
...ahhh... cinta bisa membuat orang waras menjadi gila....
...cinta bisa buat orang lupa segalanya...
...cinta bisa buat orang berkorban segalanya...
...cinta bisa buat orang tertawa bahagia....
...cinta juga yang buat orang sedih dan menderita...
Pagi yang cerah dengan senyum sang mentari di pagi hari.
Bian yang baru saja membuka matanya merasa sedikit lelah. Meskipun semalam ia tidur tepat waktu. Namun ia masih enggan untuk beranjak dari ranjang nyamannya.
" Woiii.... unta bangun...πΏelo tidur mau sampai kapan." Teriak Bihan yang sudah rapi sedang berdiri di depan pintu kamar Bian.
" πͺ Mulai lagiii...." Gumam Bian masih berada di balik selimut.
" Bangun bege.... elo mau pergi bareng gue ato terbang sih.." umpat Bihan
" Haiss... elo kira gue burung, pergi dengan cara terbang." balas Bian dan segera beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.
ππππππ
Ting tong... ( anggap bunyi bel rumah yahπ,)
Bihan berlari membuka pintu rumahnya.
" Woiii... pagi-pagi udah nongol.." Kata Bihan saat melihat Sean yang sudah berdiri di depan pintu.
Tanpa berkata apapun Sean melangkah masuk dan duduk di sofa.
" Bian mana?" Tanyanya..
" tlTuh lagi mandi... biasa unta bangunnya lama.. bersiapnya pun lama." Jawab Bihan yang duduk tak jauh dari Sean.
" Ohhh.." Jawab Sean seraya menganggukkan kepalanya.
"Gue udah hampir telat nih.. Lo aja yang anter tu unta." Kata Bihan dan beranjak dari duduknya kemudian menyambar tas nya dan melangkah pergi.
Sementara Bian yang sadar kalau mobil kakak bancinya pergi..
" Wah... kebangetan tuh kakak.. bener gue disuruh terbang. Nggak sabaran banget." Umpatnya kesal dan segera melangkah keluar kamar.
Begitu terkejutnya Bian saat melihat Sean dengan tampannya duduk di sofa.
" Gila... ngapain Lo kesini nggak bosen apa?" umpat Bian kesalπ‘
" Kalo demi elo mana gue bosen sih." Jawab Sean yang membuat Bian semakin kesal.
" π‘π€¬" Kesal Bian ambigu.
" Yuk berangkat." Ajak Sean dan menarik tangan Bian.
" Kebiasaan yaπ‘ main tarik Lo kira gue peliharaan Lo" Kesal Bian. Namun Sean hanya tersenyum pada gadis yang terlihat kesal itu.
" Emang, elo kan peliharaan di hati gueπ€£!" Kata Sean dengan tawa renyahnya. Semakin membuat gadia itu ingin melahapnya sekarang juga.
Sean meminta Bian untuk masuk namun Bian menolaknya.
" Elo nggak mau telat kan." Kata Sean dengan nada manisnya.
" Bodok..." Jawab Bian kesal.
" Ya..udah terpaksa gue lakuka....." Belum sempat Sean menyelesaikan perkatanya Bian sudah buru-buru masuk kedalam mobil milik Sean, dan segera duduk dengan manis di kursi sebelah kemudi.
Bian tau apa yang akan dikatakan Sean ia pasti akan mengancamnya dengan dicium atau di gendong. Bian paling tidak suka dengan ancaman itu. Karena Sean sering kali tidak main-main dengan ucapannya.
("Awas ya banci. Gue bakal balas.π‘")Umpat Bian dalam hati, Bian kesal mengingat Bihan yang begitu saja meninggalnya dan membiarkan Sean mengantarnya pergi. Ia tidak menyangka kalau Bihan begitu mempercayakan dirinya ini pada Sean.
Sean tersenyum puas dengan perlakuan Bian. Ia semakin gemas saat melihat gadis itu mau menutut dan patuh padanya.
Mobil mewah itu melaju membelah jalanan ibu kota.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di SMA GARUDA.
Mobil Sean masuk menuju parkiran. mereka datang ke sekolah tepat waktu.
__ADS_1
Dengan secepat kilat Bian keluar dari mobil Sean dan melangkah cepat meninggalkan Sean yang masih berada di dalam mobil.
