Senior Gantengku

Senior Gantengku
Episode 4


__ADS_3

Dua pasang remaja itu sudah duduk di sebuah restoran mewah.


" Lo mau makan apa? " Tanya Sean dengan lembut.


" Ap aja. " Jawab Bian yang sedang asik dengan handphone di tanganya.


" Bi..." Panggil Sean yang merasa diabaikan.


" Emmm. " Jawab Bian dengan mata yang masih menancap di handphone kesayanganya itu.


Sean mendekatkan wajahnya ke wajah Bian, lalu berbisik.


" Sayang... letakkan handphone itu segera kalo lo nggak mau gue cium disini. " Ucap Sean yang membuat Bian mengangkat kepalanya dan kedua mata itu bertemu.


Deg...


" Apaan sih lo. mesum banget. " Ujar Bian yang segera mendorong wajah Sean. ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah merah.


Sean tersenyum melihat Bian yang mulai salah tingkah dengan apa yang dia lakukan, selalu ingin rasanya ia menggoda gadis di depannya.


Memang Bian tidak tahu banyak tentang Sean akan tetapi Sean tahu banyak tentang Bian bahkan sangat mengenal gadis itu. Bahkan masa lalu yang membuat gadis itu jadi gadis yang kejam dan dingin terhadap lawan jenisnya. Bian yang dulu adalah gadis yang sangat manis. Ia begitu ceria. Sampai suatu kejadian terjadi yang membuatnya jadi yang sekarang ini. Cuek, galak bahkan begitu dingin.


Namun bagi Sean, gadis itu tetap seperti gadis yang dulu. Hatinya telah terisi penuh dengan senyuman itu.


Meja mereka sudah penuh dengan berbagai macam makanan kesukaan Bian. gadis itu membulatkan matanya.


" Woiii... abang lo mau buat gue gendut. Lo kira gue gozila yang bakal bisa habisin ini semuaπŸ™„." Kata Bian yang melihat makanan yang memenuhi mejanya.


" Udah makan aja, Lo pasti suka ini semua." Kata Sean yang meletakkan handphone di tangannya di atas meja. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan. meskipun ia masih sekolah Sean masih bisa bekerja melalui handphone nya dengan dibantu asistennya Irwan.


Bian membulatkan matanya.


Sean mengangkat kepalanya.


" Kenapa diem. ayo makan atoo gue suapi lo gimana" Kata Sean yang mulai menggoda Bian lagi.


" Cihh.. mana sudi😏" Jawab Bian lalu segera melahap makanan itu.


Semua yang ada dimeja itu adalah makan kesukaannya.


( " Apa dia tau semua makanan yang aku sukaπŸ€”, ahhh.. itu pasti hanya kebetulan doangπŸ˜”" Batin Bian lalu memandang Sean yang dengan lahap makan.)


Sean yang sadar dirinya dipandang dengan sebegitunya pun mengangkat kepalanya dan ikut memandang gadis di depannya.


" Apa dengan liatin gue kayak gitu Lo bakalan kenyang. " Kata Sean .

__ADS_1


Dengan cepat Bian kembali melahap makan di depannya.


Sean terkekeh melihat tingkah Bian tersebut.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Sementara di tempat lain Bihan yang sudah selesai dengan urusannya. Mengambil handphone yang sedari tadi tersimpan rapi di sakunya.


12 miscall dari Bian


" Ahhh... anak ini. Apa Sean tidak jadi mengantarnya pulang. Sampai ia harus menghubungiku sebanyak ini." Gumam Bihan yang langsung menghubungi Sean.


" Lo dimana? jadi Lo anter si peak?" Kata Bihan saat sambungan telefon itu terhubung.


(" ... ")


" Ok.... gue kirain gak jadi masalahnya si peak terus telfon gue. " Kata Bihan lagi.


(".....")


" Ya.. udah broo gue tunggu Lo di rumah. " Kata Bihan dan mengakhiri sambungan..


Bihan melangkahkan kakinya menuju parkiran. dan meninggalkan halaman kampus tersebut.


" Aisshhhh... kenyang banget. " Ujar Bian


Sean hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu. dan kembali fokus dengan kegiatannya menyetir.


" Jadi kan anter gue ke toko buku?" Tanya Bian.


" Emm. " Jawab Sean seraya menganggukkan kepalanya.


