Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 8 - Kejadian Yang Tidak Terduga


__ADS_3

"Dia seorang Senkai, bagaimana ini..."


"Memang kita punya pilihan lagi? Sudah jelas kuta harus menyerahkannya"


"Benar demi hidup kita, anak yang tidak berguna itu memang harus diserahkan saja"


"Benar... Sudah tidak berguna Dan dia seorang Senkai Pula memang tambah merepotkan"


Aku menggenggam tanganku dengan kuat bersamaan dengan airmataku menetes mendengar kata kata menyakitkan dari mereka beruda.


"Kenapa... Kenapa hidupku harus begini"


Menetes dan terus menetes dari mataku memandangi kesedihan dan takdir yang menimpa diriku sambil melihat layunya daun sakura yang berjatuhan.


********


"Hmmm..."


Kami berdua sudah mencapai gerbang jalan masuk kota, banyak mobil terbang, pedagang, dan orang yang berasal dari luar kota yang masuk dan keluar pos keamanan, namun kami berdua tidak mungkin bisa masuk dengan keadaan begini.


"Yuuya kenapa kita sembunyi disemak-semak?"


"Kalau itu..."


Bagaimana bisa aku beritau kalau dari pakaian kita saja yang terlihat seperti pemulung ini memangnya bisa masuk kekota? aku harus mencari cara untuk masuk kedalam kota.


"Yuuya ada apa?"


"Hmm... Benar juga!"


"?"


Bedasarkan ingatan penyimpananku dalam game saat itu seharusnya aku mempunyai beberapa baju diruang penyimpananku, aku mendapatkan baju-baju itu dari event dan juga membelinya untuk para karakterku.


"Hmm..."


Aku mengeluarkan semua baju yang berada dalam ruang penyimpananku sampai sampai kami berdua terkubur dalam tumpukan baju ini.


"Yuuya baju apa ini cantik sekali tapi... ini terlalu kebesaran"


Sial aku lupa kalau kami masih berumur 8 tahun jadi percuma saja aku mengeluarkan semua baju yang berada dapat dalam ruang penyimpananku. Didalam game semua karakternya berumur diatas 15 tahun, jadi bagaimana ada baju yang pas untuk kami.


"Yuuya baju ini imut dan cantik..."


"..."


Ada baju yang pas? Bentar bukannya di game Senkai Impact ada karakter Loli bagaimana aku bisa lupa, aku ceroboh sekali.


"Yuuya ada apa?"


"Eh? Tidak ada apa-apa, aku merasa baju itu sangat cocok untukmu kenapa tidak kamu kenakan saja"


"Boleh?"


"Iya, tentu saja"


"Wahh..."


Kiana nampak senang setelah sekian lama dia akhirnya bisa menggunakan baju yang bagus. Akan tetapi, kenapa aku baru ingat sekarang kalau diruang penyimpananku ada baju yang bagus, jadi kami tidak perlu menggunakan baju yang sama selama satu tahun, aku benar-benar ceroboh.


"Sudahlah... Sekarang aku harus mencari baju untukku"


Kalau aku tidak salah ingat aku mendapatkan satu set baju untuk laki-laki digame saat itu, seharusnya ada diruang penyimpananku.


"Hmm... Ah ini dia, sebaiknya langsung aku coba"


Baju yang aku dapatkan dievent game ini sangat special, baju ini bisa menyesuaikan ukurannya dengan pemakaian, aku merasa sekarang tidak menyesal mengikuti event bodoh yang diadakan GM saat itu.


"Baju ini tidak buruk juga benar-benar pas dengan seleraku"


"Yuuya..."


"Huh?"


"Bagaimana menurutmu bajuku"


"Ah..."


Baju yang dikenakan Kiana sangat imut dan cantik, itu bisa dilihat dari baju rok mini berwana putih yang dia kenakan, Kiana terlihat sangat anggun.


