Setulus Cinta Zara

Setulus Cinta Zara
#5


__ADS_3

Setelah ombrolan pertamanya dengan Fatan hubungan mereka sedikit membaik meski Fatan terkadang masih dingin kepada Zara tapi tidak sedingin saat Zara pertama kali kerumah Fatan.


"Bang, Zara sudah menghubungi teman Zara yang masalah sekolah dia bilang kita disuruh kesana untuk melihat-lihat," kata Zara.


"nanti kalau aku selesai meeting kita kesana," jawab Fatan sambil menikmati sarapannya. Zara mengangguk dan tersenyum ia tidak menyangkah Fatan akan menjawabnya karena biasanya Fatan hanya diam tanpa menjawab.


"pa, nanti Lana kerumah eyangnya bareng papa sama mama ya," pinta Lana.


"Papa ada meeting pagi ini sayang lain kali ya?" Kata Fatan membuat Lana cemberut.


"Sayang kan ada mama, kerumah eyangnya bareng mama saja ya," kata Zara.


Lana mengangguk walaupun bibirnya masih manyun, "Lana anak pintar , cantik pasti lebih cantic lagi kalau Lana senyum, tunjukkan senyum manis Lana pada papa, " pinta Zara, Lana menghadap papanya dan menampilkan senyum manisnya.


"Anak pintar," puji Zara.


Zara Fatan beranjak dari duduknya dan mengambil tas dan jas kantornya. dia mencium Lana dan mengulurkan tangannya pada Zara, Zara mencium punggung tangan Fatan seperti biasa.


"Hati-hati bang assalamualaikum," pesan Zara.


"Waalaikumsalam," jawabnya.


"Lana!" Panggil Zara sepertinya ia masih marah sama papanya karena ia diam saja saat papanya mengulurkan tangannya pada. Akhirnya ia mengulurkan tangannya sambil wajahnya ditekuk membuat Zara tersenyum melihat kelakuan anaknya.


"Besok papa antar ya sayang," janji Fatan.


"BeSok mama dirumah," jawab Lana dan pergi masuk ke Dapur Zara hanya bisa menggeleng melihat Lana yang masih ngambek.


"Biarkan saja bang Zara yang akan urus, abang berangkat saja," kata Zara.


Fatan mengangguk dan langsung pergi seperti biasa tanpa kecupan sayang. Zara melangkah menyusul Lana yang sedang ngambek .


"Lana sayang, kenapa tadi bersikap begitu pada papa tidak boleh begitu nak," nasehat Zara.


"Papa tidak sayang Lana ma, dulu papa seling ngantelin kelumah Eyang tapi cekalang Lana minta antar papa nggak mau,"katanya.


"Lana tidak boleh ngomong gitu sayang, papa sayang Lana kok papakan kerja sayang. papa kerja juga buat Lana dan papa juga sayang sama Lana kalau tidak sayang papa tidak akan membelikan Lana mainan yang banyak," pujuk Zara.


"jadi papa sayang Lana?" kata Lana, Zara mengangguk,


"nanti kalau papa pulang minta maaf ya kasian papa," kata Zara. Lana mengangguk dan memeluk Zara.


*****


Fatan kembali kerumah karena ada dokumen yang ketinggalan, ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya saat ia ingin naik keatas Fatan mendengar Lana berbicara dengan Zara.


Fatan mendengar Zara menasehati anaknya kalau yang dilakukannya tadi adalah perbuatan yang tidak baik. Sungguh Fatan tidak menyangkah Zara akan mengajari anaknya seperti anak kandungnya sendiri padahal ia belum berpengalaman mengurus anak.


Setelah Fatan mengambil dokumen yang tertinggal Fatan segera pergi dan Fatan bernjanji akan secepat mungkin untuk menyelesaikan meeting ini dan menjemput Lana untuk mengajaknya makan siang bersama.


Fatan menyelesaikan meetingnya dengan lancar dan membawa hasil yang memuaskan.


Dia menelungkupkan wajahnya diatas meja capek dengan pikiran dan hatinya.


"Ada masalah bro?" Tanya Dewa membuat Fatan hampir tersungkur karena kagetnya.


