Senkai Impact New Origin

Senkai Impact New Origin
Chapter 6 - Janji


__ADS_3

Pagi yang cerah, hutan yang meletang luas, cahaya matahari yang melewati dedauan, dan angin yang berhebus dengan lembutnya. Hari yang tenang seperti tidak ada masalah sama sekali, tetapi itu hanya kelihatan dari luarnya saja, hari tenang itu sama sekali belum terwujud, dan apakah itu akan terwujud?


Namaku adalah Yuuya Zetsu orang yang berengkarnasi dari dunia lain dan masuk kedunia game yang aku mainkan bernama Senkai Impact. Didunia ini aku ingin memperbaiki penyesalanku yang tidak bisa aku selesaikan diduniaku yang sebelumnya, yaitu adalah menyelamatkan mereka untuk memperbaiki akhir buruk yang sangat kejam itu.


Sekarang aku berjuang untuk menjadi kuat untuk melindungi mereka dan mengindari nasib buruk yang akan menimpa mereka. Aku sekarang berjuang dengan salah satu dari mereka untuk menyelamatkan yang lainnya juga, meskipun sekarang aku masih lemah tapi aku tahu aku pasti bisa.


"Yuuya, Yuuya"


"Hm?"


Seorang gadis yang berumur 7 tahun memanggil namaku dengan muka riangnya.


"Kiana?"


Apa yang terjadi padanya? Mukanya gosong dan bajunya juga kotor seperti habis dari pertempuran.


"Apa yang terjadi padamu, kenapa mukamu gosong dan juga baju mu itu"


"Hehe..."


Kiana malah ketawa kecil saat aku cemas akan keadaannya, kuharap ini bukan sesuatu yang buruk.


"Anu Yuuya..."


"Huh?"


Tiba-tiba saja atmorfir pembicaraannya berubah menjadi tegang, sebenarnya ada apa ini.


"Aku menjadi seperti ini karena memasak, aku cuman berharap bisa berguna untukmu dan tidak menjadi beban"


"Ah..."


Jadi begitu, dia seperti ini karena aku, Kiana memanggap dirinya sebagai beban karena tidak bisa apa-apa, dan itu pasti membuat cemas kalau aku nantinya akan meninggalkannya.


"Kiana, kamu tidak perlu menganggap dirimu sebagai beban, bukankah sudah aku bilang kita ini keluarga, dan sebagai keluarga sudah pasti harus saling mendukung satu sama lain..."


"Bukankah begitu"


Akupun mengeluarkan isi pikiranku sambil tersenyum didepan Kiana dan memegang kepalanya.


"Huh!?"


"Kau benar Yuuya, Terimakasih"


Dia sampai mengeluarkan air mata, sudah aku duga pasti dia selama ini menganggap dirinya beban, tapi sekarang tidak lagi begitu, karena itu semua terhapus karena senyuman diwajahnya.


"Ngomong-Ngomong bukannya kamu bermasak Kiana"


"Ah, benar juga..."


Dari wajah terkejutnya itu, sepertinya dia lupa akan masakannya.


"Ayo Yuuya cepat sebelum masakannya dingin"


Disuatu tempat dihutan dekat perairan sungai.


"Wah, jadi ini makanannya"


Aku terkejut dari masakan yang dibuat Kiana semuanya kelihatan enak begitu juga dengan aroma masakannya yang begitu harum.


"Kiana apakah kau sudah belajar masak sebelumnya?"


"Belum tidak pernah sama sekali dan aku juga pertama kali masak seperti ini, aku cuman mengingat saat ibuku memasak dirumah saat itu, dan mencobanya sekarang."


"Eh!?..." Mengeluarkan Keringat dingin


Dari wajah polos yang dia keluarkan itu, Kiana mengatakan yang sebenarnya, apakah dia ini sebenarnya jenius?


Tidak-tidak jangan beranggapan seperti itu dulu, aku harus mencoba masakannya terlebih dahulu, mesipun kelihatan enak dan harum belum tentu rasanya juga enak.


"Baiklah, aku akan mencoba masakanmu dulu"

__ADS_1


"Hmu..."


Kiana dia melihatku dengan wajah yang gembira, seakan menunggu aku memberi tahu tentang rasa masakannya.


"Hmm..." Menatap.


Aku tidak boleh mengecewakannya.


"Selamat makan!"


"Huh!?"


Apa-apa ini, rasa masakannya.


"Ada apa Yuuya, apakah rasanya tidak enak?"


Rasa masakan ini.


"Enak"


"Huh?"


"Enak! Sungguh lezat!"


"Eh, Benarkah"


Mendengar pendapatku tentang masakannya, Kiana menjadi sangat senang, begitu juga aku merasakan ini seperti mau terbang saja karena enaknya masakan ini.


Berbeda dengan memakan roti habar itu, masakan ini membuatku menangis, akhirnya aku bisa memakan makanan yang layak.


Beberapa saat kemudian.


