Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 7 - Latihan


__ADS_3

"Hmm..."


Sudah beberapa hari berlalu sejak hari itu, kami berdua sekarang berada ada dikedalaman hutan yang letaknya sangat jauh dari perkotaan. Ini kami lakukan demi menghindari kejaran para Anloid, sekarang kekuatan kami tidak mungkin untuk melawan Anloid F-15 yang paling lemah dari antara robot lainnya.


"Pada saat itu..."


Aku tiba-tiba saja bisa menggunakan skill berpedang Renne meski hanya tingkat C, tapi bagaimana aku bisa melakukannya?


"Apakah dari pengalaman bermain aku memakainya? Atau mungkin..."


"Yuuya Kamu ngomong apa?"


"Eh? Tidak ada apa-apa aku hanya terpikir sesuatu"


"Begitukah? Aku hanya cemas kalau kamu banyak berpikir tentang masalah yang kita hadapi"


Kiana sepertinya mencemaskanku karena aku terlalu banyak berpikir tentang masalah yang kita hadapi sekarang, benar-benar gadis yang baik.


"Tidak perlu khawatir ataupun cemas karena apupun yang terjadi aku akan selalu melindungimu, dan yang kupikirkan sekarang adalah cara supaya kita bisa bertambah kuat"


Aku mengatakan hal itu sambil memegang kepalanya, seketika itu juga wajahnya memerah, dan seperti biasa aku tidak mengerti kenapa wajahnya bisa memerah begitu?


"Hm? Kenapa wajahmu memerah?"


"Tidak ada apa-apa... Yang lebih penting apa maksudmu meningkatkan kekuatan?"


"Kalau itu... kita harus latihan menggunakan kekuatan yang berada didalam diri kita"


"Kekuatan yang berada didalam diri kita?"


"Ya, kekuatan Senkai"


"Hm!?"


Mendengar itu Kiana langsung gemetaran dan ketakuan, kilas balik masa lalu yang kelam terkenang kembali didapal kepalanya.


"Kiana tenanglah, aku tahu banyak masa lalu yang buruk kamu sebagai seorang Senkai tapi tidak semua buruk tentant menjadi senkai, kamu dapat menggunakan kekuatan itu untuk melindungi orang yang kamu sayangi"


Aku mencoba menenangkan Kiana dengan kata-kataku, kalau Kiana seperti ini terus dia akan terhantui oleh masa lalu dan tidak akan pernah bisa maju.


"Huh? Orang yang aku sanyangi?"


"Benar"


Entah kenapa kata-kataku berhasil menenangkan Kiana.


"Aku ingin bertanya... Apakah kekuatan yang berada dalam diriku ini yang dibilang pembawa bencana bisa menjadi kekutan untuk melindungi orang lain dan orang yang aku sayangi?"


Kiana bertanya dengan wajah yang serius dan tubuhnya masih saja gemetaran.


"Itu benar Kiana tidak semua kekuatan yang besar itu jahat, itu tergantung pada pengguna kekuatan itu saja, apakah dia akan menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan ataukah kejahatan"


"Kalau begitu aku akan menggunakan kekuatanku untuk melindungi orang yang lemah dan orang berharga bagiku"


Kiana sudah bertekad bulat seperti itu aku juga tidak boleh kalah, menjadi lebih kuat untuk melindungi semuanya.


"Kalau begitu kita mencoba untuk mengendalikan kekuatanmu... Tapi sebelum itu kita harus istiharat terlebih dahulu hari sudah mulai malam"


"Baik"


Hari sudah mulai malam, aku dan Kiana mencari tempat berlindung untuk kami tinggali sekaligus tempat untuk latihan kami besok.


Ketika malam telah tiba kami berdua makan seperti biasa, bercerita sebelum tidur, dan tidur bersama dengan saling memeluk didalam selimut untuk menghangatkan diri.


Keesokan Harinya pada saat siang hari.


"Baiklah kita akan memulai latihannya"


"Baik Yuuya"


Kiana Kaslana dia adalah seorang senkai rank B dan karakter pertama yang kita dapat digame Senkai Impact. Kemampuannya adalah memanipulasi energy yang berada dalam tubuhnya menjadi serangannya sendiri, dia juga seorang pertarung tipe jarak dekat dan juga menggunakan pistol sebagai senjatanya.


"Hmm..."


Kalau begitu dengan menggunakan semua ingatanku dan pengalamanku sebagai pemain game Senkai Impact, aku akan membuat Kiana bisa menggunakan kekuatannya seperti dalam game tidak peduli sesulit apapun itu.


"Kiana kita mulai dengan latihan fisik terlebih dahulu"


"Latihan fisik?"


"Iya latihan fisik, kalau kamu ingin mengendalikan kekuatanmu kamu harus mempunyai fisik yang bagus untuk bisa menahan efek balik dari kekuatan yang kamu keluarkan. Intinya kekuatan yang besar membutuhkan fisik yang kuat"


"Kekuatan yang besar membutuhkan fisik yang kuat... Hmm..."


