Short Story About Sadness

Short Story About Sadness
Episode 35 (Senja)


__ADS_3

Jarak adalah sebuah ujian cinta, hubungan yang terjadi dengan terpisah jarak dan waktu memang sulit. Tapi jika hati mampu bertahan untuk setia, maka cinta akan memberikan makna terindah dalam hubungan itu.


SMA N Yosowilangun, sekolah yang ku tempati saat ini bersama teman-temanku. Kisah ini berawal dari hari pertama aku masuk sekolah, dihadapkan dengan Masa Orientasi Siswa. Aku berangakat dengan sepeda motor tuaku yang sengaja ku titipkan di rumah tante Rosa, karena rumahnya tidak jauh dari sekolahku. Bel masuk berbunyi, bulu romaku berdiri ketika melihat para OSIS beraksi. Kupandangi satu persatu OSIS yang berdiri di depan kelas, ternyata wajah imut-imut itu bisa berubah menjadi sangat menakutkan.


Hari pertama tidak begitu panjang, aku melewatinya dengan santai bersama teman baruku yang baik. Hari kedua dan ketiga, aku selalu mendapat masalah karena dianggap terlalu cuek dan mengententidakan, ”Kamu ya, nggak ada takutnya sama kakak kelas”hardik salah satu OSIS cowok dengan marah. Aku hampir ingin pingsan jika sahabat baikku tidak tersenyum di belakang mejaku, ”Hey, kamu kok betah sih di omelin, kalau aku muntidakin udah pingsan” aku tersen yum, teman ini memang unik. Teman sekaligus sahabat baikku ini bernama Elang, ia selalu bangga dengan namanya meski tak pernah ada yang menyukai nama itu. Aku sadar tak boleh jatuh cinta, karena aku harus menjaga hatiku untuk satu orang yang jauh disana.


”Hai Alvin, kamu gendut banget sih” aku memandang boneka kecil yang pernah diberikan Alvin saat usai pertandingan TIMNAS U-17 di Jakarta.


Kekasih yang aku kenal saat pertandingan TIMNAS U-17 dengan Semen Gresik ini memang mampu memikat hatiku sejak perkenalan pertama, selain ia terkenal baik dimata saudaraku yang ada di Jakarta itu, Alvin juga sosok yang romantic dan penuh perhatian. Tanpa sengaja Elang melihat boneka kecil yang selalu ku bawa kemanapun aku pergi.


”Alpian Vinno Riztyawan, siapa dia?”,


”Dia seseorang yang aku cinta”,


”Oh rasanya dia sangat special di hatimu”,


”Iya, dia benar-benar spesial”.


Aku sempat melihat raut muka Elang yang tampak kecewa, entah mengapa aku tak tahu. Bel pulang pun berbunyi.


”Hey, mau pulang sama aku nggak?”,


”Aku pulang sendiri aja deh, lagian rumah kamu kan jauh dari rumah aku”,


”Aku antar pulang ke rumah kamu gimana? Sekalian aku pengen tahu jalan ke rumah kamu”,


”Aduh maaf ya, aku bawa sepeda sendiri jadi nggak bisa bareng sama kamu”,


”Oh ya udah, kita pulang bareng aja naik sepeda sendiri-sendiri. Gimana?”,


”Ya deh karena keliatannya kamu maksa, aku nggak bisa nolak tapi kita ambil sepedaku dulu ya di rumah tante Rosa”seketika Elang tersenyum setelah usahanya berhasil.


“Senja!!”teriak Elang dari kejauhan,


”Ada apa?”,


”Nggak, aku cuma pengen bareng kamu aja, emang kenapa kamu kok nggak bawa sepeda ini ke sekolah aja?”,


”Nggak apa-apa sih, aku cuma nggak PD aja bawa sepeda tua ini ke sekolah”,


”Hmmm. . Super Cup 80 ini keren kok walaupun modelnya emang tua banget”.

__ADS_1


Hari ini aku masuk di kelas baru, tanpa di duga ternyata aku satu kelas dengan Elang. Aku selalu ingat dengan ekspresi Elang tempo hari. muntidakinkah kekecewaanya itu ditujukan kepadaku.


