
Senja masuk ke dalam rumah, setelah Gamma hilang dari pandangan matanya, masuk ke dalam rumah ada kedua orangtuanya Senja yang sedang sibuk berbincang bincang di ruang tamu
" Malam mah pah" sapa Senja sambil mencium pipi kedua orangtuanya
"Malam" sapa Nyonya Adityana kepada Senja
"Dari mana kamu?" tanya Tuan Adiyatna menatap Senja penuh dengan selidik
"Habis jalan sama teman pah" jawab Senja sambil duduk di samping mamahnya
"Siapa ?" tanya Tuan Adiyatna penuh dengan rasa ingin tahu
"Teman sekolah" jawab Senja agak sedikit takut dengan papahnya Tuan Adiyatna
Jujur saja Tuan Adiyatna sangat benar benar menjaga anaknya yang semata wayang, dia tidak ingin anaknya Senja ikut-ikutan pergaulan jaman sekarang yang membuat mereka lumayan khawatir,dan Senja sendiri tidak masalah dengan hal itu selama dia bisa menjaga kepercayaan kedua orang tuanya
"Pah jangan khawatir, Senja tidak akan membuat papah sama mamah kecewa, Senja janji akan menjaga kepercayaan kalian berdua" ucap Senja mencoba untuk
meyakinkan kedua orangtuanya
"Senja mamah yakin kamu bisa menjaga kepercayaan kami berdua, kamu hanya tidak ingin kamu terjerumus dalam hal hal negatif itu saja sayang" ucap Nyonya Adiyatna dengan lembut
"Iya mah, Senja mengerti benar akan hal itu" jawab Senja patuh
"Sekarang kamu sudah makan nak?" tanya Nyonya Adiyatna kepada Senja, Senja menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada mamahnya
Setelah berbincang bincang sejenak Senja pamit meninggalkan mereka berdua untuk kembali ke dalam kamar, karena ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk dikumpulkan pagi pagi di sekolah
Keesokan paginya ketika Senja sedang sarapan bersama dengan kedua orangtuanya, pintu bel depan rumah berbunyi Nyonya Adiyatna memandang bingung kepada suaminya karena tidak biasanya ada yang bertamu pagi pagi disaat mereka mulai sarapan dan akan segera berangkat
"Biar saya saja mah yang buka" ucap Senja kepada Nyonya Adiyatna sambil segera berdiri, Nyonya Adiyatna yang sudah terlanjur berdiri kembali duduk di kursi dan melanjutkan sarapannya
__ADS_1
"Kira kira siapa ya?" tanya Tuan Adiyatna penasaran, menatap istrinya dengan penuh tanya
"Pak RT mungkin, siapa tahu saja dia minta sumbangan" ucap isterinya sambil memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya, Tuan Adiyatna yang mendengar jawaban isterinya itu hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan kembali sarapannya
Senja membuka pintu depan dan berapa terkejutnya Senja begitu melihat Gamma yang sudah ada di depan pintu sambil tersenyum manis ke arah Senja
"Kamu" ucap Senja tidak melanjutkan ucapannya
"Pagi Senja" sapa Gamma masih dengan raut wajah tersenyum
"Pagi juga" jawab Senja yang masih belum lepas dari rasa terkejutnya
Tiba tiba dari dalam, suara Nyonya Adiyatna terdengar menanyakan siapa yang bertamu, Senja kembali menatap Gamma dengan pandangan bingung namun dia harus menjawab pertanyaan mamahnya dari dalam
"Teman Senja mah" jawab Senja dari arah depan, Senja masih menatap Gamma dengan tatapan bingung
"Seruni atau siapa, suruh sarapan bareng bareng disini" ujar Nyonya Adiyatna dari dalam
Senja terdiam, dia bingung harus menjawab apa kembali dia menatap Gamma dengan tatapan datarnya
"Senja ayo suruh temannya masuk ke dalam" seru Nyonya Adiyatna dari dalam
"Eh iya mah" jawab Senja
"Masuklah" ujar Senja kepada Gamma dengan sedikit terpaksa
"Tapi tunggu kamu jangan bilang macam macam sama mamah sama papah aku yah, awas kalau kamu bicara macem macem" ancam Senja kepada Gamma dengan tatapan mengancam
