Setulus Cinta Zara

Setulus Cinta Zara
#9


__ADS_3

Zara bersyukur Fatan sudah bisa menerimanya walaupun tidak sepenuhnya didalam hatinya.


Ia yakin sedikit-sedikit Fatan akan bisa mencintainya. Karena ia percaya rencana Allah itu indah.


Zara membuat sarapan untuk Fatan dan Lana, ya Lana sudah kembali kemarin dari Singapore.


Menu sarapan hari ini yang dibuat Zara adalah Roti isi daging kesukaan Lana.


"Assalamualaikum mama!" Teriak Lana yang turun dengan digendong Fatan turun dari kamarnya. Fatan mendudukkan Lana dikursi milik Lana.


"Waalaikumsalam anak mama" jawab Zara.


"Roti isi spesial untuk anak mama," kata Zara sambil memberikan satu roti isi daging.


"Yeeah sayang mama!" Teriaknya sambil mencium pipi Zara.


Zara tersenyum seminggu ini rumah terasa sunyi saat Lana tidak dirumah, Zara mengambilkan satu roti isi untuk Fatan, hari ini Fatan dirumah karena weekend dan dia sudah berjanji untuk mengajak Lana jalan jalan.


"satu roti untuk suami Zara," kata Zara sambil tersenyum.


"terima kasih," jawab Fatan sambil tersenyum, awal pagi yang indah dengan senyuman Fatan menurut Zara.


"Apa Lana tidak capek hem kemarin baru diajak jalan-jalan sama uti?" Tanya Fatan.


Lana menggeleng.


"Ak engak pa..." Jawab Lana tidak jelas karena mulutnya penuh dengan roti.


"Habisin dulu, nggak boleh mamam sambil ngomong sayang nanti tersedak," kata Zara.


"Nggak enak papa, Lana mau jalan-jalan sama mama dan papa," kata Lana.


"Yaudah emang mau jalan-jalan kemana?" Tanya Fatan.


"kemana saja asal bersama mama dan papa," kata Lana.


"Okey selesai makan kita akan pergi jalan-jalan," kata Fatan, Membuat Lana megangguk senang.


****


Fatan mengajak Lana kewahana Air ia nampak senang dan tertawa gembira. Zara tidak ikut berenang dia hanya duduk menunggu di tepi kolam renang bersama Fatan, Ponsel Fatan berdering dan dia menjauh dari Zara untuk mengangkat telfonnya.


Zara melihat wajah Fatan yang berubah setelah mendapat telfon wajahnya kelihatan murung, gelisah dan senyumnya tidak sampai mata saat melihat Zara yang terus menatapnya.


"Ada masalah?" Tanya Zara.


"Tidak." bohong Fatan, tapi Zara tidak percaya meskipun mereka bersama masih dua bulan Zara bisa melihat mimik wajah bohong Fatan.


"apa abang serius dengan kata-kata abang kemarin? saat abang bilang akan mencoba menerima Zara?" Tanya Zara.


"Tentu" jawab Fatan singkat.


"Kalau abang serius, cobalah terbuka dengan Zara siapa tahu Zara bisa bantu." Fatan memandang Zara, "ada masalah dikantor." kata Fatan.


"Ada Dia yang selalu memberi jalan setiap permasalahan didunia ini, datanglah padaNya curahkan apa yang abang rasa hanya Dia yang bisa menunjukkan Jalan,


Sudah berapa lama abang tidak pernah datang padaNya?" Tanya Zara, Fatan menggeleng,


"sangat lama bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku datang dan bersimpuh padaNya"


"Mulai sekarang Zara mohon jangan lupakan kewajiban abang sebagai muslim, maaf jika Zara sudah lancang meminta abang tapi ini kewajiban Zara sebagai istri untuk mengingatkan abang, Zara tidak meminta abang mencintai Zara tapi Zara minta cintai Dia yang membuat kita bisa bernafas bang" pinta Zara, Fatan mengangguk.


"bimbing aku Zara" pinta Fatan.


"Insyaallah abang" jawab Zara, Fatan tersenyum memandang Zara begitu pula sebaliknya


****


Sepulang dari jalan-jalan saat sampai rumah tepat masuk waktu magrib, zara yang turun dari mobil segera menggendong Lana masuk kedalam rumah meninggalkan Fatan yang memasukkan mobilnya kegarasi.


"Mama mau sholat sayang" kata Zara.


"Lana ikut boleh mama?" Tanya Lana.


"Tentu sayang Lana boleh ikut," kata Zara sambil menggandeng tangan Lana untuk masuk kekamarnya.


