
"Ayo naik" ucap Gamma menatap Senja yang tampak ragu untuk menaiki motornya Gamma, mengingat kejadian tadi siang ketika dia pulang sekolah, Senja menatap wajah Gamma dengan tatapan tidak yakin
"Ayolah naik, mau sampai kapan kamu disitu?" kata Gamma dengan nada tidak sabar menatap wajah Senja yang sepertinya enggan
"Aku mau naik tapi ingat aku ga suka kejadian tadi siang terulang lagi" ucap Senja menatap Gamma meminta kepastian dari Gamma, Gamma akhirnya hanya menganggukkan kepalanya dan Senja langsung naik ke atas sepeda motor, dan setelah dirasa sudah siap, Gamma menjalankan motornya dengan kecepatan sedang
Mereka berdua menikmati jalan di sore hari, dengan menaiki sepeda motor, Senja menikmati udara di sore hari di atas sepeda motor, dan tidak lama kemudian Gamma berhenti di sebuah taman, dimana taman itu berada terletak di pinggir kota, dan di tengah tengahnya terdapat sebuah danau besar
Gamma mematikan mesin motornya
"Kita sudah sampai" ucap Gamma sambil turun dari sepeda motor besar, dan Senja dibantu turun oleh Gamma, tangan Senja langsung digandeng oleh Gamma menuju ke taman tersebut, banyak anak anak yang sedang bermain disana bersama dengan kedua orang tuanya
Gamma menuntun tangan Senja sementara Senja hanya diam, sementara tangannya digandeng oleh Gamma hingga dia didudukkan di sebuah tempat duduk yang terbuat dari semen, Gamma mendudukkan Senja disitu
Senja menatap wajahnya Gamma dengan tatapan bertanya, Gamma menatap mata Senja yang bening
"Kamu tahu gag kenapa kamu diajak kemari?" tanya Gamma kepada Senja, Senja hanya menggelengkan kepalanya tidak menyahut pertanyaannya Gamma
"Aku ingin kamu tahu Senja, mulai sekarang kamu harus bersama denganku dan aku ingin kamu jangan menolak aku" ucap Gamma kepada Senja yang masih sambil memegang tangan Senja dengan erat, Gamma berbicara seperti itu sambil berjongkok di depan Senja
Senja yang mendengar itu langsung terdiam, dia ingin protes namun otaknya masih mencerna apa yang dikatakan oleh Gamma, pikiran Senja masih belum mengerti
"Kamu mengerti kan apa yang aku maksudkan, dan ingat hanya aku dan aku yang harus kamu lihat bukan dengan yang lain, paham kan?" kata Gamma sambil bertanya meminta jawaban atas kepastian dari Senja
"Maaf Gamma aku tidak mengerti apa maksud kamu?" kata Senja sambil bertanya tidak mengerti kepada Gamma, Gamma langsung menyentil kening Senja
__ADS_1
"Gamma sakit tahu" gerutu Senja sambil bersungut-sungut kepada Gamma
"Makanya itu otak digunakan untuk berpikir bukannya belajar melulu kerjaannya" ucap Gamma tidak perduli dengan Senja yang sedang bersungut-sungut didepan dirinya, namun tiba tiba Senja langsung melotot ke arah Gamma dan membuka mulutnya lalu langsung menutupnya lagi, dia akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh Gamma
"Jangan bilang kamu sedang menembak aku Gamma" kata Senja sambil menatap tajam kepada Gamma, namun Gamma langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain
"Jawab aku Gamma, apa kamu sedang mengatakan kalau kita akan berhubungan seperti pacaran begitu?" tanya Senja kepada Gamma menatap Gamma meminta penjelasan darinya
"Apa harus ditegaskan lagi Senja?" tanya Gamma menatap Senja dengan tatapan kesalnya karena Senja yang masih belum mengerti akan maksud perkataannya
Senja yang mendengar itu langsung terdiam tanpa berkata apa apa, Senja hanya merasa ini terasa sangat aneh dan tidak mengerti mengapa tiba tiba Gamma menyatakan perasaannya seperti itu, bahkan dengan sangat tiba tiba sekali, jujur saja Senja yang selalu menganggap hanya sebagai teman sekolah dan tidak lebih bahkan menyapa saja sangat jarang, mendengar Gamma berkata seperti itu langsung merasa sangat heran sekali
Senja langsung memegang kening Gamma, Gamma yang melihat Senja berbuat seperti itu langsung merasa heran
"Kenapa?" tanya Gamma menatap Senja dengan tatapan bertanya
