
" Miss lo jadi kan jemput gue." Kata Bian dengan sahabatnya itu via telepon.π€
"( Iya ini juga gue udah di jalan baby). "π€¨
" Oke.. mumpung kakak gue ada nih." Goda Bian kepada sahabatnya itu. π
" ( Sial lo, gue kesana cuma jemput elo ya say, bukan nyari kakak lo)." π‘
" Ya.. sekalian aja beb, ntar gue sampe in deh ke kakak gue. Biar kakak gue nyambut elo say.. hahahaha..!!!" Kata Bian semakin jailπ kepada Miska yang terdengar hanya mendengus kesal. π€
"( Taukkk)" π
tut...tut... tut...
" Aishhh.. ngambek.. gitu aja ngambek , tapi suka kan...? " Kata Bian kepada handphone nya.π
Ting tong... ( suara bel berbunyi)
" Bian ada bik? " Kata Miska saat pintu sudah terbuka. π
" Ada neng.. non Bian ada di atas, masuk neng masuk"π Jawab Bibi ramah.
Tanpa aba-aba Miska langsung menuju kamar Bian yang ada di lantai 2 rumah tersebut. saat di ujung tangga Miska terkejut karena harus bertemu dengan Bihan yang tampak tampan dengan pakaian santainya.
" Hai... Kak." sapa MiskaβΊ
" Hai Miskaπ, jemput si Bian?" jawab Bihan dengan ramah.
" Iya kak,βΊ Bian nya ada dikamar kan kak? " kata Miska sedikit gugup. Jantungnya berdetak kencang seakan mau keluar dari tempatnya.
Bihan hanya mengangguk dan melanjutkan kesibukannya dengan handphone di tangannya. Bihan melangkah pergi meninggalkan Miska yang masih tampak bingung dan sedikit kecewa yang bercampur aduk atas sikap Bihan yang sedikit cuek hari ini tidak seperti biasanyaπ. Kemudian ia melangkah masuk menuju kamar Bian.
" Lama amat."π Kata Bian yang baru saja mendapati sahabatnya itu masuk kedalam kamarnya.
" πͺ macet. " Jawab miska malas.
__ADS_1
" Kenapa sama muka lo? " Tanya Bian π
" Biasa aja.. kalee"π jawab Miska enteng.
" Ya jeleknya sih iya tapi makin jeleknya itu loh beb. " πππ Ledek Bian.
"Sial lo, lo kira juga imut n manis apa.. muka udah kayak empang jalan gitu. "π balas Miska tak mau kalah
" π²gila lo. " Kesal Bian.
Setelah beberapa perdebatan panjang. mereka berangkat bersama menuju sekolah karena hari ini ada latihan ekskul di sekolah. Kebetulan Bian dan Miska suka dengan kegiatan Jurnalistik.
" Gilaaa panas banget" π gerutu Bian yang baru saja keluar dari zona nyamannya. Mobil ber Ac miliknya.
Awalnya mereka ingin pergi dengan mobil Miska namun karena tak ada yang mau mengemudi. Bian meminta pak Udin untuk mengantar mereka dengan mobil miliknya.
" Hadeeehhh... Biasa aja kaliii sayang. " Jawab Miska karena tingkah Bian yang sedikit berlebihan karna panas. π
" Emang elo nggak kepanasan gituh ? klo gue emang nggak suka panas beb. Lebih baik gue kedinginan ketimbang kepanasan." jawabnya π€dengan senyum lebar.
" Terserah lo aja. Tapi gak gitu juga kali, biasa ajahhh.. lo mah rempong." π jawab Miska yang malas meladeni tingkah Bian yang kadang kala memang sedikit berlebihan.
Miska hanya menggelengkan kepalanya. Tak ada gunanya baginya terus berdebat dengan Bian yang pasti tak akan ada ujungnya.
Mereka menuju ruang Jurnalistik. Mereka berjalan bersama sambil bercanda.
" Upssss... Sorry." Kata seseorang yang baru saja tak sengaja menyenggol bahu Bian.
" Ok. " jawab Bian dan kembali melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan orang yang tadi sengaja menyenggolnya.
Namun tidak dengan Pria tampan itu. Matanya terus tertuju pada gadis yang sengaja di tabrakan untuk mencari perhatian. Namun alhasil gadis itu tidak peduli, tetap dengan gayanya yang cuek bebek.
Sean Bastian pria tinggi dengan wajah yang sempurna. Merupakan pewaris tunggal Keluarga Bastian dengan berbagai macam bisnis. Ia adalah kakak kelas Bian. Sejak pertama melihat gadis itu di sebuah acara Sean sudah menaruh hati. Dan tidak di sangka gadis itu satu sekolah dengannya. Sean merasa sangat senang. Setiap ada kesempatan ia selalu berusaha mencari perhatian Bian.
