Semut & Gulanya

Semut & Gulanya
cinta dalam tragedi sahabat


__ADS_3

begitulah rasanya seorang perempuan yang menyukai laki laki yang menyelamatkan hidupnya , malam setelah diriku bersama nya aku pulang ke rumah . orang tuaku menungguku dengan cemas dan sangat khawatir tentangku , namun ku jawab semua baik baik saja seolah olah tak terjadi apa apa.


tak berapa lama aku langsung pergi ke kamarku langsung jatuh ke pelukan kasur sambil melihat langit langit bintang yang tertutup oleh jendela , kemudian pikiran ini mengingat semua kejadian hari ini, bagaimana ia menyelamatkanku dari kejamnya kecelakaan serta asiknya ia ketika lagi bersamaku , benar benar membuatku iri kepadanya kenapa ia masih bisa bahagia walaupun lagi menderita. hal itulah yang membuat hati ini suka kepadanya , sebelum tidur ku berbisik dengan bulan berharap bisa menyampaikan pesan ku kepadanya


" ya bulan tolong sampaikan salam ku pada Tuhanku, berikan aku kebahagian yang di dasari cinta yang begitu dalam kepadanya, dan tolong buat ia jatuh cinta padaku .. amin "


mungkin gula saat ini rindu sesaat dengan semut berharap cinta mati kepadanya namun pikiran terlintas kembali bergema dalam pikiran ku , apa alasannya menyuruhku untuk tidak boleh mengingat semua momen yang terjadi kemarin ?, apakah ia membenciku atau ia hanya perhatian kepadaku , entah lah tapi ku harap itu adalah alasan yang kuat bagi dirinya untuk mengatakan hal itu. namun yang terpenting hati ini suka padanya , tak pedulikan dia benci atau suka namun aku akan selalu menyukainya sampai kapan pun juga , setelah ku curhat dengan bulan mataku mulai menutup secara perlahan untuk menikmati mimpi indah yang terjadi pada saat ini.


pagi hari menyambutku lagi kali ini. tak ada hal yang perlu ditakutkan kembali hari ini , semua berjalan dengan lancar. diriku berkumpul bersama teman temanku yang


bernama Rio, Rina, salsa , dan dewa kedua temanku yang saling berkumpul dalam masalah dan bergembira, bersama jika ada masalah . dan menangis jika semua bersedih, entah kata apa yang harus ku sebutkan untuk keempat sahabatku. ialah yang membuatku semangat dalam meraih hidup, memang tak ada yang spesial dari dirinya, Rio hanyalah seorang anak kutu buku yang tiap hari berkencan dengan buku buku science fiction yang ia pinjamkan dari perpustakaan, Rina seorang gadis feminim yang tiap hari menggambar karikatur berwajah lucu setiap harinya, salsa seorang gadis tombol yang hobinya nge-band yang aliran musik bergenre rock dan jika ia nyanyi kalian semua akan terkejut melihatnya, dan terakhir dewa ia seorang anak komputer tiap hari yang ia tahu hanyalah game game RPG yang ia main tiap hari , namun anehnya otaknya sangat encer untuk menjawab semua pertanyaan yang guru kasih kepadanya.


Basecamp Kami ialah kantin ibu Endah . Yang berada di belakang sekolah setiap waktu sehabis istirahat , kami semua mengadakan rapat di sana , yah bukan rapat yang membahas sebuah prospek untuk kedepanya malah membahas hal hal unik seperti candaan super lucu, membahas game , favorite, main poker tapi bukan judi , dan main loncat kodok. memang kalian melihatnya seperti anak kecil kurang bahagia bermain hal semacam itu di usia yang berumur 15 tahun aneh rasanya , inilah kami persahabatan kami bagaikan kan aliran air mengalir terus hingga ke hulu sungai.


di tengah kecerian yang mendalam, tiba tiba salsa rina pingsan seketika , semua panik tak karuan mencoba untuk menyadarkan nya namun jiwanya masih tertidur dan menolak untuk bangun dan denyut nadinya melemah.


" Rina ... kamu kenapa ... rina bangunlah Rina ?"


" oh tidak nadinya mulai melemah kita harus segera membawanya ke rumah sakit sekarang Rio cepat hubungi ambulan, dewa dan salsa cepatlah cari bantuan dengan panggil guru ke sini sekarang karena kita tak punya waktu lagi .. ayo cepat !!!! " diriku Panin sambil sesekali mengeluarkan air mata dari mataku


" ok baiklah akan kami lakukan "


" bertahanlah , Rina kamu orang nya kuat jangan lemah dulu ya sebelum waktunya jika tidak aku tak akan memaafkan mu , ok bertahanlah "


" hah... hah.. hah.. " nafasnya terengah-engah sambil memegang dadanya.

