SESAKIT INI MENCINTAIMU

SESAKIT INI MENCINTAIMU
bab 5 EGOIS


__ADS_3

Memberi dirimu perhatian penuh kasih bukanlah hal yang egois. Ini masuk akal. Jika kamu merasa dicintai dan dihargai, bahkan jika itu hanya untuk dirimu sendiri maka kamu akan memiliki lebih banyak cinta untuk diberikan kepada orang lain juga🌷🌷


Liyana Axhria Andriawan 🕊️🖤.


••••••••••••••~~•••••••••••••••••••√•√√••••


Pukul 04.00 Yana sudah terbangun dan segera melakukan aktifitas seperti biasanya sholat subuh dan melanjutkan joging pagi hari. Setelah joging Yana tak lupa membantu ibunya memasak di dapur. Dan membersihkan kamar tidur nya. Pukul 08.00 Viko sudah sampai dihalaman rumahnya dan segera dipersilahkan masuk kedalam rumah.


" Mas Viko udah sampai, mau minum apa mas ?".


" Kopi aja deh bolehkah?".


" Iya udah boleh mas , aku buatin dulu ya".


" Heem ".


" Mau sarapan sekalian mas ". Tanya Yana


" Ehmm tidak usah ... Tadi sudah makan roti di apartemen ku".


" Makan roti belum cukup mas nanti akan lapar lagi loh ".


" Gak papa".


" Ini mas kopinya". Menyodorkan kopi mulai meninggalkan Viko sendirian


tapii


" Aawww ". Viko kepanasan setelah meminum kopinya.


" Hati-hati atuh mas kan kopi nya baru bikin dan pasti panas". Huhhh mengelap bibir Viko dengan jarinya.


" Kenapa bikin nya panas banget ".


" Mas dimana- mana kopi itu harus dibuat pake air anget biar enak emang nya Coffie latte atau Cappucino yang pake es ".


" Haiihh punya istri cerewet kayak kamu pasti ribet dah ".


" Kalau ribet bisa batalakan gampang kan , aku juga gak mau nikah muda kali mas, aku masih muda masih bisa bebas cari yang lebih muda masih bisa ".


" Batalkan enak aja , udah sana siap- siap ".


Yana meninggalkan Viko di ruang tamu dan mulai bersiap.


{Belum nikah aja udah kayak gini apalagi udah nikah pasti gak bisa bebas }>


" Saya tinggal ambil tas dulu ya mas bentar doang tadi lupa ". Berlari menaiki tangga dan masuk kamar mengambil tas.

__ADS_1


" Dasar gadis cilik, pelupa lagi ".


" Ayok mas aku udah siap ". Viko mulai menatap gadis didepannya sangat cantik meskipun tidak memakai make up. Bibir pink itu mulai menggoda Viko. Dan tersentak kaget saat tangan Yana menepuk bahunya.


" Eh - eh .. i-i-iiyyaaa , ya sudah ayo pergi sekarang". sembari menyeruput kopi yang sudah dingin (Hemm enak juga kopi buatannya ).



Yana pun berpamitan dengan papa mamanya dan Viko juga. Yana masuk ke mobil Viko dan segera melajukan mobilnya . Diperjalanan mereka saling diam, Yana melirik arah jendela, Viko yang mengetahui Yana menangis pun segera membelai rambut Yana membuat Yana terkaget dan segera menghapus air matanya .


" Yan, kamu kenapa?". Tanya Viko mulai fokus kedepan.


" Ehh eh gak kenapa-napa mas cuma kelilipan aja tadi ". Ucap bohong Yana mengalihkan pandangannya lagi.


" Bohong , aku tau kamu tidak suka perjodohan ini". Melirik ke arah yana. sebaliknya Yana pun menatap dalam kearah Viko.


" Iya mas tapi aku enggak bisa menolak nya , aku sayang sama papa mama mas Yana gak mau menyakiti nya ". Air mata Yana terjatuh .


Tes


Tes


Tes


" Sudahlah jangan menangis, aku berjanji padamu setelah menikah aku tidak akan menyentuh mu , aku akan menuruti apa yang kamu mau hapus air matamu. Lagi pula aku tidak bisa berhenti mencintai kekasihku , entah apa yang harus ku katakan padanya tentang pernikahan ini nanti ".


" Iya , aku baru Mau mengenalkannya malah mamah papah menyuruhku menikahi mu kalau tidak papah akan down dan stres apalagi mamah akan jatuh sakit ".


" Jadi nanti mas mau menduakan aku ?". tanya Viyana yang langsung mendapat tatapan tajam Viko.


