Short Story About Sadness

Short Story About Sadness
Episode 37 (When i love u part2)


__ADS_3

Aku duduk di balkon depan rumah-rumahan bilik nenekku sambil mengobrol dengan daniel


"Daniel putus sama eryn" daniel menatapku tajam


"Udah tau"jawabku datar


"Kesempatan terbuka lagi?"


"Maksudnya?"tanyaku tak mengerti


"Lo masih suka kan sama mario?"


"Ehm"


"Terus?"


"Terus apanya?"


"Yah terus elo gimana? Bakal ngejer cinta mario lagi?"


"Hah? Ngejer? Seorang keyla patricia mengejar-ngejar cinta seorang mario bezaleel? Nggak maen yah!!"


"Gengsi lo terlalu gede key!"


"Bodo, kalo dia emang masih cinta sama gue yah sini, kalo nggak sebodo!"


"Terus gue gimana?"


"Ya ampun daniel, sorry yah, gue bener-bener bingung, gue gak bisa nolak elo, tapi gue juga ga bisa nerima lo!"


"Maksudnya?"


"Gue juga nggak ngerti, kayaknya gue tuh nggak bisa nolak elo, perasaan gue bisa dengan mudah deh nolak cowo laen, kenapa kali ini nggak bisa?"


"Karna gue terlalu ganteng, cool, keren iya kan?"*betullllll*


"Behh pede sangat"


***


Sepulang dari rumah neneku daniel terlihat tampak pucat, bibirnya seperti membiru dan kering, tatapannya terlihat begitu kosong. Aku yang sedang berjalan hendak pulang dengannya merasa khawatir dengan keadaannya.


"Daniel lo nggak apa kan?"tanya ku cemas


"Nggak ko, gue nggak apa, gue cuma cape aja!"


"Lo yakin?"akupun merasa sangat khawatir dengan sikap daniel itu


"Tenang aja gue nggak kenapa-kenapa ko"daniel pun turun dari mobilku dan memasuki rumahnya.


***


Jam sudah menunjukan pukul 10:00 tapi sedari tadi aku belum melihat daniel. Kemana sebenarnya daniel? Aku yang sedang melamun sendirian di kantin pun terkejut tiba-tiba melihat sosok mario berada di sebelahku.


"Aku mau ngomong sama kamu!"ujar mario yang mengagetkanku


"Ya ampun mario! Ngagetin ajadeh"kataku yang mulai terbangun dari lamunanku


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu!"


"Ngomong aja"jawabku datar


"Nggak disini"


"Aku males jalan, kalo mau ya disini aja"


"Oke, kalo itu mau kamu, maafin aku yah"


"Aku udah maafin ko"


"Aku tau aku telat, sekarang kamu udah punya pacar kan, siapa itu namanya?"


"Hah? Pacaran? Siapa? Daniel?"


"Iya, dia pacar kamu kan?"


Aku bingung harus menjawab apa karna aku sendiri pun tak tau bagaimana hubungan ku dengan daniel. Karna aku sama sekali belum menjawabnya.


"Dia bukan pacar aku"jawabku pelan dan sedikit menunduk


"Jadi kamu nggak pacaran sama daniel?"tanya mario kemudian


Aku hanya menggeleng pelan. Lalu mario pun seperti berbicara serius padaku


"Key, sebenernya aku masih cinta sama kamu, buat yang kemaren aku minta maaf yah, kamu mau nggak jdi pacar aku lagi"


Aku sama sekali tidak menghiraukan kata-kata mario karna pada saat itu hp ku bergetar dan menandakan sms masuk. Sms itu dari daniel aku jadi tak sabar mebukanya.


from: daniel


Jangan kangen yah sama gue, 3 hari ini gue ngambil cuti buat nganterin nyokap cek-up k daerah bogor.


-_-see you-_-


"Yah pantes aja dari tadi gue cariin nggak ketemu" triakku seketika dan membuat mario bengong


"Hah,? gak kliatan? maksudnya apa key? kamu nerima aku lagi apa nggak?"aku benar-benar bingung dengan yang di ucapkan mario. memang mario tadi ngomong apa yah?


"Hah, emang tadi kamu ngomong apa rio?"tanya ku bingung


"Jadi kamu nggak ngedenger aku ngomong?" Aku hanya menggeleng.


"Key aku mau kamu jadi pacar aku lagi,"kata mario sambil memegang tanganku


"Apa?!!"aku langsung kaget ketika mendengar mario bicara seperti itu, aku bingung sendiri apa aku harus senang atau bagaimana.


"Kenapa kamu kok kaget gitu"


"Ahh nggak apa"


"Gimana, kamu mau nggak jadi pacar aku?"


"Aku nggak bisa jawab sekarang"akupun langsung pergi.


