Senja Di Bulan Maret

Senja Di Bulan Maret
Manusia Aneh Itu Bernama Bayu


__ADS_3

Aku terkejut mendapati sosok pria yang sekarang tengah duduk di kursi ruang tamu kostanku. aku yang tidak begitu akrab dengannya jadi bertanya-tanya untuk apa dia kesini mencariku.


"Cari aku? ngapaian? Tumben". Tanyaku sambil mengambil duduk di sebelahnya. di kursi panjang ruang tamu.


"Hehehe..". Dia malah cengengesan.


"Mbak Ratna ada?". Tanyanya kemudian.


"Ada". Jawabku


"Bisa minta tolong panggilin?". Dia menyuruhku.


Aku yang bingung sekarang. Tadi bilang cari aku. Tapi sekarang dia malah cari mbak Ratna sih. Aneh memang orang satu ini. Sungutku dalam hati.


"Tadi pencet bel bilangnya cari aku. Sekarang bilang cari mbak Ratna. Kenapa gak dari tadi aja sih bilang cari mbak Ratna". Entah kenapa aku jadi kesal sekarang.


"Hehehe..". Dia cengengesan lagi.

__ADS_1


Bergegas aku masuk kembali ke dalam dan mengetuk pintu kamar mbak Ratna. Mbak Ratna adalah teman kostku. Dia satu angkatan dengan Mas Bayu. Mas Bayu dan Mbak Ratna 2 tahun di atasku. Tapi mereka beda fakultas denganku. Selama ini memang mereka cukup akrab. seperti adik dan kakak. Mba Ratna sendiri sudah punya pacar yang hubungannya udah serius. Dan Mas Bayu, kudengar dari teman-teman dia juga sudah punya pacar anak fakultas Farmasi, Sinta namanya.


"Mbak Ratna, ada yang nyariin tuh". kataku setelah mengetuk pintu kamar mbak Ratna. Dia membuka pintu dan melongokkan kepalanya.


"Siapa?". tanyanya


"Mas Bayu". jawabku.


"Ooh, oke. Sebentar aku keluar. Makasih ya Rim". Aku menganggukkan kepala lalu kembali bergabung dengan Hesti menonton TV. Acara infotainmet sudah selesai berganti dengan sinetron ikan terbang kesukaan Hesti. emak-emak banget memang favoritnya anak satu ini.


"Dia cari mbak Ratna bukan aku". Ketika aku berkata demikian mbak Ratna sedang berjalan melewati aku dan Hesti yang sedang menonton telvisi dan kemudian berjalan menuju ruang tamu menemui Mas Bayu. Hampir 20 menit mbak Ratna mengobrol dengan Mas Bayu di ruang tamu. Hesti juga masih asyik dengan drama di stasiun ikan terbang. Tak lama kemudian mbak Ratna masuk kembali dengan membawa kantong kresek yang entah apa isinya. Mungkin Mas Bayu sudah pulang. Pikirku.


"Nih Rim dari Bayu". Kata mbak Ratna sambil menyerahkan kantong kresek yang tadi dibawanya kepadaku.


"Apa ini mbak?". tanyaku sebelum membuka isinya.


"Katanya bakso. Buat kamu". kata mbak Ratna tersenyum sambil berlalu pergi.

__ADS_1


Kuperiksa isi dalam kantong kresek tersebut. bakso, masih hangat, lengkap dengan saus dan sambel yang di pisah. Hanya ada 1 bungkus bakso di dalamnya.


"Mas Bayu gak belikan mbak Ratna juga?'. Tanyaku setelah melihat mbak Ratna keluar kembali dari kamarnya.


"Enggak. Dia bilang khusus buat kamu". Mbak Ratna terkekeh.


"Udah, makan aja. lagian ini aku juga mau pergi makan sama Mas Rayhan". Lanjut Mbak Ratna sambil membetulkan jilbabnya Aku cuma melongo sambil menatap kepergian mbak Ratna meninggalkan ruang TV.


Akhirnya aku makan berdua dengan Hesti sebungkus bakso itu. Karena aku baru saja makan ayam bakar dan masih kenyang jadi aku bagi dua dengan Hesti seporsi bakso tersebut. Selang beberapa menit ada panggilan masuk di ponselku. Kulihat ada nama Mas Bayu tertulis di layar.


"Hallo". Kuangkat telepon dari Mas bayu.


"Baksonya enak gak?". tanya Mas Bayu dari ujung telepon.


"Iya, enak.Makasih". Selain mengucapkan terima kasih aku bingung mau bilang apa. Kami hanya saling diam untuk beberapa saat, kemudian Mas Bayu menutup sambungan telepon.


Kelakuan Mas Bayu sungguh aneh hari ini. Kalau memang berniat membelikanku bakso kenapa harus panggil mbak Ratna dulu dan memberikan bakso kepadaku lewat mbak Ratna? Aneh kamu Mas.

__ADS_1


__ADS_2