Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 1 - Kesempatan


__ADS_3

Pagi yang cerah menyinari dunia ini seperti biasa, keadaan perkotaan yang penuh dengan manusia, motor, mobil dan juga pertokoan seperti biasa, dan juga aku berada dirumah untuk nolep seperti biasa, tetapi itu sedikit berbeda sekarang karena aku berada diluar rumah, itu dikarenakan sesuatu alasan.


Sebelum dilanjutkan, saya akan meperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Yuuya Zetsu orang jepang yang tinggal diindonesia atau bisa dibilang setengah atau half, saya adalah seorang otaku nolep yang menghabiskan waktunya hanya dikamar untuk bermain game dan juga menonton anime.


Seharusnya aku itu berada didalam kamar dan bermain game atau menonton anime, tapi sekarang aku berada diluar, dikarenakan aku sangat kesal akan sesuatu, dan juga karena aku sangat kesal sampai sampai aku membanting barang barang yang dikamarku, itu membuat paman dan bibiku marah dan menyuruhku keluar rumah untuk menenangkan diri.


-------


Satu jam yang lalu ketika aku berada dirumah.


"Ini adalah akhirnya kah..."


Aku memandangi Handphone yang aku pegang ditempat tidur dengan tatapan serius dan penuh dengan rasa penasaran.


"Aku penasaran dengan akhir dari game ini..."


"Game pertempuran main story Senkai Impact"


Yang membikin aku penasaran adalah game yang aku mainkan yang berjudul Senkai Impact, game yang selama beberapa tahun ini menjadi game terlaris teratas dikarenakan, grafik 3 D nya yang super bagus dan kelihatan realistis, story yang menarik, dan juga pertempurannya yang sangat epic.


Aku audah bermain game ini selama 4 tahun, dan selalu mendukung game ini untuk selalu terus maju, untuk melihat main storynya yang sangat menarik. Aku bermain game ini bukan hanya untuk pertempuran ataupun grafiknya, aku main game ini dikarenakan oleh main storynya yang sangat sedih dan juga membikin aku terharu terhadap cerita gamenya.


"Baiklah ayo kita mulai"


Akupun memulai bermain game Senkai Impact dan juga akan menuntaskan akhir ceritanya yang bikin aku sangat penasaran, aku berharap akhir ceritanya seperti yang aku inginkan, karena dalam beberapa cerita dalam main storynya ada yang tidak seperti yang aku harapkan.


30 menit kemudian, aku telah menyelesaikan akhir cerita dari game yang aku mainkan.


"...."


Aku memandangi Handphone ku diatas tempat tidur, dan tidak bergerak sama sekali, ini sudah akhir cerita tapi aku tidak merasa senang ataupun gembira, cerita gane yang aku mainkan ini berakhir sangat buruk ini tidak seperti yang aku inginkan.


Aku melihat end dalam game yang aku mainkan, itu membuatku merasa perasaan yang sangat menyakitkan, akupun menangis melihat akhir cerita dalam game tersebut.


Mc atau protagonis dalam game tersebut adalag seorang gadia dengan masa lalu yang kelam dan menyakitkan, dalam kesengsaraannya itu dia bertemu dengan seorang gadis juga yang memiliki nasip yang sama seperti dia, mereka bertemu dan akhirnya berteman, beberapa tahun kemudian teman merekapun bertambah satu-persatu, akhirnya sang protagonis mendapatkan kehangatan seperti halnya keluarga memiliki teman yang dapat dipercaya dan menemai dia dalam keadaan susah.


Tapi kebahagiaan itu hanyalah sementara, satu- persatu dari teman sang protagonis mulai diburu dan juga menjadi experimen dalan beberapa percobaan, itu semua dikarenakan mereka adalah Senkai.


Senkai adalah sebuah manusia yang memiliki kekuatan digen mereka, kekuatan itu berupa energi baru yang terdapat ditubuh manusia tertentu yang disebut E-3, akan tetapi tidak dari mereka semua bisa mengendalikan kekuatan mereka sehingga ada yang lepas kendali dan juga mulai menyerang dan menghancurkan sekitar mereka, semua senkai adalah perempuan tidak ada yang laki-laki, dikarenakan gen dan juga struktur tubuh yang berbeda.


Dengan menggunakan kekuatan mereka, para gadis yang itu bertarung untuk mendapatkan kebebasan mereka, begitu juga sang protagonis didalam game ini. Banyak dari para gadis itu mati dalam pertempuran, dan juga untuk menyelamatkan teman mereka.


Ketika cerita sudah berakhir disitulah awal dari kebebasan begitu juga akhir dari kebahagiaan sang protagonis, semua temannya meninggal dikarenakan pertempuran dan juga demi menyelamatkannya.


