SENJA YANG MERINDUKANMU

SENJA YANG MERINDUKANMU
Saat itu


__ADS_3

Gamma yang tahu dirinya tengah dipeluk kuat kuat oleh Senja langsung tersenyum senang, dia menambahkan laju kecepatan motornya hingga membuat Senja berteriak teriak untuk memelankan laju motornya itu, dan tubuh Senja langsung menempel di belakang punggung Gamma, Gamma tidak memperdulikan teriakan Senja dia semakin membuat tuli pendengarannya, laju motor kembali dikencangkan hingga Senja pasrah dengan Gamma, suaranya juga sudah serak, percuma saja Senja berteriak teriak kencang namun tidak didengar oleh Gamma sama sekali dan membuat Senja semakin jengkel dengan Gamma


Setelah sampai di depan rumah Senja, Senja langsung turun, tanpa mengucapkan sepatah kata pun Senja memberikan helm yang tadi dia gunakan dan memberikannya langsung kepada Gamma, Gamma melihat wajah Senja yang tampak sangat kesal hanya nyengir memperlihatkan gigi giginya yang putih dan rapi


"Terima kasih" jawab Senja singkat lalu dia langsung berbalik pergi masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan teriakan Gamma yang memanggil nama dirinya, akhirnya Gamma hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menyalakan mesin motornya dan kemudian meninggalkan rumah Senja begitu melihat Senja sudah masuk ke dalam rumah


Gamma tidak langsung pulang ke ruang, dia memutuskan untuk mengunjungi sebuah markas tempat dirinya dan teman temannya sering berkumpul kalau sedang membicarakan sesuatu mengenai hal hal yang serius


Markas mereka juga tidak jauh dari tempat dimana Gamma tinggal, Gamma langsung memarkirkan kendaraannya dan kemudian dia mematikan mesin motornya dan turun dari motornya berjalan menuju ke markas untuk bertemu dengan teman temannya


"Siang" sapa Gamma kepada teman temannya satu geng nya, Gamma berjalan melewati mereka semuanya


"Tumben jam segini baru datang, kemana aja?" tanya Ridwan memandang Gamma yang sedang menaruh tas ranselnya di atas bangku panjang


"Ada urusan penting" jawab Gamma cuek, sambil duduk dan membuka sepatunya lalu dia melepaskan kaos kakinya, kemudian memasukkan ke dalam sepatunya itu


"Weits tumben seorang Gamma mempunyai urusan penting yang tidak kita tahu" celetuk Iwan, namun Gamma tidak menanggapi celetukan Iwan


Gamma adalah ketua geng, dia dipilih berdasarkan suara terbanyak, teman teman Gamma adalah teman teman Gamma satu sekolah, mereka sering berkumpul di markas itu entah untuk saling bertukar pikiran dan sebagainya, Gamma dan teman temannya membentuk satu kelompok adalah dengan tujuan saling membantu dan mendorong jika ada teman temannya kesulitan atau dalam keadaan terjepit, dan disanalah mereka selalu ada, membahas tentang seputaran issue yang terjadi di sekolah mereka, mereka tidak pernah mau terlibat aksi aksi kenakalan remaja, hanya saja terkadang mereka sering disalahartikan oleh kelompok kelompok yang ingin mencari ribut dengan kelompoknya Gamma, namun Gamma sendiri sudah mewanti wanti teman temannya untuk tidak terpancing dengan kelompok kelompok yang ingin mengajak ribut dengan mereka, cukup fokus dengan tujuan mereka saja


Gamma mengeluarkan handphonenya dan mulai sibuk berselancar di gawainya, hingga tiba tiba Ridwan mendatangi Gamma namun Gamma tidak menyadari jika sedari tadi Ridwan menatap dirinya


"Gamma kamu lagi ngapain sih?" tanya Ridwan penasaran

__ADS_1


"Lagi sibuk, jangan ganggu dulu" jawab Gamma acuh tak acuh


"Siapa lagi yang jadi korban kali ini Gam?" tanya Ridwan yang benar benar mengerti tabiat temannya yang satu ini kalau dia sedang mencari tahu informasi mengenai wanita yang akan dijadikan korbannya, di sekolah Gamma sudah terkenal dengan playboy nya, namun meski begitu para wanita masih banyak yang ingin mendapatkan perhatian dari seorang Gamma, bahkan mereka rela melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan perhatian dari seorang Gamma


