
Sesampainya di taman kolam renang tengah, Embun menghentikan langkahnya. Ia mengamati dari jauh Tuan Muda Kedua Keluarga Bhaskara Granada bernama Leon itu.
***
"Leooonn! You're so handsome malam ini baby!" kata Gracia bergelayut manja di lengan kanan Leon.
"Terimakasih, Garacia." sahut Leon sambil tersenyum.
***
Embun dari jauh masih mengamati Leon.
"Cewek itu pacarnya? Cantik juga ya," gumam Embun dalam hati. Ia membandingkan cewek itu dengan dirinya. Cewek yang bernama Gracia itu mengenakan gaun putih dengan rambut terurai, benar- benar cantik. Embun melihat perempuan itu dan membandingkan dengan dirinya yang hanya memakai baju tidur tanpa make up dan rambut yang terurai basah.
"Kenapa penampilanku kayak gini sih?! Memalukan!" Embun merutuki dirinya sendiri sambil menghentak hentakkan kakinya ke rumput di taman itu.
Disaat ia sedang merutuki dirinya sendiri, tiba-tiba terdengar suara laki- laki dari belakang tubuhnya.
"Ngapain lo liatin Leon kayak gitu?" tanya Max yang menjabat sebagai Ketua Jurusan Akutansi SMK Shanazz. Max bertanya to the point ketika melihat tingkah aneh gadis yang berada di pesta perayaan nilai 90 sahabatnya itu.
Embun seketika menoleh ke belakang.
"Apa?!" sahut Embun pada lelaki yang belum ia kenal itu.
"Lo! Lagi liatin Leon sama Gracia, kan?" tanya Max to the point.
"Sok tau lo! Siapa juga yang lihatin! Salah dugaan lo!" kata Embun pada lelaki itu. Kemudian ia buru- buru pergi menjauh dari lelaki itu.
"Cewek aneh! Masa iya di pesta pakai baju tidur, atau dia pelayan? kalo pelayan kenapa gak pakai baju waiters?" Max bertanya- tanya dalam hati ketika melihat Embun berjalan cepat meninggalkannya.
***
"Duh, tadi akting aku kelihatan gak ya kalo aku bukan cewek jakarta! Wkwk tapi menyenangkan juga si bicara pakai nada lo gue, ahahaa," batin Embun dalam hati sambil melangkahkan kakinya cepat menuju ruang makan.
***
"Selamat Bro. Akhirnya lo bisa kalahin itu si ketua osis sialan! Lo buktiin pada kita semua kalo ucapan lo itu bener!" ujar Alvin sang Wakil Ketua Jurusan Administrasi perkantoran SMK Shalazz pada Leon.
"Kalahin Teddy mah soal gampang! Siapa suruh dia berani ngehina gue! Hahahaa."
Leon menjawab perkataan Alvin kemudian tertawa puas.
"Pacar gue kan emang jago!" umpat Gracia pada Alvin.
"Pacar lo? Bukannya Leon juga pacarnya Sania dan Yessi? Gausah ngaku- ngaku lo!!" sembur Alvin pada Gracia.
"Playboy kita ini mana mau dengan satu cewek, iya kan sayang?" ujar Yessi yang barusaja muncul dari belakang mereka.
"Leon kita ini milik bersama, hahaha," sahut Sania yang mengenakan dress sexy merah jambu.
"Terserah kalian saja," ujar Leon. Kemudian tangan kirinya menggandeng tangan Gracia dan tangan kanannya menggandeng tangan Yessi.
"Gue gak di gandeng ini?" protes Sania.
"Nanti gue gandeng lo kalo pulang. Ntar gue tunggu di kamar gue," ujar Leon tanpa basa- basi.
Dan Sania menjulurkan lidahnya kearah Yessi dan Gracia.
"Wleee."
