Sepenggal Kisah Reva

Sepenggal Kisah Reva
Alergi bawang putih


__ADS_3

Perlahan Reva menyendok nasi goreng tersebut , menyuapnya lalu kemudian dengan perlahan dia mengunyah nasi goreng tersebut ...


Reva menelan nasi goreng tersebut


dan


akkhhhhhh...


Reva langsung memegangi tenggorokannya


wajahnya sudah memerah begitupun dengan matanya...


*panaassss akhhhh


" Rev kamu kenapa* "


Reva terus memegangi lehernya , dia terlihat sangat kesakitan sampai akhirnya Reva tak sadarkan diri , pedagang nasi goreng itu panik namun Reymond langsung membopong Reva membawanya ke dalam mobil dan langsung menuju ke rumah ,


tapi sebelum pergi Reymond meninggalkan uang pecahan seratus ribu rupiah di meja untuk membayar nasi goreng yang ia makan.


sesampainya di halaman rumah Reymond tidak membawanya ke rumah utama melainkan Reymond membawa Reva ke vaviliun .


di sana beberapa saudara Srigala Reymond masih terjaga , mereka sedang asyik mengobrol sambil menyeruput kopi.


melihat kedatangan Reymond mereka langsung menghampirinya.


" kenapa dia "


tanya jerry kepada Reymond


" panggilkan dokter segera "


perintah Reymond dengan bariton beratnya.


Reymond membawa Reva ke salah satu kamar yang ternyata kamar itu adalah kamar pribadi milik Reymond.


Reymond membaringkan Reva di kasur king size miliknya , ia memandang Reva sendu ..


tak berapa lama Arthur datang dengan peralatan medisnya ,


jerry rupanya membangunkan Arthur yang sedang asyik terlelap .


Jerry tidak mau memanggil orang lain untuk memasuki vaviliun tempat tinggaalnya ,


hanya cukup Arthur dan Aurora manusia yang tau seluk beluk isi vaviliun tersebut ..


ah tidak sekarang di tambah satu manusia lagi yaitu Reva.


Arthur bergegas menghampiri Reva yang tengah terbaring tak sadarkan diri , ia memeriksa detak jantungnya lalu kemudian memeriksa denyut nadinya.

__ADS_1


" sebenarnya apa yang terjadi kak? ,,"


tanya Arthur kepada Reymond


" *entahlah setelah makan nasi goreng ia langsung Seperti itu "


" nasi goreng "


" iya sepertinya dia alergi sesuatu di dalam nasi goreng tersebut "


" ya sudah sebentar lagi juga ia akan sadar , apakah akuvharus menginap di sini ?"


" tidak perlu , kembalilah ke rumah utama "


" ok , baiklah aku pulang kak "


" hemm*"


Arthur kembali ke rumah utama , dan Reymond keluar menemui jerry yang tengah menunggunya di pinggir kolam.


" bagaimana keadaannya?"


tanya Jerry pada Reymond


" dia baik2 saja , mungkin dia alergi sesuatu yang ada di nasi goreng "


" gak ada yang aneh , hanya saja...."


" hanya saja kenapa?"


"aroma bawang putihnya terlalu kuat "


" jadi maksudmu dia alergi bawang putih?"


" mungkin"


"ciihh , kaya vampir aja takut bawang putih "


deg...


jantung Reymond berdetak lebih cepat setiap kali mendengar kata vampir dia pasti akan teringat pada kekasih hatinya.


apalagi setelah mendapat kabar dari anak buahnya yang berada di perbatasan hutan larangan .


anak buah Reymond memberikan kabar bahwa tubuh Liora yang berada di kastil es hutan larangan telah lenyap yang artinya jiwa Liora telah bereinkarnasi.


Reymond bingung harus mencari Liora kemana , ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan jiwa Liora namun semuanya nihil , tidak ada jejak sama sekali itulah yang membuat Reymond frustasi.


Reymond kembali ke kamar memeriksa keadaan Reva .

__ADS_1


Reva masih memejamkan matanya , Reymond menggenggam tangan Reva .


dingin.. itulah yang Reymond rasakan


tangan Reva begitu dingin seperti es.


Reymond terus menggenggam tangan Reva sampai ia merasakan jari2 milik Reva mulai bergerak.


perlahan Reva membuka matanya , ia melihat kesekeliling , Reva hendak bangun namun Reymond menahannya.


" dimana aku ? "


ucap Reva


" ini di kamarku yang berada di vaviliun , apa kau sudah merasa enakkan ?"


" emm iya , sebenarnya apa yang terjadi kak?"


"kau tidak ingat ?"


Reva hanya menggelangkan kepalanya pertanda dia tidak mengingat apapun.


"kau pingsan setelah memakan nasi goreng , sepertinya kau alergi bawang putih "


jelas Reymond


Reva menutup mulutnya tidak menyangka kalau dia alergi bawang putih.


" apa benar pemilik tubuh ini alergi bawang putih , atau jangan2 jiwaku yang menolak bawang putih tersebut "


gumam Reva dalam hatinya.


" kenapa kau tidak bilang kalau alergi bawang putih?"


tanya Reymond


Reva hanya terkekeh kecil sambil menggaruk tengkuknya , dia bingung harus menjawab apa ia tidak mungkin mengatakan bahwa jiwa vampirnya yang menolak bawang putih tersebut.


Reva mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan Reymond mengenai bawang putih , mendengar namanya saja sudah membuat leher Reva serasa tercekik.


Reva mengedarkan pandangannya melihat-lihat isi ruangan yang sekarang ini iya tempati.


pandangan jatuh pada sebuah pigura lukisan seorang wanita.


wanita yang begitu ia kenal ..


lukisan itu adalah lukisan dirinya di masa lalu .


lukisan Liora yang seorang vampir.

__ADS_1


__ADS_2