
Reva memejamkan mata terus memutar ingatan masa lalunya,,
ia terus memaksa mengingat moment-moment saat ia bertemu dengan Aiden.
Dan perjuangannya membuahkan hasil
ia mendapatkan kembali memori-memori itu.
memori pertemuan pertama Reva dan Aiden , memori saat-saat ia bermain dengan Aiden terputar jelas seperti sebuah film di dalam otaknya.
Reva membuka matanya , ia menatap Aiden sendu dan langsung berhambur memeluknya.
" maafkan mama karna sudah melupakanmu "
ucap Reva kepada Aiden sambil berurai air mata
walaupun dulu ia hanya beberapa kali bertemu dengan Aiden , tapi Reva sudah menganggap Aiden seperti putranya sendiri ia sangat menyayangi Aiden , karna Aiden lah yang selalu mengisi hari-hari kosongnya pada hari minggu.
dulu setiap hari Minggu Reva selalu keluar dari rumah , ia tidak ingin melihat adegan-adegan panas yang sengaja di lakukan oleh Romi dan Indira .
karna Reva tak memiliki tempat tujuan ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke Taman Kota dan di sana lah pertama kali Reva bertemu dengan Aiden .
semenjak pertemuan pertama mereka ,
setiap hari Minggu Reva tidak pernah absen pergi ke Taman Kota hanya untuk bertemu dengan Aiden dan mengajaknya bermain.
namun karna insiden yang di alami Reva beberapa bulan lalu ,
Aiden tak pernah lagi melihat sosok Reva dan Karna penasaran Aiden akhirnya memutuskan untuk mengajak Ayahnya mendatangi Alamat yang pernah Reva berikan.
__ADS_1
saat sampai di rumah Reva , Aiden dan Ayahnya di kejutkan tentang berita bahwa Reva sudah meninggal.
" hey bocah , kau tau dari mana Reva tinggal di sini ? " suara bariton berat itu lolos dari mulut Reymond , Reymond dan Arthur sedari tadi anteng mendengar dan melihat seorang anak dan seorang ibu bercengkrama melepaskan kerinduan mereka , meskipun diantara ibu dan anak tersebut tidak ada ikatan darah namun terlihat dari keduanya begitu saling menyayangi .
" Namaku Aiden Om , om panggil aku Ai atau Iden , jangan panggil aku bocah karna aku bukan bocah "
Jawab Aiden kesal karna Reymond selalu memanggilnya Bocah.
" Y udah Ai maafin Om Rey ya , Om Rey emang kayak gitu orangnya , ngomong-ngomong Ai tau dari mana kalo Mama tinggal disini ? "
tanya Reva kepada Aiden karna Penasaran bagai mana bisa Aiden tau kalo Reva tinggal di rumah itu.
" waktu itu Ai sama Ayah lagi beli peralatan buat sekolah Ai , nah pas di Super Market Ai gak sengaja liat Mama sama om itu , awalnya Ai gak yakin kalau itu Mama karna penampilan Mama udah berubah tapi Pas waktu Om itu manggil Nama Mama
Ai baru yakin kalo Itu Mama.
" Ya ampun Ai lupa Ayah pasti nyariin Ai "
ucap Aiden sambil menepuk pelan keningnya karna ia melupakan Ayahnya , Ai sudah pergi sejak dari pagi setelah Ayahnya pergi untuk mengantarkan penumpang .
Ai pun tidak meminta Izin kepada Ayahnya , Ai pergi menuju Rumah Reond menggunakan ojek yang nongkrong di pangkalan dan membayarnya menggunakan uang jajan yang ia kumpulkan.
meskipun Aiden baru berusia 5 tahun namun ia memiliki kecerdasan di atas Rata-rata anak seusianya , Aiden juga memiliki keberanian dan pemikiran seperti Orang dewasa.
" memang Ai gak izin sama Ayah mau ke sini ? "
tanya Reva kelada Aiden dengan lembut
" engga ma , Ai udah kangen banget sama mama Makanya Ai nekat , mah Ai mau pulang dulu Ayah pasti lagi khawatir sekarang "
__ADS_1
" ya udah ayo mama anter , ayo kak Rey Rere minta tolong kakak mau ya antetin Rere buat nganterin Aiden " pinta Reva pada Reymond dengan mengeluarkan pupy eyesnya
" kenapa harus aku , Arthur aja yang anterin kamu "
tolak Reymond dan malah menunjuk Arthur untuk mengantar Reva .
" maaf ya Rere kamu kan liat sendiri aku baru pulang dari Rumah Sakit aku lelah banget dan pengen cepat-cepat merebahkan tubuhku di kasur , aku ke atas dulu ya "
tolak lembut Arthur dan langsung meninggalkan Reva dan Reymond.
" ya udah kalo Arthur dan kak Reymond gak bisa aku minta anter Jerry aja , ayo Ai kita ke vaviliun belakang buat nemuain om Jerry "
ajak Reva sambil menarik pelan tangan mungil Aiden ,
ia merasa kesal Karna Arthur dan Reymond tidak mau mengantarnya namun saat Reva sudah hampir sampai di pintu depan Reymond datang dan langsung membawa Aiden kedalam gendongannya
" ya udah ayo biar aku yang anter "
ucap Reymond sambil menggendong Aiden dan langsung menuju ke Garasi untuk mengambil mobil yang akan mereka gunakan menuju kediaman Aiden.
Hati Reva merasakan sesak saat berjalan beriiringan bersama Reymond yang menggendong Aiden.
"kenapa sakit sekali rasanya , moment seperti ini yang dulu aku damba-dambakan saat menjalin hubungan bersama kriss , menjalin kasih sampai memiliki keluarga kecil yang bahagia , namun semua itu hanya tinggal angan .
dulu perbedaan menjadi jurang diantara hubungan kami berdua .
aku yang seorang vampir dan kriss seorang manusia dan sekarang malah kebalikannya
kami tidak mungkin bisa bersatu meskipun dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku masih menyimpan sedikit rasa untuknya tapi Rasa sakit setelah di khianati menepis semuanya "
__ADS_1