
Malam hari pukul 19.00 keluarga pak Roy sudah sampai di rumah pak Bian, pak Bian sengaja mengundang kelurga pak Roy untuk makan malam sekaligus mengenalkan nya pada Yana.
" Assalamualaikum" ucap keluarga pak Roy.
"Waalaikumsalam" balas pak Bian dan Bu Maya
" Ayo masuk jeng Rita, sudah lama tidak ketemu semakin cantik saja heh" puji Bu Maya ke Bu Rita
" Ah jeng Maya bisa aja, gimana nih jeng rencana keluarga kita ?' tanya Bu Rita
" Ah kita duduk aja dulu sementara menunggu makanan siap kita bicara bisnis yuk pak Roy "! Ajak pak Bian
" Ihh bisnis Mulu, jeng Maya mana nih Yana kita ga sabar pengen liat, pasti gadis itu semakin cantik ".
" Mah Viki kapan dong mau dijodohkan juga ?" Tanya adik Viko
" Dih apaan sih, jangan ngada-ngada lu ya Vik.! Tegas Viko kepada adiknya
" Ya sudah tunggu bentar ya, saya panggilkan Yana dulu" . Bu Maya meninggalkan ruang tamu menuju kamar Yana
Yana yang sangat terganggu mendengar suara kebisingan diruang tamu akhirnya mengintip keluar,
'' Ooohhh... Papa serius kah ingin menjodohkan ku" gumam Yana dalam hati tanpa sadar Yana berbalik arah segera masuk kamar , tetapi saat dia mau menutup pintu kamar nya tiba-tiba pintu itu terdorong dan terbuka lebar dan membuat Yana terkaget hampir saja Yana teriak tetapi mulut Yana berhasil di tutup tangan mamanya . ( Duh ini anak ya wkwk liat mamanya sendiri kaget).
" Yana diam, ini mama , ih kok mau teriak kenapa kaget gitu?". Tanya mama nya
" Ihh mama salah sendiri ngagetin, sama kaya kak Rini aja huhh". Mendengus kesal
" Yuk turun ada keluarga pak Roy , buatin minum ya tolong". Perintah Bu Maya
'" Iihhh mama kenapa mesti Yana kan ada bi Ijah bi Ita kan hiihh kenapa keluarga mereka kesini mah , Yana kan ga mau dijodohkan huhh". Ucap Yana tegas
" Yana papa mu yang meminta mereka untuk makan malam sekalian mengenalkanmu " .
" Tapi Yana mau belajar mah , nanti Yana mau ada ujian kuliah mah".
" Pokoknya ayo makan dulu dan turun buatkan minum, dalam waktu 5 detik gak turun mama sama papa akan mengusirmu paham !!. Ancam Bu Maya menekan kata terakhirnya.
" Issshh apaan sih maen usir aja ". Yana kesal
Sesaat ibu nya berbalik arah ke Yana.
" Oh ya jangan lupa pasang senyummu jangan sampai kau mengecewakan papa dan mama". Bu Maya pergi meninggalkan Yana
" Iya ma , dih sebel deh ". berjalan bergegas menuju dapur
Akhirnya Yana pun menuruti perintah mama nya , Yana pun langsung menuju dapur membuatkan minuman untuk mereka. Ditengah membuat jus Yana melamun dan hampir salah mengambil gula melainkan garam. Tiba-tiba Yana pun kaget melihat keberadaan bi Ijah secara langsung.
" Neng salah itu bukan gula ". teriakan bi Ijah membuat nya kaget.
" Aaaahhh, Ya Allah bibi ngagetin Yana aja sih bi , kenapa sih suka banget gitu ngagetin Yana , lama-lama Yana jantungan lagi hhhuhh". Mendengus kesal
__ADS_1
" Neng lagi buat apa. Maaf ya neng hehe habis neng tumben bikin minuman sebanyak itu ,, dan neng bakal kena marah bapak ibu karena salah menaruh gula". Sambil menunjuk gelas minuman dan gula
" Ahhh duh untung aja bibi yang ngingetin, ini itu untuk tamu nya papa bi, bibi udah nyiapin makanan belum buat makan malam mereka". ? Tanya Yana
" Sudah neng, tu di meja makan, Udah sini bibi yang anterin , neng kesana aja " . Mengambil nampan
" Jangan bibi , Udah bibi makan aja dulu ya sama bi Ita , ini perintah mama huhh sebel".
" Oh iya iya ". Bibi yang tahu sikap Bu Maya yang suka mengancam tetapi baik hati dan lembut demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan Bu Maya pasti selalu memberikan ancaman kepada kedua anaknya, agar patuh dan menurut .
" Huuffftt ...Inget Yana Pasang senyum semanis mungkin, Senyum.. Senyumm ". berjalan mendekat ruang tamu.
Yana pun mengantarkan minuman untuk mereka , dengan penampilan sederhana dan natural Yana tetap terlihat cantik . Yana pun memberikan satu- satu gelas minuman untuk mereka sambil memberikan senyum manisnya itu, Viki yang melihat senyum manis Yana pun langsung terkagum dan maybe jatuh cinta hihi. Yana mempunyai senyum yang sangat manis , lesung pipi dan gigi gingsulnya menambah semakin manis.