***
"Perhatian semuanya, sebentar lagi acara perayaan Leon ini akan dimulai," ujar Wisnu yang merupakan Ketua Jurusan Tata Boga SMK Shanazz.
"Yuhuuuuuu!!!" sahut teman- teman Leon di taman secara bersamaan.
"Kita tunggu dulu, masih ada yang belum datang, Nu." ucap Leon pada Wisnu yang ia tugaskan menjadi pembawa acara di pesta perayaannya.
"Dia sepertinya gak bakalan datang, Leon. Mana mungkin dia berani datang! Dia udah kalah telak sama lo!" celetuk Agsa yang merupakan Ketua Jurusan Busana Butik SMK Shanazz.
"Iya, gak berani datang palingan! Tinggal aja udah! Dimulai aja!" usul Ani yang merupakan Ketua Jurusan Perbankan Syariah SMK Shanazz.
__ADS_1
"Jangan! Gue nunggu dia berlutut sama gue!" Leon tetap saja kekeh dengan keinginannya.
"Udahlah, Ketua Jurusan gue gak akan datang kayaknya, mau taruh muka dimana dia?" sahut Alvin yang menjabat sebagai wakil ketua jurusan administrasi perkantoran.
"Dia kan Ketua Osis sekaligus ketua jurusan, masa iya gak gentle?" ujar Sania ikut memanasi mereka.
"Pokoknya gue gak akan mulai ini pesta, sebelum dia berlutut di hadapan gue!"
Leon emosi.
***
~Flash Back~
Seminggu yang lalu, Leon meminta Teddy untuk menyetujui proposalnya terkait perlombaan untuk Tim Basketnya. Akan tetapi Teddy menolaknya dengan alasan yang tak masuk akal. Hanya karena proposal kurang lengkap tetapi tak meminta Leon untuk memperbaikinya. Teddy langsung mencoret begitu saja proposal yang diajukan Leon kepadanya.
Mendadak, Leon sangat murka mendengar kabar tersebut. Ia langsung berlari ke ruang osis dan mendapati Teddy sedang rapat bersama para anggota osis lainnya.
"Lo tolak proposal gue?" tanya Leon pada saat itu.
"Proposalnya tak memenuhi syarat," jawab Teddy singkat.
"Lo kalo benci sama gue bilang! Gausah mempersulit Tim Basket gue bua maju ke turnamen!" Leon seketika meluap- luap emosinya pada saat itu.
"Ini gak ada hubungannya dengan gue mempersulit atau apa! Tolong hargain! Gue sebagai ketua osis disini, lo gak berhak buat bantah keputusan gue!" tindas Teddy pada saat itu.
"Ketua osis membuat keputusan dengan alasan bukan? Ya alasannya apa lo tolak proposal gue! Biar Tim Basket kita gabisa ikut turnaman kan? Karena lo tau kalo gue ikut turnamaen sekolah kita bahak jadi juara dan semua orang jadi kagum sama gue, kan?"
Leon menegaskan perkatannya tanpa basa basi.
Teddy seketika emosi mendengar perkataan Leon. Akan tetapi, para anggota osisnya melihat ke arahnya dan Leon.
"Mau lo apa?!" tanya Teddy dengan emosi yang dipendamnya.
Sejak awal masuk sekolah ini, ia memang sudah tak suka dengan Leon. Gadis yang dicintainya, Gracia. Tergila- gila dengan pesona Leon. Hingga membuat Teddy sulit untuk mendapatkan hati Gracia. Padahal menurut Teddy, Leon tak Lebih dari seorang Playboy kelas kakap yang hanya mengandalkan ketampanan dan kekayaannya. Ia sama sekali tak punya nilai di prestasinya. Teddy merasa tak adil jika Leon dapat menjadi ketua jurusan marketing hanya dengan mengandalkan kekayaan dan ketampanan. Tanpa modal pintar sekalipun. Itu sebabnya Teddy menolak menyetujui proposal yang Leon ajukan.