"Bisa tidak ketuk pintu dulu?" kata Fatan sedikit kesal.


"Aku ketuk pintu dari tadi sampai tangan aku merah tak ada respon dari kamu ya aku masuk saja," kata Dewa tanpa rasa bersalah.


"Ada apa?" Tanya Fatan.


Dewa menyodorkan undangan untuk Fatan, Fataisi undangan dan mengamati isinya kemudian mengangguk.


"Ajak istrimu," kata Dewa.


"Besok malam?" Tanya Fatan.


"Iya besok malam ingat datang sama istrimu," kata Dewa mengingatkan Fatan sekali lagi dan pergi.


"Wa!" Panggil Fatan. Dewa menoleh dan menaikkan alisnya.


"Meeting nanti kamu yang datang ya? Aku mau menjemput Lana untuk mengajaknya makan siang karena tadi pagi dia sempat ngambek sama aku," kata Fatan.


"Okey," jawab Dewa singkat kemudian pergi


Sedangkan Fatan membereskan dokumen-dokumennya yang tadi dibuat meting dan bersiap pergi.


Ia keluar dari ruangannya berjalan kepintu keluar ia berjalan menuju parkir mobil dan mengendarai mobilnya menuju butik Zara tidak sampai setengah jam ia sudah sampai di butik Zara.


Fatan bisa melihat Zara yang sedang sibuk melayani pelanggannya dari luar. Zara yang melihat suaminya datang langsung berdiri dan menyambutnya disalim tangan suaminya.


"Assalamualikum abang! Ada apa?" Tanya Zara sambil mengajak Fatan untuk masuk ruangannya.


"Lana bagaimana?" Tanya Fatan.


"udah okey kok bang, mungkin sekarang dia lagi main sama mama tadi Zara sempat telfon mama kata mama Lana lagi main sama Erika."


"Zara buatkan minum dulu," Kata Zara dan berlalu keluar.


Fatan yang didalam ruangan itu memandang foto yang menggantung didinding foto pernikahannya dengan Zara, Zara terlihat anggun saat mengenakan gaun berwarna putih itu.


"Minum bang!" Kata Zara membuat Fatan kaget karena ia terlalu focus memandang foto pernikahannya.


"Maaf bang membuat abang kage,t" kata Zara sambil meletakkan secangkir kopi dimeja diruang kerjanya


" Zara tinggal dulu didepan ya bang lagi banyak pelanggan" pamit Zara.


Fatan hanya mengangguk, " Zara!" panggil Fatan saat Zara ingin membuka pintu.


"iya bang?" Tanya Zara


"nanti lihat sekolanya sama Lana, biar dia senang," kata Fatan. Zara mengangguk dan pergi keluar.


Fatan yang ingin lebih tahu Zara mulai menjelajahi meja kerja Zara yang tertata Rapi.


ia membuka Laci meja kerja Zara dan menemukan sebuah buku note kecil dibukanya buku itu hanya catatan kunjungan kerjanya.


Fatan mulai membuka laci berikutnya yang berisi sebuah buku kecil berwarna hitam dengan tulisan disampulnya 'Fatimah Azzara', Dia membuka lembar pertama.


04-06-2016


Assalamualaikum wr.wb


Aku Fatimah Azzara hanya seorang gadis biasa tanpa ada yang istimewa, memiliki keluarga yang tidak utuh tapi aku masih bersyukur mempunyai mama yang selalu ada untukku hanya mama yang selalu mengerti aku.


Mama dia adalah surgaku saat ini sebelum ada surga lain untukku yaitu suamiku.

__ADS_1


Fatan menutup buku kecil itu rasanya tidak sopan membaca diary orang tapi rasa penasarannya membuatnya menghilangkan sopan santun yang ia punya ia menyelipkan buku itu di jas kerjanya ia akan membaca nanti waktu dirumah.


tepat saat ia ingin keluar Zara masuk Zara tersenyum manis seperti biasa yang selalu ditampilkan padanya.


"kita pergi sekarang bang," kata Zara. Fatan mengangguk dan berjalan keluar dulu.


