
"Ulang" perintah Gamma kepada Senja
"Apa?" tanya Senja yang pura pura tidak mengerti maksud pertanyaannya Gamma
"Ulang yang tadi kamu lakuin itu" perintah Gamma lagi kepada Senja dengan tatapan yang cukup dalam, membuat Senja menjadi salah tingkah dan pipinya langsung bersemu merah
"Gag mau, berikan bukunya sini" ucap Senja dengan nada tegas, sambil tangannya meminta buku milik Angel
"Kalau aku ga mau?" tanya Gamma sambil menatap Senja dengan pandangan intensnya kepada Senja
"Kamu udah janji sama aku" ucap Senja dengan wajah merenggut kesal
Gamma melihat wajah Senja yang sedang merenggut kesal langsung tersenyum, ingin rasanya dia mencubit pipi Senja yang putih mulus itu
'cup' tiba tiba Gamma mencium pipi Senja dan membuat Senja langsung tersentak kaget, mendapat ciuman tiba tiba dari Senja
"Kamu..."
Belum sempat Senja berkata lebih lanjut tiba tiba Gamma membisiki sesuatu ke telinga Senja
"Kamu sekarang menjadi pacar aku ingat itu"
mendengar itu Senja langsung menunduk malu, seorang Gamma mengatakan kalau dirinya adalah pacar dari Gamma yang notabene Gamma adalah cowok yang menjadi idola gadis gadis di sekolah, dan sekarang dia mengatakan kalau dirinya adalah kekasih dari cowok yang bernama Gamma, entah mimpi apa semalam Senja
Tidak mendapatkan respon dari Senja, Gamma langsung mengusap pucuk kepala Senja lalu dia meletakkan buku tugas teman sekelasnya Angel di atas meja tepat di depannya Senja, lalu Gamma pergi meninggalkan Senja seorang diri yang saat itu masih istirahat sekolah, dimana semua murid kebanyakan pergi ke kantin sekolah namun tidak dengan Senja yang harus menyelesaikan tugas sekolah milik temannya, jika tidak Angel akan memarahinya karena tugasnya masih belum selesai
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi, tanda semua murid harus masuk ke dalam kelas, begitu juga dengan Gamma, bahkan Gamma sendiri menyuruh salah satu temannya yang berada tepat di belakang Senja menyuruhnya untuk segera pindah ke bangku Gamma, dengan sedikit ancaman
Senja yang masih sedang mengerjakan tugas sekolah Angel langsung mendongakkan kepala begitu Angel datang menghampiri dirinya
"Sudah selesai belum tugas sekolahnya ya?" tanya Angel kepada Senja sambil bertolak pinggang menatap Senja dengan mata yang tajam
"Sebentar lagi" jawab Senja dengan nada tenang, seakan dia tidak mudah terprovokasi
"Memangnya masih lama?" tanya Angel kepada Senja yang masih dengan tatapan tajamnya
"Beri aku waktu sepuluh menit lagi" jawab Senja yang masih menulis
Belum sempat Angel berkata macam macam, Senja kembali menyela
Angel dengan kesal, langsung kembali ke tempat duduknya sambil menghentakkan kakinya, namun Senja tidak memperdulikan itu dia masih fokus mengerjakan tugas sekolah Angel, selang beberapa menit kemudian Senja sudah selesai mengerjakan tugas Angel bertepatan dengan guru masuk dan menyuruh ketua kelas mengumpulkan tugas sekolah, sesekali Angel menoleh ke belakang tempat dimana Senja duduk di sana, Senja langsung menyuruh teman sebangkunya untuk mengoper buku tugas itu ke meja Angel, dan buku itu sudah sampai di meja Angel tanpa kecurigaan dari guru yang mengajar di kelas Senja, pelajaran siang itu adalah pelajaran Fisika, pelajaran yang sangat Senja sukai, dia selalu bersemangat begitu ada mata pelajaran Fisika dan Kimia