***
Sesampainya di taman kolam renang tengah, Embun menghentikan langkahnya. Ia mengamati dari jauh Tuan Muda Kedua Keluarga Bhaskara Granada bernama Leon itu.
***
"Leooonn! You're so handsome malam ini baby!" kata Gracia bergelayut manja di lengan kanan Leon.
"Terimakasih, Garacia." sahut Leon sambil tersenyum.
***
Embun dari jauh masih mengamati Leon.
"Cewek itu pacarnya? Cantik juga ya," gumam Embun dalam hati. Ia membandingkan cewek itu dengan dirinya. Cewek yang bernama Gracia itu mengenakan gaun putih dengan rambut terurai, benar- benar cantik. Embun melihat perempuan itu dan membandingkan dengan dirinya yang hanya memakai baju tidur tanpa make up dan rambut yang terurai basah.
"Kenapa penampilanku kayak gini sih?! Memalukan!" Embun merutuki dirinya sendiri sambil menghentak hentakkan kakinya ke rumput di taman itu.
Disaat ia sedang merutuki dirinya sendiri, tiba-tiba terdengar suara laki- laki dari belakang tubuhnya.
"Ngapain lo liatin Leon kayak gitu?" tanya Max yang menjabat sebagai Ketua Jurusan Akutansi SMK Shanazz. Max bertanya to the point ketika melihat tingkah aneh gadis yang berada di pesta perayaan nilai 90 sahabatnya itu.
Embun seketika menoleh ke belakang.
"Apa?!" sahut Embun pada lelaki yang belum ia kenal itu.
"Lo! Lagi liatin Leon sama Gracia, kan?" tanya Max to the point.
"Sok tau lo! Siapa juga yang lihatin! Salah dugaan lo!" kata Embun pada lelaki itu. Kemudian ia buru- buru pergi menjauh dari lelaki itu.
"Cewek aneh! Masa iya di pesta pakai baju tidur, atau dia pelayan? kalo pelayan kenapa gak pakai baju waiters?" Max bertanya- tanya dalam hati ketika melihat Embun berjalan cepat meninggalkannya.
***
"Duh, tadi akting aku kelihatan gak ya kalo aku bukan cewek jakarta! Wkwk tapi menyenangkan juga si bicara pakai nada lo gue, ahahaa," batin Embun dalam hati sambil melangkahkan kakinya cepat menuju ruang makan.
__ADS_1
***
"Selamat Bro. Akhirnya lo bisa kalahin itu si ketua osis sialan! Lo buktiin pada kita semua kalo ucapan lo itu bener!" ujar Alvin sang Wakil Ketua Jurusan Administrasi perkantoran SMK Shalazz pada Leon.
"Kalahin Teddy mah soal gampang! Siapa suruh dia berani ngehina gue! Hahahaa."
Leon menjawab perkataan Alvin kemudian tertawa puas.
"Pacar gue kan emang jago!" umpat Gracia pada Alvin.
"Pacar lo? Bukannya Leon juga pacarnya Sania dan Yessi? Gausah ngaku- ngaku lo!!" sembur Alvin pada Gracia.
"Playboy kita ini mana mau dengan satu cewek, iya kan sayang?" ujar Yessi yang barusaja muncul dari belakang mereka.
"Leon kita ini milik bersama, hahaha," sahut Sania yang mengenakan dress sexy merah jambu.
"Terserah kalian saja," ujar Leon. Kemudian tangan kirinya menggandeng tangan Gracia dan tangan kanannya menggandeng tangan Yessi.
"Gue gak di gandeng ini?" protes Sania.
"Nanti gue gandeng lo kalo pulang. Ntar gue tunggu di kamar gue," ujar Leon tanpa basa- basi.
Dan Sania menjulurkan lidahnya kearah Yessi dan Gracia.
"Wleee."