" Dasar gak peka.. bilang makasi kek.. apa gitu yang so sweet." Gumam Sean seraya memandang Bian yang semakin menjauh..
Sean keluar dari dalam mobil...
" Woiii ada yang udah jadian nih.. gak sia-sia berjuangan.π" jawab Bima yang baru saja datang.
" Masih proses Broo... tapi bentar lagi pasti gue dapetin dia." kata Sean dan tersenyum senangπ
" Good luck aja..." goda Bima lagi.
Suara bisik-bisik siswa yang lain terdengar sepanjang lorong. Pasalnya mereka semua tau kalau Sean dan Bian datang bersama. Meskipun Sean sering kali memperlihatkan kedekatan mereka namun masih banyak yang tidak percaya kalau mereka dekat itu terlihat dari cara Bian bertingkah setiap kali Sean mendekatinya.
Banyak siswa yang iri dengan Bian namun ada juga yang mendukung hubungan mereka secara mereka terlihat sangat serasi dan cocok. Karena sama-sama menawan dan populer.
" Cie cie yang datang sama senior ganteng.."ledek Miska.π
" Iih apaan sih lo ganggu banget!π‘" kesal Bian yang diledek Miska.
Bian berjalan cepat menuju tempat duduknya kemudian ia melempar tas sekolahnya begitu saja karena saking kesalnya.
Miska dan Maya yang begitu penasaran segera menyusul Bian di bangkunya.
" Dih!!! gimana bisa lo berangkat bareng sama sama kertos ganteng kita?" kata Maya dengan keponya.π€
" What ketos ganteng kata Lo." kesal Bianπ
" Ye...orang gue bilang kenyataan kokπ." jawab Maya berusaha membela diri.
" Lo udah ketularan si lebay-lebay sekolah kita tuh" jawab Miska
" Enak aja lo ngomong." kesal Maya
" Udah udah lu berdua ngapain sih ngomongin itu ketos bikin tambah kesel aja, pagi ini gue udah begitu bener-bener kesel sama tuh ketos kalian nggak usah deh bikin tambah gue kesel." kata Bian dengan wajah kesalnya.
" Oke.. oke... gue paham tapi lo harus cerita sama kita gimana sih ceritanya lo bisa berangkat bareng ketos?" Maya semakin penasaran.
" Udah lain kali aja gue cerita gue lagi nggak mood buat cerita. Hari ini gue benar-benar kesel banget gara-gara itu ketos pagi-pagi udah nongol di rumah gue dan kakak gue Bihan si banci kota udah ninggalin gue dan nyerahin gue sama si ketos." Kata Bian dengan kesalnya bila mengingat kejadian tadi pagi ia harus berangkat bersama dengan Sean.
" Jadi Sean udah tahu di mana rumah lo gimana ceritanya tuh?" tanya Maya lagi dengan keponya.
Maya dan Miska begitu terkejut mendengar penjelasan Bian selama ini yang mereka tahu Bian dan Sean itu saling benci bahkan setiap kali mereka bertemu mereka seperti kucing dan anjing. Dan yang mereka tahu Sean dan Bian baru kenal berapa bulan ini gimana cerita mereka bisa sedekat itu bahkan Sean tahu banyak tentang keluarga Bian dan tahu segalanya tentang Bian.
" Bi.... menurut gue elo harus selidikin deh gimana tuh Sean bisa tahu banyak tentang loh jangan-jangan dia detektif lagi atau mungkin dia naruh mata-mata lagi dari dekat rumah lo." kata Maya yang membuat dua sahabatnya tertawa
" May may.... lo kira Sean itu pasukan khusus gitu sementara gue itu tersangka ******* gitu yang harus diawasi ngaco Lo.." jawab Bian.
" Terus kalau bukan itu gimana Sean wisatawan banyak tentang loh apalagi tentang keluarga lo bahkan Sean deket banget sama kakak lo kalau nggak ada apa-apanya gitu" jawab Maya
Bian semakin berpikir yang aneh-aneh tentang Sean. mungkin ia harus menanyakan ini kepada kakaknya Bihan.
Bian tahu kalau kakaknya pasti akan memberikan jawaban untuknya untuk menghilangkan rasa haus penasarannya selama ini tentang Sean. Kenapa ia bisa tahu banyak tentangnya bahkan bisa dekat sama kakaknya. Harus segera ia usut tundas nih.
