Serumah Dengan Ketua Jurusan

Serumah Dengan Ketua Jurusan
6. Flashback, Teddy Menantang Leon


__ADS_3

"Setujui proposal gue!" ketus Leon yang dapat didengar oleh seluruh anggota di ruang osis pada saat itu.


"Oke. Gue bakal setujuin tapi dengan satu syarat. Lo harus tanding nilai sama gue di ulangan bahasa indonesianya Bu Nita. Berani?" tantang Teddy sembari tersenyum meremehkan.


"Kapan?" tanya Leon spontan.


"Lo sebut diri lo ketua jurusan? Jadwal ulangan yang udah di umumin aja lo gak tau!" ketus Teddy.


Leon tampak geram, "Kapan?! Sebelum kesabaran gue habis!"


"Dua hari lagi! Berani lo? Harus adil ya, inget! Adil!" tindas Teddy.


Leon tampak diam sejenak berpikir.


"Oke. Kalo nilai gue bisa lebih tinggi, LO HARUS SETUJUIN PROPOSAL TIM BASKET GUE!!!" kata Leon menegaskan. Kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang osis pada saat itu.


Waktu itu, Teddy sangat percaya diri jika Leon akan kalah di tangannya.


***


Sehari sebelum dimana mereka bertanding di ulangan harian bahasa indonesia Bu Nita. Leon menemui Alvin. Sang Wakil jurusan Administrasi Perkantoran.


"Alvin!" panggil Leon ketika selesai upacara.


Alvin menoleh kearah sumber suara.


"Lo manggil gue?" tanya Alvin spontan.


"Siapa lagi? Ada yang namanya Alvin disini selain lo?" sahut Alex.


"Tuh!"


Alvin menunjuk sorang gadis berkuncir kuda.


"Gue Alvinaaaa!"


ujar gadis itu protes. Sepertinya ia mendengar percakapan Leon dan Alvin.


"Salah sendiri nama lo selisih i doang sama gue!" ujar Alvin sewot.


"Udah udah. Gue manggil lo, Vin. Bukan orang lain!" jelas Leon.


Teddy dari jauh tampak mengamati Leon dan Alvin. Leon menyadari jika Teddy mengamatinya. Akan tetapi, ia membiarkannya.


"Oh, lo panggil gue ada apa?" tanya Alvin.


"Leooooon sayaaaaang!!!" panggil Gracia yang muncul dari belakang mereka.


Leon dan Alvin pun seketika menoleh kearah Gracia yang juga barusaja selesai mengikuti upacara bendera dihari senin kala itu.


Gracia menggelayuti lengan Leon manja. Waktu itu, Leon sedikit menepisnya.


"Gracia.. kita manja manja an nanti saja ya sayang, ini gue mau ngurus masalah gue dulu sama Alvin," ujar Leon pada gadis itu.


"Masalah apa baby? Cerita dong sama aku," ujar Gracia manja.


"Nanti aku ceritain, ini kamu balik ke kelas dulu ya sayang," ujar Leon pada Gracia.


Gracia tampak manyun dengan respon Leon.


Belum juga Leon kelar mengusir Gracia. Sudah ada Sania yang mendatanginya.


"Leon Ganteeeeeng!!" teriaknya sambil berlari dari arah gerbang sekolah.

__ADS_1


Gracia, Alvin, dan Leon pun meleleh kearahnya.


"Heh! Saniol! Lo bolos upacara tadi?" ketus Alvin pada Sania.


"Iya ngapain lo tadi lari dari arah gerbang sana? Bolos kan lo? Gue bilangin sama Bu Mun lo bolos upacara!" Cepat Gracia pada Sania.


"Yeee gue kan cuma hari ini bolos upacaranya. Tadi gue makan bakso di depan sekolah, hehe. Lagian ikut upacara panas banget si, jadi males gue," celoteh Sania.


"Heh! Emangnya lo doang apa yang kepanasan? Gue juga kepanasan! Alvin juga! Leon sayang juga kepanasan!" umpat Gracia pada Sania.


"Hehehe," kekeh Sania tetap saja merasa tak bersalah.


"Gaes! Ngapain disitu?!" teriak Max dyangaro kejauhan. Kemudian ia mendekat, bersama Yessi.


"Ngapain ini malahan pada dateng, sih? Gue mau bicara empat mata sama Alvin!" Leon emosi.


"Yeee my baby, kenapa kamu marah marah atuh sayang?" Gracia masih saja bergelut manja.


"Lepas bentar ya, nanti kita manja manjaan kalo pulang sekolah."


Muuach!