***
"Perhatian semuanya, sebentar lagi acara perayaan Leon ini akan dimulai," ujar Wisnu yang merupakan Ketua Jurusan Tata Boga SMK Shanazz.
"Yuhuuuuuu!!!" sahut teman- teman Leon di taman secara bersamaan.
"Kita tunggu dulu, masih ada yang belum datang, Nu." ucap Leon pada Wisnu yang ia tugaskan menjadi pembawa acara di pesta perayaannya.
"Dia sepertinya gak bakalan datang, Leon. Mana mungkin dia berani datang! Dia udah kalah telak sama lo!" celetuk Agsa yang merupakan Ketua Jurusan Busana Butik SMK Shanazz.
"Iya, gak berani datang palingan! Tinggal aja udah! Dimulai aja!" usul Ani yang merupakan Ketua Jurusan Perbankan Syariah SMK Shanazz.
"Jangan! Gue nunggu dia berlutut sama gue!" Leon tetap saja kekeh dengan keinginannya.
"Udahlah, Ketua Jurusan gue gak akan datang kayaknya, mau taruh muka dimana dia?" sahut Alvin yang menjabat sebagai wakil ketua jurusan administrasi perkantoran.
"Dia kan Ketua Osis sekaligus ketua jurusan, masa iya gak gentle?" ujar Sania ikut memanasi mereka.
"Pokoknya gue gak akan mulai ini pesta, sebelum dia berlutut di hadapan gue!"
Leon emosi.
***
~Flash Back~
Seminggu yang lalu, Leon meminta Teddy untuk menyetujui proposalnya terkait perlombaan untuk Tim Basketnya. Akan tetapi Teddy menolaknya dengan alasan yang tak masuk akal. Hanya karena proposal kurang lengkap tetapi tak meminta Leon untuk memperbaikinya. Teddy langsung mencoret begitu saja proposal yang diajukan Leon kepadanya.
Mendadak, Leon sangat murka mendengar kabar tersebut. Ia langsung berlari ke ruang osis dan mendapati Teddy sedang rapat bersama para anggota osis lainnya.
"Lo tolak proposal gue?" tanya Leon pada saat itu.
"Proposalnya tak memenuhi syarat," jawab Teddy singkat.
"Lo kalo benci sama gue bilang! Gausah mempersulit Tim Basket gue bua maju ke turnamen!" Leon seketika meluap- luap emosinya pada saat itu.
"Ini gak ada hubungannya dengan gue mempersulit atau apa! Tolong hargain! Gue sebagai ketua osis disini, lo gak berhak buat bantah keputusan gue!" tindas Teddy pada saat itu.
"Ketua osis membuat keputusan dengan alasan bukan? Ya alasannya apa lo tolak proposal gue! Biar Tim Basket kita gabisa ikut turnaman kan? Karena lo tau kalo gue ikut turnamaen sekolah kita bahak jadi juara dan semua orang jadi kagum sama gue, kan?"
Leon menegaskan perkatannya tanpa basa basi.
Teddy seketika emosi mendengar perkataan Leon. Akan tetapi, para anggota osisnya melihat ke arahnya dan Leon.
"Mau lo apa?!" tanya Teddy dengan emosi yang dipendamnya.
__ADS_1
Sejak awal masuk sekolah ini, ia memang sudah tak suka dengan Leon. Gadis yang dicintainya, Gracia. Tergila- gila dengan pesona Leon. Hingga membuat Teddy sulit untuk mendapatkan hati Gracia. Padahal menurut Teddy, Leon tak Lebih dari seorang Playboy kelas kakap yang hanya mengandalkan ketampanan dan kekayaannya. Ia sama sekali tak punya nilai di prestasinya. Teddy merasa tak adil jika Leon dapat menjadi ketua jurusan marketing hanya dengan mengandalkan kekayaan dan ketampanan. Tanpa modal pintar sekalipun. Itu sebabnya Teddy menolak menyetujui proposal yang Leon ajukan.
***