Fatan tersenyum pada pegawai Zara saat ia berpapasan didepan pintu.


"Aunty Zara tinggal dulu ya!" Pamit pada pelanggan tetapnya.


"Ya Zara!" Jawab aunty yang bernama Linda.


Fatan berjalan menuju mobilnya diikuti Zara mereka akan kerumah orang tua Fatan terlebih dahulu untuk menjemput Lana.


Mobil Fatan berhenti didepan rumah orang tuanya Zara melihat Lana sedang bermain dengan Erika.


"Mama...!" Panggil Lana dan memeluk Zara.


"Papa jemput Lana lo" bisik Zara Lana melihat kebelakang Zara, Fatan sedang tersenyum ke Lana.


"Papa!" Panggil Lana.


Fatan merentangkan tangannya Lana berjalan menuju pelukan papanya.


"Maafin Lana papa!" Kata Lana Fatan mengangguk,


" papa juga minta maaf sudah terlalu sibuk" kata Fatan.


"Ayo sayang!" ajak Fatan.


Fatan menggandeng tangan Lana dan pergi meninggalkan Zara dibelakang.


"Kenapa?" Tanya Fatan saat tiba-tiba Lana berhebti dan menoleh kebelakang.


"Mama ketinggalan papa!" Kata Lana sambil menoleh kebelakang.


"Ayo sayang!" Ajak Zara dan berjalan menggandeng tangan Zara satunya.


"Papa mama masuk kerumah eyang dulu, Lana masih ada Erika," kata Lana sambil melepaskan gandengan tangannya.


"okey sayang,"kata Fatan.


Fatan berjalan meninggalkan Zara yang berjalan dibelakangnya masuk kerumah orang tuanya.


"Fatan, Zara," panggil Maryam kaget dengan kedatangan Fatan dan Zara dijam sepagi ini.


"assalamu'alaikum mama," salam Zara sambil mencium tangan Maryam.


"ada apa? tumben jam segini sudah kesini," Tanya Maryam.


"mau mengajak Lana kesekolah ma, kebetulan dekat butik Zara ada sekolah dan pengurusnya teman Zara," kata Zara. Fatan hanya diam dan pergi kedapur.


Lana yang baru masuk langsung memeluk Zara. "mama Lana pengen sekolah kayak Erika," kata Lana.


"iya sayang kita tunggu papa ya nanti kita akan kesekolah untuk mendaftarkan Lana," kata Zara. Maryam tersenyum senang melihat interaksi Zara dengan Lana, Zara begitu telaten dengan sikap Lana yang kadang manja.


"papa ayo, kata mama papa mau kesekolah," kata Lana saat melihat Fatan keluar dari dapur.


"iya ayo sekarang berangkat ajak Fatan," kata Fatan sambil menggendong Lana sambil berlau keluar meninggalkan Zara dan tanpa pamit mamanya.


" iya ma, insyaAllah Zara akan sabar," kata Zara "Zara pamit dulu ma," pamit Zara.


"hati-hati," pesan Maryam.


Zara berjalan menuju mobil Fatan untuk pergi kesekolah untuk mendaftarkan Lana sekolah.


Mobil Fatan berhenti didepan sekolah PAUD Zara turun sambil menggendong Lana, diikuti Fatan yang berjalan dibelakangnya.


"Assalamu'alaikum," salam Zara saat masuk kedalam kantor sekolah.


"waalaikum salam, eh Zara silakan masuk," kata Yeni teman Zara sekaligus pengurus sekolah PAUD.


Zara mengutarakan tujuannya datang kesekolah dan bertanya-tanya tentang sekolah yang akan menjadi sekolah untuk Lana.


Setelah tujuannya selesai Zara pamit undur diri dan mulai besok Lana akan sekolah dan itu membuat Lana sangat senang.


Didepan sekolah Zara tidak ikut masuk kemobil karena ia tidak akan ikut pulang ia akan kembali keButiknya.


"Bang, Zara tidak ikut pulang, pekerjaan Zara ,masih banyak dan pelanggan Zara masih banyak boleh?" Tanya Zara.