Gamma tidak menjawab ancaman Senja namun dia hanya mengedipkan sebelah matanya ke arah Senja dan langsung masuk ke dalam, diikuti oleh Senja dari belakang
Kedua orangtuanya Senja langsung menatap Gamma dengan tatapan heran, dan pandangannya kembali berpaling ke arah senja yang tepat berada di belakang Gamma meminta penjelasan dari Senja sendiri
__ADS_1
"Mah pah, kenalkan ini temannya Senja dia datang untuk menjemput Senja untuk berangkat ke sekolah bersama" ucap Senja dengan takut takut memandang wajah papahnyabtuan Adiyatna yang tampak sangat datar, membuat Senja hatinya semakin ciut
"Pagi Tante, pagi om" sapa Gamma kepada kedua orangtuanya Senja lalu Gamma langsung maju menuju ke aturan Adiyatna dan isterinya dan mencium kedua tangan mereka
"Saya Gamma om Tante " ucap Gamma memperkenalkan dirinya sendiri
Namun Tuan Adiyatna tidak ada respon sama sekali, dia masih terus menyantap sarapan paginya
"Duduklah nak Gamma, kita sarapan bareng, Senja ayok kamu juga sarapan" panggil Nyonya Adiyatna menyuruh mereka berdua untuk duduk dan sarapan bersama dengan mereka
Gamma langsung bergabung dengan keluarga Senja, mereka kemudian sarapan bersama dalam diam, setelah selesai sarapan Gamma dan Senja langsung segera pamit untuk segera berangkat ke sekolah
Selama perjalanan mereka berdua terdiam satu dengan yang lain dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya masing masing
"Papah kamu apa seseram itu?" tanya Gamma yang sedang menyetir mobil, kali ini dia tidak menggunakan motornya untuk menjemput Senja
"Gag juga" jawab Senja singkat menatap lurus ke depan
"Terus kenapa waktu aku memperkenalkan diri, dia hanya diam seribu bahasa dan waktu aku pamit dia tidak menjawab apapun hanya diberikan tatapan datarnya aku" ucap Gamma menuntut penjelasan
"Papah aku memang seperti itu, dan tidak ada yang aneh dengan hal itu, mungkin untuk orang yang baru dia kenal dia akan bersikap seperti itu tapi untuk yang sudah mengenal lama, dia cukup perhatian dan enak diajak buat sharing" ujar Senja memberikan penjelasan kepada Gamma
Gamma terdiam sesaat, mendengarkan penjelasan dari Senja
"Besok kamu tidak usah jemput aku lagi yah" ucap Senja sembari menoleh ke arah Gamma yang sedang menyetir mobil, tangan Gamma langsung mencengkram erat kemudi mobilnya hingga terlihat buku buku jarinya memutih, raut wajahnya langsung menegang mendengar Senja menolak untuk dijemput olehnya
"Kalau aku menolak?" tanya Gamma pada akhirnya, mencoba menetralkan perasaan hatinya
Senja langsung terdiam, dia tahu sekarang Gamma tidak boleh dipaksa, kemauannya harus dituruti jika tidak dia akan bersikap keras kepala hingga keinginannya diikuti, Senja menghela nafas panjang
"Terserah kamu sajalah" ujar Senja pasrah dan mendengar jawaban dari Senja seketika timbul senyum di raut wajah Gamma
__ADS_1
Gedung sekolah mulai terlihat, Gamma langsung menaikkan kecepatannya untuk bisa sampai ke sekolah, setelah memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, Senja langsung membuka pintu mobil Gamma, meninggalkan Gamma yang masih mematikan mesin mobilnya dan memeriksa keamanan mobilnya barus setelah itu dia menyusul Senja masuk ke sekolah
Kelas tampak mulai ramai dengan para siswa, Senja langsung berjalan menuju ke tempat duduknya dan dia langsung duduk di bangkunya kemudian dia mulai mengambil buku dari dalam tas sekolahnya, sementara itu Gamma yang mengikuti Senja dari belakang langsung duduk di belakang Senja di kursi yang masih kosong, dia tidak perduli dengan yang punya bangku kelas itu yang penting Gamma bisa duduk dekat dengan Senja