Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 2 - Ruang Penyimpanan


__ADS_3

"Krokkkk" SFX : suara perut


Suara muncul diperutku, aku berjalan dan terus berjalan kedepan dengan wajah kusamku.


"Aku lapar..."


Suara yang muncul diperutku itu adalah bunyi perutku yang lapar yang ingin makan sesuatu tapi tidak bisa, karena aku saja tidak tahu mencari makan dimana.


"Hm!?"


Dengan wajahku yang kusam karena kelaparan, aku berjalan dan terus berjalan, dan seketika itu juga aku mendengar sesuatu yang deras mengalir.


"Mungkin kah?"


Akupun langsung berlari kearah sesuatu yang aku dengar dan disaat aku sampai, aku menemukan sesuatu yang menyegarkan.


"Ini..."


Wajah senang menghintari wajahku karena melihat sesuatu yang menyegarkan didepanku.


"Air terjun"


Didepanku yang aku kihat adalah sebuah air terjun yang mengalir deras, dan itu membuatku meneguk ludahku, dikarenakan bukan hanya kepalaran yang aku alami tapi juga kehausan.


Dengan cepat aku berlari keair terjun, melepas pakaianku dan langsung melompat ke air sungai dekat air terjut itu.


"Fuahh"


"Segar"


Akupun merasa hausku hilang dan badanku menjadi segar, dikarenakan aku minum dan mandi didekat air terjun itu, tetapi itu tidak menghilangkan rasa laparku.


"Krokkk" SFX : Suara perut


"Yah walaupun ini menghilangkan rasa hausku, tapi tidak untuk rasa laparku"


Akupun memegang perutku itu beberapa saat, dan setelah itu melanjutkan untuk mandi.


Beberapa menit kemudian, aku selesai mandi dan setelah itu naik ketepi sungat dekat air terjun, dan duduk dibatu yang sedikit besar untuk mengeringkan badan.


Pada saat yang sama, disaat aku sudah duduk dibatu, aku melihat diriku sendiri untuk pertama kalinya didunia ini.


"Hmm"


"Ini bukan wajahku, jadi aku benar telah berengkarnasi didunia lain"


"dan itu sepertinya ditubuh orang lain"


Aku melihat wajahku yang berbeda dengan wajahku yang dulu sebelum aku mati dan berengkarnasi, dan juga sepertinya diriku berengkarnasi ditubuh orang lain.


Disaat aku memandangi wajahku yang baru terus menerus, pada saat itu aku sadar akan sesuatu yang aneh, yang terus aku rasakan selama aku didunia yang baru ini.


"Aku berada ditubuh seorang bocah?"


Sesuatu yang aneh yang membuatku tidak nyaman itu adalah tinggiku, aku tidak menyadarinya karena beberapa alasan.


"Hmm"


"Kalau dilihat-lihat aku berada ditubuh bocah, yang umurnya sekitar 7 tahun"


Tubuh tempat aku berengkarnasi ternyata adalah tubuh bocah yang berumur 7 tahun, dan juga penampilan tubuh bocah ini mempunyai wajah yang cukup tampan, berambut hitam, dan juga mempunyai mata yang hitam seperti halnya orang indonesia.


Kalau dipikir-pikir lagi pada saat aku berengkarnasi didunia ini, aku sudah berada dalam tubuh bocah ini dan juga tanpa ingatannya, sepetinya sebelum aku berengkarnasi bocah ini sudah mati dan tubuhnya dibuang kehutan, pikirku begitu.


Beberapa menit kemudian setelah tubuhku kering, aku segera memasang bajuku dan pergi menjelajah hutan lagi untuk mencari makan.


Walaupun aku tadi menemukan kota, aku tidaklah pergi kesana, karena aku berpikir "uang saja tidak punya untuk apa pergi kekota" dan jadi saat itu juga aku memutuskan untuk tetap dihutan sementara.


"Hah..."


"Aku sangat lapar"

__ADS_1


Aku mulai menyentuh perutku dan mulai mengeluh tentang aku kepalaparan lagi.


"Krokk" SFX : Suara Perut lapar


Melihat apa yang terjadi padaku dan juga kepalaran tu aku cuka bisa, menerima itu dengan pasrahnya karena aku tidak bisa berbuat sesuatu, pikirku begitu...


Ketika aku membanyakan aku kelaparan dan butuh makanan, tiba tiba sesuatu muncul didepan ku dan tentu saja itu membuatku sangat terkejut.


"Huh!!?"


Sesuatu itu keluar dari udara, tapi kalau dibanyangkan seperti sesuatu yang keluar dari air tetapi ini berbeda, sesuatu ini keluar dari udara didepanku.


"Tukk" SFX : Suara sesuatu yang lunak jatuh.


Aku melihat sesuatu yang keluar itu jatuh didepanku, dan langsung melihat kebawah untuk melihat apa yang terjatuh.


"Eh?"


Aku terkejut dengan apa yang terjatuh, dan setelah melihatnya, air liur dimulutku turun dan membajiri tanah.


Note : kalimat itu cuma untuk melebih lebihkan saja


"Ini, roti"


Yang jatuh itu adalah sebuah roti yang dibungkus dengan plastik, melihat itu aku menatapnya dengan tajam.


"Roti..."


Melihat itu terus mulutku terus mengeluarkan air liur dengan cepatnya, melihat itu aku tepikir ini munglin jebakan atau apalah, akan tetapi setelah aku melihatnya lebih lama, akupun mulai tidak peduli itu jebakan atau sesuatu yang aneh.


