Senja Di Bulan Maret

Senja Di Bulan Maret
Persiapan Bakti Sosial


__ADS_3

Persiapan Baksos


Februari 2016


Pagi ini tepat pukul 8 pagi sebelum ke kampus aku menyempatkan diri mampir ke sekretariat untuk membantu teman-teman yang akan mengadakan baksos esok hari. Baksos dilaksanakan di SD 001 Kecamatan Panti. Ini adalah kegiatan yang diadakan oleh bidang Anita dan Adi yang diketuai oleh mbak Ratna sebagai kepala bidangnya. Aku tidak bisa ikut kegiatan mereka esok hari karena kebetulan ada praktikum dari pagi sampai siang. Sedangkan Anita dan Fatma meskipun satu kelas denganku tapi jadwal praktikum mereka berbeda. Kuliahku hari ini dimulai pukul 10.30 pagi, jadi aku masih punya waktu sekitar 2 jam untuk membantu Anita menyiapkan perlengkapan untuk kegiatan baksos besok.


"Yaahh, kamu kok gak ikut sih Rim. Gak seru ah, gak ada yang bantuin aku besok". Rengek Anita sambil menarik-narik lengan bajuku. Aku hanya menanggapi dengan tersenyum sambil terus membungkus hadiah-hadiah kecil untuk diberikan kepada adik-adik SD 001 Panti.


Baksos besok akan diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang PHBS dan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Penyuluhan PHBS dilakukan oleh Fatma, sedangkan penyuluhan tentang cara menggosok gigi dilakukan oleh Mas Deni yang memang seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi semester 6. Untuk menarik perhatian anak-anak SD kami sengaja menyiapkan bingkisan-bingkisan kecil sebagai hadiah untuk peserta penyuluhan yang paling aktif dan antusias.


"Awas aja kamu ya. Nanti kalo bidang kamu yang bikin kegiatan aku gak mau bantu pokoknya". Anita masih merajuk.


"Diihh, dia ngancem". Aku terkekeh melihat kelakuan Anita.


"Lagian udah ada Fatma yang bantuin. Anggap aja dia perwakilanku". Bujukku lagi pada Anita,


"Ya beda lah". Jawab Anita sambil mengerucutkan bibirnya.


Di tengah perdebatanku dan Anita yang merajuk tiba-tiba Mas Bayu datang naik motor dengan seorang gadis yang duduk di boncengan belakangnya. Ya, Nadia, gadis berjilbab berkulit putih yang mempunyai wajah ayu itu datang bersama Mas Bayu. Nadia adalah anggota baru di organisasi kami. Dia baru kuliah semester 2 dan satu kampus dengan Mas Bayu.


Hmm.. Mangsa baru Mas Bayu lagi nih. Pikiranku jahat mengira bahwa Mas Bayu lagi pedekatein Nadia.


"Halo Mbak Rim, Mbak Fatma, Mbak Anita". Sapa Nadia ramah kepada kami bertiga yang sedang duduk melantai membungkus kado.


"Haiii, dari mana nih, tiba-tiba datang berdua aja sama Mas Bayu. Hati-hati dek, dia itu bu-a-ya". Ucap Fatma setengah berbisik di dekat telinga Nadia dengan memberi penekanan pada kata buaya.

__ADS_1


Yang dibilang buaya malah senyum-senyum aja. Seneng banget kayaknya dapat predikat buaya. Dasar manusia sok kegantengan. Entah kenapa aku kesal sekali melihat gayanya yang sok keren, sok jadi idola. Dan entah kenapa terselip rasa tidak suka ketika aku melihat Mas Bayu datang bersama Nadia.


"Oohh, tadi tuh gak sengaja ketemu Mas Bayu di depan kampus. Pas dia tau aku mau kesini ya udah akhirnya dia bonceng aku. Soalnya tadi aku jalan kaki dan kebetulan Mas Bayu juga mau kesini katanya". Nadia menjelaskan panjang lebar sambil menggunting kertas kado dan ikutan membantu kami membungkus hadiah. Eh, aku kok jadi lega mendengarnya. Hahaha.


"Alaaah, alasan Mas Bayu aja tuh bilang begitu. Aslinya ya emang mau boncengin kamu aja dia tuh. Mana bisa sih dia biarin cewek cantik jalan kaki sendirian". Anita mulai mengompori.


Kulirik Nadia sekilas, wajahnya tersipu. Sedangkan aku malah jadi gerah mendengar obrolan ini. Ya ampuuun, apa-apaan sih Rim. Aku merasa malu dengan perasaanku sendiri. Masak iya aku cemburu. Kugelengkan kepalaku dengan cepat berharap pikiran seperti ini segera pergi.


"Besok beneran gak bisa ikut baksos Rim". Mas Bayu tiba-tiba bertanya padaku sekaligus menghentikan obrolan bertema buaya antara Fatma dan Anita.