__ADS_1


tak berapa lama ambulan datang menjemput Rina dengan bantuan alat bantuan berupa tabung oksigen berharap ia bisa bernafas dengan baik, aku dan salsa akan menjaganya di rumah sakit, Rio dan dewa kembali ke sekolah menyisakan rasa khawatir di dalamnya. Rina di rawat di rumah sakit jaya sentosa rumah sakit yang besar dengan fasilitas terlengkap di dalamnya kondisinya kritis , tak karuan detak jantungnya seolah olah ia akan meninggalkan kami semua , aku dan salsa sangat khawatir dengan semua itu sampai kami lupa caranya untuk duduk dan santai seolah olah kata kata itu hilang dari kamus kami berdua . mondar mandir sambil gigit kuku jari masing masing sangking khawatir nya dengan kondisi sahabatku itu


tak lama itu orang tua Rina datang dengan perasaan panik dan takut akan kehilangan sahabatku rina,


" salsa .. Linda apa yang terjadi dengan Rina "


" kami tak tau semua terjadi begitu cepat , entah kenapa Rina tiba tiba jatuh pingsan ?


" oh tidak ... papah aku khawatir anakku akan meninggalkan kita .


" apa yang kau bicarakan , jangan berbicara seperti itu . mari berharap semua akan baik-baik saja" jawab papah Rina dengan penuh kelembutan


" kamu temanya Rina yah? "


" iya om kita berdua adalah teman Rina "


" ok baiklah " menerima tapi tak tau alasannya


baiklah kami di ajak berdua oleh papah Rina untuk berbicara dengannya entah kenapa perasaan ku tentang Rina tidak enak kayaknya ada hal yang ingin di sampaikan oleh papah Rina namun harus secara tersembunyi


" mohon maaf sebelumnya jika aku mengajak kalian ke tempat ini bukan tanpa alasan karena ada hal yang ku sampaikan pada kalian berdua "


" umur Rina sebenarnya tak lama lagi ia divonis dokter mempunyai penyakit kelainan jantung , pertumbuhan nya kian melemah seiring bertambah nya usia , dan mungkin tak kan kuat untuk 2 tahun yang akan."


" om bercanda kan ? " tanyaku padanya sambil terkejut

__ADS_1


" mana mungkin aku bercanda dengan candaan yang menyakitkan anakku itu "


" tapi ... selama ini ia baik baik saja tak terjadi kenapa semua terjadi dengan cepat tanpa pertanda apa pun ? " tanyaku pada papah Rina


" Rina berusaha menyembunyikan rasa sakit nya itu selama bertahun tahun. berharap bisa bermain dengan kalian semua malasnya ia merahasiakan rasa sakitnya itu dan terus melawan takdir , "


" apa tidak mungkin "


" apa kau pernah melihat senyumnya , senyumnya itu bagaikan berlian sulit di dapatkan di tengah kondisi tubuhnya yang seperti itu ,namun ia selalu berjuang, tanpa henti dan lelah sedikitpun , ia selalu tertawa dengan rasa sakitnya dan memenggal semua kenangan yang ada namun setelah mereka berteman dengan kalian semua berubah , ia menjadi cahaya kembali dan tak takut untuk berlari bersama kalian semua "


" jadi kumohon... kumohon ... aku titip Rina , bahagiakan lah hidupnya untuk 2 tahun ke depan kuharap kalian bisa mengerti , mungkin dalam pikir kalian aku orang tua yang jahat membiarkan anak nya yang sakit , untuk keluar dari hidupnya sebelumnya ."


" apa daya aku hanya seorang orang tuyang berharap bisa melihat cahaya anaknya di masa depan berharap , bisa bahagia walau akhirnya menyakitkan untuk diterima , jadi kumohon kumohon bahagiakan lah sisa hidupnya itu ya " menangis memohon kepada kami berdua dan seraya berharap selalu bersama dengan Rina .


" Paman apa yang kau lakukan kami berdua melakukanya hanya untuk Rina tak lebih dan tak kurang Rina bagi kami adalah keluarga ... jadi tolong jangan berpikir begitu " menangis tak henti henti


" hah paman jahat membuat kami berdua menangis hehe heh "


" hahahaha maaf kan om ya ternyata kalian menyayangi Rina lebih dari siapa pun yah aku jadi terharu melihat kalian semua "


entah kenapa semua menjadi dingin sekarang hati yang tadi jatuh cinta sesaat kini berubah setelah melihat sahabatku jatuh tak berdaya lantaran sakit , namun jahatnya cinta ini terus memanggil ku untuk selalu bersama kuku di tangan kondisi sahabatku , cinta ini bersemi di tengah tragedi sahabatku yah mungkin itulah yang terjadi padaku saat ini .


 


" bersambung ke bag 3"

__ADS_1


 


__ADS_2