
🌷Mengapa kamu menyakitiku yang bahkan mencintaimu bahkan merelakan semua agar aku bisa selalu bersamamu🌷🌷
Liyana Axhria Andriawan.
Dua minggu kepergian yana keadaan Viko sangat kacau, rambut yang panjang dan kumis yang lebat tapi tetap terlihat tampan, dia tidak memperhatikan keadaannya lagi, kacau balau sangat kacau Viko selalu mencari nya dan kebetulan nasib baik berbaik hati kepadanya. Dia mengetahui istrinya berada di kota C. Dan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya adalah tempat Yana bekerja.
Flashback on
Viko mendapat Kontrak kerja sama dengan perusahaan Instansi di kota C dimana Tempat kerja Yana. Viko yang awalnya tidak merespon proposal pengajuan untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut akhirnya memutuskan untuk kerja sama karena mengetahui keberadaan istrinya. Pasti tau dari asistennya Dio dong.
" Siang Tuan,. Perusahaan XYZ ingin mengajukan kontrak kerja sama dengan kita?". Dio menyerahkan berkasnya
" Kenapa perusahaan ini lagi ahh aku tidak ingin bekerja sama dengan perusahan kecil macam ini ".
" Tapi tuan , di perusahaan ini kebetulan nona Yana bekerja disana. Saya mendapatkan info dari teman saya yang bekerja disana".
" Benarkah ?". Ucapnya dengan semangat
" Iya tuan , bagaimana tuan apakah tuan bersedia melanjutkan kerja sama ini ?". Tanya Dio
" Baiklah kau urus semuanya".
Flashback off
" Yana Zakia dua hari lagi kita akan kedatangan klien besar yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita saya harap kalian bisa ikut dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita". Ucap ibu Sinta atasan Meraka.
" Baik Bu saya akan memberikan yang terbaik". Ucap Yana dan Sinta hanya memberikan senyum nya.
" Ya sudah lakukan sebaik mungkin, saya tinggal dulu ".
Setelah kepergian atasannya Yana dan Winda disibukkan beberapa lembar kertas yang akan mereka kerjakan. Winda sesekali melirik ke arah Yana yang terlalu sibuk dengan layar didepannya.
" Cihh ni anak kalo udah sibuk pasti lupa sama temennya huhh dasar Yana ". Umpatnya dalam hati
" Yan lu jangan sibuk-sibuknya dong inget gue lahh ". Ketus Zakia
" Diihh lu kenape ".
" Lu yang kenape lu sibuk banget gua laper Yan ke kantin yukk ". Mendekat ke kerja Yana
" Huuhhfhh ya udah ayok Cepetan ". Memanyunkan bibirnya 10 cm menambah kesan lucu dan manis .
" Gitu dong ".
Mereka berjalan kekantin dengan diikuti beberapa karyawan yang ingin istirahat makan siang karena sudah saatnya untuk makan siang. Namun saat berada di dekat lift karyawan mereka dikagetkan oleh sosok pria yang sangat tampan dan gagah namun sifat dingin dan datar membuat para karyawan semakin menyukainya.
" *Eh eh liat deh Presdir kita ganteng yahh".
" Beruntung banget yang jadi istrinya".
" Gue pengen dong jadi istrinya".
__ADS_1
" Kalian gak usah mimpi nanti jatuh sakit".
" Ahh udah udah ayo kita makan*".
celoteh para karyawan.
" Ihhh mereka lagi ngelihat cowo tampan aja kek gitu huhh". Geram Yana
" Lu kenapa jangan kek gitu ntar lu malah suka sama dia hahah ".
" Cihh emang dia siapa hah".
" Lu ga tau dia Presdir CEO disini ".
" Whaaattt ??? Biasa aja sihh".
" Sih ni anak awas aja lu suka sama dia gua jitak lu, mata lu rabun apa ngeliat bos kita kayak ngeliat rengginang padahal jelas tampan banget woyyy". ucap Winda dengan nada kesal.
" Dihh gantengan suami gue kali haha". Seketika Yana tersadar menyebut kata suami dan langsung teringat Viko yang sama sekali tidak mencarinya.
