Sepenggal Kisah Reva

Sepenggal Kisah Reva
Arthur bukan manusia Srigala


__ADS_3

" aiisshh orang-orang ini sungguh bau , aku ingin muntah nencium aroma ini , sial keluar dari hutan malah masuk kandang srigala "


gerutu Liora dalam hati


Rupanya dugaan Liora benar bahwa Reymond bukan manusia biasa , Liora bisa mencium aroma yang sangat menusuk hidungnya Aroma yang sangat ia benci , Aroma musuh bebuyutan kaum vampir yaitu kaum Srigala.


tapi yang Liora bingung dia tidak bisa mencium aroma tersebut dari tubuh Arthur jika Arthur dan Reymond bersaudara sudah jelas Arthur sama seperti Reymond tapi Liora tidak mencium sedikitpun Aroma Srigala di tubuh Arthur.


beberapa orang meninggalkan danau sambil menatap Liora dengan tatapan yang tak bisa di artikan


"ah tatapan apa itu , apa mereka menyadari kalau aku ini seorang vampir ,,, tidak , tidak mungkin toh sekarang ini aku manusia "


gumam Liora dalam hati


Liora bergabung duduk berbaur dengan orang-orang yang masih berada di pinggiran danau itu ,


Liora tidak menyangka bahwa ia bisa berbaur bahkan mengobrol dengan musuh bebuyutan kaumnya itu .


biasanya jika bertemu dengan kaum Srigala , Liora dan kaumnya akan saling serang dengan akhir kematian .


ia masih tidak menyangka kaum srigala yang dulu ia pikir menyebalkan karna selalu mengusik ketenangan kaum vampir ternyata sekarang ini Liora malah berbaur dan bercanda bersama kaum yang Liora benci dari dulu.


beberapa saat berlalu ,


Orang-orang yang di yakini kaum srigala oleh Liora telah membubarkan diri dan kembali ke aktifitas mereka masing-masing .


sekarang yang tersisa hanya Liora dan Arthur


mereka masih asyik duduk sambil menyaksikan ketenangan air danau ,,,


akhirnya Liora memberanikan diri bertanya kepada Arthur untuk menjawab rasa penasarannya.


” emmm apa mereka tinggal disini?” (Liora)


"siapa?" (Arthur)


"orang-orang tadi" (Liora)


"oh , iya mereka tinggal di vaviliun belakang rumah utama " ( Arthur )


" sejak kapan ? , maaf jika aku banyak bertanya "


( Liora )


" tak apa , entahlah saat aku kembali dari Luar negri mereka sudah ada di sini mungkin tepatnya 4 tahun yang lalu , kakak ku yang membawa mereka dan menampungnya disini " ( Arthur )


" wah ternyata kakak mu sangat baik , ku pikir dia orang yang sangat dingin dan tak punya rasa belas kasihan " ( Liora )


" kenapa berpikir seperti itu ?.." ( Arthur )


" karna saat pertama bertemu , dia selalu memasang wajah datar dan tak pernah tersenyum sedikitpun "


( Liora )

__ADS_1


" dia memang seperti itu , tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik " ( Arthur )


" sepertinya kau sangat menyayangi kakak mu itu "


( Liora )


" ya aku sangat sangat menyayanginya , aku dan adikku sudah banyak berhutang budi kepadanya "


( Arthur )


" berhutang budi ???... " ( Liora )


" iya , apa kau mau tau satu Rahasia " ( Arthur )


" Rahasia ? , apa ?... " ( Liora )


" sebenarnya aku dan adikku bukan adik kandung kak Reymond " ( Arthur )


" maksudmu ???...." ( Liora )


" huuhhh... orang tuaku sudah lama meninggal saat aku dan adikku masih kecil "


( Arthur sambil menghela napas panjang )


" maaf ,,,,jika kau tak ingin bercerita kau tak usah menceritakannya " ( Liora )


Arthur hanya menatap dalam kepada Liora


"haruskah aku menceritakan kepada wanita asing ini , tapi entah mengapa aku sangat merasa nyaman dengannya "


deg...


