Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 3 - Untuk Melindungimu


__ADS_3

"Diakan..."


Aku melihat seorang gadis kecil yang berlari dikejar sebuah robot mecha, setelah melihatnya baik-baik gadis kecil itu, aku menyadari sesuatu.


"Gadis itu Kiana Kaslana"


Setelah menyadari gadis itu siapa, aku langsung berlari mengikutinya dari atas lembah, berlari dan terus berlari sampai akhirnya terkejar dan juga sampai batasnya jalannya.


Setelah mencapai batas jalan gadis itu terpojok, melihat situasinya itu aku mau langsung menolongnya, tetapi pada saat itu juga munculah keraguan dalam hatiku.


"Bisakah aku menyelamatkan dia..."


Kata itu terniang dalam kepalaku, dan itu membuatku ragu dan takut, itu membuatku terpikir jika aku gagal yang aku dapatkan hanyalah kematian, itu terus teriang dikepalaku.


"Aku harus hidup..."


"Hm!?"


Pada saat aku penuh ketakutan dan kerjaguan, gadis yang terpojok itu mulai bekata-kata dan itu membuatku sadar.


"Ayah dan ibu telah berkorban untukku, aku tidak boleh mati.. "


Gadis itu berkata seperti itu dengan penuh airmata dan juga ketakutan, tapi keinginannya untuk hidup dan juga orang tuanya yang telah berkorban untuk itu membuatnya bangkit dan terus berjuang untuk hidup, walaupun itu penuh dengan rasa sakit, dan juga ketakutan yang dialaminya.


"Sebenarnya apa yang aku ragukan..."


Kata-kata yang diucapkan gadis kecil itu membuatku menyadari dan membuatku ingat dengan niat dan tekadku yang sebenarnya, itu membuat keraguan yang didalam hatiku lenyap dan membuatku maju tanpa gentar.


Aku mulai melihat pedang yang aku pegang selama ini dan mencengkaram dengan kuat, dan setelah itu langsung melihat musuh yang berada didepanku.


"Ada sekitar 5 robot mecha berukuran manusia"


Dua dari robot itu maju mendekati gadis kecil itu, melihat dua robot mecha itu maju itulah kesempatan aku menyerangnya, dan setelah kedua robot mecha itu hampir menghampiri gadis itu, aku langsung memegang erat pedangku dan melompat dari tembing lembah yang tingginya sekitar 15 meter.


Pada saat aku diudara, aku langsung memegang gagang pedangku dengan sekuat tenaga dan setelah itu mengakat pedangku dengan tinggi.


Ketika aku hampir mencapai tanah, seketika itu juga aku langsung mengarahkan pedangku kearah robot mecha itu dan langsung membelahnya menjadi dua bagian.


"Sling" SFX : Suara pedang


Ketika aku sudah membelah satu robot mecha dan mencapat tanah, pandanganku langsung kearah robot mecha yang satunya, seketika itu juga aku memegang pedangku dari samping, dan dengan sekuat tenaga mengarahkan pedangku kearah badan robot mecha itu membuat robot itu terbelah dibagian dadanya.


Kedua robot itu langsung aku kalahkan, dan setelah itu aku langsung membelakangi gadis itu untuk melindunginya.


"Hah, Hah, Hah.."


"Sepertinya kau baik baik saja"


Untuk beberapa saat aku melihat keadaan gadis itu dan setelah itu memandangi tiga musuh yang tersisa didepanku.

__ADS_1


"Hah, hah, hah..."


"Sekarang bagaimana aku mengatasi ketiga robot mecha yang didepan ku"


Meskipun aku kelihatan kuat untuk menghancurkan kedua robot yang kuserang itu, sebenarnya itu hanyalah kesempatan karena kedua robot itu tidak mengetahui aku tiba-tiba datang, tetapi sekarang didepanku aku harus menghadapi tiga robot secara langsung tanpa punya pengalaman betempur sama sekali, bagiku keadaan yang seperti itu benar benar sial.


"Hm!?"


"Ketiga robot itu bergerak kemari"


Keringat dinginku mulai keluar dan perasaan takut mulai mengalir ditubuhku yang awalnya aku sok berani datang-datang dari atas melenyapkan 2 robot mecha sekaligus, sekarang aku benar benar gemetaran seperti halnya orang bodoh yang berani melawan singa tanpa skill sama sekali.


"Tidak..."


"Aku tidak boleh gemetaran karena hanya ini"


Setelah mengatakan itu aku langsung mencubit tanganku dengan keras sampai merah untuk memendam rasa gemetaranku dan langsung mengarahkan pedangku kearah depan, meskipun masih ada rasa ketakutan dalam diriku.


"Fusss..." SFX : Sesuatu berlari dengan cepat


"Mereka datang..."


Meskipun tidak punya pengalaman bertempur sama sekali tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan, pada saat ketiga robot mecha itu berlari ke arahku aku langsung memasang kuda-kuda berpedang katana seperti dalam game.


