kasur yang ukuranya sangat kecil , dan juga otak ini sudah diracuni senyuman yang berlangsung selama bulan sedang berkerja.
namun hati ini senang hingga gula ini sering merayu bulan. membujuk bulan untuk segera berhenti dan berubah menjadi matahari. karena aku tak sabar melihat mentari itu bangun dari tidurnya itu. hanya waktu itu saja yang membuat diriku mengucapkan "ohayo" (selamat pagi ) kepadanya walaupun dari pesan singkat yang ku kirim. yah bagaimana lagi hati ini telah dicuri olehnya , tak ada yang tersisa. tapi sayangnya mata ini mendukung bulan , aku pun tertidur dan berharap bisa melihat matahari selamanya .
ku berhasil, Melawati rintangan malam yang sunyi tanpa semut yang ada bersama gula di sisinya . betapa bahagianya tubuh ini.
walaupun mata ini marah kepada ku karena ia kurang tidur, namun jam menunjukan ku tentang hari ini . bahwa matahari itu benar ada, yah matahari memang ada tapi kok dia tinggi , ku liat jam kembali betapa kagetnya diriku , bahwasanya aku terlambat untuk
masuk sekolah . tanpa basa basi tubuh ini langsung bergerak dan mata langsung bangun dari tidurnya langsung ke tempat sekolah.
" hah .. aku terlambat ! " jawab aku dengan kagetnya .
" aduh ... gawat .. gawat aku harus segera ke sekolah "
" ibu aku berangkat yah ... assalamualaikum "
entah kenapa diriku kesal kepada diriku sendiri . bagaimana tidak rasa cintaku padanya ini membuat ku lupa akan rasa tidur yang nyaman. dalam hati ini berkata bahwa dia harus bertanggung jawab
reputasi sekolah ku bisa hancur, prestasi siswa teladan ku akan dicoret dari daftar papan nama siswa . nama linda siswa yang terlambat masuk sekolah akan dipajang di depan sekolah,
" haduh ... gimana .... semoga tak terlambat ."
kataku kepada diriku sendiri.
namun semua berakhir. lingkungan kota menghambat ku untuk masuk sekolah perjalanan dihambat dengan kemacetan yang panjang nya hingga 1 km , butuh waktu 2 jam bisa nyampe ke sekolah dengan cara begini , ku putuskan untuk berlari.
__ADS_1
sekencangnya itu lah yang ku pilih ,tak peduli rasa lelah dan yang lainya yang ku pikirkan hanyalah masuk ke sekolah.
namun ku berharap sempat dengan jarak 2,5 km dari sekolah , ku bisa masuk sekolah dengan tepat waktu , namun tubuh menolak untuk berlari lagi karena kelelahan tak kunjung reda, ku berharap ada harapan lagi untuk bisa ke sekolah.
ku menangis lagi, betapa cengeng nya diriku ini tak bisa sadar dan berusaha semampuku, hanya diam tak bersuara sedikitpun dengan nafas terengah-engah menahan rasa lelah yang berlebihan , air mata bercampur keringat menghiasi muka cengeng ku ini, namun berubah ketika sebuah sepeda melintas dan orang itu penuh dengan rasa buru buru untuk ke sekolah itu
" kau siapa , perlu ku bantu ?" tanya nya padaku.
" ah tidak , apa apa " menoleh ke arahnya.
betapa kagetnya diriku rupanya ia semut ku yaitu kuku.
" Linda ... kamu ngapain di sini, bukanya kau harus ke sekolah hari ini hah, kok malah menangis di sini , sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya nya kepadaku.
" kuku ... kuku .... kau sudah sehat , syukurlah kau tidak apa apa lagi ?"
" oh .. iya aku terlambat!!!!!!!" memasang muka kaget
" dasar payah, ayo cepat naik ke sepedaku kita sama sama terlambat .
" tapi ... tapi ..."
" sudah jangan basa basi lagi ayo cepat naik "
" ah ... iya "
(mengayunkan sepeda dengan cepatnya) entah kenapa kita semua terlihat lucu , dan juga sama sama terlambat untuk masuk sekolah. betapa kagetnya diriku , baru pertama kali ini.
__ADS_1
pangeran semut membonceng sang gula ke tempat sekolah , rasanya indah sekali bagiku,dan juga nyaman sekali ,karena ia tepat di depanku dengan muka yang penuh dengan kegelisahan berharap bisa masuk sekolah tepat waktu.
mukanya berkeringat, dan nafasnya terengah-engah dengan kuatnya lantaran kakinya mengayunkan sepeda dengan kencangnya, namun ku sedikit cemas
" apa kau tak apa apa , kau kan baru sembuh dari sakit ? " tanyaku padanya dengan lembut.
" ah, aku sudah sehat kok, kata dokter aku boleh melakukan aktivitas seperti biasa kok ?"
" oh.. begitu maaf apakah aku berat ? "
" hahaha, iya sih berat kaki ku rasanya mau pecah makanya lain kali diet dong"
" apa.... jadi aku gendut hah." mencubit nya dengan keras.
" aduh .. iya ... iya maaf maaf "
" tapi , kamu itu sering melawak yah dengan tangisanmu itu , ketika kau menangis entah kenapa dalam hatiku merasa gelisah dan entah kenapa kau membuatku tertawa pada akhirnya yah .. kamu hebat yah ?
" apa maksudmu hah , jadi secara tidak langsung kau mengatakan kalo muka ku jelek ketika ku menangis ," kembali mencubit dirinya dengan kuatnya
" iya maaf maaf "
entah kenapa candaan itu membuat orang lain iri dengan kita berdua, ia memang belum menyatakan perasaannya padaku , namun hatiku tak bisa menyembunyikan semuanya selamanya , memang sekarang hatiku ini sedang belajar untuk mengucapkan sayang tapi aku tak memaksanya secara cepat . biarlah hati ini bisu sementara ,
dan biar waktu saja yang menjadi guru untuk mengajar kan hati perkataan " aku sayang pada mu " sekarang biarlah hati ini bisu untuk sementara waktu, namun cinta ini akan menunggu hati ini untuk berbicara lagi kepadanya . yah semoga saja ....
"bersambung"
__ADS_1