
"Bisa nggak sih. kalo nggak telat untuk hari ini" gerutu seorang gadis pada seorang pria di sebelahnya.
" Iya. ini juga lagi usaha nggak telat Bian Margaretha. " jawabnya seraya fokus dengan jalanan di depannya.
"Kesel kalo udah nebeng gini." gerutunya lagi.
" Makanya punya mobil tuh di pake jangan di pajang. jawab Bihan, yang membuat gadis di sebelahnya hanya diam dan cemberut.
'.
Mobil sport hitam itu melaju memasuki areal parkir di sebuah sekolah elite.
setelah mobil itu berhenti. Bian dengan cepat keluar dari mobil itu.
Bihan hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang selalu ceroboh. Bahkan ia meninggalkan tas sekolahnya di jok penumpang.
"Dasar ceroboh. Buat apa ke sekolah kalo ini di tinggal. " gumam Bihan dan melangkah menyusul adik kesayangannya.
Di kelas..
" Untung banget nggak telat. euuhhh.. klo sampai telat bisa kering di jemur nih sama bu umi. " gerutu Bian saat sudah sampai di tempat duduknya.
" Biasa aja kali Bi. Kan udah jadi ritual lo gitu. " Sahut Miska teman sebangku Bian yang juga merupakan teman baik Bian sejak duduk di bangku SD.
Mendengar ucapan Miska Bian hanya diam ia fokus dengan hp yang ada di tangan nya. ia benar-benar melupakan sesuatu yang sangat penting saat sekolah.
" Gue takjub dama lo Bi." kata Maya yang baru saja masuk ke dalam kelas. sepertinya ia juga baru sampai.
Bian mengangkat kepalanya ia menatap Maya.
" Elo nggak usah muji gue kayak gitu. emang kenyataan kan gue orangnya sangat menakjubkan." ujar Bian. Maya yang mendengar akan hal itu hanya menggeleng kan kepala.
" Hadehhhh... gue tau elo Cantik, pinter, populer dan kaya raya. tapi setahu gue kalo yang namanya belajar itu meski bawa buku kan. "ujar Maya lagi.
" Emang..! trus orang bodoh mana yang ke sekolah itu nggak bawa tas ahh.. " kata Bian..
__ADS_1
"Ada orang kayak elo itu. " jawab Maya.
"Enak aja. gue sekolah pasti bawa buku dan perlengkapan lainya... nih.. buk... " kata-kata Bian hilang begitu saja saat mendapati tas dan Buku-Buku nya tidak ada di sana.
"Asttaga... kenapa gue jadi orang bodoh itu sih.. "gerutu Bian dan menepuk jidatnya sendiri.
" Cantik -cantik oon juga yah.. "jawab Miska yang mendapat tatapan membunuh dari gadis di sebelahnya.
" Males gue ladenin kalian Bukannya bantu kek. apa kek malah Ngatain" kesal Bian. Dengan cepat ia menghubungi Bihan. mungkin saja kakaknya itu tidak menyadari kalau ia meninggalkan barang bawaannya di jok belakang. belum. sempat tersambung. Bihan sudah berdiri di depan Bian yang tampak panik.
" nihhh.. lain kali tuh.. jangan ceroboh. gawat boleh tapi inget bawaan. " kata Bihan kepada Bian yang terkejut.
" Kak.. makasi ya. gue beruntung banget punya kakak kaya elo" jawab Bian yang memberi senyum terbaiknya dan mengedip -ngedipkan kedua matanya.
"Lebay lo. Biasanya juga gak panggil gue kayak gitu. Sok manis lo. Geli gue dengernya. Apa lagi tingkah lo yang bikin gue gatel. " ucap Bihan dan melangkah pergi meninggalkan Bian yang hanya melambaikan tangan kepada kakaknya itu. Ia Benar-benar berterima kasih kepada Kakaknya kali ini.
" Sapa tuh Bi. Ganteng banget. Pacar lo ya?" tanya Maya yang masih tidak berkedip saat memandang Bihan menjauh.
" Aish. model kayak gitu jadi pacar gue." celetuknya.
"Tapi kan cakep banget Bi, gue kesemsem liatnya" oceh Maya dengan mata berbinar.
" Nggak bakal deh Bi gue nggak akan nyesel kesemsem sama tuh cowok. " Maya berkata dengan penuh kepercayaan diri.