Tanpa pandang lama aku langsung membuka bungkus roti itu dan langsung memakannya dengan lahap dan ketika aku selesai memakannya, tidak merasakan sesuatu pada rotinya atau lebih tepatnya tidak ada rasanya.


"...."


Seketika itu juga aku mulai memandang dengan datar dan berkata.


"Roti ini tidak ada rasanya"


"Bodoh amatlah"


Akupun tidak memperdulikan itu roti itu ada atau tidak ada rasanya, karena mau tidak mau aku harus memakannya, oleh aku sangat lapar.


"Hmm???"


Aku mulai berpikir, tidaklah itu aneh sesuatu seperti roti keluar dari udara dan juga kenapa dia bisa keluar dari udara, akupun berpikir dan terus bepikir.


Setelah bepikir panjang aku mulai mencoba lagi memunculkan roti itu, membanyangkan kejadian tadi, dan saat itu juga munculah kejadian sama seperti tadi.


"Huh!?, ini seperti tadi"


Sebuah genangan air tapi ini bukan diair melainkan diudara, jadi aku sebut saja genangan udara, aku langsung memasukan tanganku tanpa pikir dulu dan setelah masukkan tanganku, aku merasakan sesuatu seperti lunak dan beplastik.


"Hm!?"


Aku langsung menarik tanganku dan melihat apa yang aku pegang.


"Inikan roti yang sama seperti tadi"


Aku memandang lagi genangan udara itu dan mulai mengambil sesuatu lagi.


"Huh!?"


Aku sedikit terkejut dengan apa yang keluar.


"Kaleng Jus lemon?"


Melihat apa yang aku ambil, aku memasang wajah sedikit kecewa tentang aku pernah kehausan tadi.


"Hah, akan ku coba dulu"


Aku mulai mencicipi roti yang sama tadi bersama dengan jus lemonnya.

__ADS_1


"...."


Dan ketika aku sudah memakan dan meminum semuanya aku langsung memasang wajah datar seperti tadi.


"Ini tidak ada rasanya"


Seperti halnya memakan dan meminum sesuatu yang hambar seperti itulah rasa roti dan jus lemonnya.


"Hmm"


"Aku, akan memastikan sesuatu"


Aku mencoba memuncukan lagi genangan udara itu, dan sesketika itu juga genangan udara itu muncul lagi.


Aku mengambil botol kaleng jus lemon tadi dan langsung melemparkannya kedalam genangan udara itu, kaleng itu langsung masuk kedalam genangan udara itu, dan ketika aku memikir untuk mengambilnya kaleng itu muncul lagi ketikabaku mengambilnya dari genangan udara itu.


"Mungkinkah ini!!!"


Akupun mulai berpikir genangan udara itu, seperti halnya ruang untuk menyimpan sesuatu, menyadari itu aku memastikan sekali lagi untuk mengambil sesuatu yang berbeda.


"Aku akan memastikannya dulu"


"Hm!?"


Saat tangan ku masuk kedalam untuk mengambil sesuatu aku merasakan sesuatu yang keras dan panjang seperti gagang suatu pedang, ketikabaku manariknya keluar muncul pedang yang sedikit besar didepanku.


"Didalam ini ada pedang"


"Sudahku duga"


Muncul senyuman dalam wajahku, karena sekarang aku tahu genangan udara ini apa.


"Ini adalah Ruang penyimpanan"


Note : Ruang peyimpanan akan dijelaskan dichapter selanjutnya.


"Yoss"


Akhirnya aku tahu genangan udara ini apa, seperti dugaanku ini adalah ruang penyimpanan, dengan senangnya aku langsung mengangkat tangan kananku yang lagi memegang pedang keatas langit.


"Hm!?"


Aku melihat sesuatu yang aneh ketika aku mengangkat pedangku, setelah itu aku langsung menurunkan pedangku dan melihat pedang yang aku keluarkan dari ruang penyimpanan itu baik-baik.


Setelah melihat pedang yang aku keluarkan dari ruang penyimpanan, akupun mulai menyadari sesuatu tentang pedang ini


"Pedang inikan..."


"Duarrr" SFX : Suara ledakan


"Hm!?"


Ketika aku mulai mengungkapkan pedang apa yang aku keluarkan dari ruang penyimpanan, disaat itu juga tiba tiba ada suara ledakan yang besar disuatu tempat, aku langsung terkejut dan seketika itu juga langsung melihat kearah suara ledakan itu.


"Ledakan apa itu!?"


"Hmm"


Aku memandangi arah ledakan itu dengan keringat dingin, dan juga entah apa yang merasukiku saat itu, aku dengan perasaan yang sesikit takut dan ragu-ragu mau pergi, entah kenapa diriku berlari kearah ledakan itu, dan aku masih tidak tahu apa maksud dari kata hatiku yang harus membawaku kesana.


Setelah aku sampai ditempat ledakan itu, aku berdiri diatas tebing ngarai yang tidak terlalu dalam, dan melihat apa yang terjadi didekat tempat ledakan itu.


"Hm!?"


Disaat itu aku melihat seorang gadis kecil berlari dikejar sesuatu seperti robot mecha.


"Huh!?, Diakan..."


Dan setelah melihat baik-baik aku sepertinya mengenal gadis kecil itu, dan disaat itu juga aku menyadari apa yang ingin diberi tahu hatiku.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Chapter selanjutnya Untuk Melindungimu...


__ADS_2