ππππππππππππππππ
Tak terasa bel istirahat pun berbunyi Bian dan kedua sahabatnya menuju kantin sekolah untuk mengisi perutnya yang sudah dari tadi sudah demo.
Sesampainya di kantin Bian merasa kesal karena mendapat tatapan sinis dari fans Sean.
Dari pagi hingga sekarang ia tidak merasa tenang karena perlakuan Sean yang mengantarnya ke sekolah.
Selama perjalanan di lorong menuju kantin banyak bisik-bisik siswa lain yang membicarakannya.
Benar hari ini begitu melelahkan buatnya. Rasanya ia ingin lari ke antartika untuk menenangkan diri bersama para beruang dan pinguin yang mungkin lebih asik ketimbang siswa-siswa sekolahnya.
Dengan hanya bersikap cuek Bian dan kedua sahabatnya menuju bangku kosong. Mereka tidak peduli dengan tapan yang nyaris membunuh mereka seketika.
Kemudian Maya membantu kedua sahabatnya untuk memesan makanan kesukaan mereka
Tak berselang lama Sean dan kawan-kawannya pun datang sehingga membuat suasana kantin menjadi riuh karena teriakan para alay yang mengidolakan Sean.
Sean berjalan dengan wajah dingin dan cueknya tanpa mempedulikan teriakan siswa-siswa yang memanggil namanya.
Sampai di kantin matanya tertuju pada gadis cantik yang selalu mencuri perhatiannya selama ini yaitu Bian. Dengan senyum sumringah ia menuju tempat Bian dan kedua sahabatnya itu. Wajahnya sekwtika berubah menjadi bayi manis saat menangkap sosok Bian.
Sesampainya di depan meja Bian, Sean segera mendapat tatapan sinis dari seorang Bian yang sedari tadi sudah merasa kesal dengannya.
__ADS_1
" Ngapain lo di sini?" tanya Bian kesal
" Ya makanlah sayang masa sih senam." jawab sayang dengan santainya
" Sayang sayang mata lu peang.." umpat Bian kesal
" Gue gabung aja ya" kata sayang dengan pedenya.
Tanpa persetujuan Bian Sean menarik kursi di sebelah Bian dan duduk dengan santainya
Kemudian dia meminta Baim untuk memesan makanan kesukaannya kesukaannya.
" Im pesenin gue makanan!" pinta Sean.
Tanpa babibu Baim pergi memesan makanan kesukaan Sean.
" Enak banget loh perintah-merintah orang buat pesenin makanan? siapa loh?" kata Bian kesal
" Bi... biasanya juga gue pesen sendiri tapi karena udah ada bidadari disamping gue jadinya gue nggak rela buat bangun dari duduk gue untuk ninggalin bidadari cantik itu mesen makanan" jawab Sean dengan wajah manisnya.
Mendengar ucapan Sean Bian semakin kesal bahkan seperti gunung api yang siap meledak rasanya ia ingin memukul habis wajah tampan Sean sekarang juga.
" Bikin orang hilang selera makan aja." umpat Bian lagi.
Maya dan Miska hanya bisa menyaksikan pertengkaran Tom and Jerry di depannya itu, mereka tidak peduli dengan pemandangan itu, mereka tetao diam dan seraya menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.
Pemandangan itu udah setiap hari dilihatnya bahkan sudah nggak asing bagi mereka mereka hanya bisa tersenyum bahkan geleng-geleng kepala mendengar pertengkaran Tom and Jerry yang terlihat manis bagi mereka.
" Kalian nggak bosen apa tiap kali bertemu harus bertengkar terus?" tanya Maya di sela-sela makannya.
" Dia yang duluan Bege.." kata Bian dengan kesal.
" Lo juga Bi bisa nggak sih tiap kali ketemu Sean nggak ngajak bertengkar.?" kata Maya lagi
" Maya lo temen gue apa musuh gue sih kenapa sih lo belain Sean ketimbang gue" jawab Bian dengan tatapan sinis kepada Maya.
" Teman lo lah.." jawab Maya dengan santainya.
" Terus kenapa lo belain ini ketos yang ngeselin ini." jawab Bian dengan nada kesal
" Habis gue bosen lihat kalian berdua kayak Tom and Jerry tapi masih kelihatan so sweet gitu." Kata Maya lagi yang nlberhasil membuat Sean tersenyum puas.