"Kiana... Kamu terlihat sangat imut dan cantik pakaian itu sangat cocok untukmu"


"Be-benarkah? Terimakasih"


Kiana sangat imut saat dia malu-malu seperti itu, kurasa tidak buruk juga aku mengeluarkan semua baju ini, tapi kami harus segera memasukkannya lagi.


"Baiklah aku rasa sekarang tidak apa-apa, ayo kita masuk kota"


Kupikir begitu tapi aku rasa sekarang tidak semudah yang aku pikirkan.


"Anu... bolehkah kami masuk?"


"Bocah dimana orang tuamu, kau tidak akan bisa masuk tanpa orang tuamu"


"Kalau itu..."


Kiana sepertinya masih sedikit tegang dan gugup sampai dia bersembunyi dibelakangku, terlebih lagi bagaimana aku bisa menghadap penjaga pos ini untuk bisa masuk.


"Hmm..."


Dia menatapku dengan tajam, apakah perlu sewaspada itu dengan anak-anak?


"Huh?"


"Yuuya ada yang jatuh dari kantongmu"


"Eh? Benarkah?"


Akupun mengambil sesuatu yang jatuh dari kantongku, barang yang jatuh itu seperti kartu dan warnanya keemasan.


"Eh...! Inikan..."


Aku sangat terkejut dengan apa yang aku ambil, ini adalah kartu Sin, kartu ini biasanya dipakai untuk mengisi uang dalam game dan kartu ini bisa didapatkan dari bertarung ataupun mendapatkannya dari toko atau toko event, intinya sangat mudah untuk mendapatkannya. Ngomong-ngomong Kartu Sin ini adalah mata uang dalam game Senkai impact sepertinya didunia ini tidak jauh berbeda.


Kartu ini juga punya tingkatan


Hijau ---> 100 Sin

__ADS_1


Hijau terang ---> 1000 Sin


Biru ---> 10.000 Sin


Orange ---> 50.000 Sin


Merah ---> 100.000 Sin


Keemasan ---> 1.000.000 Sin


"Kenapa kartu ini biasa jatuh"


"Kartu... Kartu itu"


"Hm?"


Kenapa penjaga ini kelihatan gemetaran setelah melihat kartu ini?


"Maaf atas ketidaksopanku Tuan muda Nona Muda"


"Eh!?"


Entah kenapa penjaga pos ini terlihat menjadi sepoan terhadap kami berdua.


"Saya tidak tahu kalau Anda adalah salah satu dari pemegang kartu Spesial, mohon maaf sebesar-besarnya"


Orang penjaga pos menundukan kepalanya dihadapan kami beruda untuk meminta maaf, walaupun aku masih belum mengerti apa yang terjadi.


"Yuuya coba lihat kebelakang"


"Ada apa Kiana? Eh...?"


Kenapa orang yang berada dibelakang kami sebelumnya malah menjauh dan juga mereka kelihatan ketakutan sekaligus memberi hormat.


"Ini..."


Aku sudah terlalu mencolok sebaiknya aku segera pergi dari sini dan memasuki kota.


"Baiklah tidak apa, aku memaafkanmu, kalau begitu kami akan pergi kekota"


"Mohon tunggu dulu tuan muda"


"Ada apa lagi?"


"Kami menyarankan anda menggunakan mobil eksekutif khusus ini"


Penjaga pos itu memicik sebuah tombol dilayar hologram, setelah itu tiba-tiba mobil terbang yang kelihatan sangat mewah datang kearah kami.


"Inikan..."


"Silahkan tuan muda arahkan kartu anda kelayar sensor pemeriksa yang terdapat dimobil itu"


"Baiklah"


Disaat aku mengarahkan kartuku kemobil itu, tiba tiba ada sebuah sensor berwarna biru seperti mescan kartu yang aku pegang.


[Sinkornasi berhasil! Selamat pagi tuan]


Mobil itu mengeluarkan suara layaknya seorang bot.


"Wah... Apa-apaan ini!"


"Milikku?"


Entah kenapa aku sekarang malah mendapat mobil baru, padahah aku hanya ingin masuk kekota dengan tenang.


"Anu... Tuan muda ada masalah apa?"