Zara menyiapkan mukena kecil untuk Lana pakai.


"Lana sebelum sholat kita harus wudlu dulu, nanti ikuti mama ya!" Pinta Zara.


Lana mengangguk dan mengikuti Zara kekamar mandi, ia mengajari Lana langkah-langkah berwudhu.


"sayang, nanti ikuti mama ya setiap apa yang mama lakukan nanti," kata Zara.


Selesai sholat Zara sambil menggendong Lana turun kebawah ia melihat Fatan sedang menghubungi seseorang dengan wajah seriusnya.


"Okey nanti kabari lagi perkembanganny," Kata Fatan mengakhiri bicaranya.


Dia melangkah mendekati Zara dan Lana yang sedang berada diatas karpet ruang televisi.


"Kalau Zara boleh tahu ada masalah apa bang?" Tanya Zara sambil ikut duduk disofa di samping Fatan.


"ada yang mencuri ide dari team yang aku suruh menangani proyek di Medan," kata Fatan.


"apa sudah diselidiki?" Tanya Zara.


"Aku menyuruh Dewa untuk menyelidiki siapa saja team yang memegang proyek kerja sama antara Sanjaya," jawab Fatan.


"Sabar mungkin ini ujian untuk membuat abang lebih tabah dan sabar lagi," kata Zara.


Fatan hanya mengangguk, "aku keruang kerja dulu"pamitnya, Zara mengangguk.


****


Zara ketiduran dikamar Lana setelah menidurkan Lana, ia terbangun dan segera keluar dari kamar Lana ia berjalan menuju kamar tapi saat melewati ruang kerja Fatan ia melihat ruang kerja Fatan lampunya masih menyalah ia melihat jam sudah dini hari.


Zara mengetuk pintunya lalu membuka ia menemukan Fatan sedang fokus didepan laptopnya.


"Assalamualaikum abang," salam Zara.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawab Fatan sambil memandang Zara sambil sesekali mengucek mata lelahnya.


"Sudah malam waktunya istirahat bang!" Ucap Zara.


Fatan mematikan laptopnya dan berjalan kearah Zara, Zara tersenyum menenangkan.


"Semua pasti ada jalan, ayo kita mencari jalan itu bersama!" Ajak Zara melihat kekwatiran dimata suaminya.


"Sungguh ini masalah yang paling besar yang pernah aku alami," kata Fatan.


"semua pasti terselesaikan dengan baik, ayo!" ajak Zara sambil ragu untuk menggandeng tangan suaminya.


Fatan mengerti ia segera memegang tangan Zara dan mengajaknya kekamar.


"Tolong siapin tempat sholat aku ingin bersimpuh padaNya yang sudah lama aku lalaikan" kata Fatan sambil berjalan menuju kamar mandi, Zara mengangguk dan tersenyum.


"Alhamdulillah" ucap Zara, Melihat perubahan sedikit demi sedikit yang Fatan perlihatkan. Dan pinta Zara ini akan beerlangsung selamanya


****


Pagi hari Fatan sudah duduk dimeja makan setelah sholat berjamaah dengan Zara untuk pertama kalinya ia menjadi seorang imam.


"Papa!" Panggil Lana, Fatan menoleh melihat Zara sedang menggendong Lana.


"Assalamualaikum abang!" Salamnya.


"Waalaikumsalam" jawabnya, Zara mengambilkan bihun goreng untuk Fatan.


"Mungkin nanti aku pulang malam" kata Fatan, Zara mengangguk mengerti tentang masalah yang dihadapi ooeh suaminya.


"semoga cepat selesai."


"Semoga, aku berangkat!" Pamitnya.


"Hati-hati, assalamualaikum" pesan Zara.


"Waalaikumsalam" jawab Fatan dan mencium putrinya kemudian Zara.


"Papa kok berangkat pagi sekali mama?" Tanya Lana.


" Papa ada urusan sayang" jawab Zara Lana mengangguk saja.


"Lana hari ini sekolahkan?" Tanya Zara.


"He em" jawabnya.


"Ya udah ayo berangkat" ajak Zara .


Lana mengambil tas kecilnya kemudian memakainya dan menggandeng tangan Zara yang berjalan disampingnya.


****


Helen berkunjung kebutik Zara karena semenjak pesta dirumahnya ia tidak pernah bertemu Zara lagi. Ia ingin mengetahui kabar terbaru sahabatny dengan suami super dinginnya, Helen melihat Zara sedang duduk dimeja kerjanya ia melihat wajah serius Zara.


"Assalamualaikum" salam Helen.


"Waalaikumsalam" jawab Zara sambil mendongak melihat siapa datang, Zara tersenyum dan berdiri menyambut temannya yang sedang hamil besar.