Mendengar Senja berkata seperti itu langsung mendapatkan sentilan lagi dari Gamma di keningnya Senja, kali ini dengan cukup keras, hingga Senja berteriak mengaduh berteriak kesakitan, hingga membuat semua yang ada di taman itu langsung menoleh ke arah mereka berdua, hingga Senja langsung meminta maaf kepada mereka yang lewatbdi dekatnya dengan wajah yang penuh penyesalan
"Kamu tuh yah" ucap Senja dengan nada kesal menatap wajah Gamma dengan wajah yang cemberut, lalu dia langsung bangkit berdiri namun Gamma kembali mendudukkannya lagi
"Mau kemana kamu?" tanya Gamma menatap Senja sambil memegang bahunya Senja, agar Senja tidak pergi kemana mana
"Pulanglah, memangnya kenapa?" tanya Senja yang masih kesal dengan Gamma karena ulah Gamma yang menyentil di keningnya Senja hingga kening Senja terasa panas
"Gag boleh pulang, kamu belum jawab pertanyaan aku" kata Gamma bersikeras melarang Senja untuk pulang, Senja langsung menarik nafas kesal melihat kelakuan Gamma yang tidak jelas
__ADS_1
"Menjawab pertanyaan apaan, perasaan aku kamu ga kasih pertanyaan ke aku malah kasih pernyataan" Jawab Senja kesal kepada Gamma, entah kenapa Senja merasa Gamma merasa sangat aneh mulai dari dia di sekolah sampai dengan sekarang ini
"Gamma aku boleh tanya ga ke kamu?" tanya Senja menatap Gamma dengan tatapan penasaran dengan sikap Gamma yang terasa ganjil buat dia
"Tanyalah apa yang ingin kamu tanyakan dan setelah itu kamu harus menjawab pertanyaan yang aku berikan kepada kamu" ucap Gamma sambil menatap lekat lekat ke matanya Senja
"Bagaimana kalau aku ga mau menjawabnya?" tanya Senja balik
"Mau aku sentil lagi?" tanya Gamma menatap Senja dengan tatapan mengancam, Senja langsung merasa sangat kesal sendiri melihat ulah Gamma, dan Senja merasa uring uringan melihat sikap Gamma
"Ayolah kamu mau bertanya apa?" tanya Gamma dengan cepat dengan rasa tidak sabar, menatap Senja sementara Senja hanya terdiam sambil berpikir sesuatu, namun sebelum Gamma membuka suaranya Senja langsung bertanya sambil menatap Gamma
"Katakan apa tujuan kamu melakukan seperti ini, mengingat kita tidak pernah dekat sebelumnya?"
Gamma yang mendengar itu langsung terdiam seketika, memang Gamma dan Senja tidak pernah dekat sebelumnya bahkan terasa lebih ada jarak diantara mereka, mereka sama sama berprestasi, mereka sama sama juara olimpiade namun mereka juga sama sama saling tidak pernah memperdulikan satu dengan yang lainnya, mereka dengan kesibukan mereka masing masing
Senja masih menantikan jawaban dari mulut Gamma sendiri, jawaban dari kejujuran Gamma, karena yang Senja tahu banyak gadis juga yang ingin mendapatkan perhatian dari seorang Gamma, bahkan Senja sering mendengar Gamma bergonta ganti pasangan bahkan sering juga Senja mendapati Gamma bersama dengan gadis lain di sekolah, namun meski begitu para gadis ini seolah olah buta dan masih tetap ingin tetap bersama dengan Gamma
"Bagaimana kalau aku mengatakan kalau aku memang mencintai kam" tanya Gamma dengan nada serius sambil menatap Senja, dan membuat Senja langsung kaget mendengar jawaban seperti itu dari seorang Gamma
Senja langsung tertawa terbahak bahak mendengar jawaban dari Gamma yang menyatakan kalau Gamma mencintai Senja, Senja masih tertawa terbahak bahak hingga dengan sekali gerakan tiba tiba Gamma mencium pipi Senja, begitu cepat begitu tidak terduga hingga Senja menjadi kaget, jujur itu adalah ciuman pertamanya Senja
Senja langsung menatap Gamma dengan pandangan marah kepada Gamma yang telah berani mencium pipinya Senja
"Kamu mencium aku" ucap Senja tidak terima menatap Gamma dengan pandangan kesal, namun Gamma hanya mengangkat bahunya lalu sambil berkata dengan nada dingin
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu sah sebagai pacar aku, dan ingat hanya aku dan aku yang cukup kamu pandangi dan tidak boleh ada yang lain, jika kamu berani berani bermain di belakang aku kamu akan tahu apa akibatnya" ucap Gamma dengan nada suara dingin, sedingin es membuat Senja sedikit gentar ketika Gamma berkata seperti itu