Waluapun musuh telah habis, tapi apa gunanya dia hidup tanpa ada nya teman dan juga keluarganya, dan begitulah sang protagonis dalam game mendapatkan kesedihan yang mendalam dan hidup sendiri didunia ini dengan penuh penyesalan, begitulah akhir cerita didalam game Senkai Impact.


"Cih.."


"pukkk" SFX : memukul dinding


Akupun dengan airmata yang mengalir berdiri dengan kesal dan memukul dinding dengan kuat sampai tanganku merah.


"Kenapa ceritanya berakhir bergini"


Aku masih dalam posisi tanganku yang memukul dinding, dan wajahku yang kacau karena kesal dan juga penuh dengan airmata.


"Para gadis, itu sudah berkorban demi mendapatkan kebebasan tapi apa yang mereka dapat hanyalah kematian, dan juga protagonis dari game itu juga waluapun dia sendiri yang selamat tapi tetap saja itu seperti awal dia kehilangan semuanya"


"Kenapa pengembang gamenya mmembuat cerita seperti ini, terlabih lagi..."


"Pakkk!!!" SFX : Memukul dengan keras


Dengan kekesalan ku aku memukul kembali dengan keras kedinding kamarku sampai-sampai jariku mengeluarkan darah.


"Kenapa para penggemar game ini biasa saja, dengan akhir yang seperti itu, terlebih lagi..."


Aku mulai mengghadap handphone ku dengan tetapan yang sangat kesal dan marah.


"Mereka hanya bilang ini adalah game saja dan juga ada yang peduli tapi diam saja"


"Cih, aaaaaa"


Akupun mengamuk dikamarku dan membanting meja, kursi, dan barang-barang yang dikamar sampai berantakan.

__ADS_1


"Apakah mereka tidak tahu perasaan para gadis itu"


"Jika saja aku bisa mengubahnya..."


Dengan kamarku yang berantakan aku berdiri dengan kemarahan dan juga tangisan diwajahku, Seketika itu juga ada orang yang datang kekamarku.


"tarrrr" SFX : suara pintu terbuka keras


"Yuuya ada apa kenapa kamu sampai membanting barang barang yang dikamarmu"


"Ada apa Yuuya, apakah terjadi sesuatu"


Yang datang adalah paman dan juga bibiku, pamanku dengan marah membuka pintu dengan kencang dan bibiku dengan cemas bertanya padaku.


"Tidak ada apa apa"


Akupun membalas perkataan mereka dengan malingkan wajahku, dengan sikapku yang seperti itu pamanku mulai emosi.


"Kau keluar sekarang dan tengangkan dirimu"


Pamanku memarahiku dan menyuruh aku keluar kerumah untuk menenangkan diriku.


Tanpa kata kata akupun melewati mereka, melihat aku seperti itu bibiku menjadi sangat kwatir.


"Dasar anak itu..."


"Apakah dia seperti itu karena mengingat tentang orangtuanya dan kejadian itu"


"Hah, anak itu harus pulih dari masa lalunya"


Pamanku menghelakan nafas karena sikapku dan mereka dua memandangi aku pergi keluar dari rumah.


---------


Itulah yang terjadi sejam yang lalu kenapa aku bisa diluar rumah.


Aku berjalan dan terus berjalan dengan kesalnya sambil dikit merenung.


"Kenapa mereka seperti itu, tidak adakah kepedulian"


"Jika saja itu nyata aku ingin sekali menolong mereka, aku harap bisa dapat kesempatan itu"


Akupun memandang langit dengan wajah sedih dan berharap itu semua nyata bukan game, dan berharap bisa menolong mereka saat itu juga.


Seketika itu juga saat aku masih menatap langit dengan sedihnya sambil berdiri, aku merasakan sesuatu dan tiba tiba saat aku masih menatap langit, ada seseorang yang lewat disampingku dan itu membuatku merasakan perasaan nostalogia.


"Eh!?"


Akupun mengalihkan pandangan ke orang itu dan tanpa aku sadari aku berdiri ditengah jalan dan disaat itu juga aku...


"Tut, tut, tuttt" SFX : Suara klakson truk


"Bruak"


Akupun ketertabrak truk ditengan jalan saat lampu hijau, dan mati karena terlindas truk.


"Gelap-gelap, menyakitkan, dan terasa leyap ini kah yang disebut dengan kematian"


Aku merasa seperti terbawa dalam arus yang gelap mengambang tidak ada arah ataupun tujuan.


"Aku bahkan belum melakukan..."


Aku semakin terbawa arus yang gelap dan merasa semakin leyap dan kemudian merasa akan hilang dan juga termakan dalam kegelapan ini, tetapi disaat itu juga aku melihat sesuatu.


"Hm!?"


"Apa itu?"


