
Senja menatap wajah Gamma tanpa ekspresi, dia tidak yakin dengan pendengarannya sendiri, apakah Senja saat ini sedang bermimpi atau tidak
"Kenapa kamu menatap wajah aku seperti itu?" tanya Gamma memandang Senja dengan intens, Senja masih terdiam dia masih belum bisa menjawab pertanyaan dari Gamma karena saat ini dia sedang mencerna apa yang dikatakan oleh Gamma barusan
"Senja kamu dengar aku tidak sih?" tanya Gamma kesal, melihat Senja diam saja
"Senja ! " panggil Gamma dengan nada berseru seolah dia tidak sabar dengan Senja, Senja langsung berdeham dan dia langsung berkata dengan suara lirih kepada Gamma
"Kamu tahu Gamma, aku benar benar tidak mengerti kenapa kamu tiba tiba mengatakan hal seperti itu kepada aku, seolah olah kamu sedang mengatakan perasaan kamu kepada aku"
"Loh memang aku sedang menyatakan perasaan aku kepada kamu Senja, aku cuman pengen kamu cukup melihat aku dan tidak boleh ada orang lain yang kamu perhatikan, kamu paham kan?"
"Tapi kenapa, apa kamu sedang mengadakan taruhan dengan teman teman kamu itu?" tanya Senja menatap Gamma dengan tatapan yang penuh dengan curiga
Gamma terdiam mendengar tuduhan dari Senja yang tiba tiba, lalu Senja dengan nada marah dia berkata
"Jangan pernah mempermainkan perasaan seseorang Gamma, perasaan seseorang tidak bisa dipermainkan, cari saja wanita lain yang bisa kamu permainkan aku tidak mau"
Senja langsung beranjak dari tempat duduknya, bermaksud meninggalkan Gamma seorang diri namun baru saja Senja melangkahkan kakinya tiba tiba pergelangan tangan Senja langsung dipegang erat erat oleh Gamma, Senja langsung terpekik kaget begitu lengannya dipegang oleh Gamma
"Mau apa kamu?" tanya Senja dengan nada geram
"Mau kemana kamu?" tanya Gamma balik sambil menatap Senja dengan tatapan tajamnya, masih memegang pergelangan tangan Senja dengan erat
"Lepaskan sakit tahu!" seru Senja tidak menjawab pertanyaan dari Gamma, memandang Gamma dengan wajah yang sangat kesal
__ADS_1
"Tidak akan aku lepaskan kecuali kamu memberi tahu mau kemana kamu" ujar Gamma tidak mau mengalah
"Pulang" jawab Senja dengan singkat, sambil memandang ke arah lain, dia tidak mau melihat wajah Gamma karena hatinya sedang sangat jengkel
terhadap pria yang ada di depannya
"Biar aku antar" ucap Gamma pada akhirnya
"Aku ga mau" balas Senja keras kepala
Gamma memandang wajah Senja dengan tatapan tajamnya, dia tidak menerima penolakan apalagi dari Senja
"Jangan keras kepala Senja, saya tidak menerima penolakan dari kamu apapun itu" ucap Gamma dengan nada agak sedikit mengancam
Senja langsung terdiam mendengar ucapan Gamma yang terdengar sedikit mengancam ada rasa sedikit ketakutan di hati Senja namun dia berusaha untuk menepis itu sedikit perasaan takut itu
Gamma memakaikan helmnya ke kepala Senja, dan Senja masih diam menurut apa yang dilakukan oleh Gamma, baginya menolak Gamma juga tidak mungkin karena pasti akan menimbulkan perdebatan dan pertentangan, Senja hanya ingin menghindari hal itu, dia berpikir sebaiknya dia mengalah saja dan membiarkan Gamma melakukan apa yang dia mau selama itu tidak bertentangan
"Naiklah" ucap Gamma menyuruh Senja untuk naik ke atas motor, Senja melihat Gamma yang sudah ada di atas sepeda motornya dan sudah menyalakan mesin motornya dan kini tengah menunggu Senja yang masih berdiri di depan motornya Gamma