" Apa dia tidak berusaha mencari ku? Apa dia bahagia dengan kekasihnya sehingga tidak mencariku ? Apa dia tidak memilih hati sedikit saja? Papa apa kabar papa sekarang? Ahh aku merindukan papa dan mama ". Pikiran berkecamuk dipikiran Yana.
" Suuhhh lu kenapa lu mau berdiam diri disini terus hahhh gue udah laper". Mengibas-ngibaskan tangan kedepan Yana. Seketika Yana tersadar dan segera menarik tangan Zakia . Zakia hanya mengikuti Yana dibelakangnya sembari menarik tangan Winda
" Lu kenapa nangis Yan? Lu gak papa kan?". Tanya Zakia khawatir melihat Yana menangis dalam diam
" Gue kangen mama sama papa ku Kia? Apa Viko tidak berusaha mencariku ? Apa bahkan dia sudah menikah dengan selingkuhannya? ". Semakin terisak menangis membuat Zakia semakin iba
" Ahh KIA terimakasih sudah mau menjadi sahabat aku huhuhu".
" Sudahlah kamu sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri ".
" Ahhh aku sayang kamu".
" Dihh gua masih normal kali Yan ". Hahahaha mereka tertawa bersama sampai tak terasa jam istirahat hampir selesai Zakia dan Yana segera kembali ke tempat kerja mereka. Dan mulai disibukkan kembali dengan pekerjaannya. Namun disela kesibukannya karena pekerjaan sudah selesai dan segera membereskan nya Kia berani diri untuk bertanya kepada Yana. KIA panggilan Zakia karena Yana nyaman memanggil dengan kia.
" Yan bukankah suamimu punya kembaran?" Tanya KIA
" Iya dia punya namanya Viky dia sangat berbeda dengan Viko ". Sahut Yana tanpa melirik ke arah Kia
" Hemm mau dong dikenalin hehe haha ". Cengegesan
" Dih ni anak , tapi gue gak tau dia udah punya kekasih belum ya wkwk".
" Yahhh yahhh nasib jomblo ".
Hahahaha mereka tertawa namun tawa mereka terhenti saat atasan mereka Bu Sinta memnggil Yana.
" Yana kamu disuruh ke ruang Presdir dan menyerahkan berkas ini semua ke Presdir". Perintah Bu Sinta
" Oh baiklah Bu".
__ADS_1
" Kenapa bukan ibu saja". Ucap Zakia
" Saya merasa saat ini Yana yang harus menjelaskan sendiri konsep nya".
Yana akhirnya pergi keruang Presdir dan menyerahkan berkas dan menjelaskan semuanya. akhirnya setelah menjelaskan semua Yana keluar dengan perasaan marah karena bosnya sangat lah cuek tidak menanggapi sama sekali hanya asisten nya yang menanggapi.
" huhh tu bos punya mulut kaga sih ".
" Eh bentar tapi wajahnya kenapa gak asing ". lanjutnya lagii
" ah bodo amat lah". Yana pun bergegas menuju meja kerjanya dan segera menemui sahabatnya dan menceritakan tentang pertengan nya dengan bos juteknya.
" huaahh dasar si bos beruang kutub ya ". geram Yana
" hahahaha sabar sabar ".
" lu mah enak tadi gue udah jelasin panjang lebar untung asistennya nanggapin dengan panjang sedangkan dia hanya Ham Hem Ham Hem doang".
" udah udah ahh lucu tahu liat lu marah gini".
" dihh paan sih".
" Hemmmmmzzz". menahan ketawanya
" apa lu ketawa hah , eh ntar kita mampir ke kafe bentar yuk gue suntuk nih".
" siap Bu Bro".
" aku belum ibu ibu tau huhh".
" oke oke baiklah nenek ". hahahaha
" gue belum nenek nenek cantikan gini dibilang nenek nenek ".
" hahaha iya iya dedek manis yukk kita beres-beres".
" iya ".
" dih ngambek jawabnya dikit amat hahaha".
" lu ya bikin mood gue hancur tau ngga hah". memukul bahu temannya.
" awwww sakit tau Yan". mengelus-elus bahunya yang sakit
" biarin ". memanyunkan bibirnya
" panjang amat ntuh cingurnya hahaha ".
" apa lu bilang cingur siapa haahh". pura-pura marah
" ah udah ayo kita pulang udah waktunya kan"
__ADS_1