
Senja menatap Seruni dengan tatapan tajam, dia tidak suka Seruni mengatakan seperti itu tapi memang benar, orang yang pergi tanpa alasan yang jelas untuk apa dipertahankan, bukankah lebih baik mencari yang baru
Namun sayangnya Senja masih tidak bisa menerima itu semuanya
"Kamu pikir mudah mencari yang baru, setelah sekian lama kita menjalin hubungan, tiga tahun Seruni tiga tahun, dan itu adalah waktu yang lama untuk bisa aku lupakan" lirih Senja dengan wajah yang muram
"Tapi dia pergi tanpa ada alasan yang jelas, dan apa kamu ingin mempertahankan hubungan yang tidak jelas, lalu menunggu dia kembali, sampai kapan Senja sampai kapan?" kata Seruni sambil bertanya balik kepada Senja, menatap Senja dengan tatapan tajam
Seruni berusaha untuk Senja bisa membuka pikirannya, dia tidak ingin melihat sahabat karibnya itu berlarut larut dalam kesedihan, apalagi pria itu menghilang tanpa jejak
"Aku masih berharap dia kembali dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, aku ingin dia datang untuk aku lagi" ucap Senja dengan nada lirih
Seruni memegang bahu Senja dengan kedua tangannya, menatap Senja dengan tatapan tajamnya
"Jangan bilang kalau kamu sudah diambil kehormatan kamu, hingga kamu harus bersedih seperti ini" ucap Seruni masih memegang bahu Senja
"Apa maksudnya kamu?" tanya Senja yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan Seruni
Seruni menghela nafas panjang panjang, lalu melepaskan kedua tangannya di bahu Senja
"Apa maksud kamu Seruni?" tanya Senja lagi balik menatap tajam Seruni
meminta penjelasannya
"Maksud aku apa kamu sudah melakukan hubungan yang terlarang seperti hubungan suami isteri?" tanya Seruni hati hati, takut pertanyaan itu menyinggung perasaan Senja yang sedang galau
"Tidak mungkin lah aku melakukan hubungan itu Seruni, gila aja kalau iya, tidak Seruni akal aku masih sehat, aku masih takut dengan dosa"
Seruni bernafas lega mendengar itu semuanya, itu artinya Senja masih belum tersentuh sama sekali
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, lalu kenapa kamu harus bersedih hati, dengar kamu itu cantik, pintar, dan hidupmu sempurna masak hanya karena seorang pria yang tiba tiba meninggalkan kamu begitu saja,kamu harus menangis berminggu-minggu" ucap Seruni yang sedang berusaha menyadarkan Senja sahabatnya itu
"Gamma itu beda, Gamma bukan lelaki sembarangan, kamu tahu disaat yang lain hanya ingin memanfaatkan aku, dia datang mengulurkan tangannya buat aku, aku selalu terpesona dengan ambisi ambisinya, dengan cita citanya, dengan impian impiannya, dengan visi misinya, aku selalu kagum dengan cara dia berpikir, aku selalu merasa aku sempurna jika ada disebelahnya dia" ucap Senja yang masih melakukan pembelaan terhadap Gamma
"Gamma itu berbeda dengan pria yang lainnya Seruni, disaat yang lain sibuk dengan bersenang senang dengan uang orang tuanya, dia berbeda, dia selalu berkata kepada aku kalau hidup adalah sebuah kerja keras, raihlah mimpi mu, gapai itu semua dengan kerja pintar dan satu lagi dia selalu bilang padaku jangan takut untuk bermimpi, karena mimpi itulah yang bisa membuat kamu termotivasi dan dengan mimpi kamu bisa tahu apa artinya hidup"
Seruni yang mendengarkan itu langsung mencibir
"Dan pada akhirnya dia pergi meninggalkan kamu, entah untuk apa, mungkin untuk mengejar mimpi mimpinya dia tanpa dia tahu jika ada satu hati yang terluka"