Fatan mengangguk dan menjalankan mobilnya sebelumnya ia memberi penjelasan pada Lana kalau mamanya pulang belakangan karena masih sibuk Lana mengangguk setuju.


*****


Zara sangat sibuk ia harus menyelesaikaan pekerjaannya sekarang juga ia tidak mau membawa pekerjaan kerumah karena baginya dirumah adalah waktunya untuk keluarga bukan untuk pekerjaan.


"Mbak Zara!" Panggil Sachi.


"Ya?" Tanya Zara.


"sudah waktunya pulang mbak" Sachi mengingatkan, Zara ,melihat jam ditanggannya yang sudah menunjukkan jam lima lebih sepuluh menit.


"Astagfirullah lupa sudah terlalu sore, maaf ya Chi jadi pulangnya kesorean," kata Zara dan membereskan kerjaannya dibantu Sachi.


"nggak apa-apa mbak, emang kerjaannya hari ini Alhamdulillah," kata Sachi.


"Makasih Chi, iya Alhamdulillah, ayo aku antar pulang kita searah kan?" Kata Zara.


Sachi mengangguk.


Setelah Zara mengantar Sachi pulang ia segera mengarahkan mobilnya kearah rumah Fatan. Zara sudah sampai dihalaman rumah Fatan ia memasukkan mobilnya kegarasi dan langsung berlari masuk kedalam rumah lewat pintu penghubung antara garasi dan rumah utama karena mendengar Lana menangis.


"Assalamualaikum" salam Zara.


Lana mendengar suara Zara langsung berlari ke Zara.


"Hey kenapa menangis?" Tanya Zara sambil membersihkan bekas air mata.


"Mama tidak pulang-pulang" rengeknya, Zara merasa bersalah memang terlalu sore dari biasanya, biasanya ia pulang jam empat sore dan ini sudah hampir magrib.


"Maaf sayang tadi mama banyak banget pengunjung dan InsyaAllah tidak akan lagi pulang sesore ini, maafin mama ya?" Kata Zara. Lana mengangguk dengan masih memeluk Zara. Zara melihat Fatan yang terlihat bernafas lega melihat kedangannya.


"Sebagai gantinya mama akan buatkan makanan kesukaan Lana setuju?" tawar Zara.


"Setuju" jawab Lana pelan.


Zara melangkah menuju Fatan yang sedari tadi melihatnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum abang!" salamnya dan mencium tangan suaminya.


"maaf Zara telat tadi," kata Zara meminta maaf.


"Ya!" Jawab Fatan pendek dan pergi keruang kerjanya.


"Sabar Zara" Bathin Zara.


Ia segera masuk kekamar untuk ganti baju dan melepas hijabnya dan kembali lagi kedapur untuk memasak makan malam untuk keluarganya.


Dilihatnya Lana sedang menggambar di atas karpet depan tv. Setelah memasak dan menyiapkan dimeja Zara menghampiri Lana mengajak Lana untuk makan.


"Sayang, makan dulu yuk!" ajak Zara.


Lana memandang Zara kemudian mrngangguk ia merentangkangkan tangannya minta gendong.


dengan senang hati Zara menggendong Lana menuju meja makan dan mendudukannya dikursi.


"Sayang mama mau memanggil papa dulu ya Lana tunggu disini," Pinta Zara.


Lana mengangguk patuh.


Zara segera naik keatas menuju ruang kerja Fatan belum sampai Zara mengetuk pintu Fatan sudah keluar.


"Bang makan malam sudah siap," kata Zara seperti biasa Fatan tidak menjawab dan pergi begitu saja.


******


Setelah makan malam Fatan kembali keruang kerjanya ia duduk di kursi kerjanya dan membuka laci ia mengambil buku kecil milik Zara yang ia ambil tadi di ruang kerja Zara dibukanya lembar kedua.


05-02-2016


Assalamualaikum wr. Wb


Aku menerima dengan ikhlas apa yang Allah takdirkan padaku,


Hari ini papa datang membawa kabar yang cukup mengejutkan bagiku.


papa? Ya papa, papa yang pergi saat usiaku 17 tahun hari ini papa datang.


