Senior Gantengku

Senior Gantengku
Episode 7


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat Bian dan Sean semakin dekat bahkan kini Bian sudah tidak merasa kesal lagi berdekatan dengan Sean mereka sudah jarang bertengkar bahkan banyak hal-hal manis yang terjadi antara mereka.


Sean selalu memperlakukan Bian dengan baik bahkan selalu memanjakannya dengan segala hal.


Satu hal yang membuat Bian terkejut di umur Sean yang sekarang ini baru menginjak 17 tahun yang sudah memimpin sebuah perusahaan yang besar.


Sean pria yang sangat pintar ia bisa membagi pekerjaan dan sekolahnya dengan baik.


Suatu ketika Sean mengajak Bian untuk pergi ke kantornya Bastian corporation.


Bian begitu terpesona melihat Sean memimpin rapat dengan gagahnya.


Satu sisi yang tidak pernah Bian ketahui tentang Sean pria muda sukses dengan wajah tampan dan pintar.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


" Bian kalau lo capek lo tunggu di ruangan gue aja minta sekretaris gue kalau lo perlu apa-apa" Kata Sean yang melihat Bian sedang duduk di sebuah sofa kantornya.


Lalu Sean mau minta sekretaris pribadinya untuk mengantar Bian ke ruangannya,betapa sangat terkejutnya saat Bian sampai di ruang kantor pribadi Sean, ruangan dengan gaya elegan dan mewah yang bernuansa hitam dan abu-abu.


Sekretaris pribadi Sean bernama Nelson mempersilahkan Bian untuk beristirahat di ruangan pribadi Sean.


Saat memasuki ruangan pribadi Sean. Bian lagi-lagi dibuat tercengang. Didalamnya terdapat tempat tidur dengan ukuran ranjang king size dan tak jauh dari tempat tidur mewah itu terdapat pintu Bian membuka pintu tersebut. Ia kembali terpesona dengan suasana ruangan mewah itu yang tak lain adalah kamar mandi dengan desain yang menawan dan mewah.


" Gila.. di kantor kayak gini ada ruangan kayak hotel lengkap dengan fasilitas." gumam Bian sendiri.


Kemudian ia kembali ke ranjang king size itu dan merebahkan tubuhnya. Karena merasa lelah dan nyaman matanya mulai terpejam.


Beberapa saat kemudian Sean kembali ke ruangannya setelah memimpin rapat dengan investor besar. Tubuhnya terasa sangat lelah. Ia menelusuri seisi ruangan mencari sosok yang begitu dirindukannya. Meskipun baru berpisah beberapa menit Sean begitu merindukan gadis cerewet yang hobinya marah dan kesal. Namun selalu membuat Sean bahagia.

__ADS_1


Perlahan Sean membuka ruangan pribadinya. Ia melihat gadis cantik itu tertidur dengan pulasnya.


" Cantik." Kata itu yang meluncur dari mulutnya.


Sean mendekati Bian yang tertidur dengan berlahan ia tidak ingin menganggu tidur gadis itu.


" Lo cinta gue. Gue akan lakukan apapun demi Lo berada di Deket gue. Gue nggak mau kehilangan Lo. Gue kan tunggu Lo sampai Lo mau membuka hati lo untuk gue." kata Sean seraya sedikit berbisik. Ia tidak mau Bian terbangun. Kemudian Sean berlahan mengecup kening Bian. seutas senyum bahagia tersungging di bibirnya.


Kemudian Sean kembali ke meja kerjanya. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Banyak hal yang harus ia selesaikan. Ia harus pintar membagi waktu bekerja dan sekolah. Sejak umur 15 THN ayahnya sudah menyerahkan pekerjaan di Bastian corporation cabang di kota ini padanya. Sejak umur itu Sean sudah terbiasa memikul beban berat menjadi seorang pemimpin perusahaan besar. Di umur yang sangat muda ia sudah menjadi CEO sebuah perusahaan raksasa. Bahkan ia di juluki Sang Pangeran Bisnis di dunia bisnis. Banyak yang menyanjung cara kerja Sean yang luar biasa.


Dikalangan sekolah Sean terkenal pintar. Ia juga sudah terbiasa memimpin sebuah perusahaan jadi ia tidak merasa kesulitan menjadi ketua OSIS di sebuah sekolah. Mereka hanya tahu kalau Sean seorang ketua OSIS saja.


Namun di dunia bisnis Sean begitu terkenal. Bahkan ia terkenal kejam dan tegas dalam mengambil sebuah keputusan. ia tak akan membiarkan pesaing bisnisnya untuk mengalahkannya.