Mobil itu pun berhenti di sebuah toko buku. Lalu Bian dan Sean keluar dari mobil itu dan masuk ke toko tersebut.


Bian menyusuri rak buku yang ada disana matanya mencari sesuatu yang ia inginkan. sementara Sean setia mengekornya dengan tetap menatap handphone yang ada di tangannya.


" Selamat datang Tuan Bastian, maaf saya terlambat menyapa anda. " Sapa manajer toko tersebut.


Sean hanya menganggukkan kepalanya. Ia masih asik dengan pekerjaan yanga dan di tangannya.


Sementara itu Bian masih asik mondar mandir mencari sesuatu di antara deretan buku tersebut.


Manajer toko yang bernama pak Dodi setia mengekor Sean tanpa berani mengatakan apapun.


" Bantu gadis ku menemukan yang ia cari. " Kata Sean tanpa berpaling dari handphone ditangannya.

__ADS_1


" Baik Tuan. " Kata pak Dodi dan Segera melaksanakan perintah Sean yang merupakan pemilik tiko tersebut.


" Nona Muda ada yang bisa saya bantu?" Kata pak Dodi yang sudah berada di dekat Bian.


" Oh.. Tidak pak Terima kasih. Biar saya lakukan sendiri pak. Saya juga bingung mau cari yang Seperti apa😊" Kata Bian seraya tersenyum lebar.


Sean yang menatap itu merasa kesal. Karena Bian tersenyum kepada orang lain. Sedangkan saat dengannya ia sama Sekali tidak mau tersenyum,bahkan sangat galak.


" Cih.. saat sama gue marah melulu giliran orang lain malah senyum segitunya. membuatku kesal." Gumam Sean kesal.


Lalu ia memasukan handphone kedalam sakunya lalu menarik Bian.


" Pak Dodi. silahkan tinggalkan kami. dan kerjakan pekerjaanmu." Kata Sean dengan begitu dingin sehingga membuat Pak Dodi sedikit agak takut dan berlalu dengan hanya menganggukkan kepalanya.


Bian yang melihat hal itu hanya diam dan menatap kesal.


" Cihh...sampai segitunya emang siapa dia sok memerintah segala. " Gumam Bian namun masih di dengar oleh Sean. Ia hanya melirik sekilas.


" Gue yang punya ini." Kata Sean


" Ohh.. ya. " Jawab Bian tidak percaya.


Sean hanya diam tidak menanggapi nya ia hanya menarik gadis itu ke sebuah meja yang tidak jauh dari tempatnya saat ini. Sementara Bian masih mau menurut apa yang dilakukan Sean terhadapnya. Takut kalau ia menolak Sean akan melakukan hal gila di tempat tersebut.


Sean mendudukkan tubuh Bian di bangku yang ada disana lalu ia melambaikan tangan memanggil seseorang yaitu pak Dodi.


" Pak ambilkan semua buku terbaru yang ada disini. Bawa kemari. " Perintah Sean ke pada Dodi yang segera di laksanakan.


Beberapa menit kemudian tumpukan buku memenuhi meja dan Sean yang duduk di sebelah Bian tidak bergeming ia tetap dengan pekerjaan yang ada di tangannya saat itu. Pandangan Bian berlahan tertutupi tumpukan buku yang di bawa pegawai toko tersebut. wajah Bian semakin tampak kesal.


(" Gila ni cowok, lama- lama gue tabok beneran." gerutu Bian dalam hati. )


Beberapa menit kemudian.


" Gimana Bi udah ketemu bukunya? ato bawa semuanya aja." kata Sean yang baru saja memadukan handphone di sakunya.


" Maless.. pulang aja. " Jawabnya dan melangkah pergi meninggalkan Sean yang tampak bingung.


" Ada apa lagi dengan gadis itu. Gue kan pingin bantu biar dia nggak capek keliling buat cari. buku. kok malah ngambek sih." Gumam Sean Kemudian menyusul Bian.


" Tuan bagaimana dengan ini semua? " Tanya Dodi sang manager.


" Kirim semua ke rumah. Segera!!" Perintah Sean dan pergi meninggalkan Dodi dengan penuh dengan pertanyaan.


" Baikkk Tuan Muda." Jawab Dodi dan kemudian memerintah kan anak buahnya untuk mengirim ini semua.

__ADS_1


__ADS_2