Serumah Dengan Ketua Jurusan

Serumah Dengan Ketua Jurusan
9. FlashBack, Leon Belajar Keras


__ADS_3

Ceklek!


Leon membuka pintu kamarnya. Ia masuk kedalam. Kemudian menutup kembali pintu kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya ranjang king bad dengan sprei yang serba hitam. Wallpaper dinding hitam pula. Memasuki kamarnya saja sudah membuatnya malas untuk belajar.


"Aarghhh!! Gimana ini? Bahkan saat bersaing di Ajang Pemilihan King of School yang tingkat nasional aja gue gak pernah se frustasi ini," lengguhnya dalam hati sambil menatap langit langit kamarnya yang tergoles wallpeper serba hitam dengan titik titik bintang buatan yang menghiasinya.


"Bintang! Ternyata jadi bintang terindah tak semudah yang gue kira," ujarnya masih sambil menatap keatas. Ia melentangkan tubuhnya diatas kasur. Belum melepas sepatunya dan masih memakai seragam.


***


Selepas dari parkiran, Bi Ijah melangkah menuju dapur. Ia masih penasaran dengan alasan mengapa Leon membolos.


"Iya. Saya harus cari tau! Jangan sampai saya di marahin Nyonya Emma gegara ada masalah dengan Den Leon."


Bi Ijah bertekad dalam hatinya.


"Aisyah, tolong buatkan jus jeruk kesukaan Den Leon. Saya akan mengantarkannya ke kamar Den Leon!" perintah BI Ijah pada pelayan yang bernama Aisyah.


"Loh, Den Leon sudah pulang bi? Biasanya pulangnya jam tiga sore," sahut Aisyah.


"Iya, makanya itu saya penasaran. Alasan Den Leon membolos! Cepat buatkan, saya yang akan mengantarkannya," ujar Bi Ijah pada Aisyah.


"Baik," sahut Aisyah. Ia segera membikin jus jeruk dengan susu dan gula, kemudian diparuti dengan keju diatasnya.


"Ini. Jus jeruk kesukaan Den Leon."


Pelayan Aisyah menyerahkan jus itu kepada BI Ijah.


"Makasih ya."


Bi Ijah segera menuju kamar Leon dengan membawa jus jeruk itu.


***


Sesampainya di depan kamar Leon, ia mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk ajaaa, gak dikunciiii," teriak Leon menjawabi dari dalam.


"Oke. Bibik masuk ya Den."


Bi Ijah menjawabi dan segera membuka pintu kamar Leon.


Ceklek!


Bu Ijah segera masuk.


"Ini, Bibi bawain jus jeruk kesukaan Den Leon. Bibi taruh meja yaa," kata Bi Ijah.


"Iya," sahut Leon masih sambil berbaring di kasur dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Den Leon tidur?" tanya Bi Ijah lagi.


"Iya," sahut Leon singkat.


"Tidur kok sambil ngomong atuh Den."


"Bibi ngajak ngomong masa iya gak dijawab," kesal Leon. Kini ia membuka matanya.


"Nah gitu, bangun dulu. Ini diminum dulu Den."


Bi Ijah mengambilkan jus jeruk yang tadinya ia taruh diatas meja.


Leon menerimanya. Kemudian meminumnya.


"Kurang manis, siapa ini yang bikin? Bukan bibi kan?" ujar Leon sambil merasakan jus jeruk yang diminumnya.


"Iyaa, tadi pelayan kita yang bikin, habisnya bobok dibuat bingung sama Den Leon sih, jadi bibi juga gak mood bikin jus jeruk."


Bi Ijah berkata dengan manyun.


"Yaelah. Gue lagi, gue ngapain bibik?" protes Leon.


"Yaa Den Leon bolos sekolah, itu yang bikin bibik bingung. Padahal Den Leon teh gak pernah bolos meski dapat nilai jelek sekalipun," cerocos Bi Ijah.


"Besok gue tanding sama ketua osis di sekolah gue, Bik. Mata pelajaran bahasa indonesia. Makanya gue frustasi. Ini gue bolos gegara mau belajar loh! Suer! Bibik pasti gak percaya kan?" sahut Leon.