Kiana kelihatannya tidak menyukai latihan fisik itu sangat kelihatan dari wajahnya.


"Kiana, apa mungkin kamu tidak menyukai latihan fisik?"


"Eh!?"


Kiana tampak terkejut karena aku bilang seperti itu.


"Hmm... Sebenarnya aku juga tidak menyukai latihan fisik, tapi..."


Aku melihat kearah Kiana sambil terseyum

__ADS_1


"Tapi...? Hm!"


Sepertinya Kiana menyadari apa yang aku ingin katakan melalui expresi wajah yang aku keluarkan.


"Kamu benar Yuuya, kalau begitu kita langsung mulai saja latihannya"


Yuuya dari expresi wajah yang dia kelusrkan tadi dia melakukan apa yang tidak dia suka demi bisa bertambah kuat untuk bisa melindungi aku, kalau begitu aku juga harus melakukannya demi melindungi orang yang aku sanyangi, aku tidak bisa terus membebani Yuuya.


"Kiana aku memberimu senjata ini"


"Apa ini? Pistol?"


"Ini bukan pistol biasa, ini adalah Lavis vens"


"Lavis Vens?"


"Yah nama pistol ini adalah Lavis Vens, senjata pistol yang terbuat dari campuran berlian dan Zat energy Loutos yang dinamakan Ilitium, memiliki daya isap energy yang tinggi dan kapasitas yang terus berkembang sesuai dengan pemegangnya, dan juga memiliki daya tembak lebih cepat dari shiper"


"Hmm... Itu berarti senjata yang baguskan"


"Iya benar benar senjata yang bagus..."


Aku menghabiskan beberapa juta untuk mengacha senjata itu, membayangkan betapa gilanya aku menggacha senjata itu dan akhirnya memberinya pada seseorang itu membuatku merasa sangat tidak rela.


"Ada apa Yuuya..."


"Tidak.... tidak apa"


Demi mencapai tujuanku aku harus berkorban dan terlabih lagi senjata ini memang khusus untuk Kiana seharusnya tidak apa.


"Ini ambilah sepasang pistol ini"


"Terimakasih Yuuya"


"Ah... Sama-sama"


Yah meskipun aku masih sedikit tidak rela, tapi ini setimpal dengan hasil yang akan didapat kedepannya.


Kamipun memulai latihan dan berlangsung selama beberapa bulan.


Bulan pertama kami berdua latihan, aku dan Kiana melakukan latihan fisik untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh kami. Kami berdua melakukan latihan fisik sesuai dengan prosudur yang terdapat dalam game Senkai Impact, Latihan yang dibuat sangatlah susah dihari pertama aku dan Kiana melakukan latihan itu kami hampir merasa mati karena kelelahan dan tegangnya otot kami. Meskipun latihan ini sangat susah kami terus melakukannya sampai kami akhirnya terbiasa bahkan sudah sampai menganggap ini sebagai latihan retunitas pagi.


Prosodur latihan fisik untuk para Senkai pemula :




Lari selama 5 jam sejauh yang kamu bisa minimal 20KM.






Angkan beban sebesar 50KG dan terus bertambah setiap harinya sebanyak 1 KG.




Hindari setiap balok kayu yang datang minimal 10 balok kayu dengan kecepatan yang tinggi.




Setelah latihan beristirahatlah dan makan-makanan bergizi.




Ulangi latihan yang sama setiap harinya selama sebulan.




Selanjutnya setelah melakukan latihan fisik kami melanjutkannya dengan latihan cara menggunakan senjata kami dan juga mencari pengalaman betempur dengan berburu hewan buas selama 4 bulan, bertapa beruntung atau sialnya hutan yang kami tinggali ini banyak hewan buasnya mungkin karena itu jarang bagi orang untuk datang kesini.


Selama 4 bulan itu kami terus bertarung melawan hewan buas yang tak terhitung sudah jumlahnya dan terus berlatih cara menggunakan senjata yang kami miliki. Kami juga kesulitan dalam menggunakan senjata yang kami berdua miliki karena butuh waktu memahami Senkai Energy yang berada dalam tubuh kami dan mengendalikannya.


Ternyata mengendalikan Senkai Energy yang berada dalam tubuh kami itu cukup mudah, itu seperti kamu mengendalikan arus air yang berada dalam tubuhmu.


Kami berdua selalu melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, walaupun pada saat itu aku ingin rasanya menyerah tapi karena ingin mencapai tujuanku dan juga melihat wajah Kiana yang serius selalu berusaha sesulit apapun itu, memberiku semangat untuk bangkit dan berjuang untuk melanjutkan latihan ini.


Aku sempat bertanya-tanya memang ada latihan segila ini, tapi itu membuatku teringat sesuatu saat aku membaca latihan Senkai yang disarankan dalam game, namun entah kenapa aku tidak ingat sama sekali.


Setahun telah berlalu dan sekarang waktunya kami pergi dari sini tapi sebelum itu kami harus melakulan latihan terakhir dihutan ini.


"Kiana..."

__ADS_1


"Yuuya..."


Kami saling berhadapan dan bertatapan sambil memegang senjata kami.