Viko yang memakai kemeja putih dan jas navy membuatnya Tambah gagah dan tampan. Lelaki terkaya di Kota H membuatnya terkenal sampai pelosok negeri. Berdarah Dingin dan sangat kejam terhadap siapapun. Ahli waris Keluarga Dirgantara.
Sedangkan Viko memakai jas berwarna hitam berkemeja putih sangat menambah ketampanan nya. Berkulit putih dan hidung mancung menjadikan banyak wanita mengaguminya . Tetapi itu sangat mustahil karena setiap kali wanita ingin mendekat mereka selalu menatapnya sinis.
" Ini Om, Tante , Mas ....". Yana tidak melanjutkan ucapannya karena lupa nama mereka.
" Viko kenalin saya Viko ". Ucap Viko dengan suara tegas memperkenalkan namanya.
" Hehehe terimakasih mas Viki , oh iya ini minuman untuk kalian ".
" Oalah ini toh Yana , padahal dulu masih kecil sekarang udah gede dan cantik lagi, " puji Bu Rita
" Hehe terimakasih Tante yang lebih cantik ".
" Kok kamu beda banget Yan, dulu kamu jahil , item jelek kok sekarang beda". Ejek Viko sembari tertawa
" Hihh apaan jangan menghina mantu mama ya Viko , dia calon istri kamu ". Bela Bu Rita
" Iya iya ". Ucap Viko cuek
{ meskipun kamu cantik tapi kamu orang yang paling aku benci, karenamu aku harus menikah denganmu dan meninggalkan seorang yang paling aku cinta. jangan harap kamu akan bahagia menikah denganku gadis kecil}>
" Mah Yana buat Viki aja ya mah jangan buat Viko ". merengek layaknya anak kecil.
" Viki kamu kan sudah punya calon jangan ngada-ngada". mencubit lengan anaknya.
" awww .. iya iya sakit banget tau cubitan mama". mengelus tangan yang di cubit mamanya.
" Dihh apaan sih ini Om Om , iya lah beda dulu Ama sekarang gimana sih gatau glow up apa yak ,dia juga beda dulu pemalu, sekarang sombong bener ". Batin Yana sambil melirik kearah calon suaminya.
" Oh ya kalau begitu Yana kembali ke kamar dulu ya Tante om mas , soalnya Yana mau belajar buat ujian kuliah online nanti". Ucap Yana
__ADS_1
" Eh bentar kita makan malam dulu Yana , yuk pak Roy Bu Rita" . Ajak pak Bian
Setelah mempersilahkan pa Roy dan sekeluarga duduk di meja makan, Yana pun disuruh Mama dan papa nya melayani Viko .
" Yana tolong dong itu nak Viko ambilin nasi dan ikannya "! Perintah pak Bian
" Eh tapi pa , kan mas Viko pasti bisa ambil sendiri iya kan mas Viko…??" Melirik Viko menunggu jawaban. Tetapi jawaban Viko membuat Yana tercengang
" Tidak , tolong dong ambilkan , dan juga tolong suapin,. ". Ucap Viko
Mendengar jawaban Viko Yana tidak berhenti berkedip, dan tetap melongo melihat Viko . Pak Roy dan pak Bian yang melihat nya tertawa menyadarkan Yana yang terkaget-kaget.
" Dihh udah gede minta disuapin hihh ".
" Ayo lah tolong , mau kan kamu ". Sambil manja mengedipkan mata layaknya anak kecil.
" dih ni om om aneh ,tadi galak sekarang manja ada yang ga beres nih ". Batin Yana
Mereka makan dengan keheningan, namun sesekali menggoda Yana dan Viko. Yana dengan telaten menyuapkan makan ke Viko begitu sebaliknya.
Setelah selesai makan dan membersihkan meja makan , pak Bian mengajak berbincang kembali dan Yana pun pamit belajar .
" Ya sudah om Tante ma pa , Yana kembali kekamar ya". Ucap Yana
" Tunggu sebentar Viko temenin Yana tuh belajar kan kamu pintar ajarin Yana sampai bisa "!. Perintah pak Bian
" Aaaa..aaa..aaaeehhh.. pa ga usah pa". Tolak Yana
" Ayo nak Viko cepet ikuti Yana , jangan menolak". Ancam pak Bian
" Baik om". Mengikuti Yana dari belakang.
" Ayo mas Viko cepetan ". menarik tangan Viko dengan kencang karena jalannya lelet seperti keong.
💫
💫
💫
✨
✨
💫
✨
Maaf ya kalau alurnya amburadul hehe. Belum berbakat tapi tenang aku bakal belajar lagi kok . Jangan lupa saran dan kritiknya ya.
Terimakasih banyak yang sudah mau singgah dan membaca novel saya 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan saran dan kritik nya ya. Jangan lupa tinggalkan jejak komen dan like ya..