"Wanita mana kali ini yang akan menjadi korban Lo?" tanya Ridwan lagi dengan wajah yang penasaran


"Kepo dasar, udah mending duduk diam aja sana aku lagi sibuk" ucap Gamma yang matanya masih berselancar bermain di handphonenya, namun tampak semburat kekecewaan terbit di wajahnya, kini dia menatap wajah teman temannya satu demi satu


"Ada apa menatap kita seperti itu?" tanya Iwan menatap Gamma dengan tatapan keheranan


"Aku mau tanya ke kalian, ada yang kenal dengan yang namanya Senja?" tanya Gamma pada akhirnya menatap kedua sahabatnya


"Senja?" tanya Ridwan dengan wajah yang bingung, Ridwan sendiri bingung , karena dia merasa belum mengenal Senja


"Masa kalian ga tau yang namanya Senja, dia itu teman sekelasnya aku loh" ucap Gamma agak sedikit kesal dengan kebodohan teman temannya yang tidak mengena Senja sama sekali


"Ya ampun Gamma, kita kan ga sekelas mana kita kenal lagian nih yah kalau kamu sekelas dengan Senja itu kenapa, memangnya kita disuruh ngapain ke Senja?" tanya Ridwan balik, wajahnya agak kesal dengan Gamma


"Aku pengen mencari informasi lebih mengenai Senja, dan siapa tahu kalian punya informasi sesuatu mengenai Senja, ga tahunya malah kalian tidak kenal sama sekali dengan gadis yang bernama Senja" ucap Gamma


"Oke sekarang gini aja, memangnya kenapa dengan Senja?" tanya Iwan dengan nada penasaran menatap Gamma penuh tanya


"Aku pengen tahu no telpon Senja itu saja" jawab Gamma menatap layar handphonenya

__ADS_1


Irwan dan Ridwan langsung menepuk jidatnya


"Kenapa ga ditanyakan langsung sih ke anaknya?" tanya Ridwan heran


"Itu dia masalahnya aku lupa" jawab Gamma dengan nada enteng, membuat kedua temannya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Gamma yang sedikit absurd itu


"Jujur ya Gamma, yang tahu Senja itu kamu, karena kamu teman sekelasnya tapi kenapa justru kamu bertanya sama kita" sungut Ridwan kesal dengan Gamma


"Tunggu jangan bilang kamu lagi incar Senja untuk menjadi korban kamu selanjutnya ya?" tebak Iwan kepada Gamma, Gamma hanya diam tidak menyahut apa apa, mungkin tebakan Iwan ada benarnya tapi ada salahnya, tapi Gamma merasa Senja adalah seorang gadis yang berbeda dengan yang lainnya


Gamma langsung berdiri dan mengambil tas ranselnya, dia melangkah menuju ke luar ruangan markas, melewati kedua sahabatnya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan heran


"Mau kemana?" tanya Ridwan menatap Gamma yang sedang melewati mereka berduaan


"Pulang, mau tidur " ucap Gamma cuek, Gamma langsung pergi ke arah parkiran motor dan menyalakan motornya kembali lalu dia meninggalkan kedua sahabatnya itu di markasnya, Irwan dan Ridwan hanya saling menatap kepergian Gamma yang tampak sangat berbeda kali ini, tidak seperti biasanya Gamma bersikap seperti itu kepada mereka berdua


"Kenapa tuh anak?" tanya Ridwan menatap Iwan dengan pandangan heran, Irwan hanya mengangkat bahunya saja tidak mengerti mengenai sikap Gamma hari ini


Sementara itu Senja sedang berada di dalam kamarnya tiba tiba mendapatkan pesan dari handphonenya, penasaran dengan apa isi dari dalam handphone lnya, dia langsung membuka gawainya dan berapa terkejutnya dia mendapatkan pesan dari orang yang tidak dia kenal


"Sore, aku ingin ke rumah kamu nanti malam"


Senja Langsung menatap nomor handphone yang mengirimkan pesan untuknya, Senja terkejut membacanya namun dia tidak menyangka si pengirim pesan misterius itu i gin datang ke rumahnya nanti sore

__ADS_1


__ADS_2