
"Hayoo melamun lagi kan kamu!" seru Senja kepada Seruni yang sedang melamun menatap langit langit kamar yang kosong
Senja menoleh ke arah Seruni yang berada tepat disebelahnya, dia tersenyum lesu begitu dia ketahuan sedang melamun
"Apa sih hebatnya Gamma itu, sampai seorang Senja menjadi seperti ini?" tanya Seruni ingin tahu, menatap Senja dengan menopang dagunya sambil memperhatikan raut wajah Senja yang mencoba kembali biasa , Senja menghela nafas panjang panjang dan menghembuskannya kembali
"Mungkin dia terlihat seperti pria yang biasa saja, tapi buat aku dia sangat menarik, dia mempunyai kemauan yang kuat, otak yang encer, dan satu lagi senyum yang mematikan, tapi yang membuat aku kagum adalah dia benar benar membuat aku mengerti tentang sebuah cinta" kata Senja dengan nada suara lirih, Seruni terdiam mendengar penuturan Senja yang berasal dari dalam hatinya
"Dia sangat berbeda dengan pria pria yang aku temui dan yang aku kenal selama ini, bagi aku dia itu pria yang paling sempurna" ucap Senja dengan wajah yang muram
"Kalau dia sempurna, dia tidak akan meninggalkan kamu Senja, tidak akan pernah apalagi dia tahu ada cewek yang benar-benar mencintai dia juga" ujar Seruni dengan kesal karena Senja masih saja memuji pria yang bernama Gamma, Senja menggelengkan kepalanya mencoba menolak apa yang dikatakan Seruni kepadanya, melihat penolakan dari Senja Seruni hanya bisa diam saja, dia tahu Senja saat ini masih belum bisa move on dari kisah cintanya
Teringat oleh Senja saat dia pertama kali bertemu dengan Gamma, saat itu teman temannya banyak yang meminta contekan pekerjaan rumah kepada Senja, Senja saat itu adalah murid yang paling pintar di kelasnya bahkan dia selalu berhasil memenangkan lomba lomba olimpiade baik matematika maupun olimpiade pelajaran lainnya, dan dikelasnya Senja juga selalu mendapatkan rangking satu dari teman temannya yang lain
Selain pintar Senja juga berprestasi dan menjadi kesayangan para guru di sekolahnya, namun sayangnya Senja tidak punya teman saat itu, teman temannya hanya mau memanfaatkan kepintarannya dia bukan yang lain, itu disebabkan Senja orang yang pendiam, hingga suatu ketika saat Senja sedang mengerjakan tugas teman kelasnya, Gamma teman sekelasnya datang mendekati dirinya
"Kamu sedang apa?" tanya Gamma sambil menatap Senja yang sedang mengerjakan tugas teman kelasnya
"Bukan urusan kamu" jawab Senja dengan nada ketus, sambil tangannya sibuk menyalin tugas temannya
"Galak benar nih cewek" ucap Gamma masih menatap Senja yang masih fokus menyalin tugas sekolah, Senja bersikap acuh tidak acuh dia masih saja sibuk menulis hingga Gamma menarik buku yang Senja tulis, Senja langsung terkejut kaget menatap Gamma dengan wajah yang marah
"Berikan buku itu Gamma" kata Senja mencoba merampas buku itu, namun tidak berhasil karena Gamma mengangkat tinggi tinggi buku itu dengan tangannya dan Senja yang kalah tinggi dengan Gamma langsung merasa putus asa, hampir dia ingin menangis karena kejahilan Gamma saat itu
__ADS_1
"Gamma tolong berikan buku itu, kalau tidak Angel akan marah padaku Gamma" kata Senja dengan wajah yang memelas, Gamma yang mendengar nama Angel disebut oleh Senja langsung segera melihat sampul buku itu dan disana tertulis nama Angel si pemilik buku ini
"Jadi ini buku milik si Angel?" tanya Gamma, masih menatap sampul buku itu, dia membolak balikkan lembaran demi lembaran buku itu dan disana banyak terdapat tulisan tangan dari Senja
"Ini semua tulisan tangan kamu?" tanya Gamma sambil menatap Senja dengan rasa tidak suka, melihat Gamma menatapnya seperti itu Senja menganggukkan kepalanya dengan takut takut