Senja sambil menghela nafas panjang langsung menaiki sepeda motornya Gamma dan berpegang erat di pinggang Gamma, Gamma langsung tersenyum senang begitu tahu Senja memegang perut Gamma, Gamma langsung menjalankan motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan taman kota itu yang sudah hampir sepi ditinggalkan oleh para pengunjung taman, untuk mereka segera pulang ke rumahnya masing masing
Selama di perjalanan Senja diam saja, sambil menikmati suasana jalan yang menjelang malam, hingga Gamma berhenti tepat di sebuah tempat makan kaki lima yang berderet di pinggir jalan, Gamma mematikan mesin motornya dan menyuruh Senja untuk turun dari motornya
Dengan patuh Senja turun dari motornya Gamma, menatap deretan kaki lima yang sedang menjajakan makanan, ada banyak makanan yang mereka jajakan disana dan membuat perut Senja tiba tiba menjadi sangat lapar
__ADS_1
Gamma kembali menggandeng lengan Senja, mereka memilih milih makanan hingga Senja memutuskan untuk memesan mie ayam dan Gamma memesan satu porsi ayam bakar, setelah mereka memesan makanan mereka berdua kemudian mencari tempat duduk yang dirasa nyaman oleh mereka
Kebetulan para pengunjung belum terlalu ramai saat mereka memilih tempat duduk, Gamma dan Senja bisa dengan leluasa memilih tempat duduk yang berada di pinggir dekat dengan kipas
"Kamu sering kesini?" tanya Senja sambil menatap ke sekeliling nya dengan antusias
"Ga terlalu sering, hanya suka kesini kalau bersama dengan teman teman" jawab Gamma sambil memainkan kunci motornya, Senja menanggapinya dengan menganggukan kepalanya
"Makanan disini enak enak, biasanya para pengunjung datangnya di malam hari, dan waktu ramai mereka biasanya diatas jam delapan malam" ucap Gamma memberitahu, kembali Senja hanya menanggapi dengan menganggukan kepalanya
Tidak berapa lama kemudian makanan dan minuman yang mereka pesan datang, dan mereka berdua makan dalam diam tanpa ada percakapan satu dengan yang lain, menikmati makanan yang sudah disediakan oleh para penjualnya
Setelah mereka berdua merasa kenyang, Gamma langsung membayar makanan mereka berdua yang semula Senja yang ingin membayar sendiri makanannya yang langsung ditolak mentah mentah oleh Gamma, hampir terjadi perdebatan disitu namun kembali lagi Senja yang mengalah dan Gamma lah yang akhirnya membayar makanannya itu
Mereka berdua kembali menaiki sepeda motor, langit sudah mulai gelap disaat Gamma mengantarkan Senja pulang ke rumahnya, sampai Gamma berada di depan rumah Senja, Gamma langsung mematikan motornya dan Senja langsung segera turun dari motornya Gamma, kembali lagi Gamma membantu membuka helmnya Senja
"Besok kamu aku jemput, tunggu saja jangan pergi kemana mana" ucap Gamma kepada Senja
"Tergantung lihat besok, jika kamu datang kesiangan aku terpaksa pergi ke sekolah" ucap Senja dengan nada tegas menatap Gamma tanpa ada rasa takut
"Kalau aku bilang tunggu ya tunggu Senja" ucap Gamma bersikeras
"Aku akan menunggu tapi aku juga ga mau terlambat ke sekolah karena menunggu kamu" balas Senja tidak mau kalah, menatap Gamma dengan tatapan sebalnya, Senja merasa Gamma egois
"Aku janji tidak akan terlambat dan tidak ada penolakan lagi Senja" ucap Gamma dengan nada tegas kepada Senja, dia tidak mau mendengar Senja menolaknya dengan alasan apapun itu, Senja akhirnya hanya bisa diam seribu bahasa
__ADS_1
"Aku pulang dulu, sampai ketemu besok Senja" ucap Gamma pamit pulang setelah mendapatkan anggukan kepala dari Senja, Gamma kembali menyalakan motornya dan Gamma meninggalkan Senja yang masih berdiri di depan pintu rumahnya dan kemudian masuk ke dalam begitu sosok Gamma sudah menghilang dari pelupuk matanya