"Aku mulai"


"Hmu"


Kiana berlari dengan cepat kearahku sambil menembakan pistolnya, tapi dengan mudah aku menangkis semua peluru Energy nya dengan pedangku.


Berlanjut akupun langsung menerjang Kiana dan menggerakan pedangku dengan cepat kearahnya, akan tetapi Kiana dengan refleknya menangkis semua serangan tebasanku dengan permukaan pistosnya dan setelah itu dia langsung menendang perutku.


"Ahh...!"


"Kalau begitu... Terimalah ini"


Dengan memusat energy yang berada dalam tubuhku kedalam pedangku, aku melencarkan serangan tebasan energy dengan kecepatan yang tinggi kearah Kiana.


"Kenapa kamu menggunakan serangan ini lagi"


"Huh?"


Kiana dengan santainya menerima serangan tebasan itu dan menghancurkannya dengan sebuah perisai energy yang tiba-tiba berada didepannya.


Kempampuan Kiana adalah memanipulasi Energy yang berada dalam tubuhnya menjadi serangan ataupun pertahan. Sedangkan untuk kemampuanku sendiri aku masih belum tau, apa yang aku tau sekarang adalah kalau aku bisa menyalurkan Senkai Energy yang aku miliki kedalam seluruh tubuhku dan mengunakannya untuk meningkatkan fisik ataupun menjadikan energy itu serangan tebasan seperti tadi.


"Yuuya bisakah kau tidak mengulang teknik yang sama setiap kita mulai latihan tanding"


"Maaf-maaf..."


Sepertinya Kiana kesal karena aku selalu menggunakan gerakan yang sama, walauoun sebenarnya aku melakukan itu untuk membuatnya tidak pernah lengah dan juga meningkatkan pertahannya.


"Kalau begitu ayo kita lanjutkan"


"Baiklah, tapi jangan mengulang teknik yang sama itu sangat mudah untuk dibaca"


"Okey"


Kalau begitu aku akan menggunakan teknik yang baru aku buat.


Aku mengeluarkan serangan tebasan energy lagi dan mengarahkannya pada Kiana sambil terseyum.


"Yuuya sudah aku bilang jangan menggunakan Tekni-... Hm!?"


Tebasan Energy yang aku keluarkan menghancurkan pertahan Kiana, melihat itu dia langung terkejut.


"Apa... Bagaimana bisa?"


"Kiana aku sudah bilang jangan pernah lengah meskipun musuh mengeluarkan serangan yang sama, bisa saja dia... Huh?"


Secara tidak langsung pada saat aku menjelaskan sesuatu pada Kiana sebuah Bola Energy yang besar berada tepat didepanku, seketika itu juga aku dihantam oleh bola energy itu dan meledak.


"Aaaa...!"


Akupun langsung gugur dan terbaring ditanah dalam keadaan gosong.


"Itu cu-curang..."


"Hehe..."


Dengan ini pertarungan dimenangkan oleh Kiana.


"A-aduh...! Kau curang Kiana menyerang saat aku lagi menjelaskan"


"Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau tidak boleh lengah dalam pertarungan"


"Iya aku memang bilang begitu, tapi inikan latihan tanding jadi..."


"Iya iya... Maaf aku yang salah"


Kiana mengelus kepalaku dengan wajah yang senang, melihat wajahnya yang gembira akapun menjadi tidak peduli lagi tentang latihan tadi.


"Hah... Baiklah aku tidak peduli lagi"


Aku melihat kembali sekeliling sambil mengenang semua hal yang terjadi pada kami dalam hutan ini.


"Yuuya?"


"Besok kita akan segera pergi dari hutan ini"


"Hm! Benar juga kita akan berangkat kekota besok"


"Banyak kenangan kita dalam hutan ini aku tidak akan pernah melupakannya"


Kami akan pergi kekota besok untuk melanjutkan tujuan kami, akan tetapi aku tidak bisa bilang tujuan kami berdua melaikan tujuanku Kiana hanya mengikutiku saja sebelum dia mendapatkan tujuannya sendiri. Tujuanku untuk pergi kekota adalah menemui terget selanjutnya yaitu Renne Kousaki, gadis itu dalam beberapa tahun ini dia pasti menderita aku harus pergi menolongnya.


"Yuuya, apa yang kamu pikirkan, makanan sudah siap"


"Eh? Begitukah, kalau begitu mari kita makan"


kami berduapun makan dengan lahap dan akan bersiap untuk berangkat besok harinya.


"Seperti biasa makananmu selalu enak Kiana, aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan kalau tidak ada masakanmu selama ini"


"Eh!? Te-terimakasih"

__ADS_1


Wajah Kiana kian memerah, aku tidak memperhatikannya karena aku fokus memakan makananku.


Perjalananku akan dimulai besok untuk menyelamatkan para gadis Senkai, aku tidak tahu halangan apa yang akan aku hadapi kedepannya tapi aku hanya tau satu hal, aku tidak akan menyerah sebelum merubah ending yang menyedihkan itu.


__ADS_2