Beliau ingin menjodohkanku dengan anak dari sahabat mama dan papa,


Aku harus jawab apa ?


Ya Allah hanya engkau yang mampu menjawab semua ini.


Wassalam.


Fatan membuka lembar berikutnya.


06-02-2016


Assalamualaikum wr wb


hari ini aku akan memutuskan apa jawabanku.


Dengan bismillah aku menyetujui permintaan papa bukan karena mereka keluarga kaya atau sahabat mama dan papa tapi karena hatiku telah menetapkan pilihannya yaitu untuk menyetujuimya.


07-08-2016


Assalamualaikum wr wb.


Hari ini calon mertuaku datang dan membawa seorang gadis kecil yang sangat cantik.


dia bernama 'Alana Queta Anggara' nama yang cantik. Siapa dia? Apa dia anak dari calon suamiku?


saat dia memanggilku 'mama' sisi lain dari hatiku tersentuh. Ya Allah siapa gadis kecil ini? hatiku sangat senang ketika ia memanggilku mama.


08-02-2016


assalamualaikum wr wb.


Tak akan pernah habis curahan hatiku hanya dengan ini aku bisa mencurahkan semua yang ada di hati.


Ya Allah, Dia bukan anak haram!


Kenapa semua orang beranggapan hamilk diluar nikah anak haram, bayi dilahirkan tanpa dosa sedikitpun, bagaikan sebuah kertas putih polos tanpa ada coretan tinta di dalamnya.


Dilahirkan diluar nikah bukanlah kehendak bayi, bayi itu tak harus bertanggung jawab atas dosa kedua orang tuanya.


seandainya ia bisa memilih ia tidak akan memilih dilahirkan seperti itu.


Aku terus menyangkal setiap apa kata orang Lana bukanlah anak haram dia akan menjadi anakku, mutiara hatiku sampai kapanpun


Aku akan mencintainya, menyayanginya seperti anakku kandungku.


09-02-2016


Assalamualaikum wr wb.


Hari ini hari bahagiaku sebuah pernikahan yang aku impikan sederhana tidak begitu meriah hanya keluarga besar dan relasi bisnis mama papa.


Pertama melihat dia suamiku subbhanallah pria didepannku ini adalah pria yang 3 tahun aku temui dulu aku masih ingat bagaimana wajah dinginnya bagaimana cara dia menatapku.


Ya Allah apa rencanamu Kau mempertemukan aku dengannya pria pertama yang membuat hatiku tidak tenang kau jodohkan aku dengan pria yang poertama mengetuk pintu hatiku.


Fatan menutup buku diary Zara, Zara pernah bertemu dengannya tiga tahun lalu dimana?


Fatan terus mengingat kapan ia bertemu dengan Zara seingatnya dia tidak pernah bertemu dengan Zara. Lamunannya buyar dengan ketukan pintu ia segera menyimpan buku Zara di laci meja kerja miliknya.


"Maaf Bang, Lana ingin tidur dengan abang," kata Zara. Fatan hanya mengangguk dan Zara kembali menutup pintunya.


Fatan turun melihat Zara sedang mengajari anaknya menulis.


Zara adalah gambaran ibu yang baik dan tidak selamanya ibu tiri itu kejam buktinya Zara sangat menyayangi anaknya, dulu sering sekali mamanya menyodorkan foto wanita yang ingin dijodohkan dengan dia tapi dia selalu menolak sudah terlihat dari fotonya itu bagaimana wanita itu nanti dengan anaknya.


Tapi saat mamanya ingin menjodohkannya dengan Zara ia tidak ingin melihat fotonya dan langsung menyetujuinya. apa itu sudah takdir? Ia juga tidak tahU.


"Sayang katanya mau bobok sama papa?" Tanya Fatan yang sudah duduk disamping Lana. Lana memandang Fatan dan mengangguk.


"Mama Lana bobok dulu ya?"


"Iya sayang," Kata Zara.


Fatan dan Lana pergi meninggalkan Zara, Zara membereskan buku-buku Lana yang berserakan di meja ia mengumpulkan dan meletakkan di bawah meja.


****

__ADS_1


__ADS_2