"Eehh, apa?. Eh iya. Mmm soalnya aku ada praktikum, gak bisa ditunda. Iya, anu, soalnya wajib ikut, gitu". Sial aku malah gagap mendapat pertanyaan yang tiba-tiba di saat otakku sedang berusaha mengusir pikiran tentang Mas Bayu.


"Bujuk Rima dong Mas, biar dia ikut". Anita mulai lagi.


"Udah gak papa. Masih banyak teman lain yang bantu. Aku sama Fatma kan besok ikut juga. Anggep aja gantiin Rima". Mas Bayu berusaha menengahi. Anita hanya memanyunkan mulutnya.


"Iya Mas, insyaallah aku ikut kok". Jawab Nadia.


"Tapi aku belum dapet tumpangan. Mau naik motor sendiri juga takut". Lanjut Nadia lagi.


"Ooh, tenang aja. Besok aku boncengin. Aman kalo sama aku". Jawab Mas Bayu.


Jedyeeerrr... Aku yang mendengar jawaban Mas Bayu seketika langsung menoleh ke arahnya. Dasar buayaaaaa. Pekikku dalam hati hingga tanpa sadar aku sudah meremas kertas kado yang kupegang dari tadi.


"Tuh kan, keluar sudah kan naluri buayanya. Dasar ya Mas Bayu". Sekarang Anita sudah berdiri menghadap Mas Bayu sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Lah, emang kenapa? Aku kan sendirian naik motornya. Mau bonceng Fatma pasti dia sudah sama yayangnya si Fandi. Kamu juga katanya mau ikut mobilnya Mas Fahri bareng Mbak Ratna". Mas Bayu mengelak.


"Iya deh, iya. Suka-suka Mas Bayu deh. Mentang-mentang jomblo ya sekarang". Kata Anita sambil kembali duduk dan membereskan sisa kertas kado yang sudah tak terpakai lagi.


"Iya dong. Jomblo mah bebas. Itung-itung sekalian cari tambatan hati yang baru. Kan anggota baru temen-temen Nadia cantik-cantik tuh. Siapa tau ada satu yang nyantol".


Mas Bayu menjawab sambil terkekeh, sedangkan Nadia hanya tersenyum sambil tersipu malu. Aku? Tak usah ditanya lagi. Gerah banget rasanya mendengar obrolan Mas Bayu dan Anita pagi ini. Ingin rasanya aku ikut baksos besok, biar bisa melihat sendiri seperti apa kelakuan Mas Bayu godain anggota baru yang cantik-cantik. Eh, tapi ngapain juga aku penasaran. Terserah dia lah. Suka-suka dia. Bodo amat.


"Anita, Fatma, aku ke kampus dulu ya. Udah jam 10 nih, bentar lagi ada kuliah Kesling. Kalian gak ikut? Mau aku TA kan aja?". Aku sudah berdiri sambil membetulkan baju dan rokku, lalu mengebas-ngebaskan tangan yang sedikit kotor karena membungkus kado.


"Aku bareng dong". Fatma ikutan berdiri.


"Aku juga. Yang bener aja mau TA di kuliahnya Bu Ayu. Lah biasanya dia absen satu persatu tuh". Anita juga ikutan berdiri bersiap pergi.


Sebelum meninggalkan sekret kami bertiga dibantu Nadia membersihkan sisa-sisa kertas kado yang sudah tak terpakai lagi. Bungkusan-bungkusan kecil hadiah baksos sudah Anita simpan di kardus dan segera diamankan di dalam sekret. Potongan kertas kado yang sudah tak terpakai lalu kubuang di tempat sampah, sementara Fatma dan Nadia membereskan peralatan yang dipakai untuk baksos besok seperti spanduk, kertas karton bergambar untuk penyuluhan PHBS serta alat peraga gigi yang akan dipakai untuk mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang baik dan benar.


Beres semua, aku, Fatma dan Anita berjalan meninggaljan sekret untuk menuju ke kampus. Sekarang tinggal Mas Bayu dan Nadia yang ada di sekret. Karena teman-teman lain yang dari tadi sibuk di dalam sekret juga sudah menuju kampusnya masing-masing untuk kuliah. Sambil berjalan aku masih sempat menoleh ke belakang ke arah Mas Bayu yang sekarang sudah duduk berdampingan dengan Nadia di teras sekret. Tampak olehku Mas Bayu sedang memainkan gitar dan Nadia tersenyum sambil bertepuk tangan melihat permainan gitar Mas Bayu. Perasaan macam apa ini Rim?


Bersambung...


*Baksos \= Bakti Sosial


*PHBS \= Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


*Kesling \= Kesehatan Lingkungan ( salah satu mata kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat)

__ADS_1


*TA \= Titip Absen. Biasanya kalau ada temen yang gak ikut kuliah kita absenkan atau kita tanda tanganin di absennya. Jangan ditiru ya. Hahaha.


__ADS_2