"Apaan sih May." kata Miska yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka. Tiba-tiba merasa kesal mendengar apa yang di katakan Maya.
"Ehhheemmm.. kayaknya ada yang panas nih." Celetuk Bian yang mendapat tatapan membunuh dari orang yang merasa tersindir.
" Siapa yang panas?. Orang semua pada Sehat kok. " kata Maya yang membuat kedua gadis di depannya hanya diam dan beralih pandangan ke arah lain. Maya yang benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya merasa sedikit bingung.
Bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas mereka untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai protes karena perlu makan. Namun ada juga Siswa yang berdiam diri di kelas karena mereka membawa bekal dari rumah.
Begitu dengan 3 gadis yang mungkin bisa di katakan mulai populer di sekolah. Bian, Miska dan Maya. Mereka adalah siswa yang baru menempuh pendidikan di sekolah elite SMA Garuda.
Mereka memutuskan untuk tetap berada di kelas karena tugas hari ini sangat banyak. setelah selesai memakan bekalnya mereka mulai mengerjakan tugas mereka. selain cantik dan kaya mereka juga memiliki otak yang sangat pintar. Hampir 2 bulan mereka menjadi anak SMA mereka jarang keluar kelas untuk sekedar nongkrong atau pun ke kantin untuk mengisi perut. Mereka memilih untuk tetap dikelas karena hanya dikelas yang membuat mereka nyaman. Tidak seperti siswi yang populer lainnya mereka lebih memilih berkeliling sekolah untuk tebar pesona atau semacamnya.
__ADS_1
" Bi. elo serius cowok tadi bukan pacar atau semacam nya lah. " selidik Maya lagi.
" Iya, dia bukan pacar atau apa-apa gue." jawab Bian yang sibuk dengan kegiatan menulisnya.
"Trus dia siapa elo sampek mau perhatian kayak gitu ke elo kalo bukan someone spasial gitu. " Maya masih ingin tahu.
" Kalo someone spesialnya ada di sini kok. " jawab Bian yang melirik Miska sekilas.
" Apaan sih Bi. Nggak mutu deh. " kesal Miska yang berusaha menyembunyikan rona di wajahnya.
Maya yang melihat hal itu mulai mengerti.
" Trus kalo Miska someone spesial doi. elo nya siapa? lagian kok perhatiannya sama elo Bi. " Jiwa penasaran Maya mulai keluar.
" Jelas perhatian orang gue... " kata-kata Bian terpotong.
" Oh.. gue paham. Lo mantan dia kan?". kata Maya menunjuk Bian. " Dan elo Mis gebetan barunya gitu, trus kalian pelakor. Kalo gue mana mau berbagi pacar meski itu sama sahabat sendiri." Kata Maya panjang lebar. yang membuat dua sahabatnya hanya menggelengkan kepala.
" May. Elo kebanyakan nonton sinetron ga mutu sih gitu deh. Otak lo jadi tercemar. " sahut Miska.
" Trus kalo nggak gitu ceritanya lalu apa, gue bener-bener penasaran, gue sama kalian kan baru 2 bulan ini akrabnya. Nah kalian mah dari Sd Udah bareng. Gue Bener-bener bukan apa-apa kali." kata Maya menampilkan wajah kecewa dan sedihnya.
" Aishhh.. lo gitu aja dah ngambek. Tadi gue berusaha jelasin elo main potong aja kayak kue. makanya dengerin penjelasan gue dulu. " ujar Bian.
" Iya nih anak klo udah ngomong kayak anggot rem blong tau nggak. nyosoooor aja. " ujar Miska.
Maya hanya diam.
" Bihan itu kakak gue. Dan dari dulu ampek karang nih Miska naksir kakak gue. Tapi takut buat ngomong gitu. " Kata Bian.
" Apaan sih lo Bi sapa yang suka. Dianya aja kali. gue mah enggak. " jawab Miska dengan wajah Malunya.
" Klo lo nggak suka buat gue aja. Gue mau kok dengan sepenuh jiwa dan raga gue. " kata Maya dengan senyum terbaiknya.
" Enak aja lo.. "
__ADS_1
" Cieee marahhh.. " kata Maya
Mereka pun tertawa melihat wajah Miska yang memerah.