Senior Gantengku

Senior Gantengku
Episode 3


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan suasana yang sangat indah. Bian membuka mata indahnya dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.


" Bi.. elo masih molor. Nggak sekolah. " kata sang kakak yang tiba-tiba muncul di depan pintu.


" Astagaaaaa...., macam kunti banci kau kak muncul tiba-tiba gitu. ๐Ÿ˜ฒ" Sahut Bian yang sudah terduduk di tempat tidurnya karena terkejut.


" ๐Ÿ˜" Bihan menghilang di balik pintu.


1jam kemudian.


Bian turun dari kamarnya menuju meja makan. disana sudah duduk dengan manis Bihan yang sedang menyantap sarapan paginya.


" Lama amat kayak unta." Kata Bihan yang masih sibuk dengan acara sarapannya.


"๐Ÿ˜ ck mana ada unta cantik kayak gue." Jawab Bian yang kesal dengan Bihan mengingat apa yang dilakukanya tadi pagi.


Lalu Bian mulai mengambil sepotong roti dan mengolesi nya dengan coklat mocca kesukaannya.


" Lo berangkat sama gue apa jalan kaki?"๐Ÿ™‚ Tanya Bihan kepada adiknya.


Bian mengangkat kepalanya. " Terbang."๐Ÿ˜ก jawabnya ketus.


" ๐Ÿ˜‚ macam cicik dong" Sahut Bihan yang dengan cepat mendapat hadiah pukulan dari sang adik kesayangannya.


" ๐Ÿ˜  " Bian menyudahi sarapannya dan berjalan cepat menuju mobil yang sudah terparkir cantik di depan halaman rumah itu.


" Bihan menyambar tas nya dan ikut melangkah mengikuti sang adik yang sedang kesal seraya menggelengkan kepalanya.


20 menit kemudian mobil Bihan sudah sampai di depan sebuah sekolah. Bian yang masih cemberut kesal turun dengan sangat jengkel.


" woi.. pamit kek. ๐Ÿคจlo kira gue taksi online๐Ÿ˜ค!!!" teriak Bihan.


Bian hanya menjulurkan lidahnya๐Ÿคช lalu melangkah kesal ๐Ÿ˜กmeninggalkan Bihan yang tersenyum senang melihat adiknya yang sejak pagi ia kerjain. ๐Ÿคฃ


" Hai..." Sapa seseorang dengan senyum yang tersungging jelas di wajahnya.๐Ÿ˜Š


Bian yang merasa dirinya di sapa hanya menoleh tanpa ekspresi. Karena hanya ada dirinya di tempat itu.


๐Ÿคจ" eloo ngomong sama gue? " Tanya Bian pada laki-laki yang berdiri menatap nya dengan senyum yang tersungging dari bibirnya.


" ๐Ÿ˜ƒ iya. " jawab laki-laki itu.


" ohh๐Ÿ˜ฏ ada apa? " jawab Bian datar.


" Boleh kenalan? ๐Ÿ˜


" Mmm.. K.. kenalan?"๐Ÿ™„ jawab Bian sedikit terkejut.


" Kenalin nama gue Indra. gue kelas 3 IPA 3. " kata Indra seraya mengulurkan tangannya kepada Bian dan tersenyum manis pada gadis yang ada di depannya.


" Gue Bian. Bian Margaretha. Gue anak kelas satu di sekolah ini. " jawab Bian datar.


" Semoga kita bisa deket. " jawab Indra lagi. yang membuat Bian haya mengangguk kan kepalanya. Kemudian ia melangkah meninggalkan Indra yang masih setia memandang gadis itu menjauh.


Namun dari kejauhan ada sepasang mata elang yang menatapnya dengan tajam siap memangsa buruannya.


" Woii.. keluar tuh mata. " Ledek Baim yang sedang berjalan mendekati Indra kemudian di ikuti Steven dan Sean yang menatap Indra sengit. Sean begitu marah saat tahu Indra mendekati Bian.

__ADS_1


" Beuhhh..... ada yang panas nih. " Ucap Steven dan mengikuti langkah Sean yang sedari tadi sudah pergi meninggalkan Indra yang cuek dengan tatapan tidak suka Sean terhadapnya.


Di kelas Bian.


" Pagi haiii.. " Sapa Maya yang baru saja masuk dan duduk di depan Bian yang seperti biasa gadis itu sibuk dengan musik yang di dengarnya.


" Bi.. kantin yukkk. Cari Sarapan. " ajak Miska.


Bian membuka earphone yang bertengger mesra di telinganya.


" Ogah.. gue udah sarapan tadi sama kodok kesayangan lo. " jawab Bian seraya melirik Miska yang paham dengan apa yang dikatakan Bian untuknya.


" Ya.... lo antar gue aja. Ya cari angin sekalian." Ajak Miska yang memasang wajah melownya.


" issttt.. kesel gue liat muka lo๐Ÿ˜" Jawab Bian yang pasrah ketika ditarik dua sahabatnya itu.


Kantin sekolah.


" Elo mau sarapan apa?๐Ÿ˜๐Ÿค— kata Maya


" Gue enggak udah kenyang" jawab Bian yang sibuk dengan handphone di tangannya.


" ck"๐Ÿ˜


" elo apa Miss? " tanya Maya mengalihkan pandangannya pada Miska.


" apa aja sama kayak elo aja yang penting gue sarapan laper banget nih. ๐Ÿ˜“" jawab Miska yang mendapat anggukan dari Maya dan berjalan meninggalkan kan mereka untuk memesan makanan.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang. Maya dan Miska segera menyantap makanan tersebut seraya bercanda ria. Tidak dengan Bian yang sibuk dengan handphone nya entah pa yang sedang membuatnya asik.