"Tidak ada apa-apa"


Kalau sudah begini dengan terpaksa aku harus menerima mobil yang sudah kudapat secara langsung ini, terlebih lagi memang lebih baik masuk kemobil dari pada berjalan dilihat oleh banyak orang karena kejadian ini.


"Kiana ayo masuk mobil"


"Eh? Bolehkah?"


"Iya, akukan sudah pernah bilang kalau kita akan selalu bersama"


"Ba-baik"


Kiana terseyum dengan perasaan yang senang kearahku dan itu membuatnya kelihatan sangat cantik.


"Tuan Muda silahkan masuk"


Kami berduapun masuk kemobil sambil diperhatiakan banyak orang dibelakang bahkan ada yang membicarakan kami berdua.


"Lihat mereka adalah orang yang memang kartu spesial"


"Meraka pasti anak dari orang yang sangat kaya"


"Itu benar..."


"Hei, kalian jangan terlalu banyak bicara, kalian harus tetap beri hormat kepada mereka berusa sampai tuan dan nona muda itu pergi jika tidak ingin menyinggung perasaan mereka"


Dibicarakan seperti ini memang tidak enak, jadi seperti ini rasanya menjadi Tuan muda didunia ini.


******


"Hah hah hah... Aku harus terus lari"


"Hei kamu jangan kabur... Kejar dia!"


Aku tidak boleh tertangkap, aku tidak mau hidupku menjadi percobaan orang-orang itu meskipun kalau kedua orang tuaku memaksa. Benarkan Nenek... seperti yang pernah nenek katakan saat itu.


"Itu dia... Ayo kejar!"


"Aku tidak akan tertangkap dan tidak ingin menjadi sebuah experimen... Aku ingin mencari apa yang pernah nenek bilang saat itu, oleh sebab itu aku harus terus lari"


******


"Wahh... Indah"


Kiana dengan mata yang berkilau-kilau melihat keluar kearah kaca mobil.


"Kiana apa ini pertama kalinya bagimu?"


"Itu benar, ini pertama kalinya bagiku menaiki mobil terbang dan berkeliling kota seperti ini"

__ADS_1


"Begitukah..."


Kiana nampaknya sangat senang, tapi sudah satu tahun berlalukah sejak kejadian itu, Kiana seperti nya sudah pulih dari kejadian yang menimpa orang tuanya saat itu.


"Huh...!"


Seketika aku melihat wajah Kiana lagi, dia memandang kaca mobil dengan wajah yang sedih sampai wajahnya yang sedi itu tercermin dibayangan kaca.


"Ah..."


Melihat Kiana mengeluarkan wajah sedih, aku langsung memegang tangannya dan mengatakan namanya dengan lembut.


"Kiana..."


Pada saat itu juga Kiana memandangiku dan melihat tanganku megenggamnya, setelah itu dia meneteskan airmata sambil membalas genggaman tanganku dan mengucapkan satu kata sambil menangis.


"Terimakasih"


Aku tidak bisa berkata-kata banyak pada saat itu, aku rasa untuk saat ini cukup begini saja, meskipun Kiana masih menyimpan kesedihan didalam hatinya.


Setelah kami berkendara mobil cukup lama mengelilingi kota kamipun turun dan makan direstoran sebentar, akan tetapi aku tidak menyangka restoran yang kami datangi ini berkelas atas.


"i-inikan..."


[Tuan ini restoran terbaik yang ada dikota ini, silahkan nikmati waktu makan ada]


Aku tau kalau aku meminta bot dalam mobil mencari tempat makan, tapi aku tidak menyangka kalau yang dicarinya tempat makan semewah ini.


"Kalau sudah begini..."


"Yuuya para orang yang datang melihat kita"


Ini buruk kalau sudah begini aku tidak bisa pergi karena pasti akan menarik banyak perhatian, sebaikanya masuk aku masuk saja sudah begini.