Sean hanya tersenyum mendengar kedua sahabat itu saling bicara kemudian ia menatap Bian dengan penuh arti.
" Bian gue tanya sama lo kenapa sih lo nggak suka banget sama gue padahal gue selalu sayang sama lo bahkan gue udah bilang kalau gue sayang banget sama lo." kata Sean angkat bicara dan menatap lekat wajah cantik itu yang masih terlihat kesal.
" Gue nggak suka aja cara lo yang tiba-tiba deket sama gue bahkan lo tau banyak tentang keluarga gue sementara gue nggak tahu apa-apa tentang lo." jawab Bian.
" Makanya kasih gue kesempatan buat kita saling mengenal, selama ini lo selalu jaga jarak sama gue, bahkan selalu menghindari gue padahal gue kan udah terus terang kalau kita ini bakal tunangan." kata Sean
" Whatt.... kalian bakal tunangan" kata Maya dan Miska bersamaan mereka benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan Sean.
" Tunangan menurut lo tapi gue kan belum setuju buat tunangan sama lo, Lo aja yang mutusin sendiri dan bertindak sesuka hati lo. sementara gue punya keluarga yang harus gue ajak runding dulu apalagi masalah tunangan, tapi lo udah bilang di depan kakak gue untuk tunangan sama gue bahkan sebentar lagi acara di tunangan kita akan dilaksanakan." jawab Bian sendu.
" Bian gue nggak pernah mutusin tunangan ini sendiri ini udah keputusan keluarga kita berdua gue sama lo udah tunangan dari kecil dari pertama gue kenal sama elo kita udah tunangan." jelas Sean yang membuat Bian begitu terkejut.
" Tapi gue belum tahu apa-apa tentang lo Sean" jawab Bian lagi
" Makanya elo kasih kesempatan ke gue untuk ngenalin diri gue siapa gue?di mana rumah gue? dan gimana kita bisa saling kenal, selama ini lo kan nggak pernah kasih kesempatan gue buat jelasin itu." kata sean.
" Oke gue akan kasih kesempatan elo untuk jelasin itu semua bahkan gue akan kasih kesempatan buat Lo ngenalin diri lo ke gue tapi dengan satu syarat gue nggak suka diawasi di sekolah bahkan lo ngancam temen-temen cowok gue untuk jauhin gue. Gue bukan barang yang bisa seenak hati lo miliki gue manusia yang butuh privasi." jawab Bian.
" Oke oke asal lu ngasih kesempatan gue apapun syaratnya gue akan penuhi, cuma satu yang gue minta gue nggak suka elo deket sama cowok lain gue cemburu Bian. Gue orangnya overprotektif-an gue nggak suka sesuatu yang miliki gue dilihat ataupun dimiliki orang lain apalagi dipegang." kata Sean.
" Tapi gue belum sepenuhnya milik lo, dan gue belum setuju juga, jadi lo nggak ada hak buat ngatur hidup gue lain cerita kalau lo suami gue mungkin gue akan nurut. Gue masih butuh privasi Sean, gue ini barang hidup bukan barang mati yang bisa lo miliki gitu aja. Dan satu lagi lo nggak berhak melarang orang lain buat lihat gue ataupun pegang gue semasa itu masih wajar lo bukan dewa Sean" kata Bian panjang lebar.
" Tapi gue nggak suka apa yang udah jadi milik gue itu tercemar oleh orang lain."π€¨ Tegas Sean
" Lo kira gue lautan pakai tercemar segala." kesal Bianπ‘
" Itu artinya gue sayang sama lo Bian" Jawab Sean penuh keyakinan.
" Rasa sayang lo berlebihan menurut gue, lo mau gue kasih kesempatan apa nggak sih? kalau lo nggak setuju dengan syarat gue, gue nggak masalah." ancam Bian.π‘
Mendengar apa yang dikatakan Bian Sean mulai berpikir lalu ia dengan tegas melakukan kepalanya senang.
" Oke gue setuju dengan syarat lo asal lo pasti kesempatan gue untuk kenalin diri gue dan gue ingin Lo tahu banyak tentang gue." pasrah Sean.
__ADS_1
Sejak kejadian itu dia memberikan kesempatan Sean untuk mengenalkan di siapa dirinya.