"Sangat baik, kamu?" kata Helen.


"Alhamdulillah, Lebih baik dari kemarin" jawab Zara.


"Gimana Fatan dia tidak jahat kan sama kamu?"


Zara menggeleng, "dia baik Len, sangat baik malahan," jawab Zara. Helen tidak percaya karena yang ia tahu Fatan tidak mencintai Zara dari suaminya.


"Kamu tidak bohongkan, aku tahu kamu Zara," kata Helen.


"Sungguh, dia baik," kata Zara.


"Baiklah aku percaya, ayo cari makan aku lapar" ajak Helen. Zara memuncungkan bibirnya karena kedatangan Helen hanya ingin mengajaknya makan, Helen hanya tertawa saat melihat ekspressi Zara,


"ternyata kamu datang kesini untuk ngajak aku keluar saja, padahal kau tau pekerjaanku sangat banyak," kata Zara sambil sedikit ngambek tapi ngambeknya bohongan.


"anggap saja ini permintaan calon keponakanmu," kata Helen.


Zara mengangguk dan melihat jam ditangannya.


"Nunggu Lana ya dia sudah mau pulang sekolah," kata Zara.


"Okey mama expres baru nikah 2bulan sudah menjadi mama anak 3 tahun hebat." canda Helen.


"Helen kau ini, lihat dek mamamu mengejek aunty tendang perut mamamu sayang" pinta Zara sambil mengelus perut Helen.


"Ra! Sakit tahu ditendang tapi aku senang sih berarti anakku sehat," kata Helen saat merasa tendangan calon bayinya.


"Benarkah sakit?"


Helen mengangguk "sakit tapi tidak seberapa." jelas Helen.


"Ayo sudah waktunya Lana pulang!, kita mau kemana?"


"Kafe dekat kantor Dewa gimana? Aku lagi mau pengen makan disana," kata Helen.


"okey ayo!" Ajak Zara.


Mereka berdua keluar butik dan mengendarai mobil Zara menjemput Lana setelah itu pergi menuju kafe dekat dengan kantor Fatan.


Saat sudah sampai di kafe Zara memesan Chrispy Steak dan sosis stick minumnya capucino dan es cream untuk Lana, Sedangkan Helen memilih somay dan es cream.


"Mama tadi Lana diajari menyanyi sama ibu guru" kata Lana.


"Nyanyi apa sayang?" Tanya Zara.


"Banyak ma sama diajari berdo'a tapi Lana sudah bisa kan mama selalu ajari Lana terus ibu guru bilang Lana pintar," kata Lana dengan nada yang senang.


"Hmm emang Lana pintar kan?" Kata Zara


Helen melihat interaksi Zara dan Lana tersenyum emang Zara Wanita baik dengan jiwa keibuan yang dimilikinya semoga selalu bahagia do'a Helen.

__ADS_1


"Aunty Helen dedeknya kapan keluar?"


"Hmmm kapan ya?" Kata Helen sambil pura-pura mikir.


"Lana bantu mikir aunty," Kata Lana sambil meletakkan jarinya didagu membuat Zara tertawa.


"Dua bulan lagi, " kata Helen.


"Dua bulan itu lama atau sebentar mama?" Tanya Lana pada Zara.


"61 hari lagi sayang" jawab Zara.


"Itu lama aunty, apa tidak bisa dikeluarin sekarang?" Kata Lana membuat Zara dan Helen tertawa.


"Sudah makan dulu sayang!" Perintah Zara karena pesanannya sudah datang.


****


Fatan duduk diruangannya bersama Dewa, mereka membahas tentang masalah yang dihadapi perusahaan Fatan.


"Gimana Wa?" Tanya Fatan.


"Masih belum ketemu pelakunya tapi akan secepatnya ketemu jangan kwatir," kata Dewa mencoba menenangkan temannya.


"Gimana Zara?" Tanya Dewa mencoba mengalihkan topik agar temannya tidak terlalu kwatir dengan apa yang dihadapi sekarang.


"Seperti saranmu aku kemarin mencoba untuk menerimanya dan membuka hati untuknya Sudah aku lakukan, benar katamu dia sangat baik," kata Fatan sambil membayangkan senyuman Zara.


"Dia memang baik, dan aku lihat ada sedikit perubahan didirimu." tebak Dewa.


"Ya, aku mencoba untuk hidup seperti dulu sebelum bertemu dengan Delisa." Jawab Fatan.


"Semoga berhasil bro, ouwh ya mau ikut aku tidak?" Tanya Dewa.


"Kemana?"