”Eh kelas kita yang mana Lang?”,


”Sebelah situ, bareng sama aku aja nanti aku cariin kenalan buat bantu tugas kelas, hehehe” aku masuk bersama Elang, ternyata kelas ini sangat menyenangankan tetapi tidak ada teman yang seakrab Elang,


”Eh Lang, aku jadi nggak enak sama temen-temen yang lain”,


”Kenapa?”,


”Ntar dikiranya kita ada apa-apa kan aku sama kamu cuma sahabatan aja”,


”Ya biarin deh apa kata mereka, yang penting kan kita nggak ada apa-apa!”,


”Iya”.


Rindu, akankah ada penawar rindu ini yang semakin membelenggu hatiku, ”Kapan aku bisa bertemu denganmu, aku ingin menceritakan semua pengalamanku ini padamu”. Anganku melayang setinggi awan, tanpa sadar aku tertidur karena lelah melanda. Aku melantidakah pelan, sebuah ruangan yang amat sangat gelap dikejauhan ku lihat meja hijau yang menantiku duduk di kursi terdakawa. Penuntutnya adalah Alvin, ku perhatikan lamat-lamat hakim dan jaksa yang ada ternyata jelmaan jiwaku sendiri.


”Ada apa ini, kenapa aku bisa di sidang seperti ini?”,


”Saudari Senja, anda di tuntut sebagai pentidakhianat cinta”,


”Anda telah mentidakhianati cinta saudara Alvin, anda telah melupakannya dengan bukti anda berselintidakuh dengan Elang”,


”Tunggu, saya tidak pernah berselintidakuh dengan Elang, saya hanya bersahabat dengan dia tidak lebih dari itu”,


”Lalu kenapa kau melupakanku?”ucap seseorang yang tidak lain adalah Alvin,


”Alvin?Aku nggak pernah melupakan kamu, selama ini aku selalu menunggu kabar darimu tapi nggak ada sedikitpun berita tentangmu. Apa jangan-jangan kamu sendiri yang selintidakuh?”.


Aku menatap Alvin yang hanya diam membisu, ”Baiklah, aku cabut tuntutanku padamu, sekarang lupakanlah aku dan anggap semua ini tidak pernah terjadi” Alvin pun pergi meninggalkan ruangan itu bersama kabut yang tebal.


”Alvin tunggu…Alvin. . !” teriakku memanggilnya, tapi Alvin sama sekali tidak menghiraukan teriakanku.


Aku terbangun dari tidurku, setelah adzan berkumandang aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum shalat subuh. Pagi ini aku melihat ada yang aneh dengan Elang,


”Senja, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”,


”Mau ngomong apa, ngomong aja?”,


”Aku suka sama kamu” aku terkejut mendengar ucapan Elang,

__ADS_1


”Kenapa kamu bisa sampai suka sama aku?”,


”Kamu itu baik, aku udah nyimpen perasaan ini sejak lama”,


”Maaf, aku nggak bisa dan nggak muntidakin balas cinta kamu”,


”Aku rela walaupun aku cuma simpanan kamu, yang penting aku bisa liat senyum kamu tiap hari”,


”Lebih baik kita sahabatan aja”. Aku pergi meninggalkan Elang,


”Kenapa kamu menolaknya, bukankah dia selalu membuat kamu bahagia?”ucap seseorang di belakangku,


”Alvin?”,


”Iya, Senja aku minta maaf sama kamu karena selama ini aku nggak bisa bikin kamu bahagia”,


”Aku nggak minta apapun dari kamu, aku hanya ingin cinta kamu tetap milik aku.”


Alvin memelukku, sungguh bahagia hatiku bisa berada dekat dengannya. Maafkan aku Elang, kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki, tapi rasa sayantidaku padamu takkan bisa menandingi rasa cintaku pada Alvin. Terima kasih untuk semua yang pernah kau berikan kepadaku senyummu tak akan hilang dari ingatanku.


***The End


Baca juga cerita aku ya thor biar bisa saling support.


Judulnya :


1.Balas Dendam Ratu (Tamat)


2.Budak Gadis Imut


3.Sora Yang Pemalas (Tamat)


4.Cinta Jatuh (Tamat)


5.Short Story About Sadness



Protagonis Sang Pemilik Harem***


__ADS_1


__ADS_2