Pulang sekolah.


Bian segera memasukkan Buku-Buku nya bersiap untuk pulang. Hari ini ia harus pulang sendiri karena Bihan sibuk jadi tidak bisa jemput.


" Bi.. elo yakin pulang sendiri. bareng gue aja." ajak Maya.


" nggak gue pulang sendiri aja. gue sekalian mampir ke toko buku. " sahut Bian.


" ya.. udah gue duluan ya say. Hati-hati inget ntar sore kita ekskul okeh." kata Maya yang sudah masuk ke dalam mobil jemputan. Bian tidak mau merepotkan Maya karena rumah mereka di arah yang berbeda. sedangkan Miska masih asik dengan urusannya sejak jam pelajaran terakhir.


" Pulang bareng gue. " kata Sean yang menarik tangan Bian dengan tiba-tiba.


" eh.. eloo main tarik aja emang gue sapi peliharaan elo. " teriak Bian yang berusaha melepaskan diri dari tarikan Sean.


" Udah nggak usah protes gue udah ijin kok. " kata Sean yang masih setia menarik Bian ke parkiran sekolah.


" ehh... Kak elo gak bisa gitu dong. emang elo ijin siapa ah.. enak aja kenal keluarga gue juga nggak"๐Ÿ˜กjawab Bian kesal.


" Gue tau semua keluarga lo." kata Sean yang membuat Bian semakin nggak ngerti.


" What.. nggak usah sok akrab deh. lo siapa gue. hubungan apa lo sok tau keluarga gue. " teriak Bian semakin kesal๐Ÿ˜ค


Sean menghentikan langkah kakinya. dan membalikkan tubuhnya seketika membuat Bian yang menubruk dada bidang itu.


" akhh.. Sakit bego. " umpatnya kesal dan meraba dahinya yang sakit.


Sean sedikit membungkukkan tubuhnya yang membuat Bian mundur beberapa langkah.

__ADS_1


" nanti juga elo tau sendiri siapa gue. dan ada hubungan apa gue sama elo. yang jelas gue udah ijin bawa elo hari ini. โ˜บ" jawab Sean dengan senyum tampan nya


Degg....


" A.. apa maksud lo sih. " gumam Bian yang masih bingung dengan apa yang dikatakan pria yang kini sedang menariknya paksa.


Setelah sampai di sebuah mobil mewah berwarna hitam Mercedes Benz. Sean mendorong tubuh Bian untuk masuk kedalam.


" akhhh... Gila" umpat Sean kesal. kemudian Sean memutar masuk melalui pintu kemudi. kemudian mendekati Bian dan memasangkan seltbelt untuk Bian. lalu pada dirinya. dan mulai menyalakan mobil.


" perlu gue anter kemana dulu Nihโ˜บ" tanya Sean kepada Bian yang masih menatapnya horor.


" Bodok"๐Ÿ˜ 


" Bi.. gue serius." tanya Sean dengan sangat lembut bahkan begitu lembut.


" Apaan sih lo.. gue nggak paham sama otak lo. gue sama sekali nggak kenal lo." kata Bian yang masih kesal.


" Kan udah gue bilang ntar juga elo bakal tau gue dan ada hubungan apa sama elo. " jawab Sean dengan wajah yang masih menatap ke jalan.


" isst.. gak usah pake acara kuis deh.. turunin gue. " bentak Bian.


" nggak akan. " jawan Sean.


" Kalo nggak gue lompat nih. " ancam Bian. namun seketika wajah Sean berubah marah.


cittt...


Sean menghentikan mobilnya.


" Berani lo lakuin itu gue cium lo sekarang disini. " jawab Sean dengan wajah kesalnya.


Bian sedikit merinding melihat itu. ia terkejut melihat perubahan raut wajah Sean. lalu ia memutuskan untuk diam. karena hanya ada mereka berdua di mobil tersebut.


" aehmmm.. E. ello bener kenal sama keluarga gue? " tanya Bian berusaha mengalihkan pembicaraan.


" emm. " jawab Sean dingin.


(" aissshh... cepet banget berubah ekspresinya serem juga" batin Bian yang sedikit takut)


" E.. ello Sean kan? ketos sekolah? " tanya Bian yang berusaha mencairkan suasana.


Sean sedikit senang melihat Bian yang berubah ramah saat melihat ekspresinya. ada rasa bahagia yang terbesit saat Bian tau namanya bahkan dirinya di sekolah. ya... iya lah secara doi kan yang tampan dan yang punya cakep di sekolah apa lagi doi kan idola sekolah siapa sih yang nggak tau. nyamuk dan kecoa sekolah pun tau itu.


Sean berusaha menahan ekspresi wajahnya seperti itu


" emmm. " jawabnya dingin.


Bian melirik sekilas. ia masih sedikit takut karena wajah tampan tadi berubah seram seperti ini.


( " iss dibaikin juga masih sama๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’, klo gak disini udah gue timpukk tu wajah." umpat dihati Bian kesal.)


" elo udah makan. gimana kalo kita makan dulu. habis tuh anter gue ke toko buku ada yang perlu gue cari. " cicit Bian. yang membuat Sean sedikit senang namun tetap menahan ekspresi nya seperti itu. ia sangat senang ๐Ÿ˜


" ok. " jawab Sean kembali dingin.


mobil mewah itu melaju sedang menembus jalanan kota yang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang

__ADS_1


__ADS_2