"Kalau begitu buktikan pada yang lain kalau kamu bisa, kalau kamu mampu dan kuat tidak lemah karena cinta, buktikan kalau dia yang rugi meninggalkan kamu seperti ini, dan jika dia datang tunjukkan pada dirinya kalau kamu bisa tanpa dia bukannya rapuh dalam kondisi seperti ini" kata Seruni dengan nada yang tajam
Senja menatap Seruni, dia merasa apa yang dikatakan oleh Seruni itu benar adanya, tapi dia hanya bisa diam tidak berkata apa apa, Seruni duduk di sebelahnya Senja sembari menggenggam tangannya Senja
"Senja percayalah padaku, suatu hari nanti kalau dia adalah jodohmu, pasti dia akan datang padamu dan akan kembali kepadamu juga, tapi kalau dia bukanlah jodoh mu dia tetap akan pergi darimu meski kamu sudah mengikatnya kuat kuat"
"Kamu benar Seruni, aku memang sudah harus melupakannya meski berat tapi aku harus mencobanya"
Senja mencoba tersenyum mendengar kata kata Seruni yang menyemangati dirinya
"Kamu memang sahabat aku yang paling baik" ujar Senja sembari memeluk Seruni dengan erat
"Terima kasih banyak Seruni, kamu memang selalu ada disaat aku benar benar butuh" ucap Senja didalam pelukan Seruni
"Karena itulah gunanya teman" jawab Seruni sambil tersenyum ke arah Senja
Hari sudah mulai gelap, Senja dan Seruni masih mengobrol sekaligus bercanda di dalam kamar, hingga pintu diketuk dari luar, Senja menyuruhnya untuk masuk, mbok Darmi yang muncul
"Iya mbok ada apa?" tanya Seruni kepada mbok Darmi yang berdiri di depan kamar Seruni
__ADS_1
"Maaf menganggu nak Senja dan nak Seruni dipanggil mamah sama papah untuk makan malam"
"Iya mbok kami akan segera turun"
Mbok Darmi segera berlalu dari depan kamarnya Senja kembali turun ke bawah untuk melayani kedua orang tua Seruni, dan tidak lama kemudian mereka pun turun dari kamar menuju ke ruang makan
"Malam mah, malam pah" sapa Senja sambil mencium pipi kiri dan kanan kedua orangtuanya
"Malam Senja, bagaimana keadaan kamu apa hari ini baik baik saja?" tanya Nyonya Adiyatna kepada Senja
"Baik mah, Senja akan berusaha baik baik saja, Senja janji tidak akan membuat mama sama papah khawatir lagi" kata Senja sambil tersenyum kearah kedua orangtuanya
"Syukurlah kalau begitu, itu baru namanya anak papa" ucap Tuan Adiyatna kepada Senja
Senja yang mendengar pujian dari papahnya langsung tersenyum, dia kemudian menarik bangku untuk dia duduki, sementara itu Seruni masih berdiri di samping Senja, Senja yang melihat Seruni masih berdiri disuruhnya Seruni untuk duduk di sebelahnya, namun sebelumnya Seruni menyapa kedua orangtuanya Senja terlebih dahulu
Mereka berempat makan dengan lahap, dan tidak ada yang berbicara pada saat mereka makan, mereka menikmati makanan yang dimasak oleh mbok Darmi
"Seruni kamu menginap disini kan ya?" tanya Senja ketika mereka sudah selesai makan
"Iyalah, lagian juga sudah malam" jawab Seruni
"Kamu sudah ijin belum sama mamah papah kamu, takut mereka khawatir kalau kamu belum ijin?" tanya Nyonya Adiyatna kepada Seruni
"Sudah Tante, tadi sebelum Seruni datang kemari Seruni sudah bilang kalau akan menginap dirumah Senja Tante" jawab Seruni jujur
"Kalian besok ada kuliah?" tanya Tuan Adiyatna sambil menatap mereka berdua secara silih berganti
"Kalau aku sih ada, tapi ga tau Seruni kamu besok beda kelas pah, memangnya ada apa pah?" tanya Senja ingin tahu
__ADS_1
"Tidak, papa hanya ingin tahu saja" jawab Tuan Adiyatna kepada Senja
"Oh begitu, ya sudah pah, mah, Senja dan Seruni naik ke atas dulu ya" kata Senja sambil pamit untuk naik ke kamar atas, dan orang tuanya Senja menganggukkan kepalanya, mengijinkan anak dan sahabatnya untuk naik ke atas, sementara mbok Darmi sibuk membereskan piring piring kotor yang dibantu oleh Nyonya Adiyatna