Sekolah sudah berakhir, mereka para murid langsung bergegas merapihkan buku buku pelajaran mereka, mereka saling berebutan untuk segera pulang atau bermain setelah pulang sekolah, sementara itu Senja sedang berjalan menuju ke gerbang sekolah untuk menunggu jemputan dari rumah, namun belum sempat Senja keluar dari gerbang sekolah tiba tiba tangannya di tarik oleh Gamma, Senja langsung terkejut begitu tangannya ditarik oleh Gamma
"Kamu ini apa apaan sih" gerutu Senja dengan nada kesal, wajahnya langsung cemberut dan itu justru membuat Gamma malah tambah nyengir tanpa merasa bersalah sama sekali
"Ada apa?" tanya Senja masih dengan wajah yang kesal
"Pulang bareng" ajak Gamma yang masih memegang tangannya Senja
"Gag mau" jawab Senja bersikeras
__ADS_1
"Harus mau" ucap Gamma tidak mau kalah, Gamma langsung kembali menarik Senja hingga Senja mau tidak mau harus mengikuti langkah kakinya Gamma
"Gamma lepasin aku, sakit tahu!" seru Senja dengan rasa kesal, karena tangannya ditarik tarik oleh Gamma, dia merasa kali ini Gamma merasa lain dari yang lain, biasanya Gamma tidak pernah bersikap seperti ini kepada Senja, dia selalu bersikap dingin dan cuek bahkan tidak perduli sama sekali, bahkan hampi dia jarang bicara dengan Senja, kali ini Senja melihat bukan seperti Gamma yang sebelumnya
Gamma yang mendengar Senja mengatakan kalau tangannya sakit karena ditarik sedemikian rupa, langsung berhenti dan menatap Senja yang meringis kesakitan, lalu melihat pergelangan tangan Senja yang merah, Gamma langsung merasa bersalah dan menatap Senja dengan pandangan yang sangat menyesal
"Maafkan aku" ujar Gamma dengan nada menyesal, sambil melihat pergelangan tangan Senja yang sedikit merah akibat dipegang kuat kuat oleh Gamma
"Maafkan aku " ucapnya sekali lagi, Senja hanya diam tidak berkata apapun, Senja merasa sangat kesal sekali dengan Gamma, dan entah kenapa Gamma hari ini sangat bertingkah aneh pada dirinya dan Senja tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh Gamma bahkan mengobrol pun jarang bahkan hampir tidak pernah sama sekali, kalaupun mereka bicara hanya bicara seperlunya saja, Gamma lebih sibuk dengan teman temannya dan hobinya
"Apa masih sakit?" tanya Gamma pelan kepada Senja, Senja hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa bicara sepatah katapun sambil menatap Gamma dengan raut muka penyesalan
"Kita pulang yuk sekarang biar aku antar kamu pulang" ujar Gamma masih dengan nada pelan, seperti terhipnotis oleh kata katanya Senja hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu membiarkan tangannya digandeng oleh Gamma, dibawa menuju ke parkiran motor
"Pakai helmnya" ucap Gamma sambil memberikan helmnya kepada Senja, Gamma selalu membawa dua helm buat jaga jaga jika ada temannya yang ingin ikut pulang dengannya, Senja langsung memakai Helm yang diberikan Gamma kepada dirinya, setelah helm terpasang, Senja menaiki motornya Gamma, dimana Gamma sudah siap dengan posisi menyetir
"Kamu sudah siap?" tanya Gamma
"Sudah" jawab Senja dari bangku belakang
"Pegangan yang erat ya" ujar Gamma kepada Senja, Senja hanya menganggukkan kepalanya, Gamma langsung menjalankan motornya dengan kecepatan agak sedikit tinggi
"Gamma pelan pelan, aku takut!" teriak Senja dari belakang dengan wajah yang khawatir
"Makanya aku bilang kamu pegangan yang erat, peluk pinggang aku Senja" ucap Gamma sambil membalas Senja, Gamma dengan sengaja menaikkan lagi kecepatan motornya, Senja semakin ketakutan, dia akhirnya menyerah memutuskan untuk memegang pinggang Gamma kuat kuat bahkan hampir memeluk Gamma menempel kuat kuat dibelakang punggung Gamma
__ADS_1