Selain sukses ia juga begitu terkenal di kalangan kaum hawa ia selalu jadi rebutan. Bahkan sebuah perusahaan rela diserahkan padanya untuk bisa memilikinya. Namun Sean sama sekali tidak peduli dengan hal itu, yang ia mau hanya bekerja untuk membesarkan perusahaan milik ayahnya agar terus berada di puncak. Sean tidak peduli dengan gadis secantik apapun yang bertekuk lutut padanya bahkan rela memberikan apapun untuk bisa memilikinya , dalam hatinya telah terpenuhi oleh gadis imut yaitu Bian.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


" Sorry gue ketiduran." kata Bian yang keluar dari ruangan pribadi milik Sean dengan wajah bantalnya.


Sena menoleh kearah Bian dan tersenyum manis oada gadis itu.


" Nggak masalah. Lo laper kan?mau makan apa biar Nelson yang pesenin." kata Sean dengan lembut


" Apa aja yang penting buat gue kenyang." jawab Bian dan kembali melemparkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari meja kerja Sean.


" Ya..udah... Lo beristirahat lagi. Sambil tunggu makanan datang. " kata Sean dan kembali tersenyum asal ada Bian, Senyum Sean tak akan pudar. Tetap setia bergelyut manja di bibirnya.


Bian menganggukkan kepalanya. Ia baru menyadari sesuatu kalau Sean begitu manis. Apalagi sedang mengunakan setelan jas kerja yang membuatnya begitu mempesona.

__ADS_1


"Gue tau gue ganteng tapi nggak segitunya kali liatin gue." sindir Sean yang masih fokus dengan laptopnya setelah beberapa saat lalu ia menghubungi Nelson untuk menyiapkan makanan untuk Bian.


" hmHaiiihhh...pede amat.😏" kata Bian yang membuat Sean menggelengkan kepalanya.


" tTapi kenyataan kan" sambung Sean lagi dan mengerakkan kedua alisnya naik turun.


Bian menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan apa yang dikatakan Sean tentang dirinya. namun tidak dengan hatinya yang begitu memuja seorang ketos tampan.


( yaa tuhan... kenapa ada makhluk setampan ini, dan kenapa juga gue baru sadar kalo nih ketos cakepnya kebangetan. ihh... untung nggak keburu yang lain xizixi") gumam Bian dalam hatinya 🀣🀣🀣


Beberapa saat kemudian semua pesanan makanan yang di pesan Sean datang. Sean dan Bian duduk di sofa mereka menyantap makanan yang memenuhi meja tersebut. Bian begitu senang karena semua itu adalah makanan kesukaannya.


" Makasi ya udah pesenin ini semua." kata Bian di sela-sela makannya.


" Nggak masalah asal lo seneng aja. Gue pingin Lo bahagia bersama gue. Bahkan gue nggak akan ninggalin Lo karena hati gue udah terpatri atas namamu." Kata gombal Sean membuat Bian hampir tersedak dengan makanan yang ia makan.


" pokonya thanks banget, dan satu lagi pliiss banget ya pak Presiden direktur saya minta tolong kurangi deh dikit aja tuh kadar kepedeannya. " sambung Bian lagi.


" Kebahagiaan Lo adalah tujuan hidup gue sayang. Dan gue nggak akan ngurangin kadar kepedean gue, karena gue yakin elo bakal gue milki." jawab Sean yang membuat Bian sedikit semakin mual namun jantungnya berdetak semakin cepat bahkan mengalahkan kereta api yang sedang melintas.


Mereka melanjutkan makan tersebut hingga tandas


Bian merasa perutnya semakin besar bukan karena hamil akan tetapi karena pesenan makan di depannya yang merupakan makanan kesukaannya itu ia lahap sampai habis tak tersisa.


Setelah selesai makan Sean mengajak Bian untuk berkeliling di kantornya. Sean ingin semua orang kantor tau kalau Bian adalah calon tunangannya. Banyak mata yang memandang kagum dengan kecantikan yang dimiliki Bian. Bahkan di kalangan karyawan laki-laki banyak yang berbisik dan mengidamkan ya menjadi istri. Semua itu tidak luput dari pandangan dan pendengaran Sean yang membuatnya marah. Ingin rasanya ia memecat karyawan yang berkata memuja tunangannya, dan sekalian memindahkan semua makhluk laki-laki yang ada di dunia ini ke kutub utara. Agar bisa jauh dari Bian bahkan untuk melihatnya pun tak bisa. ( Terlalu lebay thotπŸ˜…πŸ˜…)


Karyawan Sean banyak yang takut melihat tatapan tajam yang tertuju pada mereka yang berbisik mengagumi kecantikan Bian.


🀣🀣🀣klo kayak gitu jangan di pamerin donk.. kan sakit sendiri karna kesal🀣🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2