Siapa yang tidak mengenal Gamma, seorang siswa yang pintar namun nakal dan tidak segan mengajak ribut dengan teman teman sekelasnya kalau itu dirasa tidak benar, Gamma tidak pernah takut pada siapa siapa hanya kepada guru dia masih bisa bersikap hormat dan segan, kecuali kalau guru itu bertindak nyeleneh baru dia protes, Gamma dan Senja selalu bersaing nilai di sekolah dan mereka berdua selalu diutus untuk menjadi perwakilan sekolah jika ada olimpiade olimpiade, dan mereka selalu pulang dengan membawakan kemenangan
Banyak gadis gadis di sekolah Gamma menyukai Gamma termasuk kakak kelasnya, dia cowok yang tampan, dengan postur tinggi badan yang tinggi dan kulitnya yang putih kecoklatan serta rambutnya yang bergelombang hitam, hidung yang mancung dan mata yang tajam seperti elang, banyak yang mengidolakan Gamma dan berharap bisa menjadi pacarnya Gamma pada saat itu
"Gamma tolong berikan buku itu, jangan sampai Angel marah padaku karena aku belum menyelesaikan tugas tugas sekolahnya" pinta Senja dengan nada yang memelas, memohon kepada Gamma agar mau memberikan buku temannya kepada dirinya
"Kalau aku ga mau bagaimana?" tanya Gamma dengan jahil, Senja langsung terdiam mencoba mencari cara bagaimana agar Gamma mau mengembalikan buku tugas milik Angel kepadanya
"Apa sih yang kamu lakukan?" tanya Senja dengan risih diperlakukan seperti itu oleh Gamma
"Pengen lihat kamu sungguh-sungguh apa tidak dengan janji kamu" jawab Gamma enteng
"Gamma aku itu serius, terus harus apa lagi biar kamu percaya pada aku" kata Senja dengan nada putus Asanya
"Kamu mau tahu caranya biar aku percaya sama kamu?" tanya Gamma kepada Senja
"Apa?" tanya Senja balik
__ADS_1
"Cium aku" jawab Gamma cepat sambil tersenyum ke arah Senja
"Apa !!! jangan gila kamu, ini sekolahan bukan di jalan" teriak Senja kaget, dia merasa sangat kesal kepada Gamma
"Berarti kalau di jalan boleh?" tanya Gamma kepada Senja dengan nada menggoda Senja, membuat pipi Senja merona merah jambu
"Jadi bagaimana Senja, waktu aku tidak banyak?" tanya Gamma kepada Senja
"Apa tidak ada permintaan yang lain?" tanya Senja dengan nada memelas, Gamma berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya
"Tidak ada" jawab Gamma singkat
"Gamma please aku mohon, jangan seperti itu, mana mungkin aku mencium kamu, kamu bukan pacar aku" ucap Senja masih dengan nada memohon
"Oke sekarang gini aja deh, kamu yang mencium aku atau aku yang mencium kamu?" tanya Gamma sambil tersenyum miring menatap Senja yang wajahnya Semerah tomat, dia tidak pernah berciuman dengan laki laki asing, sekarang dia dipaksa mencium pria yang bulan pacaran ya atau suaminya, benar benar membuat Senja merasa sangat kesal atau malu, tapi kalau dia menolak maka buku itu akan ditahan oleh Gamma dan dia pasti akan kena semprot sama Angel
Senja menghela nafas panjang, baginya pilihan yang sulit
"Ayolah Senja kamu pilih yang mana, aku menunggumu atau aku hitung sampai tiga jika kamu tidak bisa memilih maka buku milik Angel aku amankan, hitungan dimulai dari sekarang satu, dua ti.." belum sempat Gamma menyelesaikan hitungannya tiba tiba Senja langsung mencium sekilas di pipi Gamma
Gamma langsung terkejut begitu bibir mulusnya Senja mencium pipi dirinya dengan sekilas
"Mana buku itu?" tanya Senja sambil menengadahkan tangannya meminta buku milik Angel untuk dikembalikan
__ADS_1
"Ulang" kata Gamma kepada Senja, Senja langsung melebarkan bola matanya, menatap Gamma dengan pandangan kesal sekaligus kaget