Aku melihat sedikit cahaya yang muncul ditengah kegelapan, aku merasa cahaya itu menerangiku dan aku mulai meraihnya.


"Cahaya..."


Semakin aku meraihnya semakin besar pula cahaya itu, dan itu membuatku termakan dalam cahaya itu, seketika itu juga aku mulai bangun dari kegelapan dan membuka mataku.

__ADS_1


"Aaaaaaah..."


Akupun mulai terbangun, dan melihat daun daun pepohon diatasku menyinariku lewat sela-sela lubang daun yang disinari matahari.


"Hm!?"


"Aku masih hidup?"


Pada aku sepenuhnya terbangun, aku menyadari aku masih hidup, dan aku juga menyadari aku terbaring dihutan, bukan dirumah sakit ataupun jalan raya melainkan dihutan.


"Bukannya harusnya aku sudah mati?"


"Tapi kenapa aku terbaring dihutan bukannya..."


"Fussss" SFX : Suara angin yang kencang karena dilewati sesuatu yang cepat


"Eh!?"


Pada saat aku dalam posisi terbaring aku melihat sesuatu yang terbang cepat melewati atas pepohonan, itu membuatku yang terbaring terkejut dan mulai terduduk dan akupun langsung menghadap sesuatu yang terbang dengan cepat itu, tapi mataku tidak sempat menangkapnya.


"Apa itu..."


Dikarenakan aku penasaran aku langsung berdiri dan mengikuti arah sesuatu atau benda yang terbang sangat cepat itu.


Akupun berlari dan terus berlari dan akhirnya sampai diujung hutan, disaat aku sampai, seketika itu juga aku terkejut dengan apa yang kulihat.


"Aaapa ini..."


Melihat sesuatu yang seharus nya tidak mungkin dihadapanku, dan seharusnya belum terjadi dimasa sekarang, melihat itu mataku hanya bisa tercengang karena terkejut dengan apa yang aku lihat.


"Apa aku berada dimasa depan?"


Dengan masih dengan perasaan yang terkejut, aku melihat yang seharusnya tidak mungkin dan harusnya terjadi dimasa depan, yaitu aku melihat, sebuah pesawat terbang, layar hologram, gendung yang mewah dan kelihatan sangat canggih dan lainnya.


"Huh!?"


"Kota Sekuna?"


"Eh!?"


Pada saat itupun aku menyadari sesuatu saat melihat nama dari kota itu pesawat yang lewat berkeliling seperti halnya balon udara yang mengelilingi kota dengan bertuliskan nama kota dibalon udara tersebut.


"Bukannya itu sapah satu nama kota yang berada digame Senkai Impact?"


Didalam Game Senkai Impact sekuna merupakan nama salah satu kota terbesar digame tersebut, disitulah awal dari cerita dari game itu dimulai.


"Tidak, tidak itu tidak mungkin"


Akupun mulai berpikir dengan serius.


"Tapi tata letak dari bangunan, layar hologram, dan juga pesawat sama persis seperti dalam game"


"Aku ingat persis, ini semua sama"


Akupun mulai mempercaya bahwa aku berada didunia game Senkai Impact, tapi aku juga belum memastikan ini benar atau tidak ataukah kebetulan jadi aku masih belum bisa yakin 100& kalau aku didunia game atau tidak.


"Aku masih belum yakin aku memang berada didunia game atau tidak, tapi...."


Ketika aku berbicara sambil memandangi kota, seketika itu juga aku mengingat semua kejadian dalam game dan juga apa yang akan terjadi pada para gadis serta juga protagonis dalam game ini, pada saat itu juga aku langsung mengucapkan sesuatu.


"Jika itu benar, maka itu berarti aku..."


Aku langsung memandangi tangan kakanku dengan serius dan langsung mengcengkramnya dengan kuat.


"Diberi kesempatan untuk menolong dan membatu para gadis Senkai"


"Kalau ini benar kesampatan aku tidak akan mensia-siakan nya"


"Aku pasti akan menyelamatkan mereka dari takdir yang kejam yang menimpa mereka"


Saat aku mengatakan itu, aku mulai memandangi langit-langit dengan tatapan yang tajam, dan masih mencengkram tangan kananku dengan kuat.


Disaat itu aku hanya berpikir tujuanku, tidak terpikir seperti bagaimana cara pulang ataupun panik akau berada disuatu tempat yang tidak aku ketahui, yang aku pikirkan hanyalah menyelamatkan para gadis Senkai dari keterburukan dan takdir yang kejam yang menimpa mereka.

__ADS_1


Saking aku ingin menyelamatkan mereka, itu membuatku tidak menyadari sesuatu pada saat itu, sesuatu yang penting dan dibutuhkan untuk mencapai tujuanku. Apakah aku punya atau tidak diriku pada saat itu tidak menyadarinya.


__ADS_2