SENJA YANG MERINDUKANMU

SENJA YANG MERINDUKANMU
Dia yang pergi


__ADS_3

Gadis itu melipat secarik kertas yang dia baca, berkali kali dia mencoba meyakinkan dirinya kalau ini hanyalah mimpi yang harus segera diakhiri, dia menghela nafas panjang mencoba membuang rasa sesak yang ada di dalam dadanya, namun semakin dia menghela nafas panjang semakin dada itu terasa sangat menyesakkan


"Kenapa" gumamnya pelan, sebutir air mata jatuh menetes di pipinya yang putih, dia tidak ingin menghapus butiran air mata itu hingga menjadi genangan air mata, rasanya begitu menyesakkan, ingin rasanya dia berteriak sekencang kencangnya namun justru itu akan menambah perih dan luka hatinya


Gadis itu menatap kosong dan hampa ke arah danau yang tenang, dia masih duduk terpaku disana, angin yang sejuk di sore hari itu tidak dia rasakan, yang dia rasakan adalah kegamangan hatinya


Andai saja dia tidak mengenal kata cinta mungkin dia tidak akan seperti ini, mungkin dia masih bisa tersenyum, tertawa dan bernyanyi riang tanpa ada kesedihan dan duka yang dalam


"Senja !" seru seseorang dari jauh, namun gadis itu diam tidak bergeming bahkan menoleh pun tidak ke arah asal suara, dia membiarkannya seperti membiarkan angin yang memporak-porandakan rambutnya


"Senja" panggil orang itu lagi, dia menghampiri gadis yang sedang duduk termenung, orang itu langsung menyentuh bahunya hingga membuat gadis yang bernama Senja itu langsung menoleh ke arah orang tersebut


"Ayok pulang, hari sudah hampir menjelang malam tidak baik kamu berada disini sendirian" ajak orang tersebut menyuruhnya untuk pulang


"Rasanya aku tidak ingin pulang Seruni, aku masih ingin disini saja siapa tahu saja dia akan datang menemui aku disini" kata Senja dengan suara muramnya kepada seorang gadis yang bernama Seruni yang sedari tadi memanggilnya, wajahnya yang cantik masih setengah melamun


"Jangan begini Senja, ini tidak baik untukmu dan untuk kesehatan kamu juga, kita pulang yuk " bujuk Seruni sambil memegang bahu Senja, Senja kembali menatap langit yang sudah mulai menggelap, semburat wajah bulan kini mulai muncul dan matahari pelan pelan mulai redup namun warna orange masih terpampang jelas di langit


Senja pun langsung berdiri dari dari tempat duduknya, diikuti oleh Seruni dari belakang mereka meninggalkan danau yang sudah sepi oleh pengunjung, Senja berjalan dengan gontai menuju ke rumahnya yang masih diikuti oleh Seruni sahabat karibnya sedari mereka kecil, dimana ada Senja disitu pasti ada Seruni


Sesampainya Senja di rumah Senja, Senja membuka pintu rumah tidak ada siapa siapa disana, mamah dan papah nya belum pada pulang dari pekerjaan maklumlah orang tua dari Senja adalah pekerja kantoran dan Senja adalah anak tunggal mereka yang kini sedang menempuh kuliah jurusan komunikasi bisnis


Senja mengucapakan salam, lalu dia pun langsung masuk ke dalam rumah diikuti dengan Seruni


"Sepertinya orang tua kamu belum pulang?" tanya Seruni sambil memandang ke sekelilingnya namun Senja tidak menghiraukan pertanyaan dari Seruni, dia langsung masuk ke dalam kamarnya di lantai dua


"Hey Senja tunggu, kebiasaan deh tuh anak asal main ninggalin orang aja" gerutu Seruni kesal dengan sikap Senja, mendengar suara ribut ribut Mbok Darmi langsung keluar dari dapur melihat siapa yang datang


"Loh nak Seruni kirain siapa"

__ADS_1


"Hehehe mbok maaf sudah bikin ribut, mbok Tante sama Om belum pulang ya?"