"makan di Cafe dekat sini," kata Dewa sambil berjalan menuju pintu.


"Boleh," kata Fatan sambil berdiri mengikuti Dewa dari belakang.


Dewa dan Fatan berjalan menuju Café seberang kantor Fatan, saat masuk Café Fatan melihat Zara Dan Lana ada di Café.


"Assalamualaikum," salam Dewa.


"Waalaikumsalam," jawab ketiganya.


Zara menoleh melihat siapa yang datang, Ia tersenyum melihat Fatan berdiri dibelakangnya sedangkan Lana sudah berjalan menuju papanya.


"Assalamualaikum abang!" Salam Zara sambil mencium tangan suaminya.


"Sudah lama?" Tanya Fatan pada Zara.


"Dari jam 11bang, sehabis jemput Lana langsung kesini, diajak bumil," jawab Zara.


"Maaf tidak pamit tadi ponsel Zara ketinggalan." Sambung Zara Fatan mengangguk.


"Maafkan Zara abang, Zara tidak ijin dulu beneran ponsel Zara ketinggalan," kata Zara meyakinkan Fatan.


"Aku maafkan," kata Fatan.


Zara takut dosa karena keluar tanpa pamit suaminya, tapi ia sudah lega karena mendapat maaf dari suaminya. setelah makan siang Fatan dan Dewa kembali ke kantor sedangkan Zara dan Helen kembali kebutik Zara.


****


Fatan pulang tengah malam saat masuk ia melihat Zara baru keluar dari kamar Lana dan ingin masuk kekamarnya tapi setelah melihat Fatan datang Zara menjemputnya dengan senyuman yang menyejuykkan ia mencium tangan Fatan dan membawakan tas dan jas Fatan kedalam kamar .


"Zara buatin minum dulu bang," kata Zara Fatan mengangguk dan duduk di sofa ruang tengah.


Zara kembali menuju ruang tengah membawa segelas air ia melihat Fatan duduk bersandar disofa matanya terpejam terlihat gurat kelelahan diwajah tampan suaminya.


"Pasti sangat lelah," kata Zara sambil meletakkan segelas air diatas meja.


Didekati suaminya diusap pipi suaminya dengan lembut.


"Ya Allah ringankanlah beban suamiku dan selesaikan masalahnya amin." Kata Zara sambil terus mengusap pipi suaminya.


Sampai mata Yang tadinya terpejam mulai terbuka sempat kaget dengan adanya Zara didepannya begitu juga Zara yang kaget dengan Fatan yang tiba-tiba membuka matanya


"Maaf membangunkan abang, minum bang!" Pinta Zara sambil mengulurkan segelas air putih.


"Terima kasih," ucapnya sambil menghabiskan airnya.


"Boleh Zara memijatmu bang? Abang terlihat sangat lelah." Tanya Zara.


Fatan hanya mengangguk pelan, ia memang sangat lelah dengan masalah yang ada saat ini,


Zara mulai memijat pundak Fatan mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan lembut Zara.


"Percayalah semua pasti ada jalan untuk masalah ini," kata Zara.


"Kenapa kamu seyakin ini?" Tanya Fatan dengan mata yang tetap terpejam


"Karena Zara yakin Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya," kata Zara.


"Abang pernah dengarkan surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang artinya Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan Insya Allah ada hikmah dibalik masalah ini," sambung Zara.


"Terima kasih sudah ada disaat seperti ini," kata Fatan sambil memegang tangan Zara yang berada dipundaknya.


"Sudah kewajiban Zara bang mendukung dan selalu menemani abang." Kata Zara.


Fatan menarik tangan Zara untuk duduk disampingnya.


"Kenapa kamu selalu sabar menghadapiku yang jelas masih belum bisa mencintaimu?" Tanya Fatan.


"Kenapa kamu tidak membrontak dan pergi karena sikapku selama dua bulan ini kurang baik dan selalu bersikap dingin dan tidak menganggapmu?" Sambungnya


"Karena Zara menghormati abang sebagai suami Zara dan Zara yakin suatu saat abang pasti berubah, batu yang keras saja bisa berlubang jika terus terkena tetesan air,bdan Zara yakin hati abang tidak seperti itu," kata Zara, Fatan mengangguk dan mencium tangan Zara.


"terima kasih," ucap Fatan. Zara tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Ya, Zara tetap bertahan bukan berarti dia lemah tapi karena Zara sangat menghormati suaminya baginya dosa bila pergi tanpa ijin suaminya ia tidak mau dilaknat oleh Allah karena ia keluar rumah tanpa ijin suaminya.


#####


__ADS_2