Short Story About Sadness

Short Story About Sadness
Episode 30 (Obsesi)


__ADS_3

Siapa sih yang bisa benar-benar berniat jatuh cinta lewat aplikasi pencari jodoh? Mungkin hanya orang bodoh, lugu, dan naif yang bisa. Sialnya, orang bodoh, lugu, dan naif itu adalah orang yang kusukai, Colbie.


Aku sendiri sudah menyukai Colbie selama lebih dari dua bulan. Kami satu sekolah dan sama-sama mengikuti klub seni lukis. Sayang nya, aku terlalu takut menyatakan cinta ku padanya.


Saat mengetahui ia berpacaran dengan Max, lelaki yang ia temui lewat Tinder, rasanya seakan ulu hatiku di tinju. Di satu sisi aku merasa sedih orang yang ku cinta bersama orang lain, tapi aku juga khawatir. Sebab, kebanyakan orang menggunakan aplikasi itu hanya untuk main-main saja.


Aku tak ingin mereka berdua terlalu akrab, karena itu aku juga sering mengganggu mereka saat akan berpacaran dengan alasan kegiatan klub. Aku juga memberi kejutan dan kado spesial di ulang tahun nya. Semua cara kulakukan untuk menjauhkan nya dengan pria asing itu.


Bulan demi bulan berganti, waktu kami bersama di sekolah pun semakin terbatas. Hanya tinggal sebulan lagi. Ku putus kan untuk mengatakan perasaan ku pada nya.


Hari itu tiba dan Colbie datang sesuai permintaan ku. Ku dekati dia, menggenggam tangan nya, lalu berkata, “Aku tahu kamu memiliki pacar, aku tidak peduli. Aku mencintaimu sejak lama.”


Colbie hanya tersenyum dan menjawab, “Selama ini aku menganggapmu adalah temanku. Jika kamu suka padaku, lebih baik kita tidak bertemu lagi. Maaf.” Ia lalu melepas tanganku lalu pergi.

__ADS_1


Aku ingin megerjar nya tapi aku sadar bahwa dengan membiarkan nya pergi adalah pilihan terbaik. Walau begitu aku menangis tidak karuan, seperti anak kecil yang telah diambil mainan nya dari diri nya.


***


Setelah lewat beberapa bulan aku akhir nya bertemu lagi dengan Colbie, di saat itu dia sedang membagi kan undagan pernikahan nya. Aku masih memiliki perasaan pada nya sampai sekarang, tapi,,,, melihat dia yang sedang bahagia akan pernikahan nya membuat ku merasa tidak boleh seperti dulu. Karena dulu aku bukan nya cinta pada nya malah terobsesi seperti melihat hewan langka yang sangat ingin di miliki. Diri ku yang dulu memang memalukan. Tapi,,, kuharap dia bahagia dengan pilihan nya yang sekarang dan tidak akan pernah menyesal.


Terjebak dalam friendzone seperti laki-laki dalam cerita cinta sedih barusan tidaklah nyaman, bisa bikin nangis dalam hati. Apalagi jika ternyata orang yang kamu sukai pacaran dengan orang lain. Pasti serba salah, mau cemburu tapi bukan siapa-siapa. Tapi kita bisa mengambil hikmah dalan Cerpen tersebut.


Judulnya :


1.Balas Dendam Ratu (Tamat)


2.Budak Gadis Imut

__ADS_1


3.Sora Yang Pemalas (Tamat)


4.Cinta Jatuh (Tamat)



Protagonis Sang Pemilik Harem



"Jangan lupa mampir ke novel author yang baru ya! Judul nya 'Protagonis Sang Pemilik Harem' Yah,,, ceritanya baru beberapa episode sih,, tapi kalo kalian udah mampir author ucapin terima kasih sebanyak-banyak nya*!". Ucap Author dalam ketikan nya😅.


"Makasih juga ya! Udah baca novel ini sampai episode 30 Padahal pas pertama nya mau bikin cerpen tentang kesedihan lumayan minder, takut salah-salah,,, dan tepat author kadang sampe ada yang salah😅 Maafkan author yang dulu ya,,,". Ucap Author dengan tulus dalam ketikan.

__ADS_1


__ADS_2