
Banyak hal yang berubah, Bian dan Sean kini sudah terbiasa datang bersama ke sekolah. Bahkan Bian sudah tidak melarang Sean untuk sering datang kerumah walaupun hanya sekedar datang untuk membawakan makana kesukaannya. Sean menepati janjinya untuk menggunankan kesempatan itu untuk mengenalkan dirinya kepada sang pujaan hati.
" Bi. aku berencana bawa kamu ke tempat papa dan mama mereka selalu nanyain kamu." kata Sean yang sedang duduk di depan Bian.
( Cie... udah pake aku kamu nih😅😅)
" Oh ya... tapi apa papa n mama kamu sudah tau juga tentang aku." jawab Bian dengan nada sedikit ragu.
" Bian Margaretha aku sudah pernah mengatakan ini sebelumnya. Kita dari kecil tuh udah di jodohin sekarang tinggal kita aja mau jalanninya kayak gimana? dan buat cerita yang kayak apa. Mereka semua nggak pernah memaksakan kehendak mereka kok." jawab Sean panjang lebar.
" Tapi kenapa papa n mama nggak pernah ngomong ke aku sih tentang ini semua?" tanya Bian bingung.
" Papa Bram dan mama Delina pernah bilang ke aku, kalau mereka nyerahin ke aku untuk jelasin tentang tunangan ini ke kamu. Soalnya kalau mereka yang ngomong kamu pasti bakalan tolak mereka. " sambung Sean yang membuat Bian semakin terkejut. Sampai sebegitunya kah orang tuanya percaya dengan seorang Sean.
" Terus gimana dengan om Wahyu dan Tante Yuli?" tanya Bian
" Maksud kamu apa Bi? orang tua aku begitu sayang sama kamu bahkan mereka sangat setuju kalau kita menikah nantinya. Hanya mereka tidak ingin memaksa kamu sayang... mereka ingin cinta dan rasa sayang itu tumbuh seiring waktu. Makanya aku harus berjuang mati-matian buat dapetin kamu." jelas Sean yang membuat Bian merona.
Pipinya terasa panas saat mendengar ucapan Sean namun segera ia mengalihkan pandangannya agar Sean tidak menyadari perubahan wajah Bian. sementara Sean sudah hafal dalam hatinya ia tertawa bahagia melihat wajah Bian bersemu merah dengan apa yang ia katakan itu artinya sudah ada sedikit rasa untuknya.
" Udah kamu nggak usah pikirin itu. Nanti libur semester kita ketempat papa juga mama ya... mereka udah nggak sabar ketemu menantunya." kata Sena dan kembali menyeruput minuman yang ada di hadapannya.
" Menantu?sapa juga yang mau nikah sama anaknya. Pacaran aja belom boro-boro nikah. Masih jauhhh bang..." sahut Bian yang membuat si tampan terkejut.
" What.... apa selama ini kamu nggak menganggap aku pacar kamu?" tanya Sean
" Emang kapan kamu nembak.. kamu kan selalu kayak gitu bertindak sesuka hati kamu aja nggak peduli dengan yang lain gimana." jawab Bian dengan acuh.
" Ok aku akan lakukan... kamu ingin aku seperti apa?" tanya Sean.
__ADS_1
" Mana aku tau itu terserah kamu." jawab Bian dan ingin beranjak dari duduknya dan meninggalkan Sean yang masih dilanda kebingungan. ia berfikir selama ini tidak perlu pacaran ia ingin langsung tunangan dan menikah. nyatanya tidak d Ngan keinginan Bian..
" Wee... Sean bego banget . klo gini cerita gue buka. apa-apanya donk.. trus masih ada kesempatan buat yang lain.. dasar bego" umpat Sean pada dirinya sendiri.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Setelah kejadian itu Sean seperti bingung entah bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada Bian.
" Lo kenapa lagi sih Sean? kayak orang bingung gitu." tanya Steven yang baru saja masuk ruang OSIS mendapati sahabatnya itu diam di mejanya
" Stev... penting ya buat perempuan kalo ada orang yang suka harus di ungkapkan di depan umum?" tanya Sean
" CK... Bian lagi. kalian bukannya udah jadian selama ini? ato ada cewek lain?" ledek Steven.
