
Senja yang bingung mendapatkan pesan misterius dari nomor yang tidak dikenalnya , langsung bertanya tanya kepada dirinya sendiri mengenai siapa yang mengirimkan pesan untuknya dan tahu nomor handphonenya, padahal Senja bukan tipe orang yang suka mengumbar umbar no handphone kepada orang yang tidak dia kenal
Senja akhirnya membiarkan pesan misterius itu masuk, dan tidak memperdulikan pikirnya mungkin hanya orang iseng saja yang ingin menganggu dirinya, Senja masih merebahkan badannya diatas tempat tidur, tiba tiba dia teringat kejadian tadi siang yang dimana Gamma meminta dirinya untuk diantar sampai di rumah, entah ada apa dengan anak itu karena tidak biasanya dia berbuat seperti itu, apalagi selama ini mereka berdua sama seperti orang asing satu dengan yang lain meski mereka sekelas, meski mereka berdua adalah team sekaligus rival untuk perlombaan olimpiade dan untuk menentukan juara kelas
Mereka berdua juga tidak pernah saling bertegur sapa, Senja yang tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain atau tidak mau kepo dan Gamma yang sangat cuek, mereka seperti dua magnet yang ujungnya berbeda, akhirnya Senja lelah dengan pikirannya sendiri hingga matanya terasa berat dan dia pun langsung jatuh tertidur
Senja merasa tubuhnya digoyang goyang oleh seseorang, namun matanya yang masih terasa berat hanya bisa berguling ke arah kanan untuk menghindari gangguan tidurnya
"Non bangun non" panggil mbok Darmi masih sambil menggoyang goyangkan tubuhnya, Senja yang masih mengantuk langsung bangun sambil menggosokkan kedua matanya
"Ada apa si mbok?" tanya Senja yang kesal karena dibangunkan oleh mbok Darmi
"Maafin mbok non, itu di bawah ada temen non yang lagi nungguin non dari tadi" ucap mbok Darmi yang merasa bersalah karena telah menganggu tidur anak majikannya, Senja yang mendengar itu langsung membuka matanya lebar lebar
"Siapa sih mbok, kalau Seruni suruh aja dia naik ke atas" ucap Senja sambil berbalik untuk merebahkan kembali tubuhnya, karena dirinya masih sangat mengantuk sekali
"Bukan Seruni non, kalau Seruni mah mbok tahu, ini bukan Seruni ini cowok non ganteng pulak" kata Mbok Darmi sambil menggoda anak majikannya ini, Senja langsung mengernyitkan alisnya, menatap mbok Darmi dengan pandangan bingung, karena selama ini Senja merasa tidak pernah menerima tamu seorang pria, apalagi datang bertamu sore sore begini
"Siapa sih mbok, mbok ga nanya namanya siapa?" kata Senja sambil bertanya balik, Mbok Darmi langsung menggelengkan kepalanya, akhirnya Senja turun dari tempat tidurnya, dan dengan langkah penasaran dia langsung keluar kamar tidak perduli dengan wajahnya yang baru habis bangun tidur, dengan menggunakan sendal kelincinya dia langsung menuruni tangga menemui tamunya yang membuat tidur siangnya terganggu
__ADS_1
Berapa terkejutnya Senja begitu tahu siapa yang datang bertamu di sore hari, melihat Gamma yang sudah duduk manis di ruang tamu dengan menggunakan celana jeans dan kaos kasual tampak sedang menunggu Senja
"Kamu ngapain kesini?" tanya Senja judes kepada Gamma
"Ngajakin kamu jalan lah, lagian lama banget munculnya" ucap Gamma santai tidak terpancing dengan wajah judesnya Senja
Gamma menatap Senja dengan muka yang baru habis bangun tidur, terlihat Senja hanya menggunakan kaos yang kebesaran di tubuhnya yang kecil dan dengan celana hotpants membuat gadis itu seperti tenggelam, Senja menatap wajah Gamma dengan pandanga tidak bersahabat