Sean merupakan Ketua Osis dan Kapten basket sekolah. Ia bukan hanya pintar namun juga sangat populer di sekolah dan di luar sekolah. Banyak kaum hawa yang ingin menjadikannya pasangan atau hanya sekedar jadi teman kencan saja. Namun Sean bukan tipe pria yang suka mencari kesempatan ia berbeda dari Teman-teman nya yang selalu bergonta ganti pasangan tiap hari. Sean Tetap stay cool aja. Tidak peduli dengan keindahan yang kadang warna Wiri di depannya dengan sengaja. Sean tipe pria cuek kalau itu bukan keinginan dan tujuannya. Akan tetapi ia kan berubah jadi manusia agresif kalau udah ada maunya. Apalagi sebuah keinginan yang menyangkut hatinya. Ia kan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya.
__ADS_1
Sean bukan hanya seorang siswa namun ia juga merupakan CEO yang paling muda dan berpengaruh dalam dunia bisnis.
Sean terkenal dingin dan kejam saat berbisnis namun tidak saat berteman ia adalah teman yang sangat baik bahkan begitu baik.
Kali ini ia berlaku berbeda pada Bian, gadis yang sudah membuat hatinya bergerak untuk pertama kalinya.
" Sean. liat apaan sih lo sampek segitunya.? tanya Baim salah satu sahabatnya yang ternyata memperhatikan apa yang dilakukan Sean karena itu tidak seperti biasanya.
" Calon istri Gue" π jawab Sean yang masih fokus dengan Bian yang sudah semakin menjauh.
Mendengar kata itu keluar dari mulut Sean, Baim ingin tertawa. Akan tetapi ia mengurungkan niatnya karena rasa penasaran yang lebih tinggi.
" Ngaco lo.. sapa sih? " Baim penasaranπ€ lalu mengikuti arah yang dilihat Sean.
" Anak baru itu ya bro.π Gila doi kan terkenal cuek, galak lagi.π " Kata Baim. Ia pasti tahu semua wanita cantik yang ada di sekolah itu karena tidak ada yang luput dari pengetahuannya.
" Tapi gue cinta.π " ujar Sean. yang spontan membuat Baim tertawa terbahak-bahak.
"ππ cinta...... sejak kapan lo peduli hal itu. dasar ice boy" Kata Baim tidak percaya dengan apa yang terlontar dari manusia yang terkenal dingin seperti Sean.
" Dia meluluh jiwaku Im. " jawab Sean dengan penuh keyakinan dan seraya menyentuh hatinya.
" Lo pasti sakit Sean, ato kemarin salah makan apa gitu. Kenapa lo jadi nggak waras kayak gini sih? "π€¨ kata Baim yang berfikiran lain tentang Sean kali ini.
" Cinta emang bikin orang nggak waras. hahahah" π€£ jawab Sean
" π" Baim merasa sedikit aneh dengan tingkah sahabatnya.
Sean memang terkenal dan populer. Ia juga sudah menduduki posisi tertinggi di dunia bisnis bersama Aldo Bastian ayahnya. Sean terkenal sadis di dunia bisnis. Ia tidak memberi ampun pada rival bisnisnya. Selain itu ia juga menjadi incaran kaum hawa. Banyak wanita yang ingin menjadikanya kekasih atau hanya sekedar kencan semalam saja. Akan tetapi Sean tidak pernah tergoda dengan para gadis-gadis itu. Ia selalu bersikap dingin dan cuek dengan gadis yang selalu melempar tubuhnya dengan cuma-cuma padanya.
Namun tidak dengan dua sahabatnya yang selalu mecari kesempatan untuk menerkam wanita. Yaitu Baim dan Steven. Mereka terkenal tampan namun tak setampan Sean lah yang mempunyai wajah yang hampir bisa dikatakan sangat sempurna. Baim selalu mencari kesempatan vila ada celah yang bisa ia manfaatkan. Sifatnya yang manis dan selalu bersikap romantis membuat wanita dengan mudahnya jatuh hati padanya. apalagi wanita yang sangat menyukai uang dan ketenaran. Baim selalu bisa memberikan itu untuk wanita. Namun itu semua tidak ia lakukan dengan cuma-cuma semuanya ada imbalan dan balasannya.
Yang berikutnya adalah Stevan. pria yang penuh dengan kharisma. Setiap apa yang ia lakukan selalu menjadi perhatian kaum hawa. stevan orang yang paling terkenal play boy karena ia hanya mengencani wanita tidak lebih dari satu malam saja. Meskipun reputasinya seperti itu. Masih banyak wanita yang mau mengantri untuk menjadi teman kencan semalam nya saja. Steven selalu memperlakukan wanita-wanitanya dengan sangat manis dan romantis namun akan sangat kejam bila ia sudah bosan dengan wanita yang sudah pernah ia pakai.
Mereka bertiga adalah anak pengusaha yang sangat berpengaruh di negara ini. meskipun mereka masih sangat muda akan tetapi kejayaan dan kepopuleran mereka mengalahkan segalanya.
__ADS_1
Sean Bastian yang menduduki dari segala. bidang bisnis. yang kedua adalah Baim dan steven.
3 Pangeran tampan yang selalu jadi idola dan rebutan kaum hawa. Namun hanya Sean yang sulit untuk di sentuh. Ia Paling anti dengan wanita yang begitu mudahnya memberikan tubuhnya demi uang dan kepopuleran.