" haissttt... jangan ngaco deh... gue cuma suka n cinta sama Bian doank." jawab Sean dengan tatapan sinis kearah steven.
" Bian ingin gue nembak dia, n gue ungkapkan perasaan gue ke sua orang. apa selama ini sikap gir kurang jelas sama dia klo gue sayang and suka sama dia?" kata Sean panjang lebar.
Steven menepuk jidatnya. ia tidak menyangka kalau Sean selama ini belum melakukan ritual sebelum jadian tapi memang sih tingkah dan perlakuannya sudah tidak bisa di pungkiri kalau Sean sangat menyayangi Bian.
" Yaaa beda dong Sean.. tingkah sama ungkapan. Gue pikir lo udah nembak Bian dengan resmi dengan cara romantis makanya gue seneng banget tiba-tiba Lo ma Bian tuh bisa akur n Lo lengket kayak perangko sama Bian sampai-sampai Lo lupa sama kita berdua." kata Steven sedih..
" Nembak resmi gimana maksudnya?" Sean bingung.
" Aduhh ketos.. otak lo pinter tapi kenapa dalam hal gini Lo bego banget sih.." jawab Steven seraya menggelengkan kepalanya
" Beda bego... otak gue, gue pake kerja n sekolah tapi dalam hal kayak gini gue baru pertama, makanya gue bingung kenapa Bian bilang klo kita ini bukan pasangan." kata Sean
" Ya jelas tohhhh brooo... Lo menembaknya berarti itu tanda ke sahan hubungan kalian. klo Lo cuma bersikap perhatian, melindungi dia. trus sayang dia. bisa jadi Bian berfikiran klo Lo cuma menganggap dia sahabat." kata Steven lagi.
__ADS_1
" Kan gue udah. ilang sama Bian klo gue sama dia bakal tunangan... apa itu nggak cukup menjamin kalo kita adalah pasangan." kata Sean
" Emang Bian setuju kalo dia mau tunangan sama lo?" tanya Steven yang membuat Sean terbengong.
" Belum juga sih.. tapi selama ini dia cuma diem klo gue bilang ke orang-orang bahkan ke karyawan gue kalo Bian tunangan gue..." sanggah Sean.
" Mungkin doi males aja ngajak Lo berdebat. Doi tau Lo emang susah diajak berdebat. Yah lebih baik jadinya doi diem doang." kata Steven yang membuat Sean melebarkan kedua matanya.
" Maksud Lo apa aghh... gue minta Lo disini buat cariin gue solusi nggak mengkritik gue" kata Sena marah
" Yaaa... maaf boss.. nggak gitu juga kali." jawab Steven.
Akhirnya mereka berdua pun mencari solusi atas masalah yang di hadapi Sean tentang Bian.
Tak lama kemudian Angela yang merupakan sekretaris OSIS di sma Garuda datang keruangan itu dam mendapati Sean dan Steven sedang bicara. Awalnya ia ingin menyapa Sean orang yang sudah lama di taksirnya. namun selalu menolaknya mentah-mentah. Angela merasa sangat kesal dengan Bian karena berhasil mendapatkan hati Sean dengan mudah dan tanpa susah payah.
Mendengar apa yang dikatakan dua sahabat itu Angela mempunyai ide yang cemerlang untuk menghancurkan hubungan Sean dan Bian.
Setelah puas mendengar rencana mereka Angela keluar dari ruangan OSIS dan menuju kelasnya untuk menemui BESTie nya.
Seutas senyum bahagia terukir di wajahnya.
" woi.. kesambet apa ni anak senyum-senyum sendiri." kata Wina yang merupakan salah satu sahabatnya.
" Gue ada ide buat hancurin hubungan Sean dan Bian." ungkap Angela sedikit berbisik. Ia tidak ingin Baim tau tentang rencananya. Angela, Wina, Baim, Steven, dan juga Sean adalah teman sekelas.
" Yakin Lo..?" Wina penasaran.
Angela mengangguk yakin dan tersenyum
__ADS_1