***


Aku bingung sendiri jadinya. siapa yang harus aku pilih, mario? orang yang selama ini menantiku namun pernah membuatku sakit? atau daniel orang yang dengan sabar menanti jawabanku, dan selalu ada di saat aku membutuhkannya?. Ku putuskan jika nanti daniel kembali aku akan memilih diantara daniel atau mario.


***


Minggu ini aku mengajak mario jalan dan berjanji akan menjawabnya. dan aku pun menyuruh daniel menunggu di tempat biasa. Selama aku berjalan dengan mario mengapa pikiranku selalu ingin dengan daniel? apa benar kini aku mulai mencintai daniel?


"Key gimana?"tanya mario


"Gimana apanya?"


"Gimana kamu nerima aku apa nggak?"


Aku terdiam sejenak. aku menatap mata mario dalam-dalam. getaran itu sudah tiada, apa benar aku sudah melupakannya.


"Mario"ucapku lembut


"Ya”


"Bisa kamu antar aku"pintaku pada mario

__ADS_1


"Tentu, emang mau kemana?"tanya mario


"Udah anter aja yah, sebenernya daniel juga pernah nembak aku dan sampai sekarang belum aku jawab. aku janji sama dia bakal jawab hari ini di tempat yg deket kampus itu loh, yg taman sebelah sungai!"jelas ku pada mario


"Maksud kamu?"


"Yah, di situ aku akan nentuin siapa yg akan aku pilih"ucapku jujur, mario pun seperti terhenyak mendengar perkataan ku.


Sesaat suasana hening di antara kami. cuaca saat ini terlihat mendung. beberapa saat kemudian hujan turun secara mendadak tanpa ada gerimis terlebih dahulu. guntur dan petir saling beradu. melihat itu mario langsung berkata padaku.


"Tunggu hujan reda yah, kita nggak mungkin ke tempat itu sekarang, aku kan pake motor"ucapnya lembut. aku hanya mengangguk pelan. jujur hatiku sangat resah saat itu. kulirik alroji di yg terletak di tangan kananku, waktu sudah menunjukan jam 4 sore, itu berarti daniel telah menungguku kurang lebih 1 jam.


Aku dan mario hanya diam seribu bahasa. pikiranku saat ini sedang melayang ke daniel.


Sementara daniel... Daniel masih tetap setia menungguku di tempat itu. walaupun terlihat cuaca mendung ia masih saja tetap menungguku. sampi hujan deras turun pun ia masih bertahan dengan posisinya, duduk menghadap sungai sambil melempar batu-batu kecil ke sungai. tetes demi tetes hujan yg mengguyur tubuh daniel, membuatnya kedinginan. tapi itu tidak mengurungkan niatnya. ia masih dengan posisinya. sampai akhirnya tubuhnya sudah tidak kuat menerima sentuhan tetes hujan tersebut. daniel tumbang seketika, tubuhnya sangat mengigil, bibirnya pun menjadi biru, mukanya pucat pasi, ia pingsan dengan posisi meringkuk kedinginan.


Dan aku... Sesaat hujan pun reda, lalu aku meminta mario mengantarku ke tempat daniel. tapi mengapa mario seperti menahanku agar tidak datang ke tempat itu, satu kali, dua kali ia menahanku aku masih bisa menurutinya, sampai yg ketiga kali aku memintanya untuk mengantaku tapi ia seperti mengulur waktu, aku pun sudah tak tahan dan memutuskan untuk pergi. Melihat aku pergi, mario langsung menyusul dan menahanku.


"Key kamu mau kemana?"tanyanya


"Aku kan udah bilang, aku ada janji sama daniel, tapi kamu malah nahan aku disini, kasian daniel nunggu aku dari tadi"


"Tapi kalo kamu mau jawab sekarang aja key"


"Nggak, aku nggak mau jawab sekarang!"jawabku tegas


"Kenapa harus disana?"


"Aku kan sudah bilang kalau daniel juga pernah nembak aku, jadi di tempat itu aku akan memilih di antara kalian, tapi sekarang aku ngerti, kenapa kamu nahan aku disini, awalnya aku bingung harus milih siapa? tapi kamu baru aja ngejelasin siapa yg harus aku pilih!"ucapku dan langsung pergi meninggalkan mario


"Key, tunggu aku minta maaf,"mario berusaha mengejarku namun aku terus mempercepat langkahku. lalu mario mengambil motornya dan kembali mengejarku.


"Key ayo naik, aku akan nganter kamu"kata mario sambil berusaha mensejajarkan motornya dengan langkahku. aku sama sekali tidak menggubris perkataannya, lalu aku menghentikan taksi.


"Key, kamu sama aku aja ayo"pinta mario dengan terpaksa akhirnya akupun naik ke motor mario.


Sesampai di tempat itu aku tak menemukan apa-apa.