"Ayo buruan, aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat, atau kamu pakai baju ini saja ya" kata Gamma sambil mencoba menarik tangan Senja, namun Senja buru buru melepaskan tarikan tangannya Gamma
"Ada apa lagi sih?" tanya Gamma agak sedikit jengkel dengan Senja, Senja langsung melipat tangannya ke dadanya
"Kau tadi siang kan udah bilang ke kamu kalau sore ini aku akan ajakin kamu jalan, memangnya kamu ga baca pesan aku?" tanya Gamma kepada Senja yang terlihat masih keras kepala, Senja yang langsung menyadari hal itu langsung terkejut dan membelalakkan matanya
"Oh jadi itu nomor kamu yang tadi siang mengirimi pesan ke aku itu?" tanya Senja kepada Gamma yang dibalas anggukan kepalanya Gamma
"Darimana kamu tahu nomor handphonenya aku?" tanya Senja yang masih penasaran dengan Gamma, mengingat Senja tidak pernah menyebarkan nomor handphone pribadinya itu dan hanya orang orang tertentu saja yang tahu nomor handphonenya itu
"Masalah itu kamu ga perlu tahu aku dapat darimana, lagian kamu juga bukan artis terkenal sejagad raya kan" jawab Gamma dengan nada cuek
__ADS_1
"Kamu.." kata Senja tidak menyelesaikan ucapannya, karena Gamma sudah memotong terlebih dahulu ucapan Senja dengan mengancam Senja untuk ikut dengan dirinya
"Kamu mau ikut atau aku gendong langsung saja ya" kata Gamma sambil mengancam akan menggendong Senja jika tidak mau ikut dengan dirinya, mengingat dirinya masih menggunakan hotpant dan kaos gombrong, Senja akhirnya berlari berganti pakaian kembali menuju ke kamarnya, tidak berapa lama kemudian dia kembali turun menemui Gamma yang sedang menunggu dirinya dibawah
Gamma yang melihat Senja sudah berganti pakaian, tampak tersenyum puas, dia menatap Senja dengan pandangan yang tidak berkedip, dalam hati Gamma dia memuji Senja kalau sejatinya Senja adalah gadis yang cantik meskipun tanpa polesan makeup, apalagi rambutnya yang dia kuncir seperti seorang anak kecil yang lucu, Senja yang saat itu hanya menggunakan celana jeans setengah lutut dan kaos casual menatap Gamma dengan pandangan jengah, karena Gamma menatap dirinya sedemikian rupa
"Kenapa menatap aku seperti itu?" tanya Senja tidak suka Gamma menatap dirinya seperti itu, namun Gamma tidak menjawab pertanyaan dari Senja, dia langsung menggandeng tangan Senja membawa keluar dari rumah Senja
"Tunggu dulu, aku belum ijin sama mbok Darmi" kata Senja yang kembali lagi ke dalam, meninggalkan Gamma seorang diri di teras rumah depan, Senja masuk ke dalam untuk berpamitan dengan mbok Darmi agar mbok Darmi tidak mengkhawatirkan dirinya
Gamma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku seorang Senja yang seperti kekanakan itu, lalu tidak berapa lama kemudian Senja keluar dari rumahnya menemui Gamma yang sedang menunggu di depan teras rumahnya
"Sudah kamu berpamitan?" tanya Gamma menatap Senja yang dijawab dengan anggukan kepala Senja, matanya yang bulat besar menatap Gamma dengan pandangan polosnya, membuat Gamma merasa sangat gemas dengan sosok seorang Senja
"Memangnya kita mau kemana sih?" tanya Senja penasaran mengikuti Gamma dari belakang, Gamma yang berjalan menuju ke motornya langsung berhenti seketika hingga membuat kepala Senja terbentur di punggung Gamma
"Sakit tahu" protes Senja kepada Gamma yang tiba tiba berhenti di depannya
"Siapa suruh kamu tidak berjalan dengan berhati hati" ucap Gamma cuek, lalu dia kembali berjalan menuju ke motornya, dibelakangnya Senja tampak kesal karena tidak diberi tahukan kemana Gamma akan membawanya pergi
__ADS_1