"Iya bibik gak percaya Den Leon akan belajar, palingan Den Leon cuma liat liat youtube belajar jawab pertanyaan kalo di panggung," jawab Bi Ijah.


"Bantuin apa atuh Den?"


BI Ijah tampak bingung.


Leon bangkit dari kasur nya. Kemudian duduk di meja belajarnya.


"Gue mau belajar, Bik. Bantuin ya," mohon Leon.


"Dengan senang hati atuh Den. Ayok mau belajar mata pelajaran apa? Bibi ambilkan bukunya," kata Bi Ijah.


"Bahasa indonesia, Bi. Tolong ambilkan buku modul bahasa indonesia," perintah Leon.


"Oke, Den. Yang warna hijau itu di rak buku."


Leon memberi petunjuk.


"Ini kan Den?" ujar Bi Ijah setelah menemukan buku itu.


"Iya. Sekarang bibi duduk sini, sebelah gue."


Leon menepuk nepuk kursi di sebelahnya, mengisyaratkan agar Bi Ijah mau duduk disana.


"Iya Den. Untung aja Den Leon ganteng, jadi bibik teh luluh disuruh apa aja," celetuk Bi Ijah ketika duduk di kursi.

__ADS_1


"Buka bab satu bik," suruh Leon.


"Iya Den. Bab satu tentang Teks Prosedure."


Bi Ijah membacakan judul bab.


"Oke. Bibi yang baca, gue nyatet ya bik."


"Jangan Den. Ini tuh harus di pahami kalo teks Prosedure. Den Leon kalo mau nyatet yang point penting aja Den."


"Oke, point penting."


Leon mengeluarkan buku tulis dan pulpen dari dalam laci meja belajarnya.


"Siap Den. Tulis dulu Den point pentingnya, A. Mengonstruksi Informasi dalam Teks Prosedure, B. Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan, C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur, D. Mengembangkan Teks Prosedur. Udah Den belajar itu dulu, ini bukunya. Ini kasih stabilo kalo udah dipelajarin."


Bi Ijah membacakan yang harus dipelajari Leon. Dan Leon menulisnya dengan rapi. Kemudian mempelajarinya dan mencoretnya dengan stabilo ketika ia sudah faham.


Begitu Leon melanjutkannya dengan Bi Ijah sampai ia menyelesaikan hingga bab 4 buku modul itu.


***


Tak terasa hari telah malam, dan Leon masih belajar.


"Den, terusin nanti aja bibi udah pusing, Ayok kita makan malam dulu, Den. Siang tadi Den Leon kan belum makan," ujar Bi Ijah.


"Bentar, Bi. Satu bab lagi," sahut Leon.


"Lagian ada apa sih Den? Sampai belajar keras kayak gini?" tanya Bi Ijah pada akhirnya. Ia daritadi bingung melihat tingkah Leon yang tak seperti biasanya.


"Besok ada ulangan bahasa indonesia, Bi. Leon harus ngalahin ketua osis SMK Shalazz. Ketua Osis brengsek!" Leon meremas bukunya.


"Eh? jangan diremas gitu atuh Den Leon nanti bukunya teh sobek!" ingat Bi Ijah padanya.


"Argh!" decak Leon sambil mengacak sekilas rambutnya.


Jujur saja kepalanya juga sudah pusing. Apalagi ia belum makan dari siang, dan hanya minum jus jeruk saja.


"Yaudah kalo gitu bibik bawa kesini ya Den makan malamnya," ujar Bi Ijah kemudian berlalu meninggalkan kamar Leon.


Leon masih melanjutkan belajarnya, ia menghafal seluruh bab satu sampai bab empat buku modul bahasa indonesianya itu. Dan beberapa menit kemudian, Bi Ijah datang dengan membawa senampan berisi makanan dan minuman. Leon langsung menoleh ke arah Bi Ijah begitu ia datang.


"Tadi pelayan masak apa emang bik?" tanyanya.


"Ini chicken teriyaki, salad buah, sama jus jeruk kesukaan Den Leon."


Bi Ijah menjawab. Kemudian meletakkan nampan itu di meja kamar Leon.


"Jus jeruknya ambil aja Bi. Ganti es kopi," ujar Leon.


"Eh? Malem malem begini masa iya mau minum es Den?"

__ADS_1


***


__ADS_2