Senior Gantengku

Senior Gantengku
Episode 9


__ADS_3

" Lo yakin kayak gigi konsepnya sih.. apa nggak berlebihan. ini kanjaman modern begee.." kata Sean yang tidak yakin dengan ide Steven yang menurutnya berlebihan


" Nggak usah mikir kuno apa modern nya Sean tapi liat dari sisi percintaan dan keromantisan yang hakiki." jawab Steven


Sean hanya pasrah dengan apa yang dikatakan Steven. ia memang tidak terlalu yakin dengan ide Steven tapi apa boleh buat Sean sama sekali tidak punya pengalaman dengan hal yang seperti ini. Baginya menyatakan perasaan kepada seseorang dengan begitu serius lebih susah buatnya ketimbang menghadapi investor asing yang pelit dan perhitungan.


" Sean selanjutnya kita kan tulis surat cinta untuk Bian gue yakin Bian pasti akan klepek-klepek dengan Lo." ucapa Steven dengan percaya diri.


" Tapi gue nggak yakin stev apa Bian akan suka dan klepek-klepek kayak yang lo bilang dengan hanya sepucuk surat cinta doang." ujar Sena tidak yakin karena ia tau seperti apa Bian sebenarnya. Ia bukan tipe cewek yang bakalan jatuh cinta dan terpesona hanya dengan surat cinta. Bian wanita yang sangat unik. Sehingga membuat Sean jatuh hati setengah mati padanya.


" udah.. coba aja dan liat kasiatnya." kata Steven lagi dengan yakin.


" Terserah Lo aja." jawab Sean yang akhirnya pasrah.


Sean hanya diam lalu Steven memberikan secarik kertas berwarna pink dengan hiasan jantung didalamnya.


" Lo kenapa kasi ke gue bege" kata Sean tidak paham


" Trus menurut lo.?? gue yang harus tulis suratnya. kan bukan gue yang suka dan cinta sama Bian. Lo sendiri yang harus ungkapin perasaan Lo kepada cewek pujaan hati lo itu." jawab Steven yang membuat Sean mendelik.


" gue..." menunjuk dirinya sendiri.


" Trus sapa lagi.. Baim. ntar Bian jatuh cinta ke Baim Lo mau? " kata Steven yang berhasil membuat Sena ketakutan dan menggelengkan kepalanya.


Sena menarik nafas panjang sebelum akhirnya mengambil pulpen dan hendak menulis sesuatu. namun otaknya sama sekali tidak mau bekerja sama. ia bingung apa yang harus ia tulis dalam surat tersebut.


" Sean.. apa Lo beneran pinter sih aton cuma akalan doang..? ' tanya Steven yang sedari tadi memperhatikan Sean hanya memandang kearah kertas yang masih bersih tersebut.


" maksud Lo.. apa?" jawab Sean sewot.


" ya gue cuma mau menyakinkan diri gue. klo Lo emang Sean yang selama ini gue kenal. gue heran sama lo Kana larinya kejeniusan Lo itu. masak hanya menulis surat cinta Lo membutuhkan waktu yang sangat lama sih..?" kata Steven yang membuat Sean semakin kesal.


" trus... gue tabok Lo baru tau. bantu ke apa gitu ngga usah ngata- ngatain gue. Lo pikir gampang nulis sesuatu di atas urat ini. gue mending disuruh bernegosiasi dengan pembisnis Ketabang ini." jawab Sean yang dengan keras melempar pulpen itu.


" hadehhh.. sean gue jadi ragu kepinteran Lo murni ato gimana.. gini yah.. Lo tinggal tulis apa yang ada dalam hati lo. dan apa yang ingin Lo katakan buat Bian untuk ungkapkan perasaan sayang dan cinta Lo untuk dia. Gam toopangkan." sahut Steven..

__ADS_1


" ya gampang menurut lo tapi menurut gue ini lebih susah ketimbang gue ujian bege". kesal Sean yang membuat Steven tertawa.