"Fuah... Sunguh masakan yang Enak"


"Aku tidak menyangka kamu sungguh berbakat untuk memasak Kiana, apa lagi bahan dari masakannya hanya didapat dari hutan, itu sungguh mengagumkan"


"Benarkah"


Masakanmu benar-benar enak sampai aku ketagihan.


"Kalau begitu, aku akan masak untukmu setiap hari seterusnya"


"Kalau begitu tolongnya"


Hore akhirnya aku tidak perlu lagi memakan roti hambar itu lagi.


"Iya, sampai kita Menikah" Wajah memerah.


"Hm?, apa kau ngomong sesuatu tadi"


"Tidak-tidak, tidak ada apa-apa"


"Benarkah? Tapi wajahmu memerah, apakah kamu sakit?"


Apakah ada terjadi sesuatu terhadap Kiana, wajahnya memerah, aku menjadi khawatir akan keadaannya.


"Tidak, aku baik-baik saja mungkin hanya cuacanya yang panas"


"Apakah begitu?"


Kalau keadaannya baik-baik saja itu bagus, tidak ada yang perlu dicemaskan, tapi kenapa dia jadi panik begitu? Wanita memang susah dipahami.


Sekarang aku sudah makan, waktunya untuk latihan. Tentang ruang penyimpanan yang aku miliki, aku tidak tahu kenapa aku bisa memilikinya terlebih lagi sepertinya itu penyimpananku didalam game dikehidupanku sebelumnya.


Sebenernya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa memilikinya? Aku akan memikirkan itu nanti, kalau ini memang benar ruang penyimpananku dalam game seharusnya ada barang, senjata, makan, bahan obat, dan material lainnya didalam penyimpanan ini.


"Sebaiknya aku mengceknya saja dulu"


"Hm!?"


"Apa itu Yuuya, tanganmu masuk udara seperti halnya masuk keair"

__ADS_1


"Ini adalah ruang penyimpanan dan hanya aku yant bisa melakukan ini"


"Ruang penyimpanan?"


"Ruang ini seperti halnya ruang yang didalam tas, ini bisa menyimpanan dan menaruh benda yang bisa dimuat tas tersebut"


"Wow, itu mengagumkan!"


Bisa berbahaya kalau ada banyak orang tahu tentang ruang penyimpananku lebih baik aku meminta kiana merahasiakannya.


"Kiana kamu harus merahasiakan tentang kemampuanku ini, kau tidak maukan terjadi apa-apa denganku"


"Huh!?"


"Tidak! Aku tidak mau!"


"Eh?"


Kiana langsung memelukku dengan cemasnya, bahkan tengannya sangat gemetaran, dia sangat mengkhawatirkan dan tidak ingin aku kenapa-kenapa, benar benar gadis yang baik.


"..."


Sepertinya karena aku bilang begitu tadi, dia teringat apa yang terjadi terhadap kedua orang tuanya saat itu, aku harus menenangkannya.


"Tenang saja selama kamu menjaga rahasianya seharusnya tidak apa-apa"


"Aku tidak akan menceritakannya, aku berjanji"


"Kalau begitu bagaimana kalau janji jari kelingking"


"Janji jari kelingking?"


"iya, janji jari kelingking, bagi yang melanggarnya akan mendapatkan hukuman"


Ini adalah janji yang diajarkan oleh orang tuaku sebelumnya, kurasa tidak apa menggunakan janji ini.


"Bagaimana?"


"iya!"


"Kalau begitu, Aku mulai..."


Ya benar janji yang diajarkan ayah dan ibuku saat itu, sebelum mereka tiada, mengingatnya membuatku.


"Aku Yuuya Zetsu berjanji akan selalu menjaga Kiana Kaslana, selalu bersamanya hingga akhirnya, dan menjaga rahasia apapun yang dimiliki olehnya hingga akhir"


"Aku Kiana Kaslana berjanji akan selalu mendukung Yuuya Zetsu, selalu bersamanya hingga akhir, dan juga selalu menjaga rahasia apapun yang dimilikinya hingga akhir"


"Dengan begini janji telah dibuat, bagimana menurutmu Kia-"


"Eh? Ada apa wajahmu memerah?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya sangat senang"


"blBaguslah kalau begitu"


Dengan begitu Sekarang janji jari kelingking sudah dibuat, sebenarnya tidak perlu sampai segini juga sih, tapi ini untuk menghilangkan kecemasannya dan juga membuatnya tersenyum, kurasa ini ada baiknya juga.


Tetapi kenapa aku merasa ada yang aneh, dan juga tentang janji ini sepertinya ibuku pernah memberitahu.


*******


Di Jepang, disuatu tempat diTokyo saat Yuuya masih kecil.


"Yuuya ingat janji kamu gunakan saat -------, dan juga untuk orang yang kamu ------. Jadi jangan pernah sembarangan mengucapkan janji ini"


"Baik Mama!"


*******


"Hmm, aku tidak mengingatnya"

__ADS_1


"Ya sudahlah yang penting Kiana senang" melihat Kiana dari jauh.


__ADS_2