Leon mencium pipi Gracia sekilas. Membuat gadis itu tersenyum riang.


"Ahh, Leon sayaaang," ujarnya manja sambil menepuk nepuk lengan Leon menggunakan kedua tangannya.


"Kok Gracia doang si yang dicium!" ujar Sania manyun.


"Itu Sania mau juga tuh, dapat kiss dari The King of SMK Shalazz kita," ujar Alvin mengusulkan.


"Yaudah sini!" kata Leon.


Muuach!!


Leon juga mengecup pipi Sania kilas.


"Aku mau!"


Dengan semangat Yessi mengacungkan tangannya keatas.


"Gak bosen apa lo dicium Max tiap hari?" ledek Leon.


"Cewek mana yang boleh dicium sama cowok ganteng? Ketika jurusan akuntansi sekaligus wakil kapten tim basket SMK Shalazz, semua siswi tergila gila pada Max!" cerocos Yessi.


Dan tiba-tiba, Muuach!


Max mencium pipi kiri Yessi.


"Dasar playboy!" umpat Leon pada Max.


"Gue? Lo jugaaa, playboy kok teriak playboy, ahaahaaa"


Max mencibir, lalu tertawa.


"Udah gaes, gue tinggal dulu ya, gue ada perlu sama Alvin."


Sela Leon ditengah pembicaraan mereka. Ia kemudian menggandeng tangan Alvin untuk ikut bersamanya.


"So sweet emang Leon gue. Alvin aja di gandeng gitu tangannya," ujar Gracia yang memandangi punggung Leon pergi.


"Leon gitu loh," puji Yessi.


"Yaudah gue ke kelas dulu ya gaes," pamit Max pada mereka kala itu.

__ADS_1


***


Waktu itu, Leon menggandeng Alvin menuju kantin.


"Ada apa sih bro? Bicara disini aja, ngapain ke kantin segala. Gue lagi bokek!" ketus Alvin padanya.


"Bokek apaan?"


Leon menghentikan langkahnya.


"Gak punya duit!" kesal Alvin.


"Terus kalo gak punya duit lo gak makan?" tanya Leon.


"Ya gak makan lah, mau makan juga beli pakai apa? Daun?" kesal Alvin.


"Ini gue ajak makan gamau, nih?" tanya Leon.


Alvin tampak senang, kemudian menjawab, "yaa mau lah, tapi emang lo mau nyuruh gue apa?"


"Kok tau kalo gue bakal nyuruh lo?" sahut Leon.


"Yaa di dunia ini mana ada yang gratis, iya ngga Bos Leon ketua marketing SMK Shalazz kita?"


Leon tampak tersenyum.


"Pinter juga lo."


Leon melanjutkan langkah kaki nya menuju kantin. Alvin mengikutinya.


Dalam perjalanan ke kantin, terdengar para siswi yang berdesus memuji Leon ketika ia dan Alvin melewati mereka.


"Itu Kak Leon dari XI Marketing 1 bukan si? Ketua jurusan Marketing itu, ah genteng bangeeeeeet," ujar salah satu adik kelas.


"Sebelahnya siapa itu?" sahut temannya.


"Gatau, kayaknya si dari jurusan Administrasi Perkantoran kan,"


"Kak Leon ganteng bangeeeeeet!"


"Iyaa Kak Leon udah punya cewek belum si?"


"Mana mungkin punya cewek! Kalo kak Leon punya cewek maka seluruh siswi SMK Shalazz kita akan patah hati!"


"Ahh, kak Leon lewat aja parfumnya harum banget ya,"


"Iya lah, dia kan menang di Ajang Pemilihan King of School tingkat Nasional woy! Kita tinggal nunggu aja siapa pemenang Ajang Queen of School tahun ini dan bakal jadi pasangan Kak Leon!" timpal salah satu siswi.


"Ah, andai aja gue udah kelas sebelas, pasti bisa ikut tuh Ajang Queen of School," balas salah satu siswi.


"Tunggu tahun depan!!"


Sementara Leon yang lewat hanya tersenyum saja mendengar para adik kelasnya itu membicarakannya.


"Gue emang famous, alangkah baiknya kalo gue punya cewe yang sama sama famous juga," batin Leon sambil terus berjalan disamping Alvin.


***


Setelah sampai di kantin, Leon dan Alvin duduk di kantin Bu Har.


"Dan Leon. Mau pesan apa Den?" tanya Bu Har.


"Soto aja bu, dua ya," jawab Leon.

__ADS_1


"Itu Bu Har emang suka manggil lo dengan sebutan Den?" heran Alvin.


***


__ADS_2