Hiks


Hiks


Hiks


Hiks


" Sudahlah jangan menangis , mau bagaimana lagi aku tidak mencintaimu, meskipun nanti kamu menikah denganku tapi aku gak bisa kehilangan kekasihku , tenang aja aku akan memberi apa pun yang kamu mau".


" Kenapa kamu jahat banget mas. Tidak bisakah kalau kita saling mencintai setelah menikah?".


" Maaf Yan tapi itu sulit , aku udah terlanjur mencintai Dinda kekasihku itu ".


" Kalau begitu bolehkah aku menjalin hubungan dengan pria lain ?".


" Tidak ... Tidak boleh ". Bentak Viko membuat Yana terkaget dan menangis.

__ADS_1


Yana yang mendengar bentakan Viko pun langsung terdiam dan langsung kembali melihat jendela , suara isakan Yana pun terdengar di telinga Viko . Viko yang sangat keterlaluan membentak nya jadi merasa bersalah, dan mulai menepikan mobilnya .


" Yan Yana ". Panggil Viko


Namun Yana tidak menjawab panggilan Viko , kemudian Viko memeluk Yana dari belakang . Sontak Yana kaget dan melepaskan tangan Viko.


" Maaf aku tidak berniat membentak mu ".


" A-aku ma-mau tu-turun di-di-disini saja mas ". Membuka pintu mobil tetapi berhasil Viko kunci otomatis


" Yana please maafin aku , aku harap kamu mengerti , aku hanya tidak ingin ayah ku sakit. Aku juga sangat mencintai kekasihku, aku tidak akan membuka hati untuk wanita lain ".


" Kenapa kamu egois mas kamu melarangku untuk mencintai lelaki lain, tetapi kamu bisa seenak Maumu dasar jahat gak punya hati. aku nyesel tau gak ".


Kini Yana mulai memanggil Viko aku dan kamu , membuat Viko semakin merasa bersalah .


Viko pun membiarkan Yana terdiam dan segera melajukan mobilnya kembali . Yana pun tak berhenti menangis , sampai akhirnya Yana pun tertidur pulas. Viko memandangi wajah Yana yang lelah menangis .


" Maaf .. aku hanya mencintai Dinda kekasihku , tenang aja setelah kita menikah aku kan tetap melaksanakan kewajibanku menafkahimu dan menjagamu , tetapi maaf untuk kewajiban itu aku tidak bisa , aku hanya ingin melakukan itu dengan Dinda". Batin Viko mengelus rambut Yana.


" Maaf jika aku telah egois kepadamu, tapi aku sangat mencintainya, tapi kenapa hatiku selalu aneh saat berada dekat kamu , apa ... Ahh tidak tidak aku pasti salah aku tidak mungkin mencintaimu ".


" Aaarrgghhhhhh Dinda aku merindukan mu". Mengusap rambutnya kasar.


Melajukan kendaraannya ketempat butik pilihan mamanya. Akhirnya mereka sampai di butik langganan mama Rita , dan segera membangunkan Yana . Viko melihat mata Yana sembab pun memberikan tisu dan cream mata untuk mengurangi sembabnya .


Yana turun dari mobil disusul Viko dibelakang, Viko mengandeng tangan Yana. Yana masih cuek dan diam saja. Mereka pun masuk ke butik dan sudah disambut dengan pemilik butik itu . Karena tadi mama Rita sudah menelponnya jadi mereka langsung ke tempat fitting baju.


" Hello den Viko selamat pagi aih ini kekasihnya cantik sekali ". suara pria lemah gemulai di depannya mampu membuat Yana bergidik ngeri .


" Jen langsung saja jangan basa basi saya masih ada pertemuan meeting cepat kamu pilih gaun mana yang cocok untuk kamu , aku tunggu sini ". mengatakan kepada Yana dan duduk di sofa penunggu.


" Ayoo ciinn masuk pilihlah gaun yang cantik untukmu".


" Sudah jangan hiraukan dia , kalau dia menyakitimu bilang sama eyke ya cin biar eyke Snack down dia ".


" Emang situ berani haha ". kata Yana sembari ketawa mendengar celoteh pemilik butik yang gemulai.


" Gitu dong cinn senyum , eyke sangat cantik loh kayak ketawa lesungnya bikin eyke melayang lohh ".


" Haha andai kamu cowok tulen aku mau lah jadi istri anda haha tapi sayang". sembari memilih gaun didepannya.


" Hei sorry ciin eyke sudah ada yang punya , ganteng, Tajir kaya dan sangat sayang sama eyke ".


" WHAAAATTTT ". teriak Yana yang kaget berarti jeruk makan jeruk dong haha tertawa dalam hati


to be continued

__ADS_1


__ADS_2