Ketika ketiga robot mecha itu sudah mendekatiku aku langsung mengayunkan pedang untuk menebas salah satu dari ketiga robot mecha itu tetapi.


"Huh!?"


Aku baru menyadari kalau lawanku ini adalah robot jadi mengeraka bisa mengoreksi dan memperdiksi serangan yang akan datang, aku benar benar ceroboh.


"Hm!?"


Pada saat yang sama karena terhanyut sebentar dalam kebingunganku, aku terlambat menyadari kalau ketiga robot mecha itu menyerangku secara bersamaan.


"Huh, gawat..."


Kepanikan meranda kepalaku dan keringat dinginku pun menetes, disaat itu aku tidak bisa memikirkan apa-apa selain kematian yang mendatangiku.


"Sial apakah aku benar benar akan mati, tapi aku masih belum..."


Cakar tajam dari robot mecha itu mengarah kearahku dan sedikit lagi mengenaiku dari tiga arah, dan disaat itu juga momen hidup dan mati mengalir dalam tubuhku, keadaan itu membuatku teringat akan kenanganku masa lalu dengan cepat dan juga kenangan disaat aku bermain game Senkai Impact.


Pada saat serangan cakar tajam itu menghampiriku disaat itu juga kenanganku mengalir dan membuat aku terdiam sejenak, dan seketika itu juga tubuhku berkerak dengan sendirinya.


"Sling.." SFX : Suara tebasan pedang


Secara tiba tiba aku langsung berada dibelakang ketiga robot mecha itu sambil memegang pedangku yang terangkat secara horizontal ditangan kananku.


"Eh!?"

__ADS_1


Seketika itu juga aku langsung menghadap kebelakang dan melihat ketiga robot mecha itu sudah jatuh dan terpotong secara horizontal.


"Apa yang aku..."


Aku kebingunan sendiri dengan apa yang aku lakukan, melihat tubuhku dengan sendiri bergerak dan mengeluarkan tektik pedang ketika aku mengingat kenangan saat aku bermain came .


"Teknik tadikan..."


Pada saat aku menggunakan tektik pedang yang secara tiba tiba saja bisa aku gunakan, aku mulai mengingat sesuatu tentang teknik pedang ini.


"Tadi itu teknik, tidak bukan tapi skill pedang Horizontal Counter stap"


"Bagaimana aku melakukannya"


Akupun kebinguan dengan skill pedang yang tiba tiba aku bisa gunakan, tetapi untuk sekarang aku tidak akan memikirkannya dulu yang harus aku lakukan untuk saat ini adalah mengurus itu.


"Sepertinya dia masih disitu"


Aku memandang gadis yang dikejar oleh tiga robot mecha itu, dan langsung berjalan mendanginya tapi sebelum itu aku memasukkan pedangku diruang penyimpanan supaya dia tidak terlalu takut, pikirku begitu tapi ternyata pada saat aku sudah didekat gadis itu.


"Heh?"


Gadis itu gemetaran dengan takutnya dan begitu juga dengan tatapan matanya menjadi kosong, melihat itu aku mulai teringat pada saat aku masih kecil pada saat yang sana ketika orang tuaku menunggal, dan setelah melihat gadis itu secara tiba tiba aku memeluknya.


"Tidak apa, jangan menahannya..."


"Kalau kamu mau menangis... Menangislah, tidak apa"


"Hm!?"


Perlahan airmata keluar dari mata gadis itu sedikit demi sedikit dan disaat itu juga pandangannya yang kosong itu mulai menghilang, dan seketika itu juga gadis itupun menangis dengan kerasnya.


"Fwa,fwaaa..." SFX : Seorang menagis dengan keras


Dengan berada dalam pelukanku, gadis itu menangis dan terus menangis yang hanya bisa aku lakukan hanyalah mengusap kelapanya dan memeluknya saat ini.


Beberapa menit kemudian tangisan dari gadis itu berhenti dan diapun mulai tenang.


"Sudah tenang?" aku mengatakan itu dengan senyum lembut diwajahku.


Gadis itu mengusap airmata nya dan mengaguk kepalanya, jadi kurasa itu bisa dikatakan kalau dia sudah tenang, kurasa.


Melihat gadis itu dikerjar, orang tuanya dibunuh itu membuatku merasa sedih dan kesal, kenapa hidupnya seperti ini hanya karena dia seorang senkai. Akupun menggengam tanganku dengan kuat dan setelah itu memandangi gadis itu dan mulai memegang kepalanya lagi dengan seyum diwajahku dan merasakan itu gadis itu mulai memandangiku.


"Mulai aku akan bersama mu dan menjadi keluarga mu, tidak peduli bahaya atau masalah apa yang datang aku akan melindungimu dan akan selalu bersama mu suka maupun duka"


"Huh?"


"Oleh karena itu tidak perlu kwatir lagi dan takut lagi..."

__ADS_1


Diiringi dengan sinar matahari yang cerah aku memegang kepala dan dengan senyuman yang lembut dan berkata.


"Namaku Zetsu Yuuya Aku disini untuk melindungimu, Kiana"


__ADS_2