" aku bisa mendengar suara hatinya , ternyata kemampuanku membaca pikiran belum hilang "


gumam Liora dalam hatinya sambil tersenyum puas karna kemampuannya membaca pikiran dan mendengar suara hati tidak menghilang


Arthur kembali menceritakan awal mula pertemuannya dengan Reymond hingga Reymond mengangangkatnya menjadi adik


" saat itu adikku tengah sakit , aku menggendongnya ke Rumah sakit , sampai di sana pihak Rumah sakit tidak mau memeriksa kondisi adikku karna aku tidak bisa membayar biaya Administrasi Rumah sakit ..


aku hanya menangis di depan gedung Rumah sakit karna aku takut adikku akan meninggalkannku seperti kedua orang tuaku.


pada saat itulah Kak Reymond datang dan melihatku menangis sambil memeluk tubuh mungil adikku ,


dia menghampiriku dan menanyakan apavyang terjadi kepadaku.


sambil berlinang air mata aku menceritakan keadaan adikku yang tengah sakit dan pihak Rumah sakit tidak mau memeriksa adikku.


mendengar ceritaku kak Reymond mengamuk memarahi seluruh staf Rumah sakit .


aku sedikit kaget karna semua orang takut kepada kak Reymond , namun semua itu aku tepis karna berkat kak Reymond adikku bisa di periksa dan di rawat di Rumah sakit itu sampai sembuh, itulah pertemuan pertamaku dengan kak Reymond "


jelas Arthur dengan panjang x lebar

__ADS_1


sedangkan Liora hanya ber ooohhh panjang menanggapi cerita dari Arthur


" masi mau mendengar ceritaku ?.." ( Arthur )


" dengan senang hati jika kau mau menceritakannya "


( Liora )


" waktu itu aku dan adikku sangat kelaparan sedangkan uang peninggalan orang tuaku sudah habis , aku terpaksa bekerja memungut sampah rongsokan kemudian aku jual dan uangnya aku belikan makanan , aku melihat kak Reymond membuang makanan yang masi utuh dengan segera aku mengambilnya dan ku makan bersama adikku ,


tak kusangka kak Reymond melihatnya dia merampas makanan yabg aku makan dan melemparnya ,


awalnya aku sangat marah tapi ternyata kak Reymond malah mengajak ku dan adikku masuk kedalam rumahnya .


dia memberi kami makanan dan bahkan dia menyuruh kami tinggal bersamanya .


dan sejak saat itu kak Reymond mengangkat kami menjadi adiknya " ( Arthur )


"wah ternyata kak Reymond berhati malaikat ya "


( Liora )


" ya dia memang seperti malaikat , aku sangat bersyukur karna tuhan memberikanku orang tua pengganti seperti kak Reymond ,


kak Reymond bukan hanya sekedar kakak buat ku ,


tapi dia sudah seperti ayah dan ibuku " ( Arthur )


" kau pasti sangat menyayangi kak Reymond mu itu "


( Liora )


" ya aku sangat menyayanginya walaupun dia berbeda " ( Arthur )


" berbeda bagaimana maksudnya " ( Liora )


" tidak ada maksud apa-apa , mari ke dalam hari mulai gelap " ( Arthur )


Arthur tidak melanjutkan perkataannya , dia mengajak Liora kembali ke Rumah utama karna hari sudah mulai gelap .


Liora berjalan di belakang Arthur sambil memikirkan perkataan Arthur yang mengatakan bahwa dirinya dan Reymond berbeda , tiba tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara hati milik Arthur.


” hampir saja aku keceplosan Liora tidak boleh tau kalau kak Reymod bukan manusia seperti kami dia juga tidak boleh tau kalau di rumaha ini hanya aku yang manusia biasa dan lainnya adalah manusia Srigala "


begitulah isi suara hati Arthur


” ooohhh jadi Arthur manusia biasa , pantas saja aku tidak mencium aroma srigala di tubuhnya "


segitu dulu ya man teman


jangan lupa Like , coment dan vote


mohon maaf jika ada penulisan kata yang salah karna maklumlah Author ini Author amatiran yang baru belajar menceritakan khayalan Author sendiri

__ADS_1


😊😊😊😊🙏🙏


__ADS_2