Ternyata ada juga sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Sean Bastian yang terkenal sadis dan cerdas di dunia pembisnis bahkan di sekolah Sean selalu jadi juara umum otaknya benar-benar diluar rata-rata orang normal. tapi Steven tidak menyangka kalau Sean tidak bisa melakukan hal sekecil ini.


" berlahan Sena mulai menulis sesuatu di atas kertas tersebut.. namun beberapa saat kemudian ia merobeknya dan mulai dengan yang baru. semua itu ia lakukan hingga berkali kali. lagi dan lagi. sampai-sampai semua kertas hampir habis.


satu jam..berlalu..


duajam berlalu..


tiga jam berlalu


empat jam berlalu..


Lima jam berlalu


Ia belum bisa menyelesaikannya, banyak kertas yang berserakan. sementara itu Steven yang sedari tadi memperhatikannya tidak berani berkomentar apapun. ia takut dengan jajah sean yang saat serius begitu menakutkan ketimbang marah.


Akhirnya Steven tertidur di dekat meja. sedangkan Sean asik dengan coretan dia tas kertas yang belum jelas menurutnya.


Tumpukan kertas tersebut menggunung bahkan mungkin lebih tinggi dari gunung Himalaya( wahhh.. lebay dikit ya 🤣🤣)


" akhirnya .." ucap Sean yang membuat Steven terbangun dari mimpi indahnya.


ia melirik jam ditangannya...


" What... selama ini. emang Lo buat berapa lembar sih buat ungkapin perasaan lo?" tanya Steven..


Sean mengakat kertas tersebut


Steven melotot.." hanya itu yang Lo buat selama ini Sean? kata Steven dan menepuk jidatnya


Sean menganggukkan kepalanya ia merasa pus dengan apa yang ditulisnya.


Steven yang penasaran tentang apa yang ditulis Sean segera merebutnya dari tangan Sean.

__ADS_1


Steven membacanya di dalamnya hanya tertulis * I LOVE YOU BIANA MARHARETA*


Steven kembali tercengang dengan tulisan itu. ia tidak menyangka Sang ketos yang jenius terkenal dengan kepintaran dan keahliannya hanya menulis itu di dalam surat cintanya dan ribuan kertas yang ia gunakan hanya ingin menulis hal tersebut


" Sean...!" panggil Steven yang masih menatap secarik kertas di tangannya.


" Gimana menurut lo.. bagus nggak..?"


" Sean boleh gue terus terang dan jujur sama lo?" tanya Steven sedikit takut


" ok.. nggak masalah gue tau kemampuan gue emang luar biasakan?" jawabnya dengan percaya diri


" gue... gue..."


" ya gue tau...Steven nggak usah Lo jelasin gue tau."


" buakan itu maksud gue.."


" trus apa... apa ini terlalu luar biasa sampe Lo terkejut hampir mati kayak gitu.


" ya . gue emang terkejut...


Sean mengulum senyumnya dengan bangga.


" udah akui aja.. mumpung gue lagi seneng banget.."


" gue... bener-bener...."


" ahhh... gue tau kemampuan gue emang luar biasa.. tapi Lo sebagai sahabat gue nggak usah terlalu berlebihan. Lo tau sendiri kan?"


" Sean ..G..GUE KECEWA SAMA LO... MASAK LO BUAT KATA INI DOANG MENGHABISKAN WAKTU BERJAM-JAM DAN BAHKAN BERTAHUN-TAHUN SIHHH.... LO WARASSS NGHAK SIIHHH SEAN....!!!" Teriak Steven yang sudah kesal mendengar semua kepedean Sean yang berlebihan.


" sial.. Lo... mau gue kirim ke kutub Utara buat temenin pinguin nyanyi Disana agh..." kesal Sean dan merebut kertas tersebut dari tangan Steven dan melangkah pergi.


Steven hanya menggelengkan kepala ia kembali tidak menyala kalau Sean tidak bisa melakukan hal sekecil itu. ungkapan perasaan kepada orang yang ia sayangi. sama sekali bukan Sean yang ia kenal selama ini.

__ADS_1


Steven pun ikut melangkah menyusul Sean yang sudah keluar dari perpustakaan sekolah.


__ADS_2