Sepenggal Kisah Reva

Sepenggal Kisah Reva
pangeran tampan


__ADS_3

Bruuukkk


Liora terpental saat sebuah mobil menabrak dirinyaa.


aaaiiissshhh bokongku ...


gumam Liora sambil mengusap-usap bokongnya yang mencium aspal jalan .


Liora berjalan ke arah mobil yang menabraknya itu


setelah sampai Liora langsung menggedor kaca pintu mobil tersebut


duuggg


duuggg


duuuggg


( anggap aja suara gedoran kaca mobil ea 😁😁 )


" woi keluar lo , bisa nyetir gak sih ?? lo buta ya masa ada orang segede gini masi lo tabrak juga , apa jangan-jangan ini mobil hasil curian ea makannya lo bawanya ugal-ugalan "


cerocos Liora bak mobil yang remnya blong sambil menggedor-gedor kaca pintu mobil.


tak berselang lama seseorang keluar dari dalam mobil ,,,,


" omg ada pangeran turun dari kayangan "


gumam liora


"sorry , gw gak sengaja lagian loe kaya hantu tiba-tiba nongol di tengah jalan "


ucap seseorang yang keluar dari dalam mobil , seorang pemuda dengan kulit putih tubuh tinggi tegap dan pastinya dengan wajah yang lumayan tampan menurut Liora .


Liora masih terpaku menyaksikan ketampanan makhluk ciptaan Tuhan itu , tanpa ia sadari telapak tangannya terluka dan mengeluarkan darah segar akibat dia terjatuh tadi .


" hey nona apa kau baik-baik saja "


tegur si pemuda kepada Liora sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Liora .


sedangkan yang di tegur masih asyik dalam pikirannya sendiri dan tiba-tiba

__ADS_1


Bruukkk...


Liora tumbang dengan darah segar yang masih mengalir di kedua telapak tangan Liora .


si pemuda yang tak lain bernama Arthur itu langsung mengangkat tubuh Liora dan membawanya kedalam mobil.


3 hari kemudian...


di sebuah kamar terlihat seorang wanita sedang terbaring dengan jarum cairan inpus menempel di tangannya ,,,


wanita itu tak lain adalah Liora , sudah 3 hari Liora tak sadarkan diri dan sekarang dia sedang berada di sebuah kamar rumah milik Arthur .


saat Liora pingsan Arthur langsung membawanya ke Rumah yang ia tempati .


Arthur adalah seorang dokter umum di sebuah Rumah sakit swasta di kota Bogor


di rumah itu Arthur tidak tinggal sendiri , dia tinggal bersama kedua saudaranya .


di hari ke 4 Liora mulai sadar dan membuka matanya , Liora berusaha mengumpulkan kesadarannya saat sudah terkumpul Liora mengedarkan pandangannya .


Di lihatnya kamar yang lumayan besar dengan dinding berwarna abu-abu , kemudian Liora beranjak dari tempat tidur , saat akan berjalan Liora merasakan perih di tangannya ,


di lihatnya jarum inpus masih menancap di tangannya , dengan pelan Liora pun melepas jarum itu .


saat tengah asyik melihat-lihat tiba-tiba seseorang masuk , seorang wanita muda dengan pakaian seperti pelayan , wanita itupun langsung menyapa Liora.


"nona anda sudah sadar , bagai mana keadaan nona sekarang apa ada yang sakit ?"


tanya si pelayan yang bernama Ami itu kepada Liora


" aku tak apa-apa , oh ia sebenarnya aku kenapa dan ini Rumah siapa " ( Liora )


" nona tak sadarkan diri selama 4 hari setelah tuan muda kedua tidak sengaja menabrak nona , dan sekarang nona sedang berada di Rumah majikan saya " (Ami)


" majikan " (Liora)


" iya nona saya pelayan yang di tugaskan merawat dan menemani nona selama di rumah ini , maaf kalau saya boleh tau siapa nama nona ??, maaf jika saya lancang " (Ami)


" tak apa , namaku Liora... eh maksudku Reva kau bisa memanggilku Rere jangan panggil aku nona karna aku bukan nona mu " (Liora)


aku tidak boleh menggunakan nama Liora , ya mulai sekarang namaku Reva

__ADS_1


( gumam Liora dalam hatinya )


" baik lah nona Rere , jika nona butuh sesuatu panggil saja saya , saya ada di bawah nona .


di lemari itu sudah tersedia pakaian nona bisa mandi dan memakainya " (Ami)


" dimana Tuanmu ?" (Liora)


” tuan yang mana yang nona maksud " (Ami)


" memangnya Tuan mu ada berapa ? , maksudku Tuanmu yang membawaku kesini " (Liora)


" oh Tuan muda kedua sedang ada di Rumah sakit nona , mungkin sebentar lagi pulang , dan di rumah ini ada 2 tuan muda dan 1 nona muda " (Ami)


"oh ya sudah kalau begitu aku akan mandi dan bersiap ingin bertemu dan berterima kasih kepada tuanmu " (Liora)


"silahkan nona" (Ami)


setelah berbincang dengan Ami , Liora pun bergegas mandi dan bersiap , setelah merasa cukup rapi Liora keluar kamar dan menuju ke lantai 1 rumah tersebut , saat sampai di ruang tengah di lihatnya dua pemuda sedang duduk santai sambil memegang gelas teh di tangan mereka , merasa seseorang memperhatikan mereka kedua pemuda itu pun mengalihkan pandangannya .


mata mereka bertemu dengan mata Liora ...


dan


deg..


deg..


deg....


Liora mematung..


*aroma ini , aku mengenal Aroma ini .


aroma ini tidak asing di penciumanku ....


😊😊😊*


hayoooo Aroma apa tuhh...


penasaran kan ,,

__ADS_1


aku juga penasaran


😁😁😁🙏🙏


__ADS_2