
🌷 Apakah mencintaimu harus sesakit ini? Sakit yahh mencintai seseorang yang jelas hatinya bukan untuk kita 🌷🌷
Lizyana Axhria Andriawan
Keesokan harinya Viko menemui Dinda di Hotel grand Hyatt mereka pun masuk ke kamar yang telah Dinda pesan.
Dan setelah mereka masuk ke kamar seseorang yang melihat nya langsung mengepalkan tangan sapa lagi kalo bukan Yana. Dia diam-diam membuntuti suaminya.
" Aarrrgghhh awas aja ya kau om, eh mereka mau ngapain ya waahh waahh gua curiga ". Akhirnya Yana pun meminta kunci duplikat kamarnya. Awalnya Yana ditolak karena ini adalah privasi pelanggannya tetapi Yana tidak kehabisan akal dia teringat jika separuh saham hotel ini adalah saham ayahnya dia mengancam akan memecat resepsionis jika tidak memberikan kuncinya. Satu jam kemudian dia berhasil meyakinkan dan mendapat kunci kamar Dinda .
Ceklek
Dan betapa terkejutnya Yana mendengar suara yang sangat menyakitkan hati dan sangat membuatnya kecewa. Suara yang sangat mengiris hatinya. Suara ******* dan lenguhan Dinda yang sangat menikmati. Yana langsung memangil dan memergoki suami dan kekasih suaminya.
" Mas Viko ". Lirih suaranya sembari menutup mulutnya tak percaya jika Viko mampu berbuat hal menjijikan seperti itu.
" Yana ??". Kaget dan meraih pakaiannya. Belum sempat melepaskan hasrat terpendamnya.
" Sayang, dia siapa?". Tanya Dinda mengernyitkan keningnya terheran melihat seorang wanita masuk dan memergoki nya.
" Aku kecewa sama kamu mas, aku benci sama kamu ". Berlari meninggalkan kamar sembari menangis.
Entah mengapa perasaanya sangat tidak menentu dan merasakan sakit di dadanya. Yana yang melihat Viko tengah mengejarnya semakin mempercepat langkah kakinya karena merasa sangat jijik dengan suaminya. Suaminya telah membuat luka yang sangat mendalam untuknya.
__ADS_1
Bahkan baru satu hari menikah tetapi suaminya malah berselingkuh dan melakukan hubungan suami istri pada kekasihnya. Yana pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Viko pun mengejarnya namun lampu merah mencegahnya dan mengharuskan Viko berhenti. Dia kehilangan jejak istrinya.
" Damn it ! Yana maafkan aku, pasti kau sangat kecewa maafkan aku .... Kamu dimana Yana ..? Aku minta maaf Yana ...". Melajukan mobilnya kembali dan mencari Yana. Viko teringat akan mengecek GPS mobilnya namun sayang GPS mobil Yana tidak aktif alias sudah di matikan oleh Yana. Viko sangat frustasi dan merasa bersalah. Dia mencari kerumah orangtuanya namun nihil istrinya tidak ada. Dan Yana dia tengah berada di titik yang sangat menyakitkan. Dia tengah berdiri di depan danau yang sangat indah dan berteriak sekencang mungkin.
" Aaaaaaaa..... aaaaaaa.... aaaaaaa... aku benci kamu kak Viko , aku menyesal menikah denganmu , aku benci perasaan ini aku benci kamu , kamu jahat kamu tidak punya hati mas, aku ... Akuu kecewa sama kamu huuaaaaaaaa aaaaaaaaaaa..... Tuhan kenapa hidupku seperti ini ??? Bee aku merindukanmu seharusnya aku memilih mu Aku menyayangimu bee maafkan aku yang telah membuat keputusan yang konyol ini huaaaaa Tuhannn 😭😭 Aku benci dia ". Tangisnya tersedu sedu menepuk dadanya yang terasa sesak.
Bugh
Bugh
Bugh
Apakah mencintaimu harus sesakit ini kak, entah mengapa aku bisa mencintaimu, aku gak tahu kenapa perasaan ini muncul dan secepat ini aku mencintaimu tapi dengan mudahnya kamu menggoreskan luka dan trauma yang sangat mendalam sampai dasar hati yang paling dalam kak. Gumam dalam hati.
" Bee ♥️ aku kangen kamu, kenapa kamu ninggalin aku bee .". memandang Layar ponselnya. Memandang foto setahun mereka bersama sebelum mereka berpisah.
Mendengar dan mengingat kejadian tadi Yana pun enggan menginjakan kerumah suaminya maupun orangtuanya. Karena merasa jijik dan kecewa jika harus pulang ke rumah viko. bahkan untuk datang ke rumah orang tuanya dia seakan takut dan malu. Yana akhirnya memutuskan melajukan mobilnya tak tahu arah tujuan dia tetap melajukan mobilnya. akhirnya Yana sampai kekota yang sangat indah. akhirnya Yana memutuskan untuk tinggal di hotel dikota C itu dan berniat untuk tidak kembali keapartemen Viko. Dia tidak mungkin berterus-terang dengan orangtuanya karena kejadian memalukan yang dilakukan suaminya dia hanya menyembunyikan semuanya.
5 hari kepergian Yana membuat Viko stres dan orang tua Yana selalu menanyakan kabar anaknya namun Viko selalu membohonginya.
" Yana kamu dimana ? Aku menghawatirkan mu maafkan aku, aku harus mencari mu kemana lagi?".
__ADS_1
" Aku minta maaf huaaahh aaarrgghhhhhh kenapa kenapa gua bodoh banget gua udah punya istri tapi malah melakukan itu sama wanita lain huuaahh bodoh bodoh ". Memukul mukul dirinya sendiri
" Kembalilah Yana aku kesepian tanpamu ". Entah mengapa kepergian Yana membuat dirinya kesepian dan merasa sangat merindukannya. Viko selalu menelfon dan mengirimkan pesan namun semua pesannya tidak pernah dibuka .
Bahkan melihat kontak chat Yana tertulis " terakhir dilihat kemarin 11/08/20" Viko sangat frustasi. Sedangkan Yana di kota C sedang memulai kehidupan baru dan bekerja di perusahaan terbesar di kota C Yana merahasiakan identitasnya dia melakukan itu karena tidak ingin orang mengenalnya dan melaporkannya pada suaminya. Dia sangat takut melihat suaminya dan kemarahan orang tuanya.
Yana sengaja mengganti kontak WhatsApp Nya karena tahu Viko akan melacak dan terus mengirimkan pesan untuknya. Yana sangat bahagia memiliki teman kantor yang sangat baik hati karena telah mengijinkannya tinggal bersamanya. Bahkan sudah tahu identitas Yana dan semua cerita keluarganya. Dan berusaha akan menyembunyikan semuanya.
" Kia kita ke kantin yuk aku lapar". Ajak Yana kepada Zakia teman nya
" Oke yuk kuyyy". ..
" Yan ...".
" Heemmm".
" Kamu gak kangen sama orangtuamu ?". mengingatkan memberi kabar
" Aku takut untuk memberi kabar saat ini ". Jujur saja Yana sangat merindukan orang tuanya.
" Kamu tidak memberi kabar suamimu?".
" Untuk apa hahaha pasti dia juga sangat bahagia tanpa aku kenapa aku harus kasih kabar ke dia ?".
" Kamu jangan begitu kamu meninggalkan dia yang masih suamimu ". Memperingati temannya
__ADS_1
" Iya suami diatas kertas kan hahaha ". Yana sangat merindukan suaminya namun dia takut kecewa lagi dan luka dihatinya sangat lah pedih.