"Kiana ayo masuk"


"Eh...? Baik"


Kamipun masuk restoran kelas atas ini, awalnya kami dihadang petugas restoran untuk masuk tapi pas aku menunjukan kartu spesial atau apapun itu mereka malah minta maaf dan memberi hormat kepada kami. Kami berduapun lansgung dibawa ke ruangan khusus dan dihidangkan makan terbaik disana, meskipun kami merasa canggung akan tetapi kami berdua memakan makan yang ada diatas meja dengan lahap. Pada saat kami selesai makai dan ingin keluar restoran, kami diantarkan dengan sopan kedalam mobil kami dan diberikan salam oleh para pelayan disana dengan seyuman yang terlihat dipakasakan.


"Yuuya aku ingin bertanya dari tadi..."


"Bertanya apa Kiana?"


"Apakah sebenarnya kamu ini orang kaya?"


"Kalau itu... Sebenarnya aku juga tidak tau kalau sebenarnya aku ini kaya"


Aku hanya bisa menjawab seperti itu karena aku juga tidak tahu kalau kartu yang mudah didapatkan dalam game bisa membuatku jadi sekaya ini, jadi aku menjawab pertanyaan Kiana sambil tersenyum keyut.


"Tidak tahu kalau sebenarnya kamu ini orang kaya?"


"Hehehe..."


"Hm!"


"Ada apa Yuuya?"


Aku melihat seorang gadis kecil berjalan dengan penuh luka ingin memasuki gang sempit yang dekat dengan perumahan kumuh yang ditinggalakan.


[Tuan anda ingin pergi kemana lagi]


"Pergi kedekat gang perumahan itu"


[Baik dilaksanakan]


"Hah hah hah... Aku harus lari... Tapi aku tidak punya tenaga lagi..."


"Aku sudah kehabisan tenaga, Apakah ini akan menjadi akhir bagiku... Nenek apakah aku akan menemukan apa yang pernah kamu katakan..."


"Gadis itu terjatuh... Aku harus cepat menolongnya"


Akupun mendatangi gadis itu dengan cepat menggunakan mobil dan mulai memeriksa keadaannya.


"Dia terluka parah ini harus segera dirawat"


"Yuuya bagaimana dengan keadaannya?"


"Gadis ini terluka parah kita harus cepat membawanya kerumah sakit"


Kenapa dia bisa terluka separah ini seperti habis dipukul, ditampar, dan juga ditembak. Akan tetapi untung saja tembakannya tidak mengenai bagian vital, dia masih bisa diselamatkan.


"Hei bekas darahnya kearah sini, cepat kejar dia kita harus menangkapnya meskipun dia terluka"


"Huh!? Ada orang yang mengejarnya... Mungkinkah dia..."


"Nenek... Tolong..."


"Hm..."


Gadis ini kejadian apa yang dialaminya sampai dia jadi terluka bahkan sampai menangis seperti ini, aku harus menolongnya.


"Kamu tidak perlu khawatir aku pasti akan menolongmu"


"Hm...."


Sekilas gadis itu terbangun dan setelah itu dia pingsan lagi dengan tetesan air yang mengalir keluar dari matanya.


"Kiana ayo!"


"Cepat menuju rumah sakit terdekat"


[Baik Tuan]


Dengan cepat aku membawanya kemobil dan segera menuju kerumah sakit terdekat.


"Sial kemana gadis Senkai itu"


"Bos lihat mobil mewah itu"


"Ternyata ada orang kaya yang menyelamatkannya, cepat kejar tidak peduli orang itu siapa, kalau kita tidak segera menangkap gadis senkai itu mereka pasti akan membunuh kita"


Pada waktu yang sama saat didalam mobil.


"Yuuya apakah gadis ini baik-baik saja?"


"Kalau dilihat lukanya sangat parah tapi untuk saja tidak mengenai bagian vital seharusnya masih sempat untuk diselematkan"

__ADS_1


Pada saat aku melihat gadis ini, aku merasa mengingat seseorang yang aku kenal, tapi siapa? Aku masih tidak mengingatnya untuk sekarang lebih baik kita menyelamatkannya dulu.


__ADS_2