"Tuh kan, daniel itu nggak bakal bertahan nunggu kamu, tadi kan aku udah bilang"kata mario berusaha meyakinkan ku bahwa daniel bukan yg terbaik untukku. aku tidak menjawab omongan mario, tapi kalau benar yg dibilang mario, bahwa daniel tidak akan bertahan menungguku disini, itu bukan salah dia, karna aku telat 2 jam. di tambah lagi tadi hujan. beberapa detik kemudian hp ku berbunyi.


ingin ku mengejar dirimu


menggenggam erat tanganmu


sungguh ku tak rella


Setelah ku lihat layar hp ku tercantum nama monic


... Monica my bestie...


....+62818xxxxx.....


.........call............


Lalu aku pun mengangkatnya. Pembicaraan via telepon.


"Hallo"ucapku membuka pembicaraan


"Keyla, key, ga.. ga.. gawat key,,"ucap monic di ujung sana yg sepertinya sedang genting


"Gawat kenapa? lo kenapa nic?"tanya ku heran


"Daniel"hanya itu yg diucapkan monic dan membuat aku bingung


"Daniel?? kenapa daniel??"mendengar itu mario langsung menatapku serius


"Daniel sekarang di rumah sakit"jelas monic


"Apa? rumah sakit? emang daniel kenapa?"tanyaku bertubi-tubi


"Gue nemuin dia pingsan sambil meringkuk kedinginan di tempat elo sama dia biasa nongkrong itu"


"Emang daniel di rawat dimana?"tanyaku khawatir pada monic


"RS pelita jaya"jelas monic.


Mario pun masih mengejarku, namun kali ini aku benar-benar sangat marah padanya. gara-gara dia daniel jadi harus menunggu. karna dia mengulur waktu, daniel jadi seperti ini!!


"Key ayo aku antar"


"Ga!! gue udah benci sama lo rio!! lo..lo..tuhh,, arrgghh, gue muak ngeliat lo!!"aku pun melampiaskan semua kekesalanku pada mario.


"Tapi key..."


"Udahlah lo nggak usah ngejer gue lagi!! ko bisa yah gue sebego itu, sabar nunggu lo, argghh, gue bener-bener benci sama elo rio!"karna dari tempat itu ke RS pelita jaya jaraknya tidak terlalu jauh jadi aku hanya berjalan kaki. sesampai di rumah sakit aku langsung berlari ke ruang rawat daniel dengan di ikuti mario yg masih berusaha mengejarku. terlihat disana sudah ada monic, nia, devan, dan andre yg gelisah dengan keadaan morgan.


"Guyz, gimana keadaan daniel?"tanyaku cemas


"Key maafin aku ke,,"kata mario yg masih berusaha meminta maaf padaku.


"Gue udah bilang, lo ga usah ikutin gue lagi, ini semua tuh gara-gara lo tau nggak??!!"bentakku pada mario. monica, nia, devan, andre, hanya menatapku heran, karna mereka belum tau bahwa mario adalah masalaluku itu.


"Tapi key, gue.."


"Gue bilang pergi yah pergi..!!"mario pun langsung pergi melihat emosiku semakin memuncak. dengan tatapan heran nia menanyakan padaku apa yg terjadi. lalu aku menjelaskan semuanya pada mereka. tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan morgan dengan wajah tak bergairah.


"Dokter,,, daniel kenapa?"tanyaku begitu dokter baru keluar.


"Siapa yg bertanggung jawab atas pasien?"tanya dokter


"Saya dok,"ucap devan. tapi untungnya dokter ini tidak meminta devan bicaa berdua padanya. ia bicara pada kita semua


"Teman kalian, mengidam penyakit tumor"


Ucap dokter itu. kami semua langsung terhentak kaget.


"APA??!!"triakku histeris


"Dokter boong, daniel tuh sehat-sehat aja dok"kataku tak percaya.


"Dia sudah lama mengidam penyakit tumor, apa kalian tidak tau?"aku tak menjawab. akupun langsng masuk ke kamar rawat daniel. terlihat sosok cowo tampan yg sedang terbaring lesu di tempat tidur itu. aku langsung menghampirinya pelan-pelan. tiba-tiba ia memanggil namaku


"Key.."panggilnya lemas


"Apa dann, aku disini"jawabku


"Tadi kenapa kamu.."belum sempat daniel berbicara aku langsung memotongnya


"Aku minta maaf, tapi kali ini aku yakin dengan perasaan aku, aku cinta sama kamu daniel aku mau jadi pacar kamu"ucapku lembut yg duduk di bangku sebelah tempat tidur daniel.


"Tapi hidup aku udah nggak lama lagi, maaf selama ini aku nggak ngasih tau kalian"ucapnya lesu.


"Aku nggak peduli, aku akan tetep cinta sama kamu, kamu harus bertahan daniel, demi aku"akupun menggenggam erat tangan daniel.