"Belum biasanya mereka berdua pulang sekitar jam enam sore"


"Oh gitu, ya sudah Mbok saya naik ke atas dulu mau melihat Senja, anak itu benar benar dah"


"Iya nak Seruni, mbok juga khawatir takut nak Senja sakit saja sudah hampir satu Minggu dia bersikap seperti itu, makan juga cuman sekedarnya itupun dia lebih memilih mengurung di dalam kamar"


"Apa Om dan Tante sudah tahu dengan sikap Senja satu Minggu ini?"


"Sudah dan mereka juga sangat khawatir sekali dengan keadaan Senja, yah berharap saja Senja bisa melupakan semuanya"


"Semoga saja, ya sudah Mbok aku naik ke atas dulu untuk melihat keadaan anak itu"


"Iya non"


"Anak ini benar benar dah" gerutu Seruni melihat tingkah dari Senja, Seruni langsung menghampiri Senja dan menggoyang goyangkan kakinya Senja agar Senja bangun dari tidurnya


"Senja bangun, ga baik anak gadis tidur menjelang sore nanti diganggu mahluk halus baru tau rasa" kata Seruni masih menggoyang-goyangkan kaki Senja, tidak ada tanggapan dari Senja membuat Seruni tidak kehilangan akal, Seruni langsung mendekati wajah Senja dan kemudian dia memencet hidung Senja hingga Senja kesusahan untuk bernafas dan seketika itu juga Senja langsung terbangun dari tidurnya


"Kamu ini kenapa?" tanya Senja kesal dengan sahabatnya sendiri, dia langsung terbangun begitu hidungnya ditekan oleh Seruni


Seruni langsung tertawa terbahak-bahak, melihat kekesalan Senja


"Habis kamu nya tidur menjelang sore sore, tidak baik tahu" kata Seruni memperingatkan Senja untuk tidak tidur di sore hari


Senja langsung menghela nafas panjang, wajahnya kembali murung seketika


"Aku harus bagaimana?" tanyanya pelan

__ADS_1


"Memang apa sih isi surat itu, sampai kamu sedemikian rapuhnya?" tanya Seruni ingin tahu


Senja langsung mengambil secarik kertas putih dari dalam kantong celananya dan memberikannya kepada Seruni


"Bacalah" ucap Senja sambil menyodorkan kertas itu kepada Seruni, Seruni langsung mengambil kertas putih yang disodorkan kepadanya, dan dia membuka lipatan kertas itu kemudian membacanya


isi surat itu tidak lain berbunyi


Teruntuk senjaku


*Senja, sekali lagi maaf aku ucapkan kepadamu jika aku pergi tanpa mengatakan apapun dan alasannya mengapa, aku hanya meminta kepadamu untuk melupakan aku, aku memang pria brengsek dan pantas untuk dilupakan, tapi percayalah suatu hari nanti kamu pasti akan menemukan pengganti aku yang terbaik, maaf jika membuat kamu sedih, sekali lagi aku meminta kamu untuk melupakan aku


itu saja yang aku minta dari kamu


Sekali lagi aku minta maaf, nanti jika kita bertemu lagi aku berjanji akan menjelaskan semuanya kepadamu dan alasan kepergianku


Gamma*


Seruni melipat kertas putih itu dan langsung memberikannya kembali kepada Senja


"Jadi Gamma pergi tanpa meninggalkan pesan apapun hanya secarik kertas ini?" tanya Seruni kepada Senja yang dibalas anggukan Senja


"Jadi selama seminggu ini, kamu menangisi cowok yang bernama Gamma itu?" tanya Seruni lagi


Senja diam menundukkan kepalanya, air matanya kembali menetes, entah mengapa kali ini cintanya kepada Gamma cukup besar, Seruni menghela nafas panjang dan kemudian menghembuskan nafasnya kembali dia merasa iba dengan sahabatnya yang satu ini


"Aku harus bagaimana?" tanya Senja dengan wajah yang setengah melamun, Seruni terdiam dia sendiri juga bingung mengahadapi kesedihan Senja


"Lupakan saja dan cari yang lain" jawab Seruni dengan tegas

__ADS_1


__ADS_2