"Aku nggak akan kemana-mana ko, selamanya aku akan tinggal disini, di hati kamu"kata daniel menunjuk ke arah dadaku.


"Kamu ngomong apaan sih aku nggak ngerti, aku nggak mau tau, kamu harus tetep bertahan daniel, kamu udah berhasil buat aku lupain mario, tapi kenapa sekarang kamu begini?!"beberapa saat kemudian andre, nia, devan, dan monic memasuki kamar rawat daniel.


"Key, lo tenangin diri lo ya,,"ucap devan yg khawatir melihat keadaanku. Aku terus menangis melihat keadaan daniel. Tak lama kemudian hp ku berbunyi


ingin ku mengejar dirimu


menggenggam erat tangamu


sungguh ku tak rella

__ADS_1


ku tau kau tak tersenyum


melihat ku menangis


maka sekuat tenaga aku relakan saat kepergianmu


Hp ku terus berbunyi namun aku tak mengangkatnya karna aku tau itu pasti telpon dari mario.


"Ko nggak di angkat, dari siapa?"tanya daniel


"Mario, udahlah nggak penting!!"jawabku singkat.


"Key, kamu janji yah sama aku, seandainya aku pergi, kamu jangan terlalu larut dalam keterpurukan"pinta daniel.


"Kenapa sih?? kenapa disaat aku mulai ngelupai mario dan semua masa lalu aku, dan kini aku mulai mencintaimu, kamu...kamu malahh,,,ergghh, tuhan nggak adil sama aku!!"akupun berteriak sambil menjambak rambutku sendiri, kondisi ku saat itupun tergolong acak-acakan. tak lama kemudian daniel pun merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya.


"Aaa,,,aaww,, pala aku,, pussiiinggg"rintih daniel yg membuat semua orang yg berada di kamar rawatnya khawatir


"Gan lo kenapa??"tanya davin


"DOKTERRRR..."triakku histeris


"Pencet alarm-nya key"suruh nia yg juga khawatir


Akupun memencet alarm yg berada di atas ranjang rumah sakit sambil terus berteriak


"DOKTERRR,, DOKTERR"triakku


Beberapa saat kemudian dokter datang dan kami semua di suruh keluar dari ruangan itu, tapi aku...


"Kkk.. kkkeeyy... laa.."panggil daniel terbata-bata


"Yes, i'm here"kataku dan langsung berbalik ke morgan


"I..lo..ve..yo..ou, do..nt.. cr..ry, ke..ep...sm...ii..ile"lanjutnya terbata-bata


Belum sempat dokter memeriksa mata daniel sudah terpejam dan dokter berkata bahwa daniel telah tiada. mendengar itu aku langsung teriak histeris


"DANIELLL, KAMU NGGAK BOLEH PERGI,, hiks hiks hiks, TUHANN NGGAK ADIL, KENAPA AKU SELALU KEHILANGAN ORANG YG AKU CINTAI"teriakku kesal


__flashback off__


semenjak kejadian itu hidupku serasa tak berwarna. memang daniel berkata padaku dont cry and keep smile, tapi aku tak bisa menghalangi jatuhnya air mata ini. senyum di bibirku pun kurasa sudah tak ada semenjak kepergiannya. mengapa disaat aku mencintainya. dia harus pergi?!!


di saat aku masih terus menangis.


mungkin benar, karena setelah cinta itu pergi


baru kita menyadari bahwa cinta itu nyata dan berarti buat kita.


bahkan menyesalpun tak akan merubah semuanya menjadi seperti semula.


Tak ku mengerti mengapa begini


Waktu dulu ku tak pernah merindu


Tapi saat semuanya berubah


Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa


Cinta datang terlambat


Tapi saat semuanya berubah


Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa kini


Cinta datang terlambat


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa kini


Cinta datang terlambat


Alunan lagu itu terdengar jelas ke telinga ku, aku menoleh dan mendapati. Kedua sahabatku nia dan monika, selesai menyanyi diiringi gitar.


"Key... memang tak mudah melupakan masalalu, tapi jangan sampai terjebak nostalgia." ucap nia dan monic. Mereka mendekat kearahku dan duduk memelukku.


"Thank you my bestie, '' jawabku sambil membalas pelukan mereka.


SELAMAT JALAN DANIEL PRATAMA,


KAU AKAN SELALU MENJADI KENANGAN TERINDAH DI HIDUPKU.


***The End**


Maaf banyak Typo


***Baca juga cerita aku ya thor biar bisa saling support.


Judulnya :


1.Balas Dendam Ratu (Tamat)


2.Budak Gadis Imut


3.Sora Yang Pemalas (Tamat)


4.Cinta Jatuh (Tamat)


5.Short Story About Sadness


__ADS_